Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan Dayu Soraya; Nur Eva; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.339 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p55-62

Abstract

Abstract: The purpose of the present study was to find out moral development difference by considering the types of parenting style on adolescents of class XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Research data were obtained from (a) Defining Issues Test-2 contains 60 items with reliability coefficients 0,933 and (b) Scale of Parenting Style contains 35 items with reliability coefficients 0,929. The type of this research is descriptive comparative. The techniques on this research are descriptive analysis and one way anova. Based on results of the analysis of the obtained three conclusions, namely: (1) moral development of adolescents reaches stage 4 or sosial order orientation, (2) parenting style the most are neglectful and authoritative, and (3) there is difference moral development based on parenting style on adolescent. Keywords: moral development, parenting style, adolescent Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan moral ditinjau dari pola asuh orang tua pada remaja kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Data diperoleh melalui (a) Skala Defining Issues Test-2 yang berisi 60 butir aitem dengan reliabilitas sebesar 0,933 dan (b) Skala pola asuh orang tua yang berisi 35 butir aitem dengan reliabilitas sebesar 0,929. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis varians satu jalur. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 kesimpulan, yaitu (1) perkembangan moral remaja mencapai tahap 4 atau orientasi keteraturan dan otoritas, (2) pola asuh orang tua sebagian besar mengabaikan dan otoritatf, dan (3) ada perbedaan perkembangan moral remaja ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Kata kunci: perkembangan moral, pola asuh orang tua, remaja.
Hardiness sebagai prediktor kebahagiaan pada mahasiswa olahragawan di Universitas Negeri Malang Ersa Septi Erianti; Nur Eva; Pravissi Shanti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.51 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p83-93

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation between emotion regulation with teaching motivation for special needs teachers at Malang. This research uses quantitative approach with descriptive and correlational design. Special needs teachers involved are 70 people. The study population was 138 with a sample size of 30 or 22 percent of the total population. The sampling technique used is simple random sampling. The research instrument is a likert scale of emotional regulation with validity coefficient value from 0.321 to 0.673 and reliability coefficient of 0.902 and likert motivation scale of teaching with validity coefficient of moving from 0.310 to 0.763 and reliability coefficient of 0.935. The results showed that special needs teachers in Malang have a high emotional regulation of 53 percent and also a high motivation to teach of 51 percent . There is a positive relationship between emotional regulation and motivation to teach, the correlation rate of r equal 0.450, significance 0.000 and p smaller than 0.05. While the effective contribution of emotion regulation on teaching motivation is 20.3 percent , it means that there are 79,7 percent other variables that can influence teaching motivation besides emotion regulation. Keywords: emotional regulation; teaching motivation; special needs teachers Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan motivasi mengajar pada guru sekolah luar biasa di kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Guru sekolah luar biasa yang terlibat sebanyak 70 orang. Populasi penelitian sebanyak 138 dengan jumlah sampel 30 atau 22 persen dari jumlah populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala likert regulasi emosi dengan nilai koefisien validitas bergerak dari 0,321 sampai dengan 0,673 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,902 kemudian skala likert motivasi mengajar dengan nilai koefisien validitas bergerak dari 0,310 sampai dengan 0,763 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,935. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah luar biasa di kota Malang memiliki regulasi emosi yang tinggi yakni 53 persen dan juga motivasi mengajar yang tinggi yakni 51 persen . Terdapat hubungan positif antara regulasi emosi dengan motivasi mengajar, angka korelasi sebesar r sama dengan 0,450, signifikansi 0,000 dan p lebih kecil 0,05. Sedangkan sumbangan efektif regulasi emosi pada motivasi mengajar sebesar 20,3 persen, artinya terdapat 79,7 persen variabel lain yang dapat mempengaruhi motivasi mengajar selain regulasi emosi. Kata kunci: regulasi emosi; motivasi mengajar; guru sekolah luar biasa
Mekanisme Pertahanan Ego Anggota Punk dalam Menghadapi Prasangka Sosial Izzul Jinan Isna Alluza; Fattah Hanurawan; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.465 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i22021p106-113

Abstract

Abstract: The method used in this study is qualitative research with phenomenological research types. Data collection tools in this study were interviews and open questionnaires. Type checking the validity of the data in this study using interpretative validation. Results of the research are the ego defense mechanisms used by research subjects in the face of social prejudice. There are 3 categories and 5 types of ego defense mechanisms. The third category is the primitive ego defense mechanism, less primitive ego defense mechanisms, and the mature ego defense mechanisms. In the category of primitive ego defense mechanisms, there is one kind of ego defense mechanism of the type of regression. While less primitive, there are two types of ego defense mechanisms, namely repression and displacement. And in the adult category there are two types of ego defense mechanisms, namely sublimation and assertiveness. Keywords: ego defense mechanisms; social prejudice Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pertahanan ego apa yang diterapkan anggota kelompok punk di ITN dalam menghadapi prasangka sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner terbuka. Pengecekan keabsahan data menggunakan validasi interpretatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh subjek penelitian dalam menghadapi prasangka sosial yakni: a. Mekanisme pertahanan ego primitif yaitu mekanisme pertahanan ego jenis regresi, b. Mekanisme pertahanan ego kurang primitif yang meliputi represi dan displacement, c. Mekanisme pertahanan ego dewasa meliputi mekanisme pertahanan ego sublimasi dan assertiveness. Kata kunci: mekanisme pertahanan ego; prasangka sosial
Pengaruh Musik Pengiring Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pabrik Raya Konveksi Lale Narasanti Ayu Andani; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.766 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i22021p114-119

Abstract

Abstract: This study aims to determine whether there is an influence of work accompaniment music to increase employee work productivity at the Raya Konveksi factory in Sukun Kota Malang. This study uses a quantitative approach, with an experimental research design. The study population was the total number of employees at the Raya Konveksi factory in Sukun Kota Malang totaling 40 people and using a purposive sampling technique, with the criteria of employees whose work results can be calculated quantitatively within a certain time. Hypothesis testing uses the Mann-Whitney difference test by using a gain score of the total output produced by employees before and after treatment and produces a p-value of 0.000 < 0.05. So work accompaniment music influences increasing the work productivity of employees at the Raya Konveksi factory. Keywords: work accompaniment music; work productivity; employee convection Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari musik pengiring kerja untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada pabrik Raya Konveksi di Sukun Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian eksperimen. Populasi penelitian merupakan jumlah seluruh karyawan di pabrik Raya Konveksi di Sukun Kota Malang berjumlah 40 orang dan menggunakan teknik sampling purposive sampling, dengan kriteria karyawan yang hasil kerjanya dapat dihitung secara kuantitatif dalam waktu tertentu. Uji hipotesis menggunakan uji beda Mann-Whitney dengan menggunakan gain score dari jumlah output yang dihasilkan karyawan pada saat sebelum dan sesudah treatment, dan menghasilkan p-value 0,000 < 0,05. Jadi musik pengiring kerja memiliki pengaruh dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada pabrik Raya Konveksi. Kata kunci: Musik pengiring kerja; produktivitas kerja; karyawan konveksi
Perbedaan Kepuasan Pernikahan antara Suami dan Istri Ditinjau dari Pengungkapan Diri dan Cinta Chusnul Rif’atin; Nur Eva; Pravissi Shanti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.065 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i42021p295-301

Abstract

The purposes of this result are to explain 1) marital satisfaction distinction between husband and wife observed from self-disclosure, 2) marital satisfaction distinction between husband and wife observed from love, and 3) marital satisfaction distinction between husband and wife observed from self-disclosure and love. This research has 100 subjects amounted of 50 husband and wife equally who lived in Malang. The result shows 1) there is no marital satisfaction distinction between husband and wife observed from self-disclosure, 2) marital satisfaction distinction is not found between husband and wife observed from love, and 3) marital satisfaction of husband and wife are equivale although observed from self-disclosure and love. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan 1) perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri, 2) perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari cinta dan 3) perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri dan cinta. Subyek penelitian berjumlah 100 orang terdiri dari 50 suami dan 50 istri di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri, 2) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari cinta dan 3) tidak ada perbedaan kepuasan pernikahan antara suami dan istri ditinjau dari pengungkapan diri dan cinta.
Religiusitas Sebagai Prediktor Perilaku Hedonik pada Anak Punk di Kota Malang Taju Bahaduri; Tutut Chusniyah; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.159 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p332-337

Abstract

The purpose of this study was to determine religiosity as a predictor of hedonic behavior on punk in the Malang City. This research is quantitative research using descriptive causality and regression analysis. The sampling technique in this study uses an accidental sampling technique with the number of research subjects amounting to 60 Punk in the Malang City. Data collection uses a scale of religiosity with reliability of 0.877 and scale of hedonic behavior with reliability of 0.860. The results of this study indicate that as many as 60 percent of Punk in Malang have low religiosity and 52 percent of Punk in Malang City have high hedonic behavior. Regression test results show that religiosity is a predictor of hedonic behavior of hedonic behavior with an R value of 0.371. The contribution of religiosity was 0.138 (13.8 percent) which showed that the effect of religiosity on the emergence of hedonic behavior on Punk in Malang City was 13.8 percent. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui religiusitas sebagai prediktor perilaku hedonik pada anak Punk di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analisis deskriptif kausalitas. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik acidental sampling dengan jumlah subjek penelitian sebesar 60 anak Punk di Kota Malang. Pengumpulan data menggunakan skala religiusitas dengan reliabilitas 0,877 dan skala perilaku hedonik dengan reliabilitas 0,860. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen anak Punk di Kota Malang memiliki religiusitas yang rendah dan 52 persen anak Punk di Kota Malang memiliki perilaku hedonik yang tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan religiusitas merupakan prediktor perilaku hedonik perilaku hedonik dengan nilai korelasi sebesar 0,371. Nilai kontribusi dari religiusitas sebesar 0,138 (13,8 persen) yang menunjukkan bahwa pengaruh religiusitas terhadap kemunculan perilaku hedonik pada anak Punk di Kota Malang sebesar 13,8 persen.
Perbedaan Kecemasan Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Menyusun Skripsi Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua Tajwidatul Hijaziyah; Nur Eva; Farah Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.832 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p404-411

Abstract

This research aimed to figure out about anxiety differences of students viewed from their parental styles. In addition, this research is also aimed to describe anxiety level of students of Universitas Negeri Malang who compile their thesis viewed from their parental styles. By alpha Cronbach reliability test, anxiety scale got p equal 0,885 and parental styles scale got p equal 0,956, which is p bigger than 0,05 it means that the instruments was appropriate for use. The analysis employed was descriptive and comparative with one-way anova analyzes. Descriptive analyze resulted from 119 subjects shows that 11 students (9.24 percent) have very high anxiety level; 41 students (34.25 percent) at high level; 28 students (25.53 percent) at mid-level; 33 students (23.53 percent) at low level and 6 students (5.04 percent) at very low level. The comparative analysis results with One-way anova obtain a significance value of 0.000 (p less than 0.05). It means there are anxiety differences of students in universitas negeri Malang who compiled thesis viewed from their parental styles. The analysis results generate conclusion that there are anxiety differences of students in universitas negeri Malang who compiled thesis viewed from their parental styles. Students who endured permissive and authoritarian parental styles from their parents have higher degree of anxiety compared to the democratic one while they are working on their thesis. Further researchers are recommended to apply qualitative approach to find more correlations between parental styles and anxiety holistically. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan yang ditinjau dari pola asuh orang tua pada mahasiswa. Selain itu penelitian ini juga untuk menggambarkan tingkat kecemasan mahasisswa yang menyusun skripsi di universitas negeri malang ditinjau dari pola asuh. Berdasarkan uji reliabilitas alpha cronbach didapatkan nilai p dari skala kecemasan 0,885 dan skala pola asuh orang tua 0,956, dimana p lebih besar dari 0,05 yang berarti skala tersebut layak digunakan. Penelitian kuantitatif berjenis deskriptif komparatif dengan analisis varians satu jalur (one-way anova). Hasil analisis deskriptif menunjukkan kecemasan kategori sangat tinggi sebanyak 11 orang (9,24 persen), kategori tinggi 41 orang (34,25 persen), kategori cukup 28 orang (25,53 persen), kategori rendah 33 orang (23,53) dan kategori sangat rendah 6 orang (5,04 persen). Analisis varian satu jalur menunjukkan nilai p sama dengan 0,000 kurang dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan kecemasan pada mahasiswa yang menyusun skripsi yang menerima pola asuh permisif, otoriter dan demokratis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan kecemasan pada mahasiswa yang menyusun skripsi apabila ditinjau dari pola asuh orang tua. Mahasiswa yang menerima pola asuh permisif dan otoriter memiliki kecemasan yang lebih tinggi selama proses menyusun skripsi daripada mahasiswa yang menerima pola asuh demokratis. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat melakukan penelitian dengan metode kualitatif sehingga dapat menggali informasi tentang keterkaitan pola asuh dan kecemasan lebih mendalam dan menyeluruh.
Penyesuaian Sosial Mahasiswa Baru Tahun 2016 dari Daerah Indonesia Bagian Timur Annida Dahrul; Nur Eva; Ike Dwiastuti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.858 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i62021p441-440

Abstract

This study aims to understand how aspects, factors, characteristics and impacts social adjustments that occur in new students from the eastern Indonesian region. Social adjustment is seen from how the social adjustment is done and the factors that influence it. Subjects in this study were three new students’ class 2016 who are in the developmental stages of adolescents who are taking courses at the State University of Malang. Data collection tools ware in depth interviews which is related to social adjustment and influencing factors. Sampling technique was purposive sampling. Data analysis technique was performed using thematic analysis (Themes Analysis), namely: data processing, categorizing data, and interpretation of data. Checking the validity of the data using interpretive. The results showed that the social adjustment of new students from Eastern Indonesia is influenced by several factors both from the old environment of the subject and the methods applied subjects while in the new environment. The three subjects admitted that they still have difficulty in adjusting to new environment in terms of language, culture, customs, and different characters. Therefore, the three subjects are still in the learning stages to better adapt themselves in the new environment. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana aspek-aspek, faktor-faktor, ciri-ciri dan dampak penyesuaian sosial yang terjadi pada mahasiswa baru dari daerah Indonesia bagian timur. Penyesuaian sosial tersebut dilihat dari bagaimana cara penyesuaian sosial dilakukan dan faktor yang mempengaruhinya.Subjek pada penelitian ini adalah tiga mahasiswa baru angkatan 2016 yang berada pada tahapan perkembangan remaja yang sedang menempuh perkuliahan di Universitas Negeri Malang. Cara pengumpul data adalah wawancara mendalam (in depth interview) terkait bagaimana cara penyesuaian sosial dan faktor yang mempengaruhinya. Teknik pengambilan sampel dengan (sampling purposive). Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik (Themes Analysis) yaitu : pemrosesan data, mengkategorikan data, dan penafsiran data. Pengecekan keabsahan data menggunakan interpretif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian sosial mahasiswa baru dari Indonesia bagian Timur dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari lingkungan lama subjek maupun metode yang diterapkan subjek saat berada di lingkungan baru. Ketiga subjek mengaku masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru baik dari segi bahasa, budaya, kebiasaan dan karakter yang berbeda. Oleh karena itu ketiga subjek masih berada dalam tahapan pembelajaran agar dapat menyesuaikan diri secara lebih baik di lingkungan baru.
WECHSLER ADULT INTELLIGENCE SCALE Nazira Dyah Maharani; Nur Azizah Maulidyah A.R; Nurul Azizah Maghfiroh; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.906 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p32-37

Abstract

Abstract: Measurement of psychological attributes in the form of intelligence or personality is still the most important thing in psychological tests. One of the initial problems that underlie the development of psychological tests is how to identify people who are mentally retarded. Psychological test tools can not be separated from its function which is to measure the psychological condition of the individual. The emergence of intelligence test tools, one of which is the Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) which is used to obtain IQ for adolescents who have above average functions and also determine cognitive function for adults. The method used by the author in this article is a literature study used to find data Keywords: WAIS; Weschler; Intelligence; Adult. Abstrak: Pengukuran atribut psikologis berupa intelegensi atau kepribadian masih menjadi hal yang paling utama dalam tes psikologi. Salah satu masalah awal yang mendasari tumbuhnya tes-tes psikologi adalah bagaimana cara mengidentifikasi orang yang mengalami keterbelakangan mental. Alat tes psikologi tidak lepas dari fungsinya yang dimana untuk mengukur kondisi psikologis dari individu. Munculnya alat tes intelegensi yang salah satunya adalah Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) yang digunakan digunakan untuk memperoleh IQ bagi remaja yang memiliki fungsi di atas rata-rata dan juga menentukan fungsi kognitif bagi orang dewasa. Metode yang digunakan oleh penulis di dalam artikel ini merupakan studi literatur yang digunakan untuk mencari data Kata kunci WAIS; Weschler; Intelegensi; Dewasa
LITERATURE REVIEW: PENGAPLIKASIAN 16 PERSONALITY FACTOR DALAM REKRUTMEN Ajeng Eka; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.925 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p38-42

Abstract

Abstract: A company or organization in recruiting prospective employees must choose employees who have the same goals as the company and choose prospective employees who have good performance in the company. In a previous study entitled to conclude that employee performance is influenced by positive attitudes and personality of employees by 32.99% while 67.01% is caused by other factors not examined. This shows that there is a positive influence of attitude and personality on employee performance. For this reason, it is necessary to hold a personality test to predict employee performance in the future. One of the personality tests, namely the 16 personality factor test, is a personality test developed by Raymond Cattell. This test is composed of 16 structured personality factors. So that researchers will examine whether the application of 16 PF has valid results in employee recruitment and explain how 16 PF can predict personality. In researchers using the literature review method from this study it is stated that 16 PF can predict personality to choose prospective employees in the company appropriately Keywords: recruitment, personality, 16 PF, performance, employees. Abstrak: Suatu perusahaan atau organisasi dalam melakukan rekrutmen calon karyawan haruslah memilih karyawan yang memiliki tujuan yang sama dengan perusahan dan memilih calon karyawan yang memiliki kinerja yang baik dalam perusahaan tersebut. Pada Penelitian sebelumnya berjudul menyimpulkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh sikap dan kepribadian positif pegawai sebesar 32,99 % Sedangkan 67,01 % disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dari sikap dan kepribadian terhadap kinerja karyawan.Untuk itu perlu diadakan tes kepribadian guna memprediksi kinerja karyawan di masa depan. Salah satu tes kepribadian yaitu tes 16 personality factor merupakan tes kepribadian yang dikembangkan oleh Raymond Cattell. Tes ini disusun 16 faktor kepribadian yang terstruktur. Sehingga peneliti akan mengkaji apakah pengaplikasian 16 PF memiliki hasil valid dalam rekrutmen karyawan dan menjelaskan bagaimana 16 PF dapat memprediksi kepribadian. Dalam peneliti menggunakan metode literature review dari penelitian ini dinyatakan bahwa 16 PF dapat memprediksi kepribadian untuk memilih calon karyawan yang di perusahaan dengan tepat. Kata kunci rekrutmen, kepribadiaan, 16 PF , karyawan