Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL DENGAN PENDEKATAN COST VOLUME PROFIT PADA USAHA KOPI BUBUK BUKIT BARISAN DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Hervito, Fiqro Ajnus; Kurniati, Novitri; Mutmainnah, Elni
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 20 NO 02 2021 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.027 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.20.2.355-366

Abstract

The purpose of this study is to estimate the amount of Bukit Barisan Coffee's operating profit that is reflected in the contribution margin, breakeven point, margin of safety (MOS),  degree of operating laverage (DOL) and calculate profit target in next period.  The research method used is a case study. The analysis used is cost-volume-profit analysis (CVP). The data used are primary and secondary data. Based on the results of the analysis, it was found that the profit was IDR 18,323,806 / month with a production of 896 kg / month, a contribution margin of IDR 21,028,250, a break even point of IDR 6,630,105 and 115 kg of ground coffee, a MOS value of IDR 44,921,895 and a DOL value of IDR 1.15. The planned profit target of IDR 20,156,186 can be achieved if  sell 974 kg of coffee or get sales of IDR 55,757,635. To achieve the profit target, an alternative scenario is used to increase sales volume by 10% and a fixed selling price.
STUDY OF INCOME AND CHARACTERISTICS OF CERTIFIED RICE SEED CAPTURE BUSINESS IN BENGKULU TENGAH DISTRICT AND ITS SUSTAINABILITY Feriady, Anton; Mulyadi, Maheran; Mutmainnah, Elni
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 21 NO 02 2022 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.041 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.21.2.409-424

Abstract

This study aims to examine the income and characteristics of certified rice seed breeding businesses in Central Bengkulu Regency which has a recommendation as a certified rice seed breeder from the BPSB (Seed Monitoring and Certification Center) Office of Horticulture and Plantation Food Crops Bengkulu Province.The data analysis method used in this research is using a mix method, namely the combination of quantitative and qualitative which is carried out simultaneously.The results showed that the breeding business of certified rice seeds in Bengkulu Tengah Regency was profitable, amounting to Rp. 23,719,248/planting season and based on the study of its characteristics it was necessary to improve and evaluate the role of the Seed, Plant Supervisor as a supervisor to the mentoring role seeing farmers who cultivate certified seeds in Central Bengkulu Regency has the characteristics of being male, with the highest average age being above 63 years, with an average land tenure of 0.5 to 1 hectare with the status of own land and having a number of dependents. mostly between 3 to 4 people. It is recommended to strengthen the capacity of captive farmers who do not continue through a selection process based on: age, gender, education, number of dependents, and land area owned. as well as improving the skills and knowledge of breeder farmers regarding certified rice seeds and their business prospects.
Edukasi Dan Motivasi SPP-IRT Bagi Calon Wirausaha Industri Rumah Tangga Di Lingkungan Ibu-Ibu Aisyiyah Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu Mutmainnah, Elni; Kurniati, Novitri; Fitriani, Dwi; Feriady, Anton
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6111

Abstract

Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir pantai memiliki sumber daya alam laut yang melimpah. Pada kondisi tertentu saat musim penangkapan ikan berlimpah, ikan yang diperoleh nelayan selain dijual dalam keadaan segar juga dibuat menjadi berbagai ikan olahan ikan seperti ikan kering, ikan asin dan lain-lain. Usaha ini dilakukan secara turun temurun sebagai mata pencaharian sampingan masyarakat nelayan yang tinggal di Kampung Nelayan kelurahan Sumber Jaya kota Bengkulu. Produk ikan olahan yang dihasilkan dikumpulkan dan dijual melalui pengepul atau langsung ke konsumen. Namun sayangnya, produk ikan olahan yang dibuat belum berorientasi pasar. Dalam arti produk yang dihasilkan belum memperhatikan persyaratan jaminan keamanan produk dalam bentuk sertifikasi pangan. Sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal karena tidak dapat bersaing dengan produk lain yang serupa. SPP-IRT merupakan perizinan keamanan pangan yang dimiliki suatu produk dengan tujuan memperluas area pemasaran dan meningkatkan daya saing produk. Sebagai wilayah penghasil ikan olahan, kelurahan sumber jaya berpotensi menghasilkan produk yang memiliki jaminan keamanan pangan dan mampu memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga. Berdasarkan hal tersebut maka Tim Pengabdi Program Studi Agribisnis terdorong untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang edukasi dan motivasi calon wira usaha bagi ibu rumah tangga di lingkungan Aisyiyah.  Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan motivasi calon wirausaha baru untuk membuat jaminan keamanan produk ikan olahan yang dihasilkan mereka dalam bentuk Perizinan SPP-IRT dengan tujuan memperluas area pemasaran dan meningkatkan daya saing produk ikan kering yang dihasilkan. 
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Oleh Oleh Khas di Sentra Toko Oleh Oleh Anggut Atas Kota Bengkulu Mutmainnah, Elni; Firmansyah, Trio Epan; Mulyadi, Maheran; Yawahar, Jon
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v9i1.211

Abstract

The development of various industries, especially small and medium enterprises, provide business opportunities for the community. However, the emergence of many new businesses has made competition fiercer. Therefore, a good strategy is needed to compete in the market. This research aims to 1) determine the level of consumer satisfaction towards typical souvenirs of Bengkulu, 2) identify the attributes that consumers consider when buying typical souvenirs at the Anggut Atas souvenir center in Bengkulu city. The method used in this research is a survey method involving 100 respondents who purchased souvenirs at the Anggut Atas souvenir  center in Bengkulu city by using accidental sampling. The analysis used a combination of Costumer Satisfaction Index (CSI) And Importance Performance Analisis (IPA). The results showed that the level of consumer satisfaction with souvenir products was 77.87, which falls into the category of consumers feeling satisfied whit the service provided. The IPA testing results identified attributes falling into Quadrant I (Priority) for development, including affordability, discounts, security, visitor parking, employee tidiness, store decoration, payment process, and adequate transportation.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN NILAI TAMBAH PISANG ENGGANO Rita, Wismalinda; Yusmaniarti, Yusmaniarti; Mutmainnah, Elni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelurahan Sumber Jaya secara geografis terletak di pinggir samudra Indonesia. Kelurahan Sumber Jaya yaitu 602 hektar, yang sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah, pesisir, dan kawasan rawa yang dijadikan  sawah dan tanah perkebunan/pertanian. Penduduknya merupakan penduduk asli daerah dengan tingkat pendidikan rata-rata hanya tamat SMP dan SMAKelurahan Sumber Jaya merupakan perkampungan yang terletak di pesisir pantai di Kota Bengkulu. Mayoritas penduduknya adalah penduduk asli Bengkulu yang menggantungkan hidup dari sumber alam yang dihasilkan di laut. Menjadi nelayan dan mengolah ikan kering. Pola hidup masyarakatnya masih kurang sehat. Masih banyak masyarakatnya yang BAB langsung ke Muara dan buang sampah ke laut. Sehingga perkampungannya terkesan kumuh dan kotor.Tahun 2016 pemerintah Kota Bengkulu menetapkan Kelurahan ini menjadi Kampung Bahari. Berbagai pembangunan fisik telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu ikut bertanggung jawab dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakatnya. Melalui pemberdayaan masyarakatnya dengan keterampilan peningkatan nilai tambah pisang Enggano. Karena selama ini pisang Enggano hanya dimanfaatkan sebagai pisang goreng. Dengan berbagai variasi menjadi keripik diharapkan dapat memberi nilai tambah pada pendapatan keluarga. terutama kelompok ibu-ibu rumah tangga.            Metode pendekatan yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, pendidikan dan praktek pembuatan keripik pisang. Hasil evaluasi menunjukkan masyarakat antusias mengikuti dan termotivasi untuk mencoba berwirausaha dengan menjadi produsen keripik pisang berbagai varian rasa skala rumah tangga. Kata Kunci : pemberdayaan, Pisang, nilai tambah
PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN METODE AGROPANCASULA UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN HEWANI KELUARGA Efrita, Edi; Feriady, Anton; Kurniati, Novitri; Mutmainnah, Elni; Harini, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan merupakan salah satu masalah yang harus ditangani secara bersama. Permasalahan ini harus didukung secara aktif baik pemerintah maupun masyarakat. Ketahanan pangan adalah suatu keadan terpenuhi dan terjaminnya kebutuhan pangan bagi setiap anggota rumah tangga baik dari segi mutu, keamanan, pemerataan dan keterjangkauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal agar dapat meningkatkan pangan skala rumah tangga menggunakan metode “agropancasula”. Diharapkan kegiatan ini masyarakat memiliki solusi dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang belum optimal, selain itu juga dapat membantu tersedianya pangan, obat – obatan dan protein hewani skala rumah tangga yang tentunya berpotensi akan menambah pendapatan keluarga. Kata Kunci: Pekarangan, Ketahanan Pangan, Agropancasula
ANALISIS TITIK IMPAS DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH SKALA ULTRA KECIL DI DATARAN TINGGI BENGKULU Ananta, Deka Saskia; Kurniati, Novitri; Efrita, Edi; Mutmainnah, Elni
BUANA SAINS Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v25i3.7528

Abstract

 Shallot farming on marginal land with an ultra-small scale (0.1 ha) faces different efficiency and profitability challenges compared to larger-scale farming. This study aims to analyze the cost structure, income, financial feasibility, and break-even point of ultra-small-scale shallot farming in Air Duku Village, Rejang Lebong Regency. Using a quantitative descriptive method with a case study approach, this research involved 12 farmers selected through purposive sampling based on the criteria of actively cultivating shallots for at least two growing seasons on 0.02-0.08 ha of land. Data were collected through structured interviews and analyzed using income analysis, R/C ratio, and Break-Even Point (BEP) analysis. The results showed that the average production cost was IDR 4,479,187.48 per growing season, with a net income of IDR 5,920,812.52. An R/C ratio of 1.32 indicates that this farming practice is financially feasible and profitable. The production break-even point was achieved at 172.28 kg, far below the actual production (400 kg). Similarly, the sales break-even point (IDR 4,479,187.48) was below the actual revenue (IDR 10,400,000). These findings confirm that ultra-small-scale shallot farming still has promising economic prospects and a low risk of loss, although there is room for improvement in input use efficiency, particularly in terms of seed and labor utilization. The policy implication of this research is the need for technical assistance to optimize the productivity of smallholdings and improve farmer access to more efficient production inputs