Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERUBAHAN KIMIA BUAH ALPUKAT PASCA PANEN Dahlan, Sakinah Ahyani; Kasim, Rahmiyati; Liputo, Siti Aisa; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Kolopita, Bima Aditya; Budjang, Fahtunnisah; Sompa, Sri Eka Putri; Iman, Putri Riskia; Yasin, Moh. Taufik
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.26033

Abstract

Alpukat merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Buah Alpukat (Persea americana Mill.) termasuk komoditi buah-buahan dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Di lain pihak terdapat permasalahan pascapanen yaitu buah alpukat mudah rusak sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan daya simpan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan pada buah alpukat dan untuk menganalisa pengaruh suhu yang berbeda pada buah alpukat. Rancangan percobaan yang akan digunakan dalam praktikum ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua Faktorial.. Yaitu faktor 1 adalah Lama penyimpanan  yaitu A0 (0 hari), P=A1 (3 hari) A2 (6 hari) dan P3 (9 hari). Dan faktor 2 Suhu penyimpanan yaitu F1 (100C), F2 (200C), F3 (300C). Setiap perlakuan diulang 3. Hasil penelitian pada vitamin C terjadi penurunan yaitu  123,28-46,97. Pada total gula terjadi penurunan yaitu 3,1-1. Pengujian total asam tertitrasi mengalami penurunan yaitu 5,37-0,56. Pada kadar air nilai yang dihasilkan yaitu 71,82%-40,80%. Dan pada susut bobot menghasilkan nilai 18.56 – 6,87.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN CABE BUBUK INSTAN BAGI KELOMPOK WANITA TANI DESA BUTU KECAMATAN TILONG KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Ahmad, Lisna; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Butu adalah desa yang memiliki potensi cabe merah yang cukup banyak namun belum di diversifikasi dalam bentuk lain sehingga jika produksi melimpah akan menyebabkan kerugian pada petani. Transfer teknologi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghasilkan produk lain berbahan baku cabe seperti bubuk cabe instan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat menyukai produk bubuk cabe instan dari segi rasa, aroma dan tekstur serta secara overall terutama untuk jenis cabe kuning/orange. Selain itu berdasarkan survey kelayakan, Masyarakat menyatakan setuju jika produk cabe bubuk instan untuk diperjual belikan secara komersial. Model pelatihan dengan jenis komoditi yang berdeba diharapkan oleh Masyarakat untuk terus bisa dilaksanakan. Hasil prediksi keuntungan  berdasarkan biaya modal selama sebulan diperkirakan sekitar Rp 9.000.000/bulan jika produksi cabe bubuk instan diproduksi sebanyak 1000 kemasan/bulan
Pencampuran Maltodekstrin Pada Buah Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bubuk Pengempuk Daging Mahaling, Efraim Maletu; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas sering digunakan untuk pengempuk daging. Hal ini dilakukan agar daging menjadi lebih empuk dan waktu pemasakan menjadi lebih singkat, walaupun ada kesulitan dalam menggunakan buah nanas untuk melunakkan daging karena ketergantungan pada musim panen, akan lebih praktis jika terdapat enzim bromelin yang dapat disimpan dan digunakan kapan saja. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan tambahan pada daging tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan tekstur daging empuk sesuai yang diinginkan. Bahan tambahan yang dapat digunakan yaitu maltodekstrin karena sangat efektif dalam melindungi komponen-komponen penting dalam bahan pangan, terutama komponen volatilnya.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisikokimia nanas sebagai bubuk pengempuk daging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.
Analisis Cemaran Bakteri dan Kapang pada Mi Basah yang Dijual di Area Center Point Bone Bolango Ahmad, Lisna; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Limonu, Marleni; Une, Suryani; Liputo, Siti Aisa; Saman, Widya Rahmawaty
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi merupakan jenis makanan olahan dari tepung terigu yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena penyajiannya yang praktis dan cepat, baik sebagai bahan makanan tambahan maupun sebagai makanan pengganti makanan pokok. Di Gorontalo, mi basah diproduksi dalam skala rumah tangga atau industri kecil, dan kemudian diedarkan di pasar-pasar tradisional, tetapi masih ada juga para produsen yang mengolah mi mereka secara kurang bersih, baik lingkungan maupun para pekerja yang terlibat dalam pembuatan mi ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui total cemaran bakteri pada mi basah yang di jual oleh pedagang kaki lima. Rancangan yang digunakan adalah metode deskriptif untuk memeriksa cemaran mikroba pada jajanan kaki lima. Adapun parameter uji yang dilakukan diantaranya, uji bakteri, uji kapang dan kadar air. Berdasarkan hasil yang didapatkan cemaran bakteri pada mi basah yaitu  2,0 x 104 – 7,8 x 104 cfu/gram,  kadar air 45,21 – 50,89% dan total kapang dari 9,5 x 103 - 1,4 x 105 cfu/gram.
INOVASI AMPAS KELAPA SEBAGAI TEPUNG KUE SERBAGUNA INNOVATION OF COCONUT DRUGS AS MULTIPURPOSE CAKE FLOUR Azis, Rosdiani; Engelen, Adnan; Mateka, Risna; Djamalu, Andrian; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Modjo, Ardiyanto Saleh
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.29375

Abstract

Coconut pulp is a by-product of the production of coconut milk. This agricultural waste is available in large quantities and has not been used optimally by the community. Crude fiber contained in young coconut fruit is digested, so it can be used as a food additive. The purpose of this study was to determine the quality characteristics of making cake flour made from coconut dregs with the addition of pandan leaf extract which will be analyzed for moisture content, ash content, color and organoleptic tests. The average value of the water content test in coconut dregs flour without pandan extract is 6,38% and with the addition of pandan extract 6,84% while the ash content of flour without the addition of pandan extract is 7,17% and with the addition of extract. Pandanus 6,71%. While the color test on flour without the addition of extract. Pandan shows a brown color while the addition of pandan extract shows a yellowish green color. Water content and ash content still meet the standard of SNI flour.
PENGARUH KONSENTRASI SUSU SKIM TERHADAP KUALITAS FISIK & KIMIA SERTA MIKROBIOLOGI YOGHURT SUSU KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) Duhe, Salma T.; Bait, Yoyanda; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.31352

Abstract

Sacha Inchi merupakan sejenis kacang-kacangan, tumbuh di wilayah hutan tropis Amazon, Peru komoditas yang bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis olahan pangan salah satunya dapat dibuat menjadi yoghurt. Yoghurt salah satu produk olahan susu yang difermentasi dengan bantuan bakteri asam laktat (BAL), sehingga diperoleh rasa dan aroma yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh yoghurt susu kacang sacha inchi (Plukenetia volubilis L) dengan berbagai konsentrasi susu skim yang berbeda terhadap kualitas fisik kimia mikrobiologi serta dan organoleptik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan faktor perlakuan berpengaruh nyata terhadap, Bakteri Asam Laktat (BAL), Derajat Keasaman (pH), Total Padatan terlarut (TPT), Viskositas Protein, Lemak, dan rasa tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap Warna, Aroma, hasil uji organoeptik. Hasil analisis Yoghurt susu kacang sacha inchi dengan konsentrasi susu skim 12 - 24% yang hasil pengujian berdasarkan parameter bakteri asam laktat (BAL) diperoleh (4,07×107- 8,76×107 CFU/ml), derajat keasaman (pH) diperoleh (4,74 - 4,26), Tpt diperoleh (10,40-14,57 oBrix), Protein diperoleh (4,23% - 9,61%. %), Lemak diperoleh (5,56% - 3,65%). viskositas diperoleh (125, - 322,00 cP), dan nilai organoleptik warna (4,73 - 4,87 agak suka), aroma (4,87- 4,60 agak suka), rasa (3,67 – 5,53 agak suka).Kata Kunci : Yoghurt, Sacha Inchi, Susu Skim
PENGARUH KONSENTRASI RAGI PADA PEMBUATAN TEMPE KACANG SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) Tahir, Salsa; Bait, Yoyanda; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 1 (2025): Maret (Edisi Khusus Kacang Sacha Inchi)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i1.31351

Abstract

ABSTRAKTempe merupakan salah satu produk pangan hasil fermentasi yang berpotensi sebagai sumber antioksidan serta mengandung beberapa zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Adanya inovasi dalam hal bahan baku yaitu dengan penambahan jenis kacang lain seperti  Kacang Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.) berpotensi untuk meminimalisir import kedelai dari luar. Tujuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana konsentrasi ragi mempengaruhi tempe kacang sacha inchi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa tempe kacang sacha inchi dengan konsentrasi ragi yang berbeda dapat mempengaruhi nilai ph (p0,05), namun tidak mempengaruhi nilai kadar air, protein dan kadar lemak (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai ph diperoleh 5.68-5.41, kadar air diperoleh 42.1%-37.0%, Protein diperoleh 6.82%-3.80%, dan Kadar Lemak diperoleh 31.55%-22.58%. Hasil uji organoleptik perbandingan jamak pada aroma semakin banyak konsentrasi yang ditambahkan sangat lebih baik dari tempe komersil. Rasa agak lebih buruk dari tempe komersil, dan pada tekstur konsentrasi 0,9% dan 1,8% agak lebih buruk, akan tetapi konsentrasi 1,2% dan 1,5% sama dengan tempe komersil.Kata Kunci: Sacha Inchi, Konsentrasi ragi, Tempe
Karakteristik Mutu Abon Ikan Cakalang Dengan Variasi Penambahan Santan Kelapa Dali, Melanti; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Angelia, Ika Okhtora
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 01 (2023): Jurnal of agritech science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i01.1183

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi santan kelapa pada pembuatan abon ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan pengujian organoleptik, kadar air, dan kadar abu. Hasil pengujian organoleptik dan kadar air yang terbaik ditunjukkan pada sampel A3. Hasil pengujian kadar abu yang tertinggi ditunjukkan pada sampel A2
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET BONGGOL PISANG Engelen, Adnan; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.22 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i2.32

Abstract

Sampai saat ini, potensi dari tanaman pisang di Indonesia belum dioptimalkan sepenuhnya oleh masyarakat karena penggunaannya masih terbatas pada buah, pelepah, dan jantung pisang saja. Bonggol pisang merupakan salah satu potensi tanaman pisang yang tinggi kandungan gizinya namun masih jarang dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan bonggol pisang di Kabupaten Gorontalo perlu dilakukan karena daerah ini merupakan penghasil pisang terbesar di Provinsi Gorontalo. Kegiatan pelatihan pembuatan nugget pisang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan baku pembuatan nugget. Kegiatan ini melibatkan peserta dari siswa-siswa SMKN 1 Mootilango Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan banyak para peserta kegiatan sangat antusias. Harapan setelah kegiatan ini adalah meningkatnya pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan baku pembuatan nugget yang kemudian akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar SMKN 1 Mootilango.
VIABILITY OF LACTIC ACID BACTERIA ON GLUTINOUS CORN FLOUR (zea mays Ceratina) WITH MICROWAVE-COOLING MODIFICATION Isra, Muh; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Saman, Widya Rahmawaty
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.29513

Abstract

This study aims to evaluate the viability of lactic acid bacteria (LAB) on glutinous corn flour (Zea mays ceratina) modified through a microwave-cooling process. Glutinous corn flour was selected due to its nutritional content that supports LAB growth, while the microwave-cooling modification was applied to improve the quality and sterility of the medium. The LAB used in this study was Lactobacillus plantarum IIA-1A5, which has probiotic potential with broad applications in the food industry. This research used an experimental design with two bacterial treatments to determine LAB viability. The parameters observed included LAB viability and prebiotic activity. The results showed that the optimal microwave-cooling treatment produced a LAB viability of 1.40 Log CFU/mL and a prebiotic activity of 0.31 Log CFU/mL after 24 hours of incubation. Therefore, glutinous corn flour modified with microwave-cooling demonstrates significant potential as an effective and practical medium for LAB growth in fermented food products. This study contributes to the development of sustainable local food technology based on natural raw materials.