Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Kelas Ibu Balita Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Hasan, Amrul; Octaviana, Amrina; Trianingsih, Indah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23092

Abstract

Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak, mencakup aspek kesehatan fisik, kemampuan kognitif, serta potensi produktivitas di masa depan. Salah satu upaya preventif dan promotif yang penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam tatanan rumah tangga. Namun, hasil observasi awal di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan bahwa pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki bayi dan balita terhadap indikator PHBS masih terbatas, ditambah dengan rendahnya keterlibatan mereka dalam kegiatan edukasi kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran, serta memotivasi ibu agar mampu menerapkan PHBS secara konsisten dan berperan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan komunitas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kelas ibu balita di Posyandu Melati 2 pada 11 Juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Rangkaian kegiatan mencakup pre-test, diskusi interaktif, penyampaian materi melalui pendekatan partisipatif berbasis media visual dan leaflet edukatif, serta post-test sebagai alat evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi dilakukan, 50% peserta belum memahami indikator PHBS, namun setelah kegiatan, seluruh peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan. Selain itu, separuh dari mereka menyatakan komitmen untuk menerapkan minimal lima indikator PHBS di rumah serta bersedia menyebarkan informasi kepada keluarga dan tetangga. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat kesadaran, dan membentuk perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. 
Edukasi Pencegahan Sarcopenia dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Putriana, Yeyen; Risneni, Risneni; Berliana, Eva
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23712

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat  dengan tema edukasi  pencegahan sarcopenia dan pemeriksaan gula darah dengan sasaran para lansia dibawah organisasi Pensiunan wredatama Republik Indonesia  (PWRI) Ranting kelurahan Surabaya Kec  Kedaton Kota Bandar Lampung  . Adalah kegiatan pengabdian Masyarakat dalam rangka meningkatkan Kesehatan para lansia agar dapat tetap sehat jasmani dan rohani .Tujuan dari pengabdian ini adalah Meningkatkan pengetahuan anggota PWRI tentang pencegahan penyakit tidak menular Meningkatkan pengetahuan anggota PWRI tentang pencegahan sarcopenia  . Gaya hidup tidak sehat penyebabkan terjadinya peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyakit tidak menular telah menjadi penyebab utama kematian secara global pada saat ini (Shilton, 2023). Data WHO menunjukkan bahwa sebanyak 57 juta (63%) angka kematian yang terjadi di dunia dan 36 juta (43%) angka kesakitan disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular. Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2020 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM dan 4% meninggal sebelum usia 70 tahun. Seluruh kematian akibat PTM terjadi pada orang-orang berusia kurang dari 60 tahun, 29% di negara negara berkembang, sedangkan di negara negara maju sebesar 13% (Remais, 2022).Kegiatan Kegiatan berlangsung dengan baik sesuai rencana. Bentuk kegiatan dilaksanakan dengan pemberian penyuluhan dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Materi diberikan dalam bentuk leaflet dan dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktuHasil kegiatan ini adalah bertambahnya wawasan para lansia tentang PTM dan pencegahan sarcopenia . serta diketahuinya hasil pemeriksaan gula darah sewaktu para peserta penyuluhan .Kata kunci : Edukasi,  PTM,Sarcopenia, PWRI
EFEKTIVITAS APLIKASI SIGER EMAS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL Mugiati, Mugiati; Handayani, Sri; Rosmadewi , Rosmadewi; Risneni, Risneni; Aliyanto, Warjidin
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 19 No 2 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i2.2596

Abstract

Provinsi Lampung memiliki angka kejadian stunting sebesar 14,9% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 15,9% tahun 2024 angka ini belum memenuhi  target yang ingin di capai tahun 2025 sebesar 13,2% hal ini menunjukkan bahwa stunting di Provinsi Lampung masih harus diperhatikan secara serius. Upaya preventif perlu dilakukan sejak kehamilan misalnya pemberian edukasi untuk mengenali dan mencegah terjadinya stunting pada anak yang akan dilahirkannya. Edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan peneliti dan dapat di akses ibu hamil melalui gawai yang di milikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Metode : Jenis penelitian quasi eksperimen dengan  rancangan pre and post test one group design Penelitian dilakukan tahun 2024 dengan jumlah sampel 30 orang sebagai kelompok kasus dan 30 orang kelompok kontrol, pengambilan sampel secara accidental sampling bagi responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu dengan kehamilan normal, berdomisili diwilayah puskesmas Bernung  Analisa univariat dan bivariat menggunakan “uji T sampel Independen” untuk menguji perbedaan pengetahuan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil : Rerata peningkatan pengetahuan pada kelompok kasus sebesar 12,17 poin sedangkan pada kelompok kontrol  sebesar 3,83 poin dengan p-value  0.000 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan  aplikasi Siger Emas lebih efektif digunakan sebagai media pada promosi kesehatan tentang Stunting yang dilakukan pada ibu hamil. Rekomendasi: promosi kesehatan sebaiknya menggunakan media yang lebih variatif dan dekat dengan kehidupan responden misalnya dengan memanfaatkan perangkat gawai yang saat ini sangat familiar dikalangan masyarakat luas.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS POVIDONE IODINE DENGAN AIR REBUSAN DAUN BINAHONG TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI BPM WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2017 riyanti imron, riyanti; risneni, risneni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i2.57

Abstract

Berdasarkan data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) jumlah laserasi atau luka perineum di Indonesia pada tahun 2013 menemukan bahwa dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu bersalin mengalami rupture dan mendapat jahitan perineum (Depkes RI,2013). Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi laserasi perineum dapat diberikan dengan terapi farmakologis iodine atau obat-obatan lainnya dan terapi non farmakologis berupa daun binahong. BPM Jamilah merupakan BPM yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Lampung Selatan, berdasarkan hasil presurvei awal pada bulan April di BPM Jamilah di dapatkan dara jumlah ibu yang melahirkan sebanyak 30 orang, yang mengalami rupture sebanyak 18 orang, rata – rata perawatan luka di berikan bethadin cair dan rata-rata penyembuhan luka perineum lebih dari 10 hari. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perbedaan efektifitas povidone iodine dengan air rebusan daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di BPM wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan True Experimental post test only Design.. Populasi dalam penelitian ini semua ibu postpartum yang megalami laserasi perineum yang melahirkan pervaginam di BPM wilayah Kerja dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Sampel yang di ambil sebanyak 80 responden yang di bagi menjadi 2 kelompok dengan intervensi yang berbeda. yaitu 40 ibu post partum di berikan perawatan laserasi dengan Povidone Iodine dan 40 responden menggunakan rebusan Daun Binahong. Data yang di kumpulkan adalah data primer dengan 3 kali obsevasi. Data di olah dengan. menggunakan uji T independen, proses pengolahan data menggunakan komputer. Hasil penelitian ini di dapatkan ibu post partum yang di berikan perawatan laserasi dengan Povidone Iodine lama penyembuhan luka yang terbanyak selama ≥7 hari yaitu 38 responden (95%) dengan rata- rata lama penyembuhan 8 hari , sedangkan responden menggunakan rebusan Daun Binahong penyembuhan luka terbanyak 5 hari dengan luka kering 20 responden (50%).Lama penyembuhan rata-rata 5 hari. Berdasarkan hasil uji statistik dengan T Test diperoleh Uji beda T test p value = 0,000.< 0,05 sehingga H0 di tolak artinya, bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penyembuhan luka perineum dengan menggunakan Povidone iodine dan air rebusan daun Binahong di Praktik Mandiri Bidan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017 Peneliti menyarankan bagi petugas kesehatan terutama bidan agar terus meningkatkan penyuluhan/konseling serta perawatan luka perineum dengan menggunakan rebusan air rebusan daun binahong.