Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Promosi Kesehatan untuk Deteksi Dini Komplikasi Persalinan Menggunakan Instrumen IKA-LIN Elmeida, Ika Fitria; Purwaningsih, Dewi; Risneni, Risneni; Suja, Monica Dara Delia
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v4i1.628

Abstract

Komplikasi kehamilan/persalinan dan risiko tinggi yang diperkirakan terjadi pada 15 – 20% ibu hamil, belum semuanya terdeteksi secara dini. Untuk yang terdeteksi, belum semuanya tertangani secara tepat waktu dan memadai. Di salah satu provinsi di Indonesia, yaitu di Lampung masih banyak wanita melahirkan di rumah, hasil penelitian berupa informasi yang berbasis populasi tentang komplikasi persalinan pada ibu harus mengandalkan pelaporan tentang pengalaman ibu melalui wawancara. Puskesmas telah melakukan kegiatan promosi kesehatan baik secara periodik maupun insidental tentang kesehatan ibu dan bayi. Namun, sangat disayangkan ternyata masyarakat belum memahami benar tentang tanda bahaya dan cara deteksi dini persalinan sehingga penanganannya masih banyak terlambat. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu hamil dan menyusui yang datang ke Posyandu berjumlah 30 orang. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi tentang mengenal tanda tanda bahaya kehamilan dan persalinan dan penggunaan booklet IKA-LIN sebagai instrumen untuk mendeteksi komplikasi persalinan. Seluruh peserta pengabdian masyarakat ini diberikan pre-test setelah itu dilanjutkan pemberian presentasi terkait tanda bahaya kehamilan seteleah itu booklet diberikan kepada seluruh peserta, dan tahapan terakhir adalah post-test. Sesi terakhir juga dilakukan tanya jawab seputar pengalaman ibu saat persalinan. Terdapat kenaikan pengetahuan ibu berdasarkan hasil pre-test dan post-test.
Pengetahuan Dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Maringgai Indrasari, Nelly; Putriana, Priska; Risneni, Risneni; Jaya, Prana; Nurlaila, Nurlaila; Aliyanto, Warjidin
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i2.1181

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah lebih rendah dari biasanya. Anemia dalam kehamilan dapat menyebabkan beberapa komplikasi atau resiko terhadap ibu hamil, dimana kebanyakan dari mereka mengalami anemia defisiasi zat besi.Untuk mengetahui hubungan status gizi dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Labuhan Maringgai Tahun 2024.Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 91 ibu hamil cara mengambil sampel  menggunakan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh dengan kuisioner dan dokumentasi buku rekam medis. Analisis data yang dilakukan analisis univariant dan bivariant menggunakan test Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan 62(68,1%) responden anemia. status gizi beresiko 48(52,7%), pengetahuan kurang baik 58 (63,7%) responden. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi, dan pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia di Wilayah kerja Puskesmas Labuhan Maringgai.Saran untuk puskesmas dapat menjadi acuan bagi bidan di tempat penelitian untuk memberikan edukasi bagi masyarakat terutama ibu hamil untuk memperhatikan faktor-faktor determinan kejadian anemia pada ibu hamil. ABSTRACTAnemia is a condition in which the number of red blood cells is lower than normal. Anemia in pregnancy can cause several complications or risks to pregnant women, most of whom experience iron deficiency anemia. To find out the relationship between maternal age, parity, nutritional status, and knowledge with the incidence of anemia in pregnant women in the Labuhan Maringgai Health Center Area in 2024. Quantitative research using Cross Sectional design. The population in this study is 91 pregnant women using the Purposive Sampling technique. Data was obtained by questionnaires and documentation of medical record books. Data analysis was carried out univariant and bivariant analysis using the Chi-square test. The results of the study showed that 62 (68.1%) respondents were anemic. nutritional status was at risk 48 (52.7%), and poor knowledge was 58 (63.7%) respondents. The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between nutritional status, and knowledge of pregnant women and the incidence of anemia in the working area of the Labuhan Maringgai Health Center. Suggestions for health centers can be a reference for midwives in research sites to provide education for the community, especially pregnant women, to pay attention to the determinants of anemia incidence in pregnant women. 
The Relationship Of Knowledge With Students Attitude And Behavior Regarding Free Sex Putriana, Yeyen; Risneni, Risneni; Pranajaya, R
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.18249

Abstract

Latar belakang banjirnya imformasi mengenai seks bebas melalui media online via smarthandphone, berdampak pada lemahnya pemahaman mahasiswa  mengenai pendidikan seksual yang benar.  Imformasi yang kurang tepat tentang seks bebas dapat menyebabkan mahasiswa  berprilaku ke arah seks bebas. Banyak mahasiswa  melakukan seks bebas karena penasaran atau rasa ingin tahu tentang seks. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan pengetahuan dengan sikap dan prilaku remaja tentang seks bebas .Metode :Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional . Tempat penelitian di Poltekkes Tanjungkarang jurusan  kebidanan semester 1. Jumlah populasi  148 responden. Dengan menggunakan tehnik sampling purposive  ditentukan sejumlah 49 sampel. Variabel independent penelitian ini adalah pengetahuan mahasiswa tentang seks bebas .Variabel dependen adalah sikap dan prilaku seks . penelitian di laksanakan pada bulan oktober 2024. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner . Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat chisquare.Hasil penelitian di peroleh 23 responden  (46,9%) memiliki pengetahuan yang baik terhadap seks bebas dan 28 responden (53%)  pengetahuan dalam tingkat cukup . Dari 49  responden memiliki sikap  negative  terhadap seks bebas ada 31 (63,1%) dan 18 (36,6%) responden memiliki prilaku positif dalam seks bebas . dalam perilaku pacaran  terdapat  responden yang berpacaran  10 (20,4%) dan ada 39 (79,6%) yang tidak pacaran. hasil perhitungan dengan uji statistic  chi square hubungan pengetahuan dengan sikap  diperoleh p = value 0,009 < 0,05 ( signifikan 5%) dan hasil perhitungan hubungan pengetahuan dengan prilaku seks bebas diperoleh p = value  0,483.Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang seks bebas. Tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan prilaku seks bebasSaran peningkatan kesadaran mahasiswa tentang seks bebas melalui edukasi dan paparan informasi yang berkaitan dengan bahaya seks bebas. Dan peningkatan kegiatan ekstrakurikuler  untuk mengisi waktu luang yang lebih baik. Kata kunci : mahasiswa, pengetahuan, sikap, seks bebas,  ABSTRACT The background to the flood of information regarding free sex through online media via smartphones has an impact on students' weak understanding of correct sexual education.  Inappropriate information about free sex can cause students to behave towards free sex. Many students engage in casual sex because they are curious or curious about sex. The aim of this research is to analyze the relationship between knowledge and teenagers' attitudes and behavior regarding free sex.Method: This research uses a correlation design with a cross sectional approach. The research location was at the Tanjungkarang Health Polytechnic majoring in midwifery semester 1. Total population was 148 respondents. By using purposive sampling technique, 49 samples were determined. The independent variable of this research is students' knowledge about casual sex. The dependent variable is sexual attitudes and behavior. The research was carried out in October 2024. Data was collected using a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate chisquare analysis.The research results showed that 23 respondents (46.9%) had good knowledge of free sex and 28 respondents (53%) had sufficient knowledge. Of the 49 respondents who had negative attitudes towards free sex, 31 (63.1%) and 18 (36.6%) respondents had positive attitudes towards free sex. In terms of dating behavior, there were 10 respondents (20.4%) who were dating and 39 (79.6%) who were not dating. the results of calculations using the chi square statistical test of the relationship between knowledge and attitudes obtained p = value 0.009 < 0.05 (significant 5%) and the results of calculating the relationship between knowledge and casual sexual behavior obtained p = value 0.483.The conclusion is that there is a relationship between knowledge and teenagers' attitudes about free sex. There is no relationship between knowledge and casual sexual behaviourSuggestions for increasing student awareness about free sex through education and exposure to information related to the dangers of free sex. And increasing extracurricular activities to fill free time better. Key words: Attitudes, behavior, free sex, knowledge, student
The Relationship Between Husband's Support And Anxiety Levels In Pregnant Women Primigravida Facing Childbirth Erisy, Zahra Berliana; Putriana, Yeyen; Risneni, Risneni; Pranajaya, R
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18594

Abstract

Di Indonesia ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 orang (28,7%). Sedangkan ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan 355.873 orang (52,3%). Maka dari itu salah satu yang harus dipersiapkan ibu menjelang persalinan adalah hindari kepanikan dan ketakutan dan bersikap tenang, serta meminta dukungan dari orang-orang terdekat. Dalam hal ini dukungan suami akan memberikan rasa senang, aman, rasa puas, dan rasa nyaman yang membuat ibu hamil akan merasa mendapatkan support sistem secara emosional dan mempengaruhi ketenangan jiwanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida menghadapi persalinan di PMB kecamatan tegineneng.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada bulan Maret – April 2024 di 8 PMB kecamatan tegineneng, penelitian ini menggunakan tehnik total sampling dimana jumlah populasi sama dengan jumlah sampel yaitu 48 responden. Pengambilan data dengan kuesioner dukungan suami (skala likert) dan kuesioner tingkat kecemasan (T-Mas). Analisis data menggunakan uji Chi Square (p<0.05) untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida menghadapi persalinan di PMB kecamatan tegineneng.Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden tidak mendukung dan mendapat kecemasan sebanyak 30 responden (62.5%) sedangkan yang mendukung dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 18 responden (37.5%). Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida menghadapi persalinan di PMB Kecamatan Tegineneng. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk para suami memberikan dukungan kepada ibu untuk mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida menghadapi persalinan. Kata kunci : Dukungan Suami, Tingkat Kecemasan, Primigravida ABTRACTIn Indonesia, there are 107,000,000 pregnant women who experience anxiety in the face of childbirth (28.7%). While pregnant women who experienced anxiety in the face of childbirth 355,873 people (52.3%). Therefore, one of the things that must be prepared by mothers before labor is to avoid panic and fear and be calm, and ask for support from the closest people. In this case, the support of the husband will provide a sense of pleasure, security, satisfaction, and a sense of comfort that makes pregnant women feel emotionally supported and affects the peace of their soul. The purpose of this study was to determine the relationship between husband support and the level of anxiety of primigravida pregnant women facing childbirth in PMB tegineneng sub-district.This research is a quantitative research with a cross sectional approach. Conducted in March – April 2024 in 8 PMBs of tegineneng sub-district, this study uses total sampling techniques where the population is equal to the number of samples, namely 48 respondents. Data collection with husband support questionnaire (Likert scale) and anxiety level questionnaire (T-Mas). Data analysis using Chi Square test (p<0.05) to determine the relationship between husband support and anxiety levels in primigravida pregnant women facing childbirth in PMB tegineneng sub-district.The results of the study found that the majority of respondents did not support and received anxiety as many as 30 respondents (62.5%) while those who supported and did not experience anxiety as many as 18 respondents (37.5%). It can be concluded that there is a relationship between husband support and the level of anxiety in primigravida pregnant women facing childbirth in PMB, Tegineneng District. Based on the results of this study, it is recommended for husbands to provide support to mothers to reduce the level of anxiety in primigravida pregnant women facing childbirth.Keywords : Husband’s Support, Anxiety Level, Primigravida
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth Putriana, Yeyen; Pranajaya, R; Risneni, Risneni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19873

Abstract

ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of the causes of infant mortality is Low Birth Weight (LBW). The LBW figure in 2020 is 44,000 cases. Low birth weight (LBW) babies are one of the main causes of newborn deaths. If a baby weighs less than 2,500 grams (2.5 kilograms), they are considered to have a low birth weight.Even though infancy is an important period for preventing stunting. An important period in preventing stunting is the 1000th birth period, after the baby is born this is a critical period because the baby undergoes an adaptation process to life outside the uterus. This adaptation causes a decrease in the baby's weight of up to 10% in the first 10 days of the baby's life. Previous research on the effect of murotal therapy on the body weight and body temperature of LBW babies resulted in an increase in body weight and stability of the body temperature of LBW babies within 3 days of treatment at the hospital.The aim of the research was to determine the effect of murottal therapy on the baby's weight during the 10-day adaptation period of birth. Method: quasi-experimental research with one group pre-test and post-test. The intervention given was that respondents were exposed to murotal therapy for 30-60 minutes once a day in the morning for 10 days, then the baby's weight was weighed before and after murottal therapy.  The research population was all LBW babies in the perinatology room at Adadi Tjokrodipo Regional Hospital in 2024. Sample technique used purposive sampling technique.  Data analysis used univariate and bivariate independent T tests.Results: showed that there was a difference in the weight of bbw babies before murottal therapy and after murottal therapy with a v palue of 0.000.Conclusion ; There is an influence on the weight of LBW babies during the 10 day birth adaptation period with Murotttal therapy intervention with no weight loss.Suggestion: Murottal therapy can be given to LBW babies within 10 days of birth to prevent weight loss as a result of physiological adaptation. Keywords : LBW Murottal, Physiological,  ABSTRAK : PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP BERAT BADAN BAYI BBLR DALAM 10 HARI LAHIR Angka kesakitan dan kematian bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya  keadaan saat dilahirkan dalam hal ini bayi lahir dalam keadaan berat badan yang rendah atau BBLR . Salah satu sebab kematian bayi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)  .Angka BBLR pada tahun 2020 adalah 44.000 kasus. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir. Jika bayi memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram (2,5 kilogram), mereka dianggap memiliki berat badan lahir rendah . Padahal masa bayi merupakan masa penting untuk pencegahan stunting. Masa penting dalam pencegahan stunting adalah masa 1000 kelahiran, setelah bayi lahir adalah masa genting karena bayi mengalami proses adaftasi terhadap kehidupan di luar uterus. Adanya adaftasi tersebut menyebabkan penurunan berat badan bayi hingga 10 % dalam 10 hari pertama kehidupan bayi. Penelitian terdahulu tentang pengaruh therapi murotal terhadap berat badan suhu tubuh bayi BBLR mendapatkan hasil adanya peningkatan berat badan dan stabilitas suhu tubuh bayi BBLR dalam masa 3 hari perawatan di RS .Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap berat badan  bayi dalam masa adaftasi 10 hari kelahiran. Metode : penelitian quasi eksperimen  dengan one grup pre tes dan post tes. Intervensi yang diberikan adalah responden diperdengarkan terapi murotal selama 30-60 menit  sekali sehari pada waktu pagi hari  selama 10 hari kemudian berat badan bayi ditimbang sebelum dan setelah dilakukan therapi murottal.  Populasi penelitian adalah seluruh bayi BBLR yang ada di ruang perinatology di RSUD Adadi Tjokrodipo pada tahun 2024.  Tehnik Sampel menggunakan tehnik purposive sampling.  Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji T independent.Hasil : menunjukkan ada perbedaan berat badan bayi bblr sebelum therapi murottal dengan setelah therapi murottal dengan v palue 0,000.Kesimpulan ; terdapat pengaruh berat badan bayi BBLR dalam masa adaftasi 10 hari kelahiran dengan intervensi therapi murotttal dengan tidak ada penurunan berat badanSaran : pemberian therapi murottal dapat diberikan kepada bayi BBLR dalam masa 10 hari kelahiran untuk mencegah terjadi penurunan  berat badan sebagai akibat adaftasi fisiologis Kata Kunci : BBLR,Murottal, Fisiologis 
Pendampingan Ibu Hamil Persiapan Menyusui Dalam Masa Kehamilan Dan Pengenalan Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Dan Persalinan Putriana, Yeyen; Risneni, Risneni; Berliana, Eva
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20383

Abstract

Masa sejak konsepsi hingga dua tahun pertama kehidupan anak merupakan periode emas yang  menentukan kualitas kehidupan. Nutrisi yang adekuat  selama periode tersebut  menjadi dasar bagi perkembangan potensi setiap anak. WHO (World Health Organization) merekomendasikan Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat meliputi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir minimal selama 1 jam, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sampai usia 6 bulan, memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.Pola  pemberian  makan  yang  baik  pada  anak  sejak  lahir sampai berusia  dua  tahun merupakan  salah  satu point  penting  dalam  memenuhi  kualitas  gizi  yang  optimal  dalam pertumbuhan  dan  perkembangan  anak.  Kehidupan  anak  dapat  tercapai         optimal apabila ditunjang  dengan  asupan  nutrisi tepat  sejak  lahir. Selain masalah asi yang tidak kalah penting adalah angka kematian ibu di Indonesia. Penyebab kematian tersebut Sebagian besar dapat dicegah dengan mengenali tanda bahaya kehanilan dan  persalinanKegiatan Pengabdian  masyarakat  ini bertujuan  untuk  memberikan pendampingan  ibu hamil dalam persiapan menyusui  dan pengenalan tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan. Metode kegiatan ini  dilakukan dengan memberikan edukasi berupa leaflet dan poster kepada ibu hamil .Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober  2024 di Posyandu desa  Jatimulyo kec Jati Agung  Kabupaten Lampung Selatan. Jumlah peserta  sebanyak 30 orang. Peserta mendapatkan edukasi pentingnya persiapan menyusui, dan tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan.  Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat memotivasi ibu hamil dalam persiapan memberikan ASI secara eksklusif dan ibu mengenal tanda bahaya dalam masa kehamilan dan persalinan sehingga dapat diambil keputusan yang tepat saat ibu mengalami tanda bahaya tersebut .
PELATIHAN PENGGUNAAN BUKU KIA, PENIMBANGAN BB, DAN PENGUKURAN PB/TB BAGI KADER DAN GURU PAUD DI TIYUH GEDUNG RATU, TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2024 Indrasari, Nelly; Aliyanto, Warjidin; Risneni, Risneni; Marita, Elvia
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2861

Abstract

Pelatihan Penggunaan Buku KIA, Penimbangan BB, dan Pengukuran PB/TB bagi Kader dan Guru PAUD di Tiyuh Gedung Ratu, Tulang Bawang Barat. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) berfungsi sebagai panduan utama bagi ibu dan kader kesehatan dalam memantau tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di Tiyuh Gedung Ratu dalam mengisi dan memanfaatkan Buku KIA menghambat deteksi dini masalah kesehatan serta akurasi pemantauan pertumbuhan balita, khususnya dalam pengukuran berat badan (BB), panjang badan (PB), dan tinggi badan (TB). Selain itu, kader posyandu juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya informasi untuk memecahkan masalah dalam pelaksanaan program posyandu serta minimnya keterampilan teknis dalam mendukung pencatatan data kesehatan yang sesuai standar.Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan posyandu, mendukung penurunan angka stunting, serta memperbaiki status kesehatan ibu dan anak. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan Belajar Orang Dewasa (BOD) melalui metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Pelatihan diberikan mengenai pemanfaatan Buku KIA revisi 2023, teknik pengukuran antropometri yang benar, serta solusi atas kendala dalam program posyandu.Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah pelatihan, dengan p-value sebesar 0,000, yang secara statistik membuktikan efektivitas pelatihan. Peningkatan ini menegaskan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan serta pengasuhan anak di tingkat komunitas.
Utilization Of The E-Kescatin Application By Prospective Brides: A Review Of Demographic, Socio-Cultural, And Organizational Support Perspectives Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Nurlaila, Nurlaila; Aliyanto, Warjidin; Trianingsih, Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20537

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia nikah dan calon pengantin masih tergolong rendah. Pendidikan kesehatan reproduksi memegang peranan penting bagi calon pasangan pengantin sehingga harus dipersiapkan dengan baik. Kesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan hamil dan menjadi ibu. Aplikasi E-Kescatin merupakan inovasi digital dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam aspek kesehatan reproduksi. Keberhasilan implementasi aplikasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat individu, sosial, organisasi, hingga budaya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan aplikasi E-Kescatin oleh calon pengantin di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 13 calon pengantin yang telah menggunakan aplikasi E-Kescatin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor demografi seperti usia dan tingkat pendidikan memengaruhi pemahaman dan kemudahan penggunaan aplikasi. Dukungan sosial dari tenaga kesehatan, keluarga, serta komitmen organisasi terbukti memperkuat adopsi aplikasi. Pengetahuan, motivasi pribadi, dan persepsi manfaat juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan penggunaan. Faktor budaya memiliki pengaruh beragam, di mana norma budaya cenderung mendukung, namun mitos dan kepercayaan tradisional masih menjadi hambatan bagi sebagian responden.Kesimpulan: Pemanfaatan aplikasi E-Kescatin dipengaruhi oleh kombinasi faktor demografi, sosial, pengetahuan, dan budaya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi oleh tenaga kesehatan, peningkatan sosialisasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat penerimaan dan efektivitas program secara berkelanjutan. Kata Kunci: E-Kescatin, Calon Pengantin, Kesehatan Reproduksi, Inovasi Digital, Faktor Sosial Budaya ABSTRACT Background: Knowledge about reproductive health among adolescents of marriageable age and prospective brides is still relatively low. Reproductive health education plays an important role for prospective bridal couples so that it must be well prepared. Reproductive health is the starting point for the development of maternal and child health that can be prepared early, even before a woman becomes pregnant and becomes a mother. The E-Kescatin application is a digital innovation from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia aimed at improving the readiness of prospective brides in the aspect of reproductive health. The successful implementation of this application is influenced by various individual, social, organizational, and cultural factors.Objective: This study aims to identify and analyze the factors that influence the utilization of the E-Kescatin application by prospective brides in the working area of the Pringsewu District Health Office.Methods: This study used a descriptive quantitative approach with a sample of 13 prospective brides who had used the E-Kescatin application. Data were collected through questionnaires and structured interviews, then analyzed thematically.Results: The results showed that demographic factors such as age and education level influenced the understanding and ease of use of the app. Social support from health workers, family, and organizational commitment were shown to strengthen app adoption. Knowledge, personal motivation and perceived benefits were also important factors in continued use. Cultural factors had a mixed influence, with cultural norms tending to be supportive, but myths and traditional beliefs still posing barriers for some respondents.Conclusion: E-Kescatin application utilization is influenced by a combination of demographic, social, knowledge, and cultural factors. This study recommends strengthening education by health workers, increasing policy socialization, and cross-sector collaboration to strengthen program acceptance and effectiveness in a sustainable manner. Keywords: E-Kescatin, Bride-to-be, Reproductive Health, Digital Innovation, Socio-Cultural Factors
The Effect Of Using Pilamil (Pita Lila Pregnant Women) On The Incidence Of Chronic Energy Deficiency In Pregnant Women Putriana, Yeyen; Putri, Aaliyah Asti; Risneni, Risneni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.20207

Abstract

Latar Belakang : Jumlah kasus kekurangan energi kronik (KEK) yang terjadi pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi (17,3%) sehubungan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang mana harus 5% di tahun 2030. Tidak hanya itu penurunan hanya sebesar 6,9% dari Tahun 2013-2018. Berdasarkan Riskesdas 2018, kejadian KEK di Provinsi Lampung sebesar 13,6% mendekati rerata kejadian KEK di Indonesia. Ini menunjukkan perlunya upaya percepatan untuk menurunkan kejadian KEK yang terjadi pada ibu hamil di Provinsi lampung khususnya diseluruh Provinsi di Indonesia. Langkah screening KEK di Indonesia menggunakan pengukuran LILA, yang dilakukan oleh profesional kesehatan menggunakan pita LILA.Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas  penggunaan  PILAMIL (Pita LILA Ibu Hamil) terhadap kenaikan lingkaran lila pada ibu hamil yang mengalami KEK   di PMB Nini Suniarti, Panjang, Kota Bandar Lampung.Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan  rancangan satu kelompok praperlakuan dan pascaperlakuan (One-group pretest-posttest design) pada distribusi frekuensi pemahaman, penggunaan dan kebermanfaatan terhadap seluruh ibu hamil. Alat ukur digunakan dalam penelitian ini adalah PILAMIL (Pita LILA Ibu Hamil), SOP/Daftar Tilik dan kusioner.  Jenis pengambilan data adalah data primer dengan sampel 38 responden. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji statistik Mann-Whitney dengan Uji Normalitas Shapiro Wilk.Hasil : Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami peningkatan hasil pengukuran LILA saat setelah diberikan intervensi oleh peneliti. Hasil uji statistik menggunakan Mann-Whitney menunjukkan signifikansi p-value 0.046 < 0.05.  artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan PILAMIL secara independent oleh ibu hamil. Kesimpulan  ; terdapat efektifitas penggunaan PILAMIL terhadap kejadian KEK pada ibu hamil secara independent. Saran :   PILAMIL dapat digunakan oleh ibu hamil KEK sebagai alat untuk memantau kenaikan lila secara independen Katakunci : KEK, Ibu Hamil, PILAMIL (PITA LILA untuk Ibu Hamil) ABSTRACT Background: The number of cases of chronic energy deficiency (CED) that occur in pregnant women in Indonesia is still high (17.3%) in relation to the Sustainable Development Goals (SDGs) which must be 5% in 2030. Not only that, the decrease was only 6.9% from 2013-2018. Based on Riskesdas 2018, the incidence of CED in Lampung Province was 13.6% approaching the average incidence of CED in Indonesia. This shows the need for accelerated efforts to reduce the incidence of CED that occurs in pregnant women in Lampung Province, especially in all provinces in Indonesia. The CED screening steps in Indonesia use LILA measurements, which are carried out by health professionals using LILA bands.Objective: This study was to determine the effectiveness of using PILAMIL (Pregnant Women's LILA Tape) on increasing the lila circle in pregnant women experiencing KEK at PMB Nini Suniarti, Panjang, Bandar Lampung City.Research Methods: The type of research used is quantitative research with a one-group pre-treatment and post-treatment design approach (One-group pretest-posttest design) on the frequency distribution of understanding, use and benefits for all pregnant women. The measuring instruments used in this study were PILAMIL (Pregnant Women's LILA Tape), SOP/Checklist and questionnaire. The type of data collection is primary data with a sample of 38 respondents. Univariate and bivariate data analysis with the Mann-Whitney statistical test with the Shapiro Wilk Normality Test.Results: The study showed that most respondents experienced an increase in LILA measurement results after being given intervention by the researcher. The results of the statistical test using Mann-Whitney showed a significance of p-value 0.046 < 0.05. This means that there is a significant influence on the use of PILAMIL independently by pregnant women..  Conclusion: There is effectiveness in using PILAMIL against the incidence of KEK in pregnant women independently.Suggestion: PILAMIL can be used by pregnant women with KEK as a tool to monitor the increase in blood pressure independently. Keywords: KEK, Pregnant Women, PILAMIL (PITA LILA for Pregnant Women)
Effectiveness of Breastfeeding Assistance Model for Pregnant Women, Maternity Women, and Breastfeeding Mothers in West Tulang Bawang Regency in 2023 Indrasari, Nelly; Mugiati, Mugiati; Risneni, Risneni; Berliana, Eva; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2980

Abstract

Breast milk is the gold standard baby food, breast milk is proven to have advantages that cannot be replaced by any food and drink, because breast milk contains the most appropriate, complete nutrients, and always adjusts to the needs of babies at any time. The gold standard of infant food begins with IMD, followed by exclusive breastfeeding for 6 (six) months (Munzia, 2013).Only 3.7% of infants in Indonesia are breastfed within the first 1 hour after birth. Breastfeeding is recognized as one of the most powerful influences on child survival, growth, and development. Exclusive breastfeeding can reduce the mortality rate of children under five by about 20%. Early initiation of breastfeeding will also greatly help achieve MDGs goal number four of reducing child mortality, as early breastfeeding within the first hour after delivery will reduce newborn mortality. The failure of mothers to breastfeed their babies until six months of age is actually only one problem, which is that mothers do not fully understand the correct way to breastfeed, including techniques and ways to obtain breast milk, especially when they have to work. Understanding IMD and exclusive breastfeeding is a very important issue. IMD and exclusive breastfeeding are possible if individuals, families, health workers and communities understand the meaning, benefits and goals of IMD and exclusive breastfeeding (Munzia, 2013).The results of the 2018 Basic Health Research stated that the exclusive breastfeeding rate for 6-month-old babies in Lampung Province only reached 37.3% of the target of 60%. Meanwhile, in West Tulang Bawang District, the achievement of exclusive breastfeeding was 29.1% of the target of 60%, the achievement of IMD 1 hour 1.8% and IMD 1 hour 39.6% which should be done in all newborns (Riskesdas, 2018).The purpose of the study was to determine the application of the Breastfeeding Model in pregnant women, delivery mothers, and postpartum breastfeeding mothers in West TulangBawang Regency in 2023. This research method uses quasi experiment with pretest-posttest group design. The intervention provided is assistance to pregnant women, laboring women and postpartum breastfeeding mothers who are willing to be assisted and in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Before providing assistance, health cadres were trained and provided with knowledge about breastfeeding by the research team in accordance with the research design that had been prepared. The breastfeeding preparation assistance process for pregnant women was carried out during mother's class or according to the free time of pregnant women. The IMD and breastfeeding preparation assistance process was carried out at the place where the mother gave birth for approximately 120 minutes until the end of the postpartum period.The mentoring process is carried out for approximately 6 months by applying the breastfeeding model that has been obtained from the first year of research with a research instrument in the form of a Pocket Book that adapts to the conditions of the respondents. Furthermore, the alternative methods of mentoring will be outlined in a guidebook for pregnant women mentoring models. The population in this study were all pregnant women, laboring mothers, and postpartum breastfeeding mothers in the work area of the West Tulang Bawang District Health Office in 2023. The sample of this study were 30 pregnant women, 30 mothers in labor and 30 postpartum breastfeeding mothers at the Puskesmas in the working area of the West Tulang Bawang District Health Office in 2023 with a total of 90 people. This research is planned to be published in Scientific Journals and Accredited Proceedings, become teaching materials and will be registered as Intellectual Property Rights (IPR). The Technology Readiness Level (TKT) of this research is at level 3 with readiness at this stage at level 2-3.