Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Digital-Based Science Learning Innovation in Improving Generation Z Science Literacy Dana, Gde Wikan Pradnya
Scientica Education Journal Vol. 2 No. 4 (2025): SEJ-SEPTEMBER
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/e0jkbj70

Abstract

This research aims to describe the form of digital-based science learning innovation and analyze its role in improving Generation Z's science literacy. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of science teachers, generation Z students, and school principals who were purposively selected. The results showed that digital-based science learning innovation was realized through the use of e-learning platforms, virtual simulations, interactive videos, and digital project-based learning. The implementation of this learning is able to improve students' science literacy, especially in terms of concept understanding, critical thinking skills, problem solving, and information literacy. Supporting factors for success include adequate digital infrastructure, teacher readiness, and active student involvement, while barriers include limited facilities, gaps in teacher competence in technology, and potential student distraction when using gadgets. This research confirms that digital-based science learning innovation has a significant contribution in strengthening Generation Z's science literacy in the digital era.
Applying AI-Based Adaptive Assessment to Map and Enhance Science Literacy Skills in Generation Z: A Systematic Literature Review Dana, Gde Wikan Pradnya
Scientica Education Journal Vol. 2 No. 4 (2025): SEJ-SEPTEMBER
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/gekp4d85

Abstract

Science literacy is a critical 21st-century competency, yet student achievement in this area presents significant challenges globally. This gap is exacerbated by conventional assessment methods that are misaligned with the learning characteristics of the digital-native Generation Z, who expect personalized, interactive, and instantaneous feedback. This study aims to analyze and synthesize the current research landscape on the application of AI-based adaptive assessment to map and enhance the science literacy skills of Generation Z. Employing a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA framework, this study identifies existing theoretical models, platforms, evidence of effectiveness, and implementation challenges. The findings indicate that AI-based adaptive assessment platforms, such as Inq-ITS and ALEKS, effectively measure various science sub-skills and improve learning outcomes. Key features including personalization, interactivity, and immediate feedback closely align with the preferences of Generation Z, thereby enhancing student motivation and engagement. Nevertheless, implementation faces significant challenges related to infrastructure, teachers' pedagogical readiness, and crucial ethical considerations, including data privacy and algorithmic bias. This study concludes that AI-adaptive assessment holds transformative potential, yet its effective and equitable adoption requires addressing existing challenges and future research gaps.     
Pemberdayaan Petani Alpukat di Desa Pempatan Bali melalui Inovasi Tongkat Panen Teleskopik Cerdas dan Sistem Monitoring Digital Kumara, I Made Surya; Pradnya Dana, Gde Wikan; Setianingsih, Ni Luh Putu Putri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1733

Abstract

Pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, khususnya di negara agraris seperti Indonesia. Salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi adalah alpukat, yang di Bali banyak dibudidayakan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Desa ini dikenal sebagai sentra produksi alpukat dengan hasil melimpah, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti metode panen tradisional yang berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja, terdapatnya tingkat kerusakan buah akibat jatuh, serta ketiadaan sistem pencatatan digital yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan petani melalui penerapan inovasi tongkat panen teleskopik cerdas dan sistem monitoring panen berbasis web. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan metode pre-test dan post-test terhadap 16 kelompok tani. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pada aspek produksi, ditandai dengan percepatan waktu panen (56,2% responden menilai panen menjadi jauh lebih cepat), penurunan tingkat kesulitan (68,8% menyatakan cukup mudah dan 31,2% sangat mudah), serta berkurangnya kerusakan buah (87,5% responden melaporkan kerusakan sangat berkurang). Pada aspek manajemen, terjadi peningkatan kemampuan pencatatan digital, dengan 50% responden mulai mandiri atau dengan sedikit bantuan, serta penguatan persepsi manfaat pencatatan untuk akuntabilitas usaha tani. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi panen mampu meningkatkan efisiensi, kualitas hasil, dan tata kelola produksi alpukat.
Inovasi Digital Melalui Pengembangan Website Desa Adat Untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan Di Desa Adat Sibetan Dana, Gde Wikan Pradnya; Darma, I Gede Wira; Wahyuni, Putu Ika
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.930

Abstract

Desa Adat Sibetan memiliki potensi pariwisata yang signifikan sebagai sentra salak terbesar di Bali, namun pengembangannya terhambat oleh keterbatasan strategi promosi digital. Menjawab tantangan tersebut, program pengabdian ini mengimplementasikan inovasi digital melalui pengembangan sebuah website yang berfungsi sebagai model strategis untuk mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan menerapkan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, program diawali dengan analisis SWOT secara kolaboratif untuk memetakan potensi dan tantangan desa. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi landasan fundamental dalam merancang dan mengembangkan website menggunakan Metode Agile yang fleksibel. Hasil utama dari program ini adalah terciptanya sebuah website resmi yang fungsional dan responsif, yang berfungsi sebagai etalase virtual untuk mempromosikan seluruh aset unggulan desa secara terintegrasi. Secara krusial, efektivitas program alih pengetahuan kepada masyarakat telah divalidasi secara empiris. Hasil Uji t Berpasangan (Paired Samples t-Test) mengonfirmasi adanya peningkatan kapasitas digital peserta yang signifikan secara statistik (p < 0.001) setelah mengikuti pelatihan.
Variasi Penyimpangan Bangunan Toko di Jalan Wr. Supratman Denpasar Bali Ayu Dwinita Yoga Saraswati, Ida; Wikan Pradnya Dana, Gde; Runa, I Wayan; Parwata, I Wayan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i8.292

Abstract

Kota Denpasar memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan urban heritage tourism. Sebagai kota dengan sejarah yang cukup panjang, Kota Denpasar memiliki koleksi bangunan-bangunan tua berupa Pura dan Bangunan kuno berarsitektur Bali yang dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Badung. Kota Denpasar memiliki keunikan dibandingkan dengan kota lainnya yaitu nuansa budaya dari aktivitas keseharian masyarakat kota, begitupula citra arsitektur Kota Denpasar yang khas (peciren bebadungan). Arsitektur langgam Denpasar atau lebih dikenal dengan peciren bebadungan. Dalam prakteknya, ALD masih tenggelam akan hegemoni Arsitektur Tradisional Bali (ATB). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fasade (bentuk dan ornamen) bangunan toko di Jl. WR. Supratman dikaitkan dengan peraturan walikota Denpasar dan menentukan presentase perubahan bentuk model bangunan di JL. WR. Supratman sesuai dengan peraturan walikota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filsafat positivisme, digunakan dalam meneliti sampel dan populasi penelitian, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara acak atau random sampling, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yang dipakai, analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif dan bisa diukur dengan tujuan untuk menguji hipotesa yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa dari 4 (0,7%) sampel bangunan toko yang didapatkan yaitu bangunan toko yang terbangun setelah tahun 2010 (tahun terbit peraturan walikota Denpasar) dan terdapat penyimpangan pada bangunannya. Sebanyak 3 (75%) yang menyimpang dilihat dari segi indikator perwali dan 1 (25%) yang sudah mengikuti aturan perwali.
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PURA PEJENENGAN DADIA TEBEN DAYANG, DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KAB. KARANGASEM Wiranata, I Made Kusuma; Agung Yujana, Cokorda; Pradnya Dana, Gde Wikan
Jurnal Abdi Daya 11-20
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.11-20

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada peningkatan infrastruktur drainase di Pura Pejenengan Dadia Teben Dayang, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Wilayah ini menghadapi masalah genangan air, erosi tanah, dan pengelolaan air hujan yang tidak optimal akibat curah hujan tinggi dan permeabilitas tanah rendah, yang mengganggu aktivitas keagamaan dan kenyamanan masyarakat. Solusi utama adalah penerapan teknologi biopori, lubang resapan vertikal berbahan pipa PVC berdiameter 150 mm dengan lubang-lubang untuk meningkatkan infiltrasi air, mengurangi genangan, mencegah erosi, dan memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk. Kegiatan meliputi survei awal, pengukuran, penyelidikan tanah, analisis data, desain titik biopori dan drainase, serta pemasangan bersama masyarakat. Hasil menunjukkan Kebutuhan Biopori pada lahan Pura ini yaitu 24 Buah dan akan dipasang 20 buah biopori dengan diameter 150 mm dengan dalam 1 meter, selain itu juga dikombinasikan dengan rekomendasikan titik pembuatan saluran drainase untuk memperecepat keluarnya limpasan air hujan di area pura. Program ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan, kelestarian pura, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan. Rencana lanjutan: monitoring efektivitas dan ekspansi ke lokasi serupa.