Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN MEDIA MASSA Debby Anggraini; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.307 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i62021p447-456

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between resilience and work engagement of employees at PT KIP. This research hypothesizes that there is a relationship between resilience and work engagement in PT KIP employees. The subjects of this research are 42 employees of PT KIP. The data collection method in this study used a questionnaire consisting of two scales, namely the resilience scale and the work engagement scale. The resilience scale consisting of 56 items was developed by Reivich & Statte (2002) and adapted by the authors, namely the Resilience Quotient (RQ) and the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) consisting of 17 items were developed by Schaufeli & Bakker (2004) and adapted by the authors. Analysis of research data to test the hypothesis using Pearson's product-moment correlation resulted in a significant correlation coefficient between resilience and work engagement for PT KIP employees, which was 0.668 (p≤0.05), a high and unidirectional category. The results of this study indicate that there is a relationship between resilience and work engagement for PT KIP employees. Keywords: Employee; Work Engagement; Resilience Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan keterikatan kerja pada karyawan PT KIP. Hipotesis penelitian ini adalah adanya hubungan antara resiliensi dengan keterikatan kerja pada karyawan PT KIP. Subjek penelitian ini yaitu 42 orang karyawan PT KIP. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua skala, yaitu skala resiliensi dan skala keterikatan kerja. Skala resiliensi yang terdiri dari 56 butir aitem dikembangkan oleh Reivich & Statte, (2002) dan di adaptasi oleh penulis yaitu Resillience Quotient (RQ) dan skala keterikatan kerja Utrecht Work Engagement Scale (UWES) yang terdiri dari 17 aitem dikembangkan oleh Schaufeli & Bakker, (2004) dan diadaptasi oleh penulis. Analisis data penelitian untuk menguji hipotesis menggunakan Pearson’s product moment corellation, menghasilkan koefisien korelasi signifikan antara resiliensi dengan keterikatan kerja pada karyawan PT KIP adalah 0,668 (p≤0,05) yang masuk dalam kategori tinggi dan searah. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara resiliensi dengan keterikatan kerja pada karyawan PT KIP. Kata kunci: Karyawan; Keterikatan Kerja; Resiliensi
PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN PT. ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA CABANG KOTA MALANG Albertina Hilariani Dambuk; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.621 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i22022p83-90

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of psychological capital on organizational commitment of employees of PT. Allianz Life Indonesia Insurance Malang City branch. The hypothesis of this research is that there is an influence of psychological capital on the organizational commitment of PT. Allianz Life Indonesia Insurance Malang City branch. The subjects of this study were 55 employees of PT. Allianz Life Indonesia Insurance Malang City branch. The data collection method in this study used a questionnaire adapted from 2 scales, namely the psychological capital scale and the organizational commitment scale. The psychological capital scale consists of 21 items adapted by the researcher based on the psychological capital questionnare by Luthans and Avolio (2007), the organizational commitment scale consists of 22 items adapted by the researcher based on the Three-Component Model (TCM) Employee Commitment Survey by Meyer and Allen (1990). Analysis of research data for hypothesis testing using linear regression, the result is that there is an influence of psychological capital on the organizational commitment of PT. Asuransi Allianz Life Indonesia Malang branch of 20.5% with a significance value (p) 0.011 <0.05. Of the four dimensions that have the greatest and most significant influence on organizational commitment is optimism. Keywords: psychological capital, organizational commitment, employee Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital terhadap komitmen organisasi jaryawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh psychological capital terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. Subjek penelitian ini adalah 55 karyawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang di adaptasi dari 2 skala, yakni skala psychological capital dan skala komitmen organisasi. Skala psychological capital terdiri dari 21 aitem yang didaptasi oleh peneliti berdasarkanberdasarkan psychological capital questionnare oleh Luthans dan Avolio (2007), skala komitmen organisasi terdiri dari 22 aitem yang diadaptasi oleh peneliti berdasarkan skala Three-Component Model (TCM) Employee Commitment Survey oleh Meyer dan Allen (1990). Analisis data penelitian untuk pengujian hipotesis menggunakan regresi linier, hasilnya terdapat pengaruh psychological capital terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. sebesar 20,5% dengan nilai signifikansi (p) 0,011 < 0,05. Dari keempat dimensi yang memiliki pengaruh paling besar dan signifikan terhadap komitmen organisasi adalah optimism. Hasil menunjukkan optimism memiliki sumbangan pengaruh sebesar 8% kepada komitmen organisasi dan signifikansi sebesar 0,029 yang menujukkan adanya pengaruh yang signifikan Kata kunci: psychological capital, komitmen organisasi, karyawan
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN JOB INSECURITY TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN OUTSOURCING PT X Diyah Ayu Indarwati; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.129 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i22022p91-96

Abstract

Abstract This study aimed to determine the effect of job satisfaction and job insecurity on the turnover intention of PT. X’s outsourcing employees. This research hypothesis is that job satisfaction and job insecurity affect the turnover intention of outsourcing employees of PT X. The subjects of this study are 54 PT. X’s outsourcing employees. The data collection method used in this study is a questionnaire consisting of 3 scales, namely job satisfaction scale, job insecurity scale and turnover intention scale. The job satisfaction scale consists of 16 items constructed by the researcher based on the job satisfaction aspect proposed by Luthans et al. (2021), the job insecurity scale consists of 10 items constructed by the researcher based on the job insecurity aspect proposed by Rowntree (2005), and the turnover intention scale consists of 10 items constructed by the researcher based on the turnover intention aspect proposed by Mobley (2011). The result of the analysis of research data for hypothesis testing using multiple linear regression is that there is a simultaneous and significant effect of job satisfaction and job insecurity on the turnover intention of PT. X’s outsourcing employees of 56.2% with a significance value of (p) <0.05. Keywords: job satisfaction; job insecurity; turnover intention; outsourcing employee Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan outsourcing PT X. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan outsourcing PT X. Subjek penelitian ini adalah 54 karyawan outsourcing PT X. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 3 skala, yakni skala kepuasan kerja, skala job insecurity dan skala turnover intention. Skala kepuasan kerja terdiri dari 16 butir aitem yang dikonstruksikan oleh peneliti berdasarkan aspek kepuasan kerja yang dikemukakan oleh Luthans et al., (2021), skala job insecurity terdiri dari 10 butir aitem yang dikonstruksikan oleh peneliti berdasarkan aspek job insecurity yang dikemukakan oleh Rowntree (2005), dan skala turnover intention terdiri dari 10 butir aitem yang dikonstruksikan oleh peneliti berdasarkan aspek turnover intention yang dikemukakan oleh Mobley (2011). Analisis data penelitian untuk pengujian hipotesis menggunakan regresi linier berganda, hasilnya terdapat pengaruh simultan dan signifikan kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan outsourcing PT X sebesar 56,2% dengan nilai signifikansi (p) < 0,05. Kata kunci: kepuasan kerja; job insecurity; turnover intention; karyawan outsourcing
Hubungan antara Ketangguhan dan Kesejahteraan Psikologis pada Guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang Dewi Zahara; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i52023p195-204

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between hardiness and the psychological well-being of special needs school teachers in Malang City. This study used a quantitative method with a correlational type with a sample of 163 special school teachers in Malang City. The sampling technique used in this study was a non-probability sampling technique with a purposive sampling type. The scale used is Kobasa's Dispositional resilience scale (DRS-45) (1979) which was later modified by Bartone (1995) and adapted by Muhammad Haidar Rizky (2022) to measure hardiness and Ryff's Scales of Psychological Well-Being which has been adapted by Eva & Bisri (2018) to measure psychological well-being. Hypothesis testing in this study used the Pearson correlation test. The results showed that hardiness has a relationship with psychological well-being in special education teachers in Malang City (r = 0.448 and p-value = 0.0000000020754). Based on the results of this study, it can be concluded that the higher the hardiness, the higher the psychological well-being of special education teachers in Malang City. AbstrakTujuan penelitian ini ialah menguji hubungan antara ketangguhan dengan kesejahteraan psikologis pada guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional dengan sampel sebanyak 163 guru SLB di Kota Malang. Teknik sampling yang dipilih di penelitian ini berupa teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Skala yang digunakan yaitu Dispositional Resilience Scale (DRS-45) milik Kobasa (1979) yang kemudian dimodifikasi oleh Bartone (1995) dan diadaptasi oleh Muhammad Haidar Rizky (2022) untuk mengukur ketangguhan dan Ryff's Scales of Psychological Well-Being yang telah diadaptasi oleh Eva & Bisri (2018) untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Uji hipotesis di penelitian ini memakai uji korelasi pearson. Hasil penelitian membuktikan bahwasanya ketangguhan memiliki hubungan dengan kesejahteraan psikologis pada guru SLB di Kota Malang (r = 0,448 dan p value = 0,0000000020754). Berdasarkan hasil penelitian ini, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya semakin tinggi ketangguhan, maka akan semakin tinggi kesejahteraan psikologis pada guru SLB di Kota Malang.
Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kecenderungan Narsistik Perempuan Dewasa Awal Pengguna TikTok Putri, Dylla Kartika Ayu; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p430-438

Abstract

The use of social media, especially TikTok, can have negative impacts on its users, such as the emergence of narcissistic tendencies. One factor contributing to the emergence of narcissistic tendencies is the lack of self-acceptance in individuals. Individuals in early adulthood are among the most active users of TikTok. At this stage, individuals explore various things to form their self-integration. One of the ways to explore oneself is through social media. The purpose of this study is to explore the relationship between self-acceptance and narcissistic tendencies among young adult women who use TikTok. The participants in this study were young adult women aged 20 to 40 who were selected using an accidental sampling method. In this study, a total of 156 participants were involved. The results of this study showed that there was a correlation or relationship between self-acceptance and narcissistic tendencies among young adult women who use TikTok (r = -0.269; p < .001). The strength of the relationship is weak and the direction is negative, indicating that the higher the self-acceptance, the lower the narcissistic tendencies. AbstrakPenggunaan media sosial khususnya TikTok dapat memiliki dampak negatif pagi penggunanya, seperti munculnya kecenderungan narsistik. Salah satu faktor dari munculnya kecenderungan narsistik adalah kurangnya penerimaan diri yang dimiliki individu. Individu pada tahap dewasa awal merupakan salah satu pengguna aktif TikTok. Pada tahapan ini, individu mencoba mengeksplorasi berbagai hal untuk membentuk integrasi dirinya. Eksplorasi diri yang dilakukan salah satunya melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan penerimaan diri dengan kecenderungan narsistik perempuan dewasa awal pengguna TikTok. Partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan dewasa awal berusia antara 20 hingga 40 tahun yang dipilih dengan menggunakan metode sampling aksidental. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 156 partisipan yang terlibat. Penelitian ini menunjukkan hasil terdapat korelasi atau hubungan penerimaan diri dengan kecenderungan narsistik pada perempuan dewasa awal pengguna TikTok (r = -0,269; p < .001). Tingkat hubungannya lemah dan arahnya negatif meenunjukkan semakin tinggi penerimaan diri maka semakin rendah kecenderungan narsistik.
Gambaran Strategi Koping pada Guru Pendamping Khusus Hanani, Media; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p449-469

Abstract

The comparison of the number of shadow teachers to children with special needs is still far from ideal. This causes pressure on shadow teachers because of the increasing number of tasks carried out which has an impact on decreasing performance, so that an appropriate strategy is needed to manage this pressure. Therefore, this study was conducted with the aim of seeing a picture of the coping strategies used by shadow teachers. This study is a qualitative study with a case study approach. The participants in this study were shadow teachers in Pekalongan City. The data collection technique used in this study was a semi-structured in-depth interview. The data analysis method used was thematic data analysis. While the data validity method in this study used participant check data validity. The results of the study found that coping strategies focused on problem solving were more widely used in dealing with stress while solving the source of the problems experienced. Meanwhile, emotional-focused coping strategies were also used side by side with problem-focused coping to help manage negative emotions from the stress experienced to help determine more effective problem-solving actions. AbstrakPerbandingan jumlah guru pendamping khusus dengan anak berkebutuhan khusus masih jauh dari ideal. Hal tersebut menimbulkan tekanan bagi guru pendamping khusus karena semakin banyaknya tugas yang dilakukan hingga berdampak pada menurunnya kinerja, sehingga diperlukan strategi yang sesuai dalam mengelola tekanan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaran strategi koping yang digunakan pada guru pendamping khusus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian ini merupakan guru pendamping khusus di Kota Pekalongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam semi terstruktur. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah analisis data tematik. Sedangkan metode validitas data dalam penelitian ini menggunakan validitas data cek partisipan. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa strategi koping berfokus penyelesaian masalah lebih banyak digunakan dalam mengatasi tekanan sekaligus menyelesaikan sumber permasalahan yang dialami. Sementara strategi koping berfokus emosi juga digunakan berdampingan dengan koping berfokus penyelesaian masalah untuk membantu mengelola emosi negatif dari tekanan yang dialami sehingga membantu menentukan tindakan penyelesaian masalah secara lebih efektif.
Penyusunan Instrumen Tes Prestasi Mata Pelajaran Matematika Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Wanesti, Nabilah Silvania; Setiawan, Roni; Sabaro, Rosyida Maya; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p539-544

Abstract

Academic achievement tests are important instruments to measure a person's academic success. The purpose of this study was to determine the development of mathematics achievement tests for grade V elementary school. The respondents of this study were fifth-grade students of public elementary schools in Malang City. The data analysis method was carried out by conducting distractor analysis on the Jamovi 2.4.11 program to assess the question items and the performance of wrong and correct answers in multiple-choice questions. The reliability test was carried out by reliability analysis with Cronbach's ???? scale in the Jamovi 2.4.11 program. The validity evidence through expert judgment by 3 grade 5 elementary school teachers in Malang City. The results of this study indicate that the characteristics of the mathematics test in the category of item difficulty levels in percentage terms are dominant, and the items of the triggers are quite effective. The reliability of the instrument developed has a high level based on Cronbach's analysis of 0.74 and McDonalds analysis of 0.75. AbstrakTes prestasi akademik menjadi instrumen penting untuk mengukur keberhasilan akademik seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan tes prestasi matematika kelas V SD. Responden dari penelitian ini adalah 92 siswa kelas lima sekolah dasar (SD) negeri di Kota Malang. Metode analisis data dilakukan dengan melakukan distractor analysis pada program Jamovi 2.4.11 untuk menilai aitem soal dan kinerja jawaban yang salah dan benar dalam soal pilihan ganda. Uji reliabilitas dilakukan dengan analisis reliabilitas dengan skala Cronbach’s ???? pada program Jamovi 2.4.11. Bukti validitas melalui expert judgement oleh 3 orang guru SD kelas 5 di Kota Malang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik tes Matematika pada kategori tingkat kesulitan butir dalam persentase adalah dominan butir pengecoh cukup efektif. Reliabilitas instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat yang tinggi berdasarkan pada analisis Cronbach sebesar 0,74 dan analisis McDonalds sebesar 0,75.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Tenaga Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kota X Miranda, Aurelia; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p199-211

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of the psychological well-being of healthcare workers in the X City Correctional Institution. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach; the interviews used are semi-structured and conducted with five participants who have worked for more than 5 years. The study is guided by Ryff's six dimensions of psychological well-being. Thematic data analysis and member checks ensure validity. The results of the analysis show that optimal psychological well-being of health workers is reflected in a positive attitude towards themselves and their work, opportunities for self-development, meaning of work, and harmonious relationships. Conversely, suboptimal psychological well-being is characterized by negative views, job discomfort, limited development opportunities, career ambiguity, poor interpersonal relationships, lack of autonomy, and difficulty managing patient burden and interactions. In conclusion, the psychological well-being of health workers in correctional institutions is influenced by the complex interaction of individual characteristics, work environment, self-development, interpersonal relationships, training programs, and adequate resource support. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kota X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan lima partisipan yang telah bekerja lebih dari 5 tahun. Penelitian ini berpedoman pada enam dimensi kesejahteraan psikologis Ryff. Analisis data dengan analisis tematik dan member check memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan yang optimal tercermin dari sikap positif terhadap diri dan pekerjaan, peluang pengembangan diri, makna kerja, serta hubungan harmonis. Sebaliknya, kesejahteraan psikologis yang kurang optimal ditandai dengan pandangan negatif, ketidaknyamanan kerja, kesempatan pengembangan terbatas, ketidakjelasan karir, hubungan interpersonal buruk, kurangnya otonomi, kesulitan mengelola beban, dan interaksi pasien. Dapat disimpulkan bahwa Kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara karakteristik individu, lingkungan kerja, peluang pengembangan diri, hubungan interpersonal, serta program pelatihan dan dukungan sumber daya yang memadai. Faktor-faktor tersebut secara kolektif berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan.