Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : BULETIN AL-RIBAATH

PENYULUHAN PEMISAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI SDN 32 DAN SD DUTA SUNGAI ASAM Dini Hadiarti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 12, No 1 (2015): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.666 KB) | DOI: 10.29406/br.v12i1.504

Abstract

Sampah terdiri dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Kedua jenis sampah tersebut, perlu adanya pengelolaan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sampah merupakan sisa aktivitas manusia setiap hari, yang sering kali menjadi penyebab kotornya lingkungan. Akibatnya berbagai permasalahan lingkunganpun bermunculan seperti menyangkut pencemaran tanah, air, udara dan suara. Permasalah ini terjadi akibat masih kurangnya kepedulian dari masyarakat. Usia sekolah dasar merupakan suatu masa bagi anak, diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan memperoleh kepentingan tertentu. Prestasi masa kanak-kanak juga memiliki korelasi dengan kesuksessannya pada masa dewasa, sehingga masa ini perlu dimanfaatkan untuk menanamkan dasar-dasar pengetahuan supaya terbentuk suatu kebiasaan yang bermanfaat dimasa dewasa. Oleh karena itu, perlunya kegiatan penyuluhan dan simulasi (cara pemesihan sampah organik dan anorganik) di SDN 32 dan SD Duta Sungai Asam. Adapun jumlah peserta penyuluhan sebanyak 65 siswa SD. Kegiatan ini dilakukan meliputi beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir kegiatan. Hasilnya, melalui kegiatan ini siswa-siswa dapat memperoleh pengetahuan dan informasi, dapat mempraktekkan cara memisah sampah organik dan anorganik dengan baik dan benar.
IDENTIFIKASI EKSTRAK n-HEKSANA SENYAWA BUAS-BUAS (Premna serratifolia Linn) MENGGUNAKAN GC-MS Dini Hadiarti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 12, No 1 (2015): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.054 KB) | DOI: 10.29406/br.v12i1.76

Abstract

Buas-buas  (Premna  serratifolia  Linn)  merupakan  local  content  dari  Kalimantan  Barat dengan  berpotensi  sebagai  tanaman  obat.  Isolasi  komponen  dari  daun  Premna  seratifolia Linn  dilakukan  dengan  maserasi  menggunakan  n-heksana  dan  dilanjutkan  dengan identifikasi  menggunakan  spektrofotometer  GC-MS.  Senyawa  komponen  penyusun  ekstrak n-heksana  daun  Buas-buas  adalah  Neophytadiene  (17,99%),  2-Hexadecene  (3,26%),  2- hexadecen-1-ol  (2,78%),  3,7,11,15-Tetramethyl-2-hexadecen-1-ol  (4,91%),  9,12,15- Octadecatrienoic  acid  (3,76%),  Phytol  (58,05%),  Octadecanal  (2,19%),  Methyl  Ester  Of Ricinoleic Acid (5,22%), dan Oxirane (1,85%).  Kata kunci: Buas-buas (Premna serratifolia Linn), GC-MS
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Dini Hadiarti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 2 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.932 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i2.896

Abstract

Mempawah Hulu, which is predominantly populated by indigenous Dayak Kanayatn tribe, is one of underdeveloped sub-district in Landak Regency. The main issues are in health, education, and economic sectors, for instances: low educated villagers (the majority of the villagers do not graduate from secondary school); urgent clean and healthy living behavior (PHBS); economic condition in the middle to the low category. Therefore, the community service in this area was focused on empowering the community in those problematic sectors. To solve the issues, we heightened public role in society and enforced the authority institution which including Mempawah Hulu Regency Administration along with three local villages authorities and Puskesmas (Public Health Center) Karangan. Through these activities, not only ‘Alert Village’ was activated but also PHBS agents, ‘Alert Village’ agents, Healthy Generation (Genre) ambassador, as well as initiation of ODF hamlet were established. In the education sector, the local library was built which was associated with the establishment of the green school and study group. In the social-economic sector, a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group were formed as well as few entrepreneurs manufacturing products from local commodities. It was expected that the whole initiated programs would be sustainable in three villages, namely Pahokng, Caokng, and Tunang. Keywords: empowerment, alert village, entrepreneurship, Dayak Kanayatn