Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penggunaan Kulit Nanas, Jeruk, dan Pisang dari Sampah Domestik untuk Produksi Ekoenzim: Utilization of pineapple, orange, and banana peel from domestic waste for ecoenzyme production Pangaribowo, Estu; Alkas, Taufiq Rinda; Azwari, Fachruddin; Triyono, Joko; Wahyuni, Rusli
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2912

Abstract

Pengelolaan limbah padat (sampah) di Indonesia pada umumnya masih mengandalkan proses pengumpulan dan pembakaran (insinerasi) sampah dari rumah-rumah/fasilitas umum lain ke tempat pembuangan akhir (TPA). Faktanya pemanfaatan sampah domestik di lingkungan dirasakan masih belum maksimal. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan kulit buah-buahan yang biasa terbuang sebagai sampah domestik untuk diproses menjadi ekoenzim. Limbah domestik yang digunakan dalam penelitian ini dibuat menjadi empat variasi yaitu campuran kulit buah nanas, jeruk, dan pisang (P1), kulit jeruk saja (P2), kulit pisang saja (P3), dan kulit nanas saja (P4). Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi variasi terbaik yang dapat menghasilkan karakteristik ekoenzim yang baik. Karakteristik yang dimaksud adalah aroma, warna, pH, TDS, dan kandungan alkohol dari hasil fermentasi limbah kulit buah tersebut. Empat perlakuan dalam penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh yang menonjol yang memunculkan hasil berbeda, sehingga disimpulkan perlu penelitian lanjut untuk mengetahui perlakuan terbaik yang ditinjau dari aktivitas enzimnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ekoenzim yang dihasilkan dalam penelitian ini hampir sama dengan penelitian terdahulu. Aroma ekoenzim yang berbau asam dan lebih dominan bau kulit buah yang digunakan, warna larutan yang coklat, pH dalam kisaran 3,0-3,6, total padatan terlarut (TDS) berkisar 1.100 – 2.300 mg/L, dan kandungan alkohol 6-8% (v/v).
Fitoremediasi Logam Fe dalam Air Asam Tambang Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Fachruddin Azwari
Jurnal Loupe Vol 15 No 02 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i02.41

Abstract

Kegiatan pertambangan mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran. Salah satu unsur penyebab yaitu air asam tambang (AAT) yang mengandung besi sulfur, seperti pirit (FeS2) dan pirotit (FeS) yang dapat mencemari air permukaan dan air tanah, mengganggu kesehatan masyarakat sekitar Fitoremediasi berupa penggunaan tanaman untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan logam Fe dalam air asam tambang secara fitoremediasi dengan media eceng gondok. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel air di setlling pond yang tidak aktif pada aliran kompartemen kedua di perusahaan batubara CV. Arjuna dan analisa sampel dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Samarinda. Hasil fitoremediasi menggunakan eceng gondok yang dianalisa menggunakan AAS kandungan logam Fe sebelum fitoremediasi 0,382 mg/l dan sesudah fitoremediasi mengalami penurunan menjadi 0,379 mg/l sampai tidak terdeteksi.
Effectiveness of Kiambang (Salvinia molesta) and Kayu Apu Dadak (Azolla pinnata) Plants in the Phytoremediation System of Tofu Wastewater Sumpala, Andi Gita Tenri; Benedicta, Christine Elia; Azwari, Fachruddin; Hadidjah, Kemala; Rajab, Arini; Layuk, Christopaul Pala'langan Toding; Siahaya, Martha Ekawati; Supriadi, Adi
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 8 No. 1 (2026): JPPL, Maret 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/n7ek4q39

Abstract

Soybean wastewater contains high levels of organic pollutans, such as high COD, TSS, and TDS values. This study aims to evaluate the effectiviness of phytoremediation using two aquatic plants species, Salvinia molesta and Azolla pinnata, in reducing pollutant levels in soybean wastewater. The experiment was conducted in a batc system using 10-liter plastic conyainers filled with 5 liters of soybean wastewater and 200 grams of each plant spesies. The study was cinducted over 7 days with samples taken on days 1, 3, and 7. The parameters measured included temperature, pH, dissolved oxygen (DO), total suspended solids (TSS), total dissolved solids (TDS), and chemical oxygen demand (COD). The results showed that Azolla pinnata significantly reduced COD levels by 65,91%. Overall, phytoremediation using Azolla pinnata demonstrated higher efficiency in improving water quality and could serve as a cost-effective and environmentally friendly treatment option for soybean wastewater.