Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementation of the Markowitz Model in Efficient Portfolio Construction: Analysis of the Investor33 Index After the Major Evaluation of 2025 Kharismawan, Bagus; Andriani, Prima
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48152

Abstract

This study aims to create an optimal portfolio of stocks included in the Investor33 index, an index created and managed by the Indonesia Stock Exchange in collaboration with the media company PT Media Investor Indonesia, using the Markowitz model approach. The portfolio optimization aims to provide an alternative for rational investment decision-making based on a balance between stock returns and risk. The data used for portfolio construction is monthly return data from May 2022 to May 2025 for 33 stocks in the Investor33 index, which were evaluated by the Indonesia Stock Exchange in May 2025 and effective from June 2 to November 28, 2025. Based on the calculations, nine stocks form the optimal portfolio: BNGA, INDF, ICBP, PGAS, AKRA, BRIS, ANTM, AMRT and MYOR. This portfolio provides an estimated return of 1.316% per month with a risk level (variance) of 0.151%. These results indicate that the mean-variance approach in the Markowitz Model remains relevant for forming efficient portfolios for the leading stock groups in the Indonesian capital market.
Meningkatkan Kemampuan Digital Untuk Guru Melalui Pelatihan Penggunaan Tools Digital ZN, Sefrimel Angriani; Kharismawan, Bagus; Andriani, Prima; Kusworo, Kusworo; Putranto, Ivan; Nursafitri, Sintia
Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan [JURANTAS] Vol. 3 No. 1 (2025): (Januari-April) Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/0twkz326

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru-guru di SMK L’Pina Jatinegara melalui pelatihan pemanfaatan teknologi pembelajaran modern. Dalam era digital yang berkembang pesat, penguasaan teknologi informasi menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran. Pelatihan ini dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025, dengan melibatkan seluruh guru SMK L’Pina sebagai peserta. Materi pelatihan mencakup tiga aspek utama: (1) Google Workspace (Google Drive, Docs, Forms, Slides, dan Meet) untuk kolaborasi dan manajemen pembelajaran; (2) media interaktif (Canva dan Powtoon) untuk mendesain materi ajar yang menarik; serta (3) aplikasi kuis interaktif (Quizizz dan Kahoot) untuk mengevaluasi siswa secara kreatif. Metode pelatihan menggabungkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung agar peserta dapat mengaplikasikan ilmu secara nyata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan digital para guru. Sebelum pelatihan, sebagian besar guru masih terbatas dalam menggunakan teknologi, namun setelah pelatihan, mereka mampu mengoperasikan berbagai tools dengan lancar. Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi praktik. Diharapkan, peningkatan ini dapat mendorong inovasi pembelajaran di SMK L’Pina, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efektif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik merupakan solusi efektif untuk meningkatkan literasi digital guru, sekaligus mendukung transformasi pendidikan di era digital. Ke depannya, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar pemanfaatan teknologi dapat dioptimalkan.
Mengintegrasikan AI Dalam Kurikulum: Pelatihan Untuk Tenaga Pengajar Dalam Mengembangkan Pembelajaran Yang Efektif Nursafitri, Sintia; Kharismawan, Bagus; Andriani, Prima; Kusworo, Kusworo; Putranto, Ivan; Angriani Zn, Sefrimel
Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan [JURANTAS] Vol. 3 No. 1 (2025): (Januari-April) Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/tbgkqw12

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menuntut guru untuk beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan abad 21. Peningkatan keterampilan dalam pengembangan kurikulum yang responsif dan efisien perlu dilakukan secara berkelanjutan agar selaras dengan kemajuan teknologi. Kegiatan pelatihan di SMK Nurul Anwar (SMK L’Pina) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) ke dalam kurikulum sekolah. Melalui pemanfaatan AI, kurikulum dapat disusun lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik, membantu meningkatkan pemahaman, serta memperkuat retensi materi pembelajaran. Selain itu, penerapan AI dalam pengembangan kurikulum memungkinkan guru menghemat waktu dalam perencanaan pembelajaran, sehingga dapat fokus pada penguatan interaksi dan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dengan pemaparan materi dan praktik penggunaan AI dalam pengembangan kurikulum, serta tahap evaluasi untuk menilai pemahaman peserta. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terbaru khususnya penggunaan AI, sehingga mereka dapat berinovasi dan berkolaborasi secara lebih efektif dan efisien dalam proses penyusunan kurikulum. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, AI, Transformasi Digital, Kurikulum, Pembelajaran.
Rekomendasi Kebijakan Perilaku Konsumsi Hijau di Lingkungan Sekolah: Studi Kasus di SMK L’Pina, Jatinegara Kharismawan, Bagus; Kusworo, Kusworo; Putranto, Ivan; Angriani ZN, Sefrimel; Nursafitri, Sintia; andriani, Prima
Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan [JURANTAS] Vol. 3 No. 1 (2025): (Januari-April) Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/ba8sjh19

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat mengusung tema edukasi perilaku hijau di lingkungan sekolah bertujuan untuk membentuk perilaku konsumsi yang ramah lingkungan di SMK L’PINA Jatinegara Kaum. Alasan kuat mengadakan kegiatan edukasi dan sosialisasi perilaku konsumsi hijau di lingkungan sekolah karena sekolah merupakan tempat strategis untuk membentuk kebiasaan yang berkelanjutan terkait sikap konsumsi yang bertanggungjawab terhadap lingkungan melalui pendidikan dan keteladanan. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi dan sosialisasi secara aktif. Hasil dari kegiatan ini mencakup edukasi tentang pentingnya konsumsi hijau di lingkungan sekolah sebagai perintis peradaban, pemberian rekomendasi kebijakan disertai inisiasi program kreatif sebagai sarana kampanye cinta lingkungan di lingkungan sekolah, dan evaluasi pemahaman tentang perilaku konsumsi hijau. Setelah kegiatan berlangsung, sekolah melalui guru diharapkan dapat mengajak dan membiasakan perilaku konsumsi hijau kepada siswa dengan berbagai cara yang kreatif dan inovatif. Hal ini dimaksudkan agar tidak hanya guru saja, tapi juga siswa turut terlibat secara aktif dalam menciptakan perilaku konsumsi hijau. Selain itu, perilaku konsumsi hijau tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tapi juga menjadi kebiasaan yang senantiasa di bawa dalam kehidupan sehari-hari oleh guru dan siswa. 
Membangun Green Consumer Behavior di Lingkungan Sekolah: Studi Kasus di Sekolah SMK L’PINA, Jatinegara Kharismawan, Bagus; Andriani, Prima; Putranto, Ivan; Kusworo, Kusworo; Angriani ZN, Sefrimel; Nursafitri, Sintia
Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan [JURANTAS] Vol. 3 No. 1 (2025): (Januari-April) Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/be59ww26

Abstract

Kesadaran terhadap isu lingkungan, khususnya pola konsumsi yang berkelanjutan, menjadi salah satu aspek penting dalam membentuk budaya ramah lingkungan di masyarakat. Guru sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai konsumsi hijau kepada peserta didik, namun pada kenyataannya masih banyak tenaga pendidik yang belum memahami konsep ini secara utuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumsi hijau di kalangan guru melalui pelatihan partisipatif yang dilaksanakan di SMK Islam L’PINA, Jakarta Timur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman tenaga pendidik terhadap konsep konsumsi hijau serta belum adanya kebijakan internal sekolah yang mendukung praktik ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi kelompok, dan refleksi perilaku konsumsi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta, ditandai dengan komitmen individu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membawa perlengkapan pribadi seperti tumbler. Program ini menegaskan bahwa edukasi konsumsi hijau di lingkungan pendidikan memiliki potensi besar menjadi langkah awal perubahan budaya konsumsi di masyarakat.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Berkelanjutan di SMK L’PINA, Jakarta Timur Ivan Putranto; Kusworo Kusworo; Sefrimel Angriani ZN; Sintia Nursafitri; Bagus Kharismawan; Prima Andriani
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 6 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v6i2.221

Abstract

This community service aims to improve the pedagogic competence of teachers at SMK L'PINA East Jakarta. The method of implementing activities is carried out in stages through five main stages, namely: (1) socialization, (2) training, (3) technology application, (4) mentoring and evaluation, and (5) program sustainability. This activity was carried out with a participatory and contextual approach. The results of the activity showed a significant improvement in teachers' understanding and skills in designing adaptive, innovative, and technology-based learning. Teachers are able to prepare differentiated lesson plans, utilize digital platforms, and apply formative and authentic assessments in learning activities. With these results, this activity is considered effective in strengthening teacher capacity and relevant to be replicated in other schools in similar target areas. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik para guru di SMK L’PINA Jakarta Timur. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui lima tahapan utama, yaitu: (1) sosialisasi, (2) pelatihan, (3) penerapan teknologi, (4) pendampingan dan evaluasi, serta (5) keberlanjutan program. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi. Para guru mampu menyusun RPP yang berdiferensiasi, memanfaatkan platform digital, serta menerapkan asesmen formatif dan autentik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan hasil tersebut, kegiatan ini dinilai efektif dalam memperkuat kapasitas guru dan relevan untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain dalam wilayah binaan yang serupa. Kata Kunci: kompetensi pedagogik; teknologi; SMK
Pengaruh Creativity, Self-Efficacy, Personal Innovativeness, dan Facilitating Conditions Terhadap Digital Entrepreneurial Intention pada Generasi Z di Kota Jakarta Ahmad Salahudin; Terrylina Arvinta Monoarfa; Bagus Kharismawan
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f2q00230

Abstract

Unemployment among Generation Z remains a serious issue, particularly in urban areas such as Jakarta. The rapid development of digital technology offers alternative opportunities through digital entrepreneurship; however, Generation Z’s intention to engage in digital entrepreneurship remains relatively low. This study aims to examine the influence of creativity, self-efficacy, personal innovativeness, and facilitating conditions on digital entrepreneurial intention among Generation Z in Jakarta. This study employed a quantitative approach using a survey research method. The research sample consisted of Generation Z individuals residing in Jakarta and was selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. The results indicate that creativity, self-efficacy, and facilitating conditions have a positive and significant effect on digital entrepreneurial intention, while personal innovativeness has no significant effect. These findings suggest that digital entrepreneurial intention among Generation Z is more strongly influenced by psychological factors, such as creativity and self-confidence, as well as by supportive digital environments, rather than by individuals’ tendencies to adopt new technologies. This study is expected to serve as a reference for educational institutions and policymakers in designing more effective digital entrepreneurship development strategies for Generation Z.
Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga, Pengetahuan Kewirausahaan, dan Literasi Digital Terhadap Niat Melanjutkan Usaha pada Perempuan di DKI Jakarta Nadhifah Azzura; Terrylina Arvinta Monoarfa; Bagus Kharismawan
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9addd715

Abstract

Women entrepreneurs in urban areas such as DKI Jakarta face various challenges in maintaining the sustainability of their businesses, particularly regarding role conflicts between work and family as well as the demands of adapting to developments in digital technology. This study aims to analyze the influence of work-family conflict, entrepreneurial knowledge, and digital literacy on the intention to continue business among women entrepreneurs in DKI Jakarta. This study employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected via a questionnaire administered to 100 respondents selected using purposive sampling. The units of analysis in this study are female entrepreneurs residing in DKI Jakarta who have been running a business for at least 6 months and live with their families. The data were analyzed using simple linear regression. The results indicate that work-family conflict does not significantly influence the intention to continue the business. Meanwhile, entrepreneurial knowledge and digital literacy have a positive and significant effect on the intention to continue a business. These findings indicate that individual knowledge and skills play a more dominant role in promoting business sustainability than role conflict. This study is expected to serve as a reference for improving entrepreneurial competencies and digital literacy, as well as for educational institutions to provide support aimed at sustaining women’s businesses amid the dynamics of the business environment.
Menjual Keberkahan: Persepsi Generasi Z Terhadap Komersialisasi Agama pada Produk Air Mineral dan Garam di DKI Jakarta Muhammad Saddam Husaini; Corry Yohana; Bagus Kharismawan
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5mp9et16

Abstract

The commercialization of religion has increasingly appeared in marketing activities, including mineral water and salt products claimed to contain blessings. The use of religious symbols and narratives in product promotions has generated diverse perceptions, particularly among Generation Z, who live in an era of rapid technological development and easy access to information. This study aims to examine the perceptions of Generation Z in Jakarta regarding the commercialization of religion through such products, identify the factors influencing these perceptions, and explore their implications for business ethics and religious values. A qualitative approach was employed using in-depth interviews with six Generation Z informants in Jakarta, selected purposively. Data were analyzed using ATLAS.ti through coding and network analysis, with validity ensured through source triangulation. The findings reveal that Generation Z holds diverse perceptions. Some informants perceive blessings as spiritual values providing inner peace and strengthening religious commitment, while others view such claims as psychological suggestion or marketing strategies exploiting religious symbols. Influencing factors include spiritual experiences, religiosity levels, religious leaders, social environment, and social media exposure. Generation Z tends to be critical of religious claims lacking clear justification. From a business ethics perspective, using religious symbols is considered acceptable if conducted transparently and honestly. These findings indicate that the commercialization of religion represents an intersection between spiritual needs, economic interests, and growing consumer critical awareness in the digital era.  
Pengaruh Flow Experience, Perceived Enjoyment, dan Price Perception terhadap Impulsive Buying dalam Fitur Live Shopping TikTok pada Generasi Z DKI Jakarta Andini Destyaningrum; Annisa Lutfia; Bagus Kharismawan
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7tm16j57

Abstract

The shift in consumer behavior toward the digital ecosystem has driven the popularity of TikTok's Live Shopping feature, which integrates entertainment and interactive commerce. Intensive interaction and promotion within live broadcasts often trigger impulsive purchases, particularly among Generation Z in DKI Jakarta, known as the most active social media users. This study aims to analyze the influence of flow experience, perceived enjoyment, and price perception on impulsive buying in TikTok Live Shopping among Generation Z in DKI Jakarta. This study employs a quantitative approach with survey research method. The sample consists of Generation Z residing in DKI Jakarta who have watched or shopped through TikTok Live Shopping, obtained through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results show that flow experience and price perception have a positive and significant effect on impulsive buying, while perceived enjoyment has no significant effect. These findings indicate that impulsive purchasing decisions are more driven by deep psychological engagement and price perception rather than merely feeling entertained. This research is expected to serve as a reference for digital business practitioners in designing more effective marketing strategies