Claim Missing Document
Check
Articles

THE RELATIONSHIP BETWEEN PARTICIPATION IN PREGNANT WOMEN’S CLASSES AND AWARENESS OF DANGER SIGNS DURING PREGNANCY AT MARTUBUNG HEALTH CENTER Sitorus, Friska; Bancin, Dewi R; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i1.6111

Abstract

Latar belakang: Kehamilan dimulai dari konsepsi hingga kelahiran bayi, dengan durasi kehamilan yang normal sekitar 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Ibu Hamil adalah individu yang sedang menjalani tahap pembuahan untuk meneruskan keturunan. Tujuan: untuk mengeksplorasi hubungan antara pemanfaatan kelas bagi ibu hamil dengan perilaku mereka terhadap tanda-tanda bahaya selama kehamilan di area kerja Puskesmas Martubung. Metode: penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain deskriptif korelasional dan dilaksanakan di lingkungan kerja Puskesmas Martubung, dimulai dari bulan Desember 2024 sampai Januari 2025. Populasi yang diteliti terdiri dari semua ibu hamil yang berpartisipasi dalam kelas ibu hamil di Puskesmas Martubung, sebanyak 143 ibu hamil. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan total 77 peserta. Setelah menerapkan uji statistik dengan Uji Chi Square, diperoleh hasil p=0.001 (<0.05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pemanfaatan kelas ibu hamil dan perilaku terhadap tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Martubung. Saran: agar para peserta kelas ibu hamil meningkatkan keaktifan mereka dalam kelas, khususnya dalam hal kedisiplinan waktu, karena kelas tersebut sangat berperan dalam mempersiapkan ibu hamil menghadapi proses persalinan.
Edukasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam Dengan Aromaterapi Lavender Ibu Hamil Sebagai Upaya Persiapan Persalinan Di PMB Ronni Siregar Siregar, Dian Andriyani; Anita, Surya; Friska Margareth Parapat; Poppy Gustika Zaman; Sekar Destina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKI di Indonesia tahun 2015 adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup, penyebab utamanya adalah tekanan darah tinggi dalam kehamilan (32%) dan perdarahan setelah persalinan (20%). Nyeri persalinan pada primigravida dapat menimbulkan kecemasan berlebihan, merangsang system parasimpatik meningkatkan kadar ketokolamin yang dapat menyebabkan gangguan kontraksi dan berujung partus lama yang menjadi penyebab perdarahan pasca salin. Kecemasan persalinan dapat ditangani dengan baik dengan metode non farmakologi relaksasi aromaterapi Lavender. Hasil Penelitian Ada pengaruh pemberian relaksasi aromaterapi terhadap lama persalinan kala I dengan selisih rata-rata lama persalinan 2,1545 jam, sedangkan pada kala II selisih rata-rata 6,2727. Relaksasi aromaterapi lavender dapat membuat ibu bersalin menjadi lebih rileks menjalani proses persalinan sehingga membuat proses persalinan menjadi lebih lancar. Relaksasi adalah satu bentuk aktivitas yang dapat membantu mengatasi stres. Teknik relaksasi ini melibatkan pergerakan anggota badan secara mudah dan boleh dilakukan di mana-mana saja. Teknik relaksasi napas dalam dipercaya dapat menurunkan intensitas nyeriTujuan teknik relaksasi napas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk, mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan.     
EDUKASI DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI BPM MARIANA Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Anita, Surya; Rut Enjelika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6218

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan dalam mengenali dan menangani tanda bahaya kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai deteksi dini tanda bahaya kehamilan melalui edukasi interaktif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di BPM Mariana, yang memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, serta pembagian media edukatif berupa leaflet dan poster. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, nyeri kepala hebat, pembengkakan wajah dan tangan, serta penurunan gerakan janin. Selain itu, keterlibatan keluarga dan kader kesehatan dalam kegiatan ini turut memperkuat jejaring dukungan terhadap ibu hamil. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang dilakukan secara langsung dan kontekstual mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan ibu hamil dalam menghadapi risiko kehamilan. Diharapkan kegiatan serupa dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program layanan kesehatan ibu, guna mendukung penurunan angka kematian ibu di tingkat komunitas
ANALISIS HUBUNGAN SISTEM PENDAFTARAN RAWAT JALAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL TAHUN 2024 Dani, Eni; Rochadi, Kintoko; Anita, Surya; Tarigan, Frida Lina Br; Ketaren, Otniel
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34529

Abstract

Pendaftaran rawat jalan merupakan tahap awal yang penting dalam pelayanan rumah sakit karena berdampak pada pengalaman pasien, terutama pengguna BPJS. Proses pendaftaran yang lambat atau kurang efisien dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien dan menurunkan kualitas layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sistem pendaftaran rawat jalan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS di Murni Teguh Memorial Hospital. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini  dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2024. Sampel yang diambil menggunakan accidental sampling dengan jumlah 83 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menilai sistem pendaftaran rawat jalan sudah baik, terutama dalam aspek reliabilitas (81%), integrasi (80%), dan aksesibilitas (76%). Sementara itu, kepuasan pasien juga tinggi, terutama dalam aspek konten (78%), akurasi (77%), dan format (75%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas sistem pendaftaran dengan kepuasan pasien pengguna BPJS (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem pendaftaran rawat jalan di Murni Teguh Memorial Hospital memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS. Aspek reliabilitas dan integrasi merupakan faktor yang paling berpengaruh. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk meningkatkan aksesibilitas dan waktu respons guna mengoptimalkan pengalaman pasien pengguna BPJS.
The Influence of Health Promotion Strategies on Community Participation in The Prevention of Non-Communicable Diseases at Ujong Fatihah Health Center, Nagan Raya District Kurniawan, Muhammad Fadlin; Nababan, Donal; Anita, Surya; Santoso, Heru; Sitorus, Priska
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 11, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v11i1.8531

Abstract

Efforts to prevent non-communicable diseases can be carried out through health promotion activities. Through health promotion strategies carried out, it is expected to be able to increase community participation in the prevention of non-communicable diseases. Community participation is widely believed to be beneficial for the development, implementation, and evaluation of health services. However, there are still many challenges to successful and sustainable community involvement. The purpose of this study was to see the effect of health promotion strategies on community participation in preventing non-communicable diseases. The research method used was analytic with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 218 people. The data analysis used is Chi-Square Test. Based on the results of multivariate analysis, it show that the correlation value of community empowerment (0.354), the correlation value of atmosphere building (0.179), the correlation value of advocacy (0.643), and the correlation value of partnership (0.150). The conclusion is that the variable that has a high correlation with community participation is advocacy, the variable that has a moderate correlation with community participation is community empowerment and the variable that has a very low correlation with community participation is the atmosphere building and partnership variables. Suggestions are expected for health workers, especially at the Ujong Fatihah Health Center, to be able to increase community empowerment through regular meetings held in the context of preventing infectious diseases, building a good atmosphere with the community, including the community in every advocacy process and building good partnerships with the community by involving the community in every advocacy activity carried out
Optimizing Student Admissions: Case Study of Integrated Islamic Private High School An-Nahl, Percikan Iman Jambi Anita, Surya; Fitriani, Suci
Journal of Curriculum and Pedagogic Studies (JCPS) Vol. 2 No. 2 (2023): JCPS
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Pusat Kajian Kurikulum Pengembangan Pengajaran dan Pembelajaran (Center of Curriculum Studies, Teaching and Learning Development)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jcps.v2i2.2234

Abstract

This research aims to delineate the principal's strategic endeavors to enhance the student enrollment process at An-Nahl Percikan Iman Integrated Islamic Junior High School in Jambi. Employing a qualitative descriptive approach, data were gathered via observation, interviews, and documentation techniques. The analysis involved data reduction, presentation, and drawing conclu,;/.;sive insights. The findings reveal several key aspects: Firstly, student admissions at An-Nahl Percikan Iman Jambi Integrated Islamic Middle School are conducted both offline and online. Secondly, the management of admissions involves comprehensive planning, committee formation, criteria establishment, and varied promotional activities encompassing flyers, brochures, banners, billboards, and the setup of PPDB stands. Preparation entails facility administration, oral and written testing, implementation of activities such as BKA initiatives, school networking, parent engagement, and community outreach. Evaluation encompasses offline and online registration processes, emphasizing parent interviews crucial for fostering a conducive learning environment, culminating in student graduation announcements. Thirdly, the school principal fosters improvements in the admissions system through intensified communication with educators and stakeholders.
PENGARUH PEMERIKSAAN KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KOTA MEDAN Bancin, Dewi R; Sitorus, Friska; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.2981

Abstract

LBW is a baby with a low birth weight or less than 2500 grams, birth weight is a good predictor for the baby's growth and survival. A term baby is generally born weighing 2500 grams or more. LBW is one of the risk factors that contributes to infant mortality, especially in the perinatal period. The incidence and mortality of LBW due to complications such as asphyxia, infection, hypothermia, hyperbilirubinemia is still high (Indrayani, 2015). This study aims to see whether there is an effect of maternal examination visits during pregnancy with the incidence of LBW with analytic observational research and cross sectional research design. The number of samples in this study was 48 people consisting of postpartum mothers who gave birth to LBW or not, the results showed that there was a relationship between maternal eating patterns during pregnancy and the incidence of LBW where the PV value (0.03), this study recommends that every pregnant woman routinely to check her pregnancy and to health workers to always provide health promotion about the importance of check-up visits
Optimalisasi UPPKA Berbasis Produksi Cemilan Sehat, Pencegah Stunting dan Peningkatan Ekonomi Kesejahteraan Anita, Surya; Aritonang, Juneris; Enitari Napitupulu, Evi; Kristina Sianipar, Yuliarta; Loi, Manisari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ad7xs091

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, serta risiko penyakit kronis. Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, merupakan salah satu lokus penanganan stunting dengan masih ditemukannya balita stunting pada tahun 2025. Program PROCES PASTI (Optimalisasi UPPKA Berbasis Produksi Camilan Sehat) dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberdayakan kelompok UPPKA melalui pemanfaatan pangan lokal, khususnya daun kelor dan ikan lele. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pengolahan pangan sehat menjadi camilan sehat, penyediaan teknologi inovasi (alat tepat guna), penguatan kapasitas dalam aspek pengemasan, legalitas, serta strategi pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah camilan sehat bergizi, proses terbentuknya unit usaha camilan sehat yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga, serta meningkatnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Selain itu, kohesi sosial dan semangat gotong royong antaranggota UPPKA semakin kuat, menjadikan perempuan desa sebagai agen perubahan dalam ketahanan pangan keluarga. Program ini juga membuka peluang integrasi dengan UMKM dan koperasi desa untuk keberlanjutan usaha. Dengan demikian, PROCES PASTI membuktikan bahwa integrasi edukasi gizi, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha pangan lokal dapat mendukung pencapaian SDGs, menciptakan peluang ekonomi melalui unit usaha camilan sehat. Dalam jangka panjang, penciptaan ekosistem kewirausahaan berbasis pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan, perbaikan status gizi, dan penguatan ekonomi desa secara menyeluruh.
Pencegahan Stunting dengan "Variasi Camilan Sehat Balita" Optimalisasi Peran Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga Siregar, Ronni; Sitorus, Friska; Panggabean, Ruth Donda; Anita, Surya; Enjelika, Rut
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20377

Abstract

Background: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kesimpulan: Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat. Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.
Metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja Bancin, Dewi Risma; Barus, Ernawati; Sitorus, Friska; Nanulaitta, Olivia Fransina; Anita, Surya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1474

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable group at risk of engaging in risky sexual behaviors such as premarital sex, which can negatively affect their reproductive health and future. Effective preventive measures are needed, one of which is counseling through a peer group approach. Purpose: To determine the effect of the deep talk counseling method through peer groups on the prevention of premarital sex among adolescents. Method: Quasi-experimental research using a one-group pre-posttest method, conducted from July to August 2025 in Bangun Sari Village, Medan. The sampling technique used total sampling with a sample size of 20 participants based on inclusion and exclusion criteria. The independent variable in this study was deep talk counseling, while the dependent variable was the prevention of premature sexual activity. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Paired Sample T-Test. Results: The paired t-test showed an increase in the score for preventing premature sexual activity from 55.3 ± 6.2 in the pre-test to 78.6 ± 5.8 in the post-test. P-value=0.000 (p<0.05) indicates a significant difference, thus confirming the effectiveness of the Deep Talk counseling intervention by the Peer Group. Conclusion: The success of this method can be attributed to the role of peer discussion in creating a comfortable atmosphere, mutual trust, and facilitating the internalization of positive values. The peer group-based Deep Talk method is recommended as an effective educational strategy in efforts to prevent promiscuity among adolescents.   Keywords: Deep Talk; Peer Group; Sex; Teenagers.   Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko terlibat dalam perilaku seksual berisiko seperti hubungan seksual pranikah yang dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan masa depan mereka. Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang efektif, salah satunya adalah konseling melalui pendekatan kelompok sebaya. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan metode one group pre-posttest, dilaksanakan pada bulan Juli -Agustus 2025 di Desa Bangun Sari, Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 partisipan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah konseling deep talk, sedangkan variabel dependen adalah pencegahan seks bebas. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil: Uji paired t-test menunjukkan peningkatan skor pencegahan seks bebas dari 55.3 ± 6.2 pada pre-test menjadi 78.6 ± 5.8 pada post-test. P-value=0.000 (p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, sehingga intervensi konseling Deep Talk oleh Peer Group dinyatakan efektif. Simpulan: Peran diskusi sebaya yang menciptakan suasana nyaman, saling percaya, dan mempermudah internalisasi nilai-nilai positif. Metode deep talk berbasis peer group direkomendasikan sebagai strategi edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan seks bebas pada remaja.   Kata Kunci: Deep Talk; Peer Group; Remaja; Seks.