Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Sarkasme pada Lagu Bahaya Komunis Karangan Jason Ranti Ahmad Nur Cahyo; Timbul Apri Ardinata Manullang; Muhammad Isnan
Asas: Jurnal Sastra Vol 9, No 1 (2020): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v9i1.18329

Abstract

AbstrakSarkasme diartikan sebagai gaya bahasa yang mengandung unsur ejekan, olok-olok dan sindiran. Gaya bahasa sarkasme ini sering digunakan dalam beberapa hal yaitu : 1) umpatan, celaan, candaan perkataan kasar; 2)Ajakan mempengaruhi pembaca atau pendengar agar berbuat serta mengikuti perkataan yang diucapkan; 3) Pemberitahuan artinya sebagai alat komunikasi yaitu memberikan informasi atau berita kepada orang kedua. Sarkasme ternyat tidak hanya disampaikan dikomunikasi secara formal tetapi jua dapat didalam lirik lagu. Lagu diartikan sebaga rangkaian kata kata yang indah penuh makna. Semi (1993:106) berpendapat  bahwa lirik lagu adalah bagian dari bentuk  puisi. Lagu yang disisipkan dengan gaya bahasa sarkasme membuat perubahan makna  dan kesan lagu. Penelitian ini menitik pada gaya bahasa pengarang untuk mengetahui apa makna sebenarnya dari suatu kalimat yang pengarang buat didalam lagu tersebut serta kualitas estetika pada lagu tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang dalam penelitian ini berupa lirik lagu. Penelitian ini berisi pengkajian terhadap lirik lagu  bahaya komunis untuk memberi gambaran mengenai makna sarkasme. Data pada penelitian ini adalah lirik lagu jason ranti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menulis kembali lirik lagu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaran yang berisi lirik lagu jason ranti yang akan dianalisis berdasarkan kajian semantik sarkasme. Teknik analisis yang digunakan  berupa analisis isi (content analysis) untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan dalam lagu.  Berdasarkan kajian semantik isi lagu bahaya komunis mengandung variasi makna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lagu bahaya komunis syarat akan sarkasme dan maksud tertentu
The Development of Indonesian Language Teaching Materials for Class VII Semester 1 Based on North Sumatran Local Wisdom and the Digitization of Learning Syamsul Arif; Tangson R. Pangaribuan; Rosdiana Siregar; Ahmad Nur Cahyo; Siti Nurjanah; Rolando Napitupulu
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, Novemb
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v4i4.2751

Abstract

This study aims to develop teaching materials for Indonesian class VII SMP in semester 1 based on local wisdom of North Sumatra and the digitization of learning. The teaching materials that will be developed are descriptive text, narrative story text, and procedure text. This study uses the Research & Development method referring to the research design with the stages of analyzing the needs of teaching materials based on local wisdom, data collection, product design, validation and testing. Product assessment is based on material quality, language quality, and media quality, as well as testing as student responses. The results of the research show that: (1) the results of the validation of the material experts indicate that the learning materials are declared feasible and "valid" with an average percentage gain of 87.8% with the criteria of "very good". Furthermore, the results of the validation of linguists showed that the language used in the learning materials was declared feasible and "valid" with an average percentage gain of 87.5% with the criteria of "very good". Then the results of the media validation showed that the media was deemed feasible and "valid" with the acquisition of a percentage of 92.2% with the criteria of "very good". (2) the results of the trial on junior high school students obtained an average percentage of 90.17% with very good criteria. The results of the percentage of trials carried out show that the Indonesian language learning materials for class VII SMP Semester 1 based on local wisdom of North Sumatra and their digitalization are appropriate and "valid" to be used as learning materials, especially in learning description texts and narrative texts for class VII semester 1 students.
Nilai Karakter Pada Materi Sastra Dalam Buku Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Syamsul Arif; Ahmad Nur Cahyo
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Kode: Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.745 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v11i1.33491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan nilai karakter yang terdapat pada materi pembelajaran sastra buku siswa kelas X kurikulum 2013 edisi revisi 2017 Bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku paket Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas X kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca,menandai, mengklarifikasi, menginterpretasikan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi.Hasil analisis nilai karakter pada materi pembelajaran sastra yang terdapat pada BAB IV dan BAB VIII pada buku siswa kelas X kurikulum 2013 edisi revisi 2017 hanya memiliki 17 nilai karakter yang terkandung didalamnya meliputi: 1) religius, 2) jujur,3) toleransi, 4) disiplin, 5) kerja keras, 6) mandiri, 7) demokratis, 8) rasa ingin tahu, 9) semangat kebangsaan, 10) cinta tanah air, 11) menghargai prestasi, 12) cinta damai, 13) bersahabat atau komunikatif, 14) gemar membaca, 15) peduli lingkungan, 16) peduli sosial, dan 17) tanggung jawab. Jumlah pemunculan masing masing nilain karakter dalam sikap religius sebanyak 30 kali , jujur sebanyak 14 kali,toleransi sebanyak 3 kali, disiplin sebanyak 1 kali, disiplin, kerja keras sebanyak 9 kali, mandiri sebanyak 2 kali, demokratis sebnayk 2 kali, rasa ingin tahu sebanyak 3 kali, semangat kebangsaan sebanyak 6 kali, cinta tanah air sebanyak 3 kali, menghargai prestasi sebanyak 3 kali,cinta damai sebanyak 3 kali, bersahabat atau komunikatif sebanyak 2 kali,gemar membaca sebanyak 1 kali, peduli lingkungan sebanyak 3 kali ,peduli sosial sebanyak 29 kali , dan tanggung jawab sebanyak 4 kali.Nilai karakter yang dominan adalah religius dan peduli sosial.Berdasarkan hasil identifikasi yang disampaikan diatas,dapat disimpulkan bahwa dalam materi pembelajaran sastra dalam buku paket siswa Bahasa Indonesia kurikulum 2013 edisi 2017 lebih terfokus pada pembelajaran dalam hal pendidikan karakter religius dan peduli sosial.
ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN KETERAMPILAN KEBAHASAAN PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI KELAS XI Ahmad Nur Cahyo; Deby Luriawati; Wagiran
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal penilaian keterampilan kebahasaan yang dianalisis secara kualitatif serta akan merekonstruksi soal yang tidak memenuhi kriteria soal dan kesesuaian dengan validitas isi serta validitas konstruk. Penelitian ini dilakukan analisis kualitatif terhadap soal pilihan ganda teks nonsastra mata pelajaran Bahasa Indonesia.Analisis tersebut dilakukan mengacu kaidah penulisan soal pilihan ganda yang terdapat dalam Panduan Penilaian Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam Panduan Penilaian Kurikulum 2013 dijelaskan bahwa aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatif adalah aspek materi, konstruksi, dan bahasa/budaya. Masing-masing aspek memiliki kriteria tertentu sehingga jumlah kriteria dalam melakukan analisis sebanyak 18 kriteria. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.. Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa pada soal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada tiga sekolah pada kelas XI belum memenuhi standar kualitas yang baik, sehingga perlu adanya rekonstruksi.Sehingga, soal tersebut dapat lebih memenuhi standar kualitas pembelajaran yang sesuai. Kata Kunci: butir soal, kualitatif, rekonstruksi
TINDAK TUTUR LOKUSI,ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM INTERAKSI PENJUAL DENGAN PEMBELI DI PASAR RAYA MMTC Ahmad Nur Cahyo
Jurnal Serunai Bahasa Indonesia Vol 19, No 2 (2022): JURNAL SERUNAI BAHASA INDONESIA (JSBSI) OKTOBER 2022
Publisher : STKIP Budidaya Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37755/jsbi.v19i2.675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dalam interaksi sosial penjual dengan pembeli di Pasar Raya MMTC. Penelitian ini mengggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatis, pendekatan kualitatif, dan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan tuturan peristiwa berbahasa atau peristiwa tutur pedagang dan pembeli yang melakukan interaksi di Pasar Raya MMTC yang diduga mengandung pemakaian tindak tutur. Sumber data dari penelitian ini yaitu seluruh tuturan atau  peristiwa berbahasa pedagang dan pembeli di Pasar Raya MMTC. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjut menggunakan teknik simak libat bebas cakap, teknik rekam dan teknik catat Adapun metode dan  teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan subjenis padan pragmatis dengan Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Data akan dipilah berdasarkan pengelompokkan  tindak tutur Adapun alat yang digunakan dalam teknik ini adalah daya pilah peneliti yang bersifat mental yang dimiliki peneliti dengan daya pilah pragmatisHasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tindak tutur yang ditemukan dalam komunikasi antara penjual dan pembeli di pasar Raya MMTC yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi. Jenis tindak tutur lokusi yang ditemukan dalam komunikasi penjual dan pembeli di pasar Raya MMTC yaitu lokusi pernyataan, lokusi perintah dan lokusi pertanyaan. Jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam komunikasi antara penjual dan pembeli di pasar Raya MMTC yaitu asertif, direktif, komisif dan ekspresif. Dalam komunikasi antara penjual dan pembeli di pasar Raya MMTC tidak ditemukan jenis deklarasi. Hal tersebut disebabkan tidak ditemukan bentuk tuturan yang menghubungkan isi tuturan dengan kenyataan. Jenis tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam komunikasi penjual dan pembeli di pasar Raya MMTC yaitu perlokusi verbal dan perlokusi verbal non-verbal. Kata-kata Kunci: Tindak Tutur, Interaksi, Pasar Raya MMTC
Analisis Butir Soal Penilaian Keterampilan Kebahasaan pada Pembelajaran Teks Eksplanasi Kelas XI Ahmad Nur Cahyo; Deby Luriawati; Wagiran Wagiran
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Periode Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.013 KB) | DOI: 10.47709/jbsi.v2i01.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal penilaian keterampilan kebahasaan yang dianalisis secara kualitatif serta akan merekonstruksi soal yang tidak memenuhi kriteria soal dan kesesuaian dengan validitas isi serta validitas konstruk. Penelitian ini dilakukan analisis kualitatif terhadap soal pilihan ganda teks nonsastra mata pelajaran Bahasa Indonesia.Analisis tersebut dilakukan mengacu kaidah penulisan soal pilihan ganda yang terdapat dalam Panduan Penilaian Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam Panduan Penilaian Kurikulum 2013 dijelaskan bahwa aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatif adalah aspek materi, konstruksi, dan bahasa/budaya. Masing-masing aspek memiliki kriteria tertentu sehingga jumlah kriteria dalam melakukan analisis sebanyak 18 kriteria. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.. Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa pada soal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada tiga sekolah pada kelas XI belum memenuhi standar kualitas yang baik, sehingga perlu adanya rekonstruksi.Sehingga, soal tersebut dapat lebih memenuhi standar kualitas pembelajaran yang sesuai.
GEMAR (Game Belajar Al-Qur’an) : Inovasi Desain Belajar Al-Qur’an Berbasis Game Interaktif Ahmad Nur Cahyo; Ridho Azahar; M. Zaky Noufal
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 02 (2023): Artikel Riset Oktober 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v13i02.3382

Abstract

Peningkatkan penggunaan ponsel di Indonesia membuat masyarakat semakin banyak berinteraksi dengan gadget terkhususnya anak-anak. Penggunaan ponsel yang baik dapat memberikan dampak pembelajaran yang signifikan dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada. Pada penelitian ini pengembangan media pembelajaran Gemar bertujuan menjadikan proses pembelajaran Al-qur’an menjadi menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis data deskriptif dan Argumentatif. Subjek yang dituju pada penelitian ini adalah anak usia dini dengan rentang usia 3 sampai 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Game Belajar Al-qur’an memberikan kemudahan bagi anak-anak dalam pembelajaran dan menjadikan pembelajaran Al-qur’an menjadi menyenangkan. Dengan adanya pengembangan Game belajar Al-Quran maka dapat meningkatkan minat pembelajaran Al-qur’an pada anak-anak dan dapat membantu dan mempermudah guru dan orang tua dalam memantau pemahaman anak dalam mempelajari Al-qur’an Kata kunci: Al-Quran, Anak Usia Dini, Game Interaktif
Moral Values in Five Novels by Syahid Muhammad and Their Suitability as Literature Teaching Materials in High Schools Cahyo, Ahmad Nur; Nuryatin, Agus; Naryatmojo, Deby Luriawati
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v12i1.74501

Abstract

This research objective to explain the moral values and suitability of the five novels written by Syahid Muhammad for literature teaching materials in high school which can be seen based on the content of their moral values. The approach used is a pragmatic and structural approach as well as descriptive analysis. Research data was obtained through semiotic reading, namely heuristic reading. Data were analyzed using hermeneutics. This research obtained the results that the five novels by Syahid Muhammad contained three moral values, namely the moral value of human relationships with God, the moral values of human relationships with themselves, and the moral values of human relationships with other humans. Moral values that have a relationship between humans and God include prayer, gratitude, faith, piety, trust, and regret. Moral values that have a relationship between humans and themselves include honesty, responsibility, healthy living, discipline, hard work, self-confidence, entrepreneurial spirit, logical thinking, creative innovation, independence, curiosity and love of knowledge. Finally, there are moral values that relate to the relationship between humans and other humans, including caring for others, helping each other, deliberation, living in harmony, forgiveness, keeping promises, and respecting other people. The more dominant moral values are prayer, gratitude, honesty, logical thinking, creativity, innovation, caring for others, forgiveness, respect for others. Finally, the results of the analysis on five novels by Syahid Muhammad, it can be concluded that they have met the criteria as teaching materials because they meet the appropriate aspects of language, psychology and cultural background. So it can be concluded that the five novels by Syahid Muhammad can be used as a choice of literary teaching materials in high school.
The Decrease of the Students’ Character during Covid 19 Pandemic: A Survey of Students in Binjai Yuhdi, Achmad; Ayudia, Alda Marsya; Majid, Ismail; Cahyo, Ahmad Nur; Sartika, Fuji; Zulrahman, Muhammad Febrilian
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2768

Abstract

The research in this article has purposes to describe and analyze the decrease of the students’ character values during the Covid-19 pandemic. This qualitative method study uses a qualitative descriptive approach. The data in this study are the students’ answers from questionnaires that describe behavior during online learning. The source of data in this study was the students’ questionnaires. The data collection techniques were carried out by using observation, in-depth interviews, documentation, literature, and field notes. The steps of data analysis were carried out are data collection, data reduction, data presentation, and the conclusion stage. The results of the study were grouped into 3 answers: positive, neutral, and negative. In QP1 (Discipline) the numbers show the negative value was 61.1%, the neutral value was 3.9%, and the positive value was 17.3%. In QP2 (Hard work), it shows the negative value was 57.6%, the neutral value was 23%, and the positive value was 22.7%. In QP3 (Honest), it shows the negative value was 70.7%, the neutral value was 10.9%, and the positive value was 19.6%. In QP4 (Responsibility), it shows the negative value was 75.1%, the neutral value was 13.1%, and the positive value was 11.7%. In QP5, it shows the negative value was 77.7%, the neutral value was 10.4%, and 11.7%. Then from the interview results, there were six decrease factors of character values, they are facilities, parents, motivation, mindset, interaction, and learning models as well as media. The conclusion shows that during the online learning of the covid-19 pandemic, the students' character decrease in a negative direction.
Moral Values in Five Novels by Syahid Muhammad Ahmad Nur Cahyo; Agus Nuryatin; Deby Luriawati Naryatmojo
Britain International of Linguistics Arts and Education (BIoLAE) Journal Vol 5 No 2 (2023): Britain International of Linguistics, Arts and Education - July
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/biolae.v5i2.980

Abstract

Novels contain moral values so that the author is able to convey meaning to readers through stories that describe the author's thoughts and thoughts about the value of truth related to a person's morals or manners. Moral values are important values because they form the basis for behavior. Instilling moral values can be done in the world of education through studying literature. Literature learning can provide students with an understanding of moral values. This research aims to explain the moral values in five novels by Syahid Muhammad. The approach used is a pragmatic and structural approach as well as descriptive analysis. Research data was obtained through semiotic reading, namely heuristic reading. Data were analyzed using hermeneutics. This research obtained the results that the five novels by Syahid Muhammad contained three moral values, namely the moral value of human relationships with God, the moral values of human relationships with themselves, and the moral values of human relationships with other humans. Moral values that have a relationship between humans and God include prayer, gratitude, faith, piety, trust, and regret. Moral values that have a relationship between humans and themselves include honesty, responsibility, healthy living, discipline, hard work, self-confidence, entrepreneurial spirit, logical thinking, creative innovation, independence, curiosity and love of knowledge. Finally, there are moral values that relate to the relationship between humans and other humans, including caring for others, helping each other, deliberation, living in harmony, forgiveness, keeping promises, and respecting other people. The more dominant moral values are prayer, gratitude, honesty, logical thinking, creativity, innovation, caring for others, forgiveness, respect for others