Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pesan Film Dirty Vote dalam YouTube terhadap Perilaku Memilih Mahasiswa Universitas Djuanda pada Pemilihan Presiden 2024 Suryatna, Undang; Sukarelawati; Hayat, Saepul
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15474

Abstract

Selain digunakan sebagai sarana menonton hiburan, film juga digunakan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas yang dikemas secara menarik dalam bentuk audio visual. Sebuah film dokumenter muncul pada masa tenang pemilu dalam waktu 24 jam setelah dipublikasikan, film Dirty Vote mencatat lebih dari 4,3 juta penonton. sehingga membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Peneliti menggunakan teori Dependensi Media Massa untuk mengetahui seberapa besar media massa dapat mempengaruhi kognitif, afektif dan behavioral mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pesan Film Dirty Vote terhadap Perilaku Memilih mahasiswa pada pemilihan presiden 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menerapkan teknik random sampling. dalam menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan rumus Slovin. Pada penelitian ini, peneliti mengumpulkan data jumlah penonton film Dirty Vote berumur 17-30 Tahun. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 responden. Dengan melakukan penelitian dengan menggunakan skala likert. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa persamaan yang diperoleh adalah Y = 0,636 + 0,539X. Jika X = 0,01, maka nilai Y akan menjadi 1,175. Konstanta 0,636 menunjukkan adanya pengaruh positif antara Pesan Film Dirty Vote dan perilaku memilih. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 71,3% variasi dalam perilaku memilih dapat dijelaskan oleh variabel Pesan Film Dirty Vote, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Uji T menunjukkan bahwa t hitung = 15,614 lebih besar dari t tabel = 1,661, dengan tingkat signifikansi sig = 0,000 lebih kecil dari 0,1, yang mengindikasikan penolakan hipotesis nol (Ho) dan penerimaan hipotesis alternatif (Ha). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pesan Film Dirty Vote memiliki pengaruh positif terhadap perilaku memilih mahasiswa Universitas Djuanda Bogor.
Pengaruh Event Live Music dalam Kegiatan Marketing Public Relations Umam, Muthiara Sjahrani; Suryatna, Undang; Ruhimat
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Marketing Public Relations (MPR) melalui event live music terhadap minat pengunjung di Kafe Kopi Daong Pancawati. Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif, upaya pemasaran berbasis pengalaman seperti event live music menjadi pendekatan efektif untuk membangun keterikatan emosional dengan pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei sebagai teknik pengumpulan data. Responden berjumlah 362 orang yang merupakan pengunjung aktif Kafe Kopi Daong saat event live music berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kegiatan MPR dan minat pengunjung, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,667. Artinya, 66,7% variasi dalam minat pengunjung dipengaruhi oleh pelaksanaan event live music. Dimensi entertainment, excitement, dan enterprise terbukti memainkan peran penting dalam menarik perhatian, membangun ketertarikan, menciptakan respons emosional yang positif, serta meningkatkan keterlibatan pengunjung. Temuan ini menggarisbawahi bahwa kegiatan MPR berbasis event tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik sesaat, tetapi juga sebagai sarana efektif dalam membentuk pengalaman merek yang lebih mendalam.
Exposure of Social Media Advertising Media to Corn Farmers Ali Alamsyah Kusumadinata; Astrid Sri Wahyuni Sumah; Suryatna, Undang
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 11 (2023): November, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i11.6825

Abstract

Agriculture has an important role in improving food security and food availability which is also a source of income for farming communities in the village.  The decision of farmers in cultivation has started from one month of planting. This activity is carried out by farmers to ensure good results. This study uses a quantitative approach that looks at farmers' activities in media exposure on social media related to managed farming. The farmers who were respondents were South Sumatran farmers in two districts of Ogan Ilir and Banyuasin. Sampling of 100 people by considering the adequacy of data to generalize. The data extracted is seen from the use of social media and the management of cultivation carried out. The results showed that the use of social media was carried out more than the entertainment used by farmers. Very few farmers use social media as part of decision-making considerations. Decisions are taken from the accumulation of information received directly by farmers and conditions in the field
Komunikasi Interpersonal Caddy dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan di Rancamaya Golf & Country Club Alinda Alinda; Koesworo Setiawan; Undang Suryatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.758

Abstract

Pelayanan caddy golf berperan penting membentuk kenyamanan dan pengalaman bermain pelanggan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal yang dibangun oleh caddy dapat memengaruhi loyalitas pelanggan di Rancamaya Golf & Country Club. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pemain golf dan caddy. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan panduan pertanyaan yang diturunkan dari lima indikator komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Observasi dilakukan untuk merekam interaksi langsung yang memperlihatkan ekspresi emosional dan bentuk dukungan dari caddy kepada pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif terutama keterbukaan dan empati berkontribusi besar dalam menciptakan kenyamanan emosional pemain, yang berujung pada loyalitas. Loyalitas pelanggan tercermin dalam bentuk kunjungan berulang, pemberian referensi kepada orang lain, dan penolakan terhadap tawaran dari klub golf pesaing. Namun, terdapat hambatan yang dihadapi caddy dalam membangun komunikasi efektif, seperti perbedaan karakter pemain, kurangnya pengalaman komunikasi pada caddy baru, kelelahan fisik, serta gangguan lingkungan saat permainan. Kesimpulannya, komunikasi interpersonal yang baik dari caddy, terutama dalam aspek keterbukaan, empati, dan sikap mendukung, merupakan faktor kunci dalam membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka. Pelatihan komunikasi dan manajemen kesejahteraan caddy menjadi rekomendasi penting untuk mempertahankan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Optimalisasi Komunikasi Pemerintah Desa dalam Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD): Studi Kasus di Desa Kota Batu Ivana Ismia Anwar; Undang Suryatna; Ali Alamsyah Kusumadinata
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2491

Abstract

This study examines the communication implemented by the Kota Batu Village Government in socializing the Digital Population Identity (IKD) program to the community, and analyzes its effectiveness and the constraints encountered. The transformation of population administration towards digitalization through IKD aims to improve the efficiency of public services. Using a qualitative descriptive approach, this research was conducted at the Kota Batu Village Office with key informants from village operators and supporting informants from district/sub-district operators, RT/RW heads, and IKD user residents. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation, which were then analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the Kota Batu Village Government employed three main communication: direct interpersonal approach at the village office (when residents handled administrative affairs), utilization of community social forums (such as posyandu and community meetings), and dissemination of information through digital media (RT WhatsApp groups and village Instagram). The interpersonal strategy proved to be the most effective as it allowed for two-way communication, direct demonstrations, and personal assistance, which greatly helped residents understand and activate their IKD, including identifying mobile phone specification issues. However, socialization through social forums and digital media was less effective due to a lack of detailed procedural information and technical device requirements, as well as minimal interaction. Key constraints faced included low digital literacy among the community, uneven access to technology (including poorly communicated smartphone compatibility issues), limited accompanying human resources, low public interest and perception of urgency, and reliance on passive communication. This study concludes that the effectiveness of IKD socialization highly depends on the village government's ability to adapt participatory, comprehensive, and proactive communication strategies to overcome community's technical and psychosocial barriers.
Teknik Komunikasi Persuasif Marketing Permata Sentul Golf dalam Meningkatkan Loyalotas Pelanggan Siska Rusliana; Undang Suryatna; Ruhimat
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.14355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik komunikasi persuasif marketing dalam meningkatkan loyalitas pemain golf di Permata Sentul Golf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menerapkan teori Teknik Komunikasi Persuasif menurut Effendy (2019) yang meliputi teknik asosiasi, integrasi, ganjaran (pay-off), tataan, dan red-herring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik komunikasi persuasif yang digunakan oleh Permata Sentul Golf berhasil meningkatkan loyalitas pemain golf. Teknik-teknik yang digunakan meliputi asosiasi, integrasi, ganjaran, tataan, dan red-herring, yang diaplikasikan melalui strategi seperti penggunaan tren terkini, keterlibatan selebriti, interaksi personal, testimoni pemain, program loyalitas, penyajian pesan yang menarik, dan kemampuan staf dalam menangani keluhan. Melalui penerapan teknik-teknik ini, Permata Sentul Golf berhasil menciptakan hubungan yang lebih erat dengan para pemainnya, sehingga meningkatkan loyalitas dan keterikatan mereka terhadap lapangan golf tersebut.
Representasi Simbolik Konflik Keluarga dalam Film Ipar Adalah Maut (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tahap Pra-Konflik dan Konfrontasi) Raihan Fadhillah Santoso; Ali Alamsyah Kusumadinata; Undang Suryatna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.20627

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga sarat akan pesan sosial dan budaya yang dapat dianalisis secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konflik hubungan keluarga direpresentasikan dalam film Ipar Adalah Maut, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika, yang memfokuskan kajian pada tiga lapisan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam film dan didukung dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam film dibangun secara bertahap melalui simbol-simbol visual dan verbal yang merepresentasikan dinamika rumah tangga. Pada tahap pra-konflik, ketegangan muncul secara halus melalui dialog dan ekspresi nonverbal yang mengisyaratkan ketidakseimbangan dalam relasi keluarga. Sedangkan pada tahap konfrontasi, konflik menjadi lebih nyata dengan hadirnya tindakan-tindakan yang memperlihatkan pengkhianatan dan keretakan kepercayaan. Selain itu, ditemukan bahwa film ini tidak hanya menggambarkan konflik personal, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dalam keluarga. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian literasi media dan pendidikan karakter, khususnya dalam memahami bagaimana media dapat mereproduksi nilai-nilai sosial dan gender.
Peran Kepala Departemen Kamera dalam Mengelola Konflik pada Tim Kamera di Produksi Film Dias Eka Ismawanto; Undang Suryatna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21293

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana Kepala Departemen Kamera (DoP) mengelola konflik dalam tim kamera selama produksi film. Konflik sering muncul karena komunikasi tidak berjalan dengan baik, dan adanya perbedaan pandangan teknis. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dan observasi. Temuan menunjukan bahwa DoP memiliki peran penting sebagai mediator, menggunakan komunikasi interpersonal, pendekatan personal, dan etika kepemimpinan. Strategi seperti diskusi terbuka dan evaluasi pasca konflik membantu membangun tim yang solid. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kepala Departemen Kamera memegang peran penting dalam menjaga keharmonisan tim melalui komunikasi interpersonal, pendekatan mediasi personal, dan etika kepemimpinan. Strategi mediasi yang digunakan peneliti mencakup diskusi terbuka, pendekatan transformasional, serta evaluasi pasca-konflik. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa kemampuan interpersonal dan kepemimpinan Kepala Departemen Kamera berperan besar dalam menjaga stabilitas kerja tim dan efisiensi produksi film.
Strategi Komunikasi Sosial Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Keterlibatan Warga terhadap Pembangunan Desa Sentul Maulana Y. Muhammad; Undang Suryatna; Agustini
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21305

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Sentul dalam mendorong keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan desa. Komunikasi sosial menjadi elemen penting dalam proses interaksi antara pemerintah dan warga, tidak hanya sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun kesepahaman dan kolaborasi dalam merancang serta melaksanakan program pembangunan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sosial yang dibangun telah menunjukkan pola interaktif yang cukup baik, melalui musyawarah desa, pertemuan warga, serta pemanfaatan media digital seperti grup WhatsApp. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih ditemui, seperti keterbatasan literasi informasi, ketimpangan akses teknologi, serta kurang optimalnya peran fasilitator komunikasi di tingkat akar rumput. Keberhasilan komunikasi desa tercermin dari meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembangunan, meningkatnya kepercayaan terhadap aparatur desa, serta tumbuhnya rasa kepemilikan terhadap program yang dilaksanakan. Oleh karena itu, komunikasi yang strategis, terbuka, dan berorientasi pada inklusivitas menjadi prasyarat penting dalam menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Efektifitas Komunikasi Interpersonal Pimpinan PT. Khidmat El Kasab Sabrina Mubarak Umar Al Jaidi; Undang Suryatna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21338

Abstract

Komunikasi interpersonal yang efektif memegang peranan krusial bagi keberhasilan perusahaan, terutama dalam menyampaikan pesan kepada karyawan. Efektivitas komunikasi tercapai ketika pesan diterima dan dipahami sesuai maksud aslinya, serta memicu respons positif. Namun, fenomena di lapangan sering kali menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan informasi dari pimpinan dapat menjadi sumber ketidakpuasan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal pimpinan di PT. Khidmat El Kasab. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan PT. Khidmat El Kasab telah berupaya menerapkan komunikasi interpersonal yang efektif, yang diindikasikan oleh keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Upaya ini diwujudkan melalui kebijakan open door policy, transparansi informasi, pendekatan personal, pemberian apresiasi, dan fasilitasi diskusi partisipatif. Meskipun demikian, implementasi dari indikator-indikator komunikasi tersebut masih menunjukkan inkonsistensi dan persepsi yang tidak merata di kalangan karyawan. Hal ini menciptakan kesenjangan antara kebijakan pimpinan dan pengalaman yang dirasakan oleh sebagian karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun upaya komunikasi telah dilakukan, masih dibutuhkan konsistensi dalam penerapannya untuk memastikan efektivitas komunikasi secara menyeluruh.