Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Alpukat di Desa Pempatan Bali melalui Inovasi Tongkat Panen Teleskopik Cerdas dan Sistem Monitoring Digital Kumara, I Made Surya; Pradnya Dana, Gde Wikan; Setianingsih, Ni Luh Putu Putri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1733

Abstract

Pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, khususnya di negara agraris seperti Indonesia. Salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi adalah alpukat, yang di Bali banyak dibudidayakan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Desa ini dikenal sebagai sentra produksi alpukat dengan hasil melimpah, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti metode panen tradisional yang berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja, terdapatnya tingkat kerusakan buah akibat jatuh, serta ketiadaan sistem pencatatan digital yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan petani melalui penerapan inovasi tongkat panen teleskopik cerdas dan sistem monitoring panen berbasis web. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan metode pre-test dan post-test terhadap 16 kelompok tani. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pada aspek produksi, ditandai dengan percepatan waktu panen (56,2% responden menilai panen menjadi jauh lebih cepat), penurunan tingkat kesulitan (68,8% menyatakan cukup mudah dan 31,2% sangat mudah), serta berkurangnya kerusakan buah (87,5% responden melaporkan kerusakan sangat berkurang). Pada aspek manajemen, terjadi peningkatan kemampuan pencatatan digital, dengan 50% responden mulai mandiri atau dengan sedikit bantuan, serta penguatan persepsi manfaat pencatatan untuk akuntabilitas usaha tani. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi panen mampu meningkatkan efisiensi, kualitas hasil, dan tata kelola produksi alpukat.
Inovasi Digital Melalui Pengembangan Website Desa Adat Untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan Di Desa Adat Sibetan Dana, Gde Wikan Pradnya; Darma, I Gede Wira; Wahyuni, Putu Ika
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.930

Abstract

Desa Adat Sibetan memiliki potensi pariwisata yang signifikan sebagai sentra salak terbesar di Bali, namun pengembangannya terhambat oleh keterbatasan strategi promosi digital. Menjawab tantangan tersebut, program pengabdian ini mengimplementasikan inovasi digital melalui pengembangan sebuah website yang berfungsi sebagai model strategis untuk mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan menerapkan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, program diawali dengan analisis SWOT secara kolaboratif untuk memetakan potensi dan tantangan desa. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi landasan fundamental dalam merancang dan mengembangkan website menggunakan Metode Agile yang fleksibel. Hasil utama dari program ini adalah terciptanya sebuah website resmi yang fungsional dan responsif, yang berfungsi sebagai etalase virtual untuk mempromosikan seluruh aset unggulan desa secara terintegrasi. Secara krusial, efektivitas program alih pengetahuan kepada masyarakat telah divalidasi secara empiris. Hasil Uji t Berpasangan (Paired Samples t-Test) mengonfirmasi adanya peningkatan kapasitas digital peserta yang signifikan secara statistik (p < 0.001) setelah mengikuti pelatihan.
Variasi Penyimpangan Bangunan Toko di Jalan Wr. Supratman Denpasar Bali Ayu Dwinita Yoga Saraswati, Ida; Wikan Pradnya Dana, Gde; Runa, I Wayan; Parwata, I Wayan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i8.292

Abstract

Kota Denpasar memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan urban heritage tourism. Sebagai kota dengan sejarah yang cukup panjang, Kota Denpasar memiliki koleksi bangunan-bangunan tua berupa Pura dan Bangunan kuno berarsitektur Bali yang dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Badung. Kota Denpasar memiliki keunikan dibandingkan dengan kota lainnya yaitu nuansa budaya dari aktivitas keseharian masyarakat kota, begitupula citra arsitektur Kota Denpasar yang khas (peciren bebadungan). Arsitektur langgam Denpasar atau lebih dikenal dengan peciren bebadungan. Dalam prakteknya, ALD masih tenggelam akan hegemoni Arsitektur Tradisional Bali (ATB). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fasade (bentuk dan ornamen) bangunan toko di Jl. WR. Supratman dikaitkan dengan peraturan walikota Denpasar dan menentukan presentase perubahan bentuk model bangunan di JL. WR. Supratman sesuai dengan peraturan walikota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filsafat positivisme, digunakan dalam meneliti sampel dan populasi penelitian, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara acak atau random sampling, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yang dipakai, analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif dan bisa diukur dengan tujuan untuk menguji hipotesa yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa dari 4 (0,7%) sampel bangunan toko yang didapatkan yaitu bangunan toko yang terbangun setelah tahun 2010 (tahun terbit peraturan walikota Denpasar) dan terdapat penyimpangan pada bangunannya. Sebanyak 3 (75%) yang menyimpang dilihat dari segi indikator perwali dan 1 (25%) yang sudah mengikuti aturan perwali.
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PURA PEJENENGAN DADIA TEBEN DAYANG, DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KAB. KARANGASEM Wiranata, I Made Kusuma; Agung Yujana, Cokorda; Pradnya Dana, Gde Wikan
Jurnal Abdi Daya 11-20
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.11-20

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada peningkatan infrastruktur drainase di Pura Pejenengan Dadia Teben Dayang, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Wilayah ini menghadapi masalah genangan air, erosi tanah, dan pengelolaan air hujan yang tidak optimal akibat curah hujan tinggi dan permeabilitas tanah rendah, yang mengganggu aktivitas keagamaan dan kenyamanan masyarakat. Solusi utama adalah penerapan teknologi biopori, lubang resapan vertikal berbahan pipa PVC berdiameter 150 mm dengan lubang-lubang untuk meningkatkan infiltrasi air, mengurangi genangan, mencegah erosi, dan memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk. Kegiatan meliputi survei awal, pengukuran, penyelidikan tanah, analisis data, desain titik biopori dan drainase, serta pemasangan bersama masyarakat. Hasil menunjukkan Kebutuhan Biopori pada lahan Pura ini yaitu 24 Buah dan akan dipasang 20 buah biopori dengan diameter 150 mm dengan dalam 1 meter, selain itu juga dikombinasikan dengan rekomendasikan titik pembuatan saluran drainase untuk memperecepat keluarnya limpasan air hujan di area pura. Program ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan, kelestarian pura, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan. Rencana lanjutan: monitoring efektivitas dan ekspansi ke lokasi serupa.
Analisis Komparatif Unjuk Kerja Model Vision Transformers Dengan ConvNeXt Dalam Rekognisi Citra Warangka Keris Bali Ni Putu Widya Yuniari; Gde Wikan Pradnya Dana; I Gede Wira Darma
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 21, No 2 (2025): Agustus
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v21i2.2987

Abstract

The application of attention mechanisms in image recognition has emerged as a new paradigm in computer vision, serving as a foundational approach in generative AI. Two state-of-the-art models frequently referenced in recent studies are Vision Transformers (ViT), introduced by Google, and ConvNeXt, developed by Meta (Facebook) AI Research. However, their application in recognizing local cultural imagery, such as the warangka (sheath) of the Balinese keris, remains highly limited. The urgency of this study lies in evaluating the effectiveness of AI models in supporting technology-based cultural preservation. This study aims to compare the unjuk kerjance of these two models in handling the classification and recognition of warangka keris (Balinese kris sheaths). The methodology involves data augmentation, feature extraction, patch processing (for ViT), model construction, evaluation, and image recognition analysis using Grad-CAM. The dataset comprises a combination of primary and secondary sources. Primary data were collected through field visits to kris-making workshops in Bali, while secondary data were obtained from previous studies. The kris sheath image classes used in this study include: 'Sesrengatan', 'Kojongan', 'Batun Poh', 'Kekandikan', and 'Beblatungan'. The study successfully developed image classification models, achieving an accuracy of 82% with the ViT model and 97% with the ConvNeXt model. The recognition process effectively highlighted the most significant regions of each image, providing valuable insight for future generative AI research.Keywords: Attention, ConvNeXt, Keris Bali, Vision Transformers AbstrakPenerapan attention dalam rekognisi citra menjadi pendekatan baru dalam pengenalan gambar dan berpotensi menjadi benchmark dalam pengembangan kecerdasan buatan generatif. Dua model terkini yang banyak diteliti adalah Vision Transformers (ViT) dari Google dan ConvNeXt dari Meta AI. Namun, penerapan keduanya dalam pengenalan citra budaya lokal seperti warangka keris Bali masih sangat terbatas. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya mengevaluasi efektivitas model kecerdasan buatan dalam mendukung pelestarian budaya berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa ViT dan ConvNeXt dalam klasifikasi serta rekognisi citra warangka keris Bali. Metode yang digunakan meliputi augmentasi data, ekstraksi fitur, proses patching (untuk ViT), pembuatan model, pengujian, serta analisis grad cam. Data yang digunakan merupakan gabungan data primer (hasil kunjungan ke workshop pembuatan keris Bali) dan data sekunder dari berbagai sumber. Citra keris yang digunakan antara lain: ‘Sesrengatan’, ‘Kojongan’, ‘Batun Poh’, ‘Kekandikan’, dan ‘Beblatungan’. Hasil menunjukkan akurasi 82% (ViT) dan 97% (ConvNeXt), serta bagian penting citra berhasil dikenali sebagai benchmark generatif.Kata kunci: Attention; ConvNeXt; Keris Bali; Vision Transformers
Analisis Unjuk Kerja Klasifikasi Citra Motif Kain Bali Menggunakan Model Inception Dan EfficientNet Ni Putu Widya Yuniari; I Made Surya Kumara; I Kadek Agus Wahyu Raharja; Gde Wikan Pradnya Dana; I Gede Wira Darma; I Made Adi Bhaskara
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 21, No 1 (2025): Februari
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v21i1.2568

Abstract

Bali, with its rich culture and diverse symbolism reflected in the traditional fabric motifs. However, the manual recognition of Balinese fabric motifs faces challenges such as pattern complexity, similarity between motifs, and limited public knowledge. This study aims to address these challenges by using Artificial Intelligence (AI) to automate the process of accurately and efficiently identifying Bali fabric motifs. The research develops a motif recognition model for Bali fabrics using Inception V3 and EfficientNet B1 algorithms in image classification analysis. The research methodology used is experimental, starting with dataset collection, data augmentation, feature extraction, modeling, and testing. The results show that the EfficientNet model achieved an accuracy of 99% on the 25th iteration, much higher than Inception V3, which only achieved 62% accuracy. These results indicate that the EfficientNet model is more effective in recognizing and classifying Bali fabric motifs and strengthen the potential of artificial intelligence in cultural preservation.Keywords: Bali; Classification; EfficientNet; Inception; Pattern AbstrakBali, dengan kekayaan budaya yang kompleks serta beragam simbolisme. Salah satunya tercermin dalam rupa motif kain tradisional Bali. Namun, pengenalan manual motif kain Bali sering terhambat oleh tantangan seperti kerumitan pola, kesamaan antara motif, dan keterbatasan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengotomatisasi proses identifikasi motif kain Bali secara akurat dan efisien. Penelitian ini mengembangkan model pengenalan motif kain Bali dengan menggunakan algoritma Inception V3 dan EfficientNet B1 dalam analisis klasifikasi citra. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dimulai dengan pengumpulan dataset, augmentasi data, ekstraksi fitur, pemodelan, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model EfficientNet B1 mencapai akurasi 99% pada iterasi ke-25, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Inception V3 yang hanya memperoleh akurasi 62%. Hasil ini menunjukkan bahwa model EfficientNet lebih efektif dalam mengenali dan mengklasifikasikan motif kain Bali serta memperkuat potensi kecerdasan buatan dalam pelestarian budaya.Kata kunci: Bali; EfficientNet; Inception; Klasifikasi; Motif