Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Matematis Fenomena Fisik Permainan Tarik Tambang Danang Ari Santoso; Moh. Agung Setiabudi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.195 KB) | DOI: 10.5281.zenodo.3873214

Abstract

Tarik tambang adalah permainan tradisional yang populer di Indonesia. Permainan inidimainkan di banyak masyarakat dan di banyak komunitas sesekali seperti di hari kemerdekaan Indonesia. Aspek manfaat permainan, baik dari segi kegiatan sosial maupun fisik atau olahraga. Permainan ini juga dimainkan diseluruh dunia dan dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa. Tarik tambang dimainkan oleh dua kelompok yang terhubung dengan tali. Setiap kelompok menarik tali hingga melampaui batas yang telah ditentukan. Aktivitas fisik selama pertandingan dapat menyebabkan beberapa jenis cedera terutama cedera kulit, otot, dan tulang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fisik tarik ulur dengan model matematika berdasarkan fenomena fisik yang ada. Model ini dibuat dengan menganggap tarik tambang sebagai dua benda yang dihubungkan dengan tali. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan gaya yang bekerja dalam model. Hasil analisis menunjukkan kesepakatan dengan referensi.
Analisis Recovery Pemain Bola Voli Menggunakan Musik Tradisional Jawa Danang Ari Santoso; Veri Sandriya
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.999 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4447185

Abstract

Recovery merupakan proses yang sangat penting bagi atlet dalam menjaga kondisi agar dapat melakukan aktivitas selanjutnnya. Sehingga perlu model dan cara yang tepat dalam proses recovery agar atlet kembali pada kondisi prima. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses recovery pemain bola voli dengan menggunakan musik tradisional jawa. Jenis dan desain penelitian ini adalah experiment semu dengan desain penelitian pre test dan post test dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen penelitian sampel sebanyak 16 orang yang masing-masing akan dihitung denyut nadi awal dan denyut nadi akhir dengan mendengarkan musik tradisional jawa setelah aktifitas fisik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan pemulihan denyut nadi latihan menggunakan musik tradisional jawa dengan nilai signifikansi sebesar 0,011. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa proses recovery menggunakan musik tradisional jawa sangat dianjurkan. Hal tersebut di buktikan dengan data-data hasil penelitian yang sudah dilakukan.
Profil Motorik Kasar Kelas Rendah SDN 1 Sumbergedong Trenggalek Henri Gunawan Pratama; I Gusti Putu Ngurah Adi Santika; Danang Ari Santoso
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.038 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4446274

Abstract

Motorik kasar merupakan fundamental perkembangan kemampuan fisik pada anak. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kondisi motorik kasar pada anak kelas rendah SDN 1 Sumbergedong Trenggalek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 149 orang dengan teknik purposif sampling. Analisis data meggunakan tes dan pengukuran yaitu kelicahan, kecepatan dan keseimbangan. Dalam penelitian ini diperoleh 48% dengan kategori sangat kurang pada siswa putra, sedangkan pada siswa putri 79% pada kategori sangat kurang.
Pengaruh Sudut Lemparan Terhadap Jarak Lemparan (Throw In) Sepakbola Galih Farhanto; Arya T. Candra; Danang Ari Santoso
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.382 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4897364

Abstract

Throw in merupakan bagian penting dalam sepakbola. Salah satu aspek lemparan yang baik bisa dilihat dari sudut, akurasi dan jarak lemparan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh sudut lemparan terhadap jarak lemparan (throw in) sepakbola. Sampel penelitian berjumlah 10 atlet, dimana setiap atlet melakukan 3 lemparan tiap sudut. Sudut lemparan divariasikan sebesar 150, 300, dan 450. Awalan pada saat melempar dikondisikan tanpa awalan. Hasil lemparan berupa jarak yang diukur menggunakan roll meter. Diukur mulai dari garis awal sampai jatuhnya bola. Data yang diperoleh dari pembantu lapangan serta alat dokumentasi dianalisis geraknya menggunakan software kinovea untuk mengetahui sudut dan gerak parabola pada saat bola release, selanjutnya dirubah menjadi data yang diolah dengan statistik. Hasil lemparan berupa jarak lemparan dihitung nilai rata-ratanya, disajikan dalam tabel dan grafik dan dianalisis sesuai dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan sudut lemparan mempengaruhi jarak lemparan (throw in) pada permainan sepakbola. Dari 3 sudut lempar menghasilkan beberapa jarak maksimal lemparan yaitu, sudut 150= 9.96 meter, sudut 300= 12.85 meter, dan sudut 450= 14.08 meter.
Ethnosport Permainan Tradisional Gobak Sodor Yoga Brata Susena; Danang Ari Santoso; Puji Setyaningsih
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.184 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5035410

Abstract

Permainan tradisional gobak sodor sering dijadikan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan motorik kasar dan halus pada peserta didik, artinya unsur fisik dalam permainan tersebut sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap unsur ethnosport dalam permainan tradisional Gobak Sodor. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskrptif kualitatif yang menekan pada wawancara mendalam (dialog) hal ini peneliti melakukan pengamatan dan wawancara serta studi literatur yang berkaitan dengan permainan Gobak Sodor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam permainan Gobak Sodor terdapat beberapa unsur yaitu keterampilan motorik, kognitif (kemampuan berpikir), keterampilan sosial, dan kemampuan mengendalikan emosi.
The Effect of Wood Type on the Reflection of a Table Tennis Ball Bayu Septa Martaviano Triaiditya; Gatut Rubiono; Danang Ari Santoso
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol 4 No 2 (2021): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v4i2.1175

Abstract

The table tennis game table can be made of any material with certain bounce height requirements according to ITTF regulations. Wood as the main material for the table is found in Indonesia. Various types of wood have the potential to be a dining table material. This study was conducted to determine the effect of the type of wood on the bounce of a table tennis ball. Experiments were carried out on 9 types of wood, namely hardwoods (teak, sono, coconut), medium hardwoods (meranti, plywood and jackfruit) and soft woods (waru, randu and sengon). The height of the falling ball is determined to be 30 cm for the ball's bounce recorded by the camera. The ball used is a ball with a weight of 24 grams and 30 grams. Camera recording data is processed with Kinovea 08.15 to get the reflection height. The bounce height is used as a reference for ITTF standard compliance. The initial height and reflection height were then used to calculate the coefficient of restitution (COR). Data collection was carried out 5 times and the average value was calculated. The level of wood hardness is influenced by its specific gravity. Hard wood has a relatively high specific gravity. Teak wood which is relatively hard has a specific gravity value of 0.59 – 0.82 gr/cm3
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC SPLIT SQUAT JUMP DAN DEPTH JUMP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN BOLAVOLI Danang Ari Santoso
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Artikel 1 (Juny)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v4i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan Plyometric Split Squat Jump terhadap power otot tungkai,  (2) Pengaruh latihan Depth Jump terhadap power otot tungkai, dan (3) Perbedaan latihan split squat jump dan depth jump dalam peningkatan power otot tungkai. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pemberian pretest dan posttest. Subyek dalam penelitian ini adalah pemain bolavoli putra SMA Negeri 1 Panarukan Kabupaten Situbondo. Teknik analisis data dengan menggunakan uji-t berpasangan (paired t-tes) dengan taraf signifikansi  α = 0.05. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Ada pengaruh metode  latihan Split Squat Jump terhadap power otot tungkai, (2) Ada pengaruh metode latihan Depth Jump terhadap power otot tungkai, (3) Ada perbedaan antara latihan split squat jump dan depth jump terhadap peningkatan power otot tungkai.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN (ANXIETY) DALAM OLAHRAGA BERBASIS PERBEDAAN ETNIS (SUKU OSING, JAWA, DAN MADURA) Moh Agung Setiabudi; Danang Ari Santoso
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2020): Altius Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v9i1.10387

Abstract

In this modern era, sport is increasingly popular with Indonesian people. As sports develops, coaches continue to develop physical, technical, and psychological training models to achieve optimal performance in their built athletes. Psychology is one important aspect in sports. Many potential athletes fail because of psychological factors, namely mental. Anxiety factors (anxiety) possessed by individual athletes affect the appearance in the match. An athlete is an individual who has its own uniqueness, especially in a different tribe. He has his own talents, his own habits and his own culture and background that specifically affect him. Various differences that cause anxiety levels (anxiety) in sports will also not be the same. This type of research is a non-experimental quantitative research (ex post facto) with a survey approach. The samples in this study were the Osing, Javanese and Madurese using cluster sampling techniques. Respondents are athletes from the student volleyball team. The results showed that the anxiety level of Javanese and Madurese in the category of "little" and "never". while the osing terms in the "few" and "sometimes" categories. The conclusion in this study is the level of anxiety athletes in the face of competition from each tribe, especially the osing tribe still depends on the material of the opposing players.
TINGKAT KETERAMPILAN GERAK DASAR DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL BALI Wawan Setiawan; Danang Ari Santoso
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2019): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v8i2.8671

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh dari permainan tradisional Bali terhadap keterampilan gerak dasar, dan (2) perbedaan  pengaruh permainan tradisional Bali terhadap keterampilan gerak dasar. Sasaran penelitian ini adalah siswa putera Kelas V SD N 1 Melaya, Jembrana Bali dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Rancangan penelitian ini menggunakan matching only design, dan analisis data menggunakan Anova. Proses pengambilan data dilakukan dengan tes keterampilan gerak dasar pada saat pretest dan posttest. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) permainan juru pencar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan gerak dasar, (2) permainan megoak-goakan berpengaruh signifikan terhadap  peningkatan keterampilan gerak dasar, (3) terdapat perbedaan pengaruh antara permainan juru pencar dan megoak-goakan terhadap keterampilan gerak dasar. Dapat disimpulkan bahwa permainan juru pencar dan megoak-goakan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran jasmani dan keterampilan gerak dasar.
PERBEDAAN MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM OLAHRAGA ANTARA SUKU JAWA, MADURA, DAN CINA Danang Ari Santoso
JURNAL PENJAKORA Vol. 2 No. 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v2i1.11344

Abstract

Olahraga sangat erat kaitannya dengan aspek psikologi. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa kegiatan berolahraga merupakan suatu tingkah laku yang khas dan bertujuan. Peran motivasi berpartisipasi sangatlah penting untuk mengetahui sampai dimana seseorang terlibat dalam rutinitas kegiatan olahraga. Seorang atlet adalah individu yang memiliki keunikan tersendiri, apalagi dalam sebuah suku yang berbeda. Ia memiliki kebiasaan tersendiri dan budaya tersendiri serta latar belakang yang mempengaruhi secara spesifik pada dirinya. Beragam perbedaan itulah yang menyebabkan motivasi berpartisipasi dalam olahraga juga tidak akan sama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi berpartisipasi dalam olahraga dan kelompok mana yang lebih progresif untuk mendukung pencapaian prestasi olahraga antara suku Jawa, Madura, dan Cina. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen (ex post facto) dengan pendekatan survei. Sampel penelitian 142 orang dengan menggunakan teknik cluster sampling, yang terdiri dari atlet siswa suku Jawa, suku Madura, dan suku Cina. Analisis data yang digunakan adalah manova.Berdasarkan hasil perhitungan manova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada motivasi berpartisipasi antara suku Jawa, Madura, dan Cina. Perbedaan yang dominan ada pada skill developmentdan affiliation; dan (2) nilai rata-rata skill development suku Jawa sebesar 29,54, Madura sebesar 29,39, dan Cina sebesar 27,67. Dengan kata lain motivasi kelompok suku Jawa lebih progresif dalam mendukung pencapaian prestasi.