Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI SMP NEGERI 3 BANGLI Dewi, Ni Kadek Sri Yulia; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3110

Abstract

Kegiatan asistensi mengajar yang dilaksanakan tentang pembelajaran tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli. Tari Puspawresti dirasa tepat dipergunakan sebagai materi ajar seni budaya karena tarian ini termasuk tari tradisi Bali yang memiliki pola gerak sederhana yang tercipta dari pola gerak tari pependetan. Pemberian pembelajaran ini sebagai usaha dalam memperkenalkan budaya tradisional daerah terkhusus tari Puspawresti sebagai salah satu tari tradisi Bali yang patut dibangkitkan kembali eksistensinya. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan secara utuh dan detail tari Puspawresti, selain itu peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan gerak tari Puspawresi perbagian serta komposisi tariannya, dan mampu merubah tingkah laku dan menumbuhkan sikap sopan santun serta kedisiplinan peserta didik, baik dalam disiplin waktu, disiplin dalam berkegiatan, serta disiplin dalam kehadiran. Disamping itu, menumbuhkan rasa dan sikap toleransi serta kooperatif antar siswa dalam kelompok. Dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together akan memacu keaktifan siswa dalam pembelajaran dan belajar saling kooperatif antar anggota kelompok, karena dalam model pembelajaran ini siswa diberikan kebebas untuk mengutarakan pendapat dan saling bertukar pengetahuan serta kemampuannya khususnya yang berkaitan dengan pratik tari Puspawresti. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini melalui tiga sistem penilaian yaitu penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Capaian pembelajaran yang diraih oleh siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapatkan nilai dengan skala baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli telah berjalan baik dan sesuai dengan harapan.
PENERAPAN METODE DRILL PADA PEMBELAJARAN TARI REJANG TERATAI PUTIH DI SMP NEGERI 2 SUSUT BANGLI Mahaswari, I Gusti Ayu Yogi; Budiarsa, I Wayan; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4519

Abstract

SMP Negeri 2 Susut Bangli adalah sekolah yang keberadaannya diwilayah pedesaan yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1986 yakni tempatnya di Br. Abuan, Ds. Abuan, Kec. Susut, Kab. Bangli, Provinsi Bali. Sejak berdiri tahun 1986 SMP Negeri 2 Susut Bangli terus berupaya membekali siswa dengan kegiatan yang berimbang antara academik skill dan life skill. Selain fokus pada kegiatan akademik, sekolah juga melaksanakan kegiatan non-akademik meliputi kegiatan ekstrakurikuler (Basket, tari Bali, Voli, Pramuka, PMR, Yoga, Silat, dan Atletik). Berdasarkan prestasi tersebut, peneliti tertarik melakukan program MBKM Asistensi Mengajar di SMP Negeri 2 Susut Bangli dengan materi Tari Rejang Teratai Putih. Tujuan diajarkan materi seni tari ini untuk meningkatkan kreativitas siswa dan melestarikan tari wali yang ada di Bali. Seni budaya hidup berdampingan, sehingga seni tari adalah jenis kesenian yang bisa mengungkapkan ekspresi jiwa manusia melalui gerak tubuh yang ritmis dengan diiringi gamelan mampu bersanding dalam kehidupan ritual sehari-hari masyarakat Bali. Proses tahap pengajaran Seni Tari di SMP Negeri 2 Susut Bangli menggunakan 4 (empat) tahapan yaitu : tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practive), dan tahap penampilan (performance). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran seni tari teruraian pada bagian studi kasus. Dngan penerapan empat (4) tahapan tersebut peserta didik mampu menguasai tariannya.
PENCIPTAAN TARI GALOMBANG CARANO DENGAN PENDEKATAN SILAT MINANGKABAU Yulinis, Yulinis; Mawan, I Gede; Dewi, Ni Made Liza Anggara
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membentuk seni yang kreatif memang tidak mudah, karena bentuk kerjanya adalah berbentuk kolektif. Pencipta seni harus mampu memadukan unsur-unsur yang terlibat dalam satu kesatuan yang utuh. Unsur-unsur yang terlibat ini juga manusia yang memiliki kreativitas dan pemaknaan sendiri. Maksudnya, dalam sebuah tari, seorang penari akan memiliki interpretasi sendiri, sehingga ketika bergerak, wujud yang hadir adalah wujud dari interpretasi penari tersebut. Kalau ini terjadi maka akan ada perbedaan maksud. Untuk itu seorang koreografer harus bisa menyatukan seluruh kemampuan unsur untuk menjadi sesuatu yang benar-benar mereka sepakati. Koreografer merupakan tonggak utama yang harus sensitif dan kreatif. Kemampuan sensitivitasnya bisa menangkap tema untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang baru (redefinition) secara sepenuhnya dan dengan kreativitasnya sanggup mereproduksi kembali tangkapan dengan baik, kaya, kena dan penuh elaborasi detil yang tepat. Untuk unsur yang lain seperti penari, pemusik dan unsur lainnya merupakan unsur yang akan menjalankan gagasan sang koreografer. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan terhadap unsur lain dalam menerapkan kreativitasnya sejauh tidak bertentangan dengan kreativitas koreografer. Galombang Carano membantu pengembangan konsep tradisi untuk kepentingan pertunjukan yang lebih modern dan kontemporer. Hal ini merupakan wujud dari perkembangan tari saat ini di Minangkabau Sumatera Barat. Begitu pula hendaknya karya-karya tari yang lain dengan memakai konsep seni tradisional setempat.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI MULI BEGUKHAU DI PROVINSI LAMPUNG Julionita, Ni Komang; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1713

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung” yang bertujuan untuk mengungkapkan keterkaitannya mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan pada tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung. Tari Muli Begukhau ini berasal dari daerah Lampung, Muli yang berarti perempuan dan Begukhau berarti bersenda-gurau. Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Tarian ini hanya ditarikan oleh para perempuan yang berjumlah ganjil, mulai dari 3 (tiga), 5 (lima), sampai 7 (tujuh) penari. Tarian ini ditarikan oleh perempuan yang masih remaja, dan tarian ini bersifat non sakral atau sebagai hiburan. Tari Muli Begukhau mengekspresikan kegembiraannya melalui gerakan yang lincah, luwes, dan memiliki beragam pola lantai sehingga penari menarikannya dengan penuh kegairahan yang sangat gembira. Dengan metode kualitatif tujuan penelitian untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Muli Begukhau, serta bertujuan untuk melestarikan tari Muli Begukhau kepada masyarakat Lampung agar bisa menjadi warisan budaya dan bisa meneruskan kepada generasi muda agar tarian yang ada di daerah Lampung tidak mudah punah. Nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam tari Muli Begukhau terdapat pada nilai sila-sila pancasila yaitu: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilihat pada nilai toleransi, 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terdapat nilai disiplin, 3. Persatuan Indonesia terdapat nilai cinta tanah air dan bersahabat/komunikatif, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan terkandung nilai menghargai prestasi dan kerja keras, 5. Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia, nilai yang terkanndung didalamnya yaitu tanggung jawab, cinta damai, kreatif, dan rasa ingin tahu.
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DARING MASA COVID-19 PADA GURU SENI BUDAYA DI SMP 8 DENPASAR Yunita, Ni Ketut Vira; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1816

Abstract

Corona Virus Disease (Covid-19) merupakan virus yang sedang menyerang dunia dan dan juga Indonesia sehingga membawa dampak bagi semua kehidupan manusia. Bidang Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang juga terkena dampak dari serangan virus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 dan juga factor pendukung serta penghambat pendidik dalam melaksanakan pembelajaran daring. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 8 Denpasar, dimana penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik SMP Negeri 8 Denpasar. Teknik pengumpulan data yakni berupa angket terbuka, wawancara, pengamatan dan penelusuran pustaka daring dengan analisis data kualitatif deskriptif.
PEMBELAJARAN KOREOGRAFI DASAR DENGAN METODE TEAM BASED PROJECT PADA KELAS XII MIPA 1 DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MARGA, KABUPATEN TABANAN Arini, Si Ayu Rai Celuk; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3074

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran Koreografi Dasar dalam mata pelajaran Seni Budaya dengan menerapkan metode pembelajaran Team Based Project pada kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini ialah, berdasarkan data empiris yang ada di lapangan peserta didik dituntut agar mampu menciptakan suatu karya tari, sedangkan pada realitanya tidak semua peserta didik memiliki kemampuan dalam mencipta dan menata gerak tari. Adapun permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini ada empat, yaitu: bagaimana konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian pembelajaran, dan kontribusi pembelajaran Koreografi Dasar dalam mata pelajaran Seni Budaya yang diberikan kepada SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan. Hasil penelitian yang dilaksanakan dalam 16 kali pertemuan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diterapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan sistem penilaian berupa penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta out put dari pembelajaran ini yaitu peserta didik mampu berperan aktif dalam menyusun koreografi sederhana secara berkelompok. Pembelajaran dilaksanakan dalam empat tahapan. Pertama tahap persiapan komponen pembelajaran, kedua tahap penyampaian materi Koreografi Dasar, ketiga tahap latihan menyusun gerak koreografi, dan keempat tahap penampilan sekaligus dilakukan penilaian. Adapun hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan ialah sebagian besar peserta didik mendapatkan skala nilai baik dan amat baik. Hal ini menunjukkan bahwa capaian pembelajaran telah tercapai. Pembelajaran Koreografi Dasar dengan Metode Team Based Project mampu memberikan rangsangan positif bagi pengalaman berkreativitas siswa dalam menata gerak tari secara berkelompok.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI SMP NEGERI 3 BANGLI Dewi, Ni Kadek Sri Yulia; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3110

Abstract

Kegiatan asistensi mengajar yang dilaksanakan tentang pembelajaran tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli. Tari Puspawresti dirasa tepat dipergunakan sebagai materi ajar seni budaya karena tarian ini termasuk tari tradisi Bali yang memiliki pola gerak sederhana yang tercipta dari pola gerak tari pependetan. Pemberian pembelajaran ini sebagai usaha dalam memperkenalkan budaya tradisional daerah terkhusus tari Puspawresti sebagai salah satu tari tradisi Bali yang patut dibangkitkan kembali eksistensinya. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan secara utuh dan detail tari Puspawresti, selain itu peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan gerak tari Puspawresi perbagian serta komposisi tariannya, dan mampu merubah tingkah laku dan menumbuhkan sikap sopan santun serta kedisiplinan peserta didik, baik dalam disiplin waktu, disiplin dalam berkegiatan, serta disiplin dalam kehadiran. Disamping itu, menumbuhkan rasa dan sikap toleransi serta kooperatif antar siswa dalam kelompok. Dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together akan memacu keaktifan siswa dalam pembelajaran dan belajar saling kooperatif antar anggota kelompok, karena dalam model pembelajaran ini siswa diberikan kebebas untuk mengutarakan pendapat dan saling bertukar pengetahuan serta kemampuannya khususnya yang berkaitan dengan pratik tari Puspawresti. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini melalui tiga sistem penilaian yaitu penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Capaian pembelajaran yang diraih oleh siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapatkan nilai dengan skala baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli telah berjalan baik dan sesuai dengan harapan.
PENERAPAN METODE DRILL PADA PEMBELAJARAN TARI REJANG TERATAI PUTIH DI SMP NEGERI 2 SUSUT BANGLI Mahaswari, I Gusti Ayu Yogi; Budiarsa, I Wayan; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4519

Abstract

SMP Negeri 2 Susut Bangli adalah sekolah yang keberadaannya diwilayah pedesaan yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1986 yakni tempatnya di Br. Abuan, Ds. Abuan, Kec. Susut, Kab. Bangli, Provinsi Bali. Sejak berdiri tahun 1986 SMP Negeri 2 Susut Bangli terus berupaya membekali siswa dengan kegiatan yang berimbang antara academik skill dan life skill. Selain fokus pada kegiatan akademik, sekolah juga melaksanakan kegiatan non-akademik meliputi kegiatan ekstrakurikuler (Basket, tari Bali, Voli, Pramuka, PMR, Yoga, Silat, dan Atletik). Berdasarkan prestasi tersebut, peneliti tertarik melakukan program MBKM Asistensi Mengajar di SMP Negeri 2 Susut Bangli dengan materi Tari Rejang Teratai Putih. Tujuan diajarkan materi seni tari ini untuk meningkatkan kreativitas siswa dan melestarikan tari wali yang ada di Bali. Seni budaya hidup berdampingan, sehingga seni tari adalah jenis kesenian yang bisa mengungkapkan ekspresi jiwa manusia melalui gerak tubuh yang ritmis dengan diiringi gamelan mampu bersanding dalam kehidupan ritual sehari-hari masyarakat Bali. Proses tahap pengajaran Seni Tari di SMP Negeri 2 Susut Bangli menggunakan 4 (empat) tahapan yaitu : tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practive), dan tahap penampilan (performance). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran seni tari teruraian pada bagian studi kasus. Dngan penerapan empat (4) tahapan tersebut peserta didik mampu menguasai tariannya.