Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Keselamatan Kesehatan Kerja Menggunakan Pestisida bagi Petani Hortikultura Kabupaten Lampung Barat Mei Ahyanti; Prayudhy Yushananta; Yetti Angraini; Iwan Sariyanto; Enro Sujito; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6582

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 155 wanita usia subur (WUS) petani hortikultura di Kabupaten Lampung Barat berkaitan dengan aktivitas enzim cholinesterase, Hb, status gizi, lamanya paparan, dan penggunaan pelindung. Sebanyak 13 petani dinyatakan keracunan dan 35 orang menderita anemia. Hasil statistik menunjukkan risiko paparan pestisida terhadap anemia sebesar 6,12 kali (95%CI=1,81 - 20,73), dan penggunaan alat pelindung sebesar 3,17 kali (95%CI=1,12 - 8,98). Paparan pestisida akan meningkatkan risiko anemia pada WUS yang bekerja pada pertanian hortikultura. Penggunaan pestisida secara sembarangan harus dinilai secara berkala dan petani harus dilatih dalam penggunaan pestisida yang aman. kegiatan pengabdian ini dikemas untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan petani, tata nilai kesehatan masyarakat akan meningkat. pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Belalau, Balik Bukit dan Sukau Kabupaten Lampung Barat pada bulan September – November 2020. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur petani hortikultura. penyuluhan dan pelatihan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani terhadap penggunaan pestisida yang aman.masyarakat memiliki kemandirian dalam bidang kesehatan yaitu perubahan mindset perilaku pengelolaan pestisida melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kata kunci: Hortikultura, Pestisida, Petani, Risiko anemia, WUS  ABSTRACT Health checks were carried out on 155 WUS horticultural farmers in West Lampung Regency related to cholinesterase enzyme activity, Hb, nutritional status, duration of exposure, and use of protectors. A total of 13 farmers were declared poisoned and 35 people suffered from anemia. Statistical results showed the risk of pesticide exposure to anemia was 6.12 times (95%CI=1.81 - 20.73), and the use of protective equipment was 3.17 times (95%CI=1.12 - 8.98). Exposure to pesticides will increase the risk of anemia in WUS who work in horticultural agriculture. Indiscriminate use of pesticides should be assessed periodically and farm workers should be trained on the safe use of pesticides. this service activity is packaged to provide the understanding and improve farmer skills, and public health values will increase. Implementation of activities in Belalau, Balik Bukit, and Sukau sub-districts, West Lampung regency in September – November 2020. The target of the activity is women of childbearing age horticultural farmers.extension and training showed increased knowledge and skills of farmers on the safe use of pesticides. the community has independence in the health sector, namely changing the mindset of pesticide management behavior through counseling and training activities. Key Word : Horticulture, risk of anemia, pesticide, farmer, WUS
Analisis Kepuasan Pasien Tes Pcr Di Laboratorium Patologi Klinik Rsud Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 Robby Dewan Tanjung; Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Dessy Hermawan; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.6850

Abstract

Robby Dewan Tanjung1, Dina Dwi Nuryani 2, Nurhalina Sari 3, Dessy Hermawan 4, Yuliati Amperaningsih5.Pasien Covid-19 masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat, baik yang baru memeriksakan dirinya maupun yang sudah sembuh dari penyakit ini. Bahkan masih banyak orang yang enggan memeriksakan dirinya karena faktor ekonomi dan stigma negatif yang diterima. masalah testing juga membingungkan, apakah mereka harus rapid tes ataukah PCR Di sisi lain, antrian ketika menunggu untuk PCR seringkali lama dan banyak yang berpikir akan tertular Covid saat menunggu. Hasil study pendahuluan kehandalan (reliability) 81%, cepat tanggap (responsiveness) 73%, kepastian (assurance) 68%, empati (empathy) 72%, kenyataan (tangibles) 77%. Tujuan Diketahui Kepuasan Pasien Tes PCR Di Laboratorium RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Subjek pada penelitian ini adalah peserta Test PCR SWAB dan perwakilan Institusi terkait yang melakukan test PCR di RSUAM. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Agustus 2021 di Laboratorium Patologi Klinik Di Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021, Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis data dengan conten analysis.Hasil: Hasil kehandalan (reliability) di dapatkan bahwa bebagian besar mengatakan tidak sesuai karena terjadi keterlambatan hasil keluar dan antrian lama, kenyaman pasien pada saat swab kurang baik, keahlian petugas baik, Hasil cepat tanggap (responsiveness) di dapatkan bahwa respon petgas kurang baik, petugas seperti terburu-buru saat pelaksanaan, tidak memberikan penjelasan jelas pada proses PCR. Hasil kepastian (assurance) di dapatkan hasil Pengetahuan petugas sudah bagus, informasi belum di sampaikan kepada peserta secara menyeluruh, kesopanan kurang. Hasil empati (empathy) di dapatkan Kepeduliaanya kurang baik. Hasil sub fokus kenyataan (tangibles) di dapatkan Fasilitas fisiknya kurang luasnya ruang tunggu, kelengkapan APD sudah baik Petugasnya memakai APD lengkap. Saran Petugas diikutkan pelatihan caring dengan melakukan upgrading pelatihan bagi staff analis agar dapat melayani klien dengan baik, sehingaa cepat tanggan atau responsive petugas tercapai. Kata Kunci : PCR, Kepuasan, covid-19
Optimalisasi Fungsi Klinik Sanitasi Solusi untuk Menurunkan Angka Penyakit Berbasis Lingkungan pada Masyarakat Perkotaan Bandar Lampung Vera Yulyani; Prima Dian Furqoni; Dina Dwi Nuryani; Imam Ahmad; Riska Depari; Endang Setiawati; Deni Ardiansyah; Dias Dumaika; Nurul Aryastuti
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.23 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1547

Abstract

The implementation of sanitation clinics at the Palapa Health Center has not been carried out optimally which is one of the causes of the environmental-based disease rate being the highest. A sanitation clinic that integrates preventive, promotive and curative services is effective in reducing the number of these diseases, therefore this community service activity is carried out. This activity aimed to optimize the function of the sanitation clinic through internal and external services at the Palapa Health Center in Bandar Lampung. The method of implementing community service uses the Planning Health Promotion approach, namely activities carried out by identifying problems, making logic models of behavior change by identifying problems through sanitation clinic activities in the building, conducting program planning by conducting visits to foster homes using an outdoor sanitation clinic approach, problem-based intervention and activity evaluation. The results of the activity illustrate that the sanitation clinic can run optimally and improve its function as seen from the number of visits that receive sanitation clinic services in the building. The head of the puskesmas, sanitarians and the community in the working area of ​​the Palapa Health Center also welcomed this activity. The implications of the activity include increasing the function of the puskesmas as a pillar of primary care and increasing student skills to contribute to efforts to improve the environment in the community. In order for this activity to be sustainable, cadres as part of the community need to be trained. ABSTRAK Pelaksanaan klinik sanitasi di Puskesmas Palapa belum dijalankan secara optimal yang menjadi salah satu penyebab angka penyakit berbasis lingkungan menduduki peringkat tertinggi. Klinik sanitasi yang mengintegrasikan pelayanan preventif, promotive dan kuratif efektif untuk menurunkan angka penyakit tersebut, oleh sebab itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi fungsi klinik sanitasi melalui pelayanan dalam dan luar gedung. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Planning Health Promotion yakni kegiatan dilakukan dengan melakukan identifikasi masalah, membuat model perubahan perilaku dengan mengidentifikasi masalah melalui kegiatan klinik sanitasi dalam gedung, melakukan perencanaan program dengan melakukan kunjungan ke rumah binaan menggunakan pendekatan klinik sanitasi luar gedung, intervensi berdasarkan masalah dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan selama 2 bulan. Kader menjadi sasaran pendampingan untuk fasilitator perubahan dan masyarakat sebagai sasaran pengguna klinik sanitasi. Hasil kegiatan menggambarkan klinik sanitasi dapat berjalan secara optimal dan meningkatkan fungsinya terlihat dari jumlah kunjungan yang mendapatkan pelayanan klinik sanitasi dalam gedung. Pimpinan puskesmas, sanitarian dan masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Palapa juga menyambut baik kegiatan ini. Implikasi kegiatan meliputi peningkatan fungsi puskesmas sebagai tonggak pelayanan primer dan ketrampilan mahasiswa juga meningkat untuk berkontribusi dalam upaya perbaikan lingkungan di masyarakat. Agar kegiatan ini berkelanjutan maka kader sebagai bagian dari masyarakat perlu untuk dilakukan pembinaan.
Penyuluhan kesehatan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) Dina Dwi Nuryani; Nurul Aryastuti; Nurhalina Sari; Echa Rafika; Eka Yuliana; Endang Setiawati; Desy Fatmawaty
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.45 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.239

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (short) than the normal standard of growth. From the results of the validation of data validation of families at risk of stunting in neighbourhood 5-16, Srengsem Village, Panjang District, Bandar Lampung, it is known that not many people know about stunting and how to prevent it. So that some of them think that their children/toddlers are shorter than their age due to genetic or hereditary factors so that they do not require further treatment. Purpose: Respondents can know, understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, namely, firstly, Public Health students explain stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program using power points and secondly after being given counseling about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program, respondents were given questions and answers about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and demonstrating the prepared Healthy Kitchen menu. Results: Respondents understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program. Conclusion: Respondents can understand stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and are expected to be able to apply it in their respective homes and in their daily food menu.   Pendahuluan: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar normal pertumbuhannya. Dari hasil verifikasi validasi data KK yang beresiko stunting yang ada di Rt 5-16 Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung diketahui bahwa belum banyak yang mengetahui stunting dan bagaimana pencegahan nya. Sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak/ balitanya lebih pendek dari usianya adalah karena faktor genetik atau keturunan sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat). Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa Kesehatan Masyarakat menjelaskan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) menggunakan power point dan kedua setelah diberikan penyuluhan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat), responden diberikan tanya jawab tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan mendemonstrasikan menu DASHAT yang telah disiapkan. Hasil: Responden memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat). Simpulan: Responden dapat memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan diharapkan dapat mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan pada menu makanan sehari-hari.
PENYULUHAN BAHAYA GADGET BAGI KESEHATAN MATA TERHADAP ANAK-ANAK DI SD N 2 LANGKAPURA Nurul Aryastuti; Rohman Daka; Nuke Indrawati; Desy Fatmawaty; Fadilah Amanda Sari; Yolandha Adinda Pratiwi; Nova Muhani; Dina Dwi Nuryani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.586-596

Abstract

Kesehatan mata sangat penting karena pengelihatan tidak dapat digantikan dengan apapun. Di Indonesia prevalensi gangguan kesehatan mata terus mengalami peningkatan sebanyak 1,5% dan tertinggi jika dibandingkan dengan negara di Asia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan  edukasi  tentang  bahaya penggunaan gadget terhadap kesehatan mata pada anak-anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah pre-test, presentasi, diskusi, tanya jawab, dan post-test. Kelompok sasarannya yaitu siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test didapatkan hasil nilai thitung dan ttabelsikap (0,594 < 2,018) disimpulkan bahwa HO diterima dan Ha ditolak. Sehingga tidak ada perbedaan rata-rata antara sikap pre test dengan post test. Pada nilai t hitung pengetahuan yaitu (3,090 > 2,018) disimpulkan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengetahuan pre test dengan post test yang artinya ada pengaruh pnyuluhan bahaya gadget bagi anak-anak terhadap kesehatan mata. Pengetahuan merupakan faktor predisposing yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Dengan adanya pengetahuan yang baik, diharapkan ada perubahan perilaku yang positif seperti mampu mengelola waktu ketika bermain gadget dan membatasi durasi penggunaan gadget.
Manajeman Pelaksanaan Dan Evaluasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) Diantika Partiwi; Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Pradana
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.433 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.59

Abstract

Sanitasi yang buruk terkait dengan penularan penyakit, memperburuk kejadian stunting dan berkontribusi pada penyebaran resistensi antimikroba. mengurangi kesejahteraan manusia, pembangunan sosial dan ekonomi.. STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemantauan dan evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Stop Buang Air Besar di Kabupaten Way Kanan Tahun 2022. Jenis penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam. Informan adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga, dan Sanitarian Puskesmas sedangkan analisis hasil dengan menggunakan content analysis/analisis isi. Hasil penelitian mendapatkan Penyelenggara Pemantauan dan Evaluasi STBM Pilar 1 pada indikator masukan/input, Kegiatan/aktivities, Hasil capaian/outcome pemantauan dan evaluasi Pilar 1 mayoritas indikator telah dilaksanakan. Indikator yang belum dilaksanakan adalah indikator Kegiatan/aktivities untuk sub indikator kegiatan studi banding. Analisis terhadap Permasalahan yang ditemui dalam STBM Pilar 1 adalah permasalahan perilaku, sarana dan prasarana (kendala tidak tersedianya alat sedot tinja sesuai dengan ketentuan program jamban layak dan jamban aman). Analisis terhadap pengembangan kapasitas Program STBM tingkat Kabupaten adalah hampir seluruh indikator pengembangan kapasitas telah dilakukan, hanya pada sub indikator Upaya peningkatan lingkungan yang kondusif belum dilakukannya implementasi komunikasi perubahan perilaku, serta masih minimnya Upaya kerjasama sinergi dengan SKPD lain (baru melakukan bekerjasama dengan dinas PU Melalui study Environmental Health Risk Assessment /EHRA). Sedangakn pada sub indikator Upaya peningkatan penyediaan sanitasi yang belum dilakukan adalah pembentukan jaringan antara pengusaha sanitasi dengan masyarakat yang dipicu terkait pemasaran. Analisis terhadap pengembangan kapasitas Program STBM tingkat Puskesmas adalah hampir seluruh indikator telah dilaknakan hanya pada pembentukan dan pengembangan pembinaan asosiasi pelaku dan produsen pasar sanitasi belum dilaksanakan, belum dibentuk jaringan antara pengusaha sanitasi dengan masyarakat yang dipicu, untuk meningkatkan kemampuan tukang untuk menjual jasa dan produk yang dihasilkan
Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Preterm di RSUD Jenderal A. Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Elsa Rizki Lilian Nofita Sari; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17654

Abstract

  Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi Persalinan preterm memberikan beberapa dampak yang cukup signifikan terhadap mortalitas, morbiditas neonatal, perkembangan anak, dan kematian ibu. Berdasarkan WHO 2021 Indonesia menempati urutan ke-5 dengan persalinan preterm terbanyak yaitu sekitar 657.700 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi persalinan preterm. Jenis penlitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal A. Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 321 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 64 dan kelompok kontrol sebanyak 128. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Pada hasil uji univariat didapatkan usia ibu yang berisiko sebanyak 15(23,4%), paritas ibu yang berisiko sebanyak 38(59,4%), jarak kehamilan yang berisiko sebanyak 45(70,3%), riwayat abortus berisiko sebanyak 12(18,8%), mengalami KPD berisiko sebanyak 23(35,9%), gemeli yang berisiko sebanyak 9(14,1%), dan tingkat pendidikan dasar sebanyak 20(31,3%) tingkat pendidikan menengah-tinggi sebanyak 44(68,8%). Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan preterm yaitu paritas p-value 0,003, jarak kehamilan ibu p-value 0,002, riwayat abortus p-value 0,011, KPD p-value 0,001, gemeli p-value 0,0001, dan tingkat pendidikan p-value 0,0001. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap persalinan preterm yaitu gemeli (OR 18,009). Ibu dengan kehamilan gemeli harus dirujuk untuk persalinan di rumah sakit guna menurunkan resiko terjadinya persalinan preterm.  
Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Farah Ulya Suryadana; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani; Nova Muhani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17659

Abstract

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi faktor risiko. Berdasarkan profil kemenkes 2021, sebanyak 1.077 kasus hipertensi dalam kehamilan dan terdapat 28% kejadian preeklampsia dalam kehamilan di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 270 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 52 dan kelompok kontrol sebanyak 103. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistic. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian preeklampsia yaitu usia ibu p-value 0,017, bb ibu hamil <0,001, riwayat penggunaan kontrasepsi p-value 0,002, paritas p-value 0,004, gravida p-value 0,025, hipertensi p-value 0,001, kehamilan berisiko p-value 0,016. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap preeklampsia yaitu riwayat pengunaan kontrasepsi (OR 12,373), Kemudian disusul oleh paritas (OR 9,118), Hipertensi (OR 5,787), Usia Ibu (OR 4,312), Kehamilan (OR 3,498), BB Ibu (OR 1,828). Saran: Untuk dapat melakukan penyuluhan di posyandu atau puskesmas atau instansi kesehatan lainnya kepada ibu dan masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode jangka panjang guna untuk menghindari terjadi nya kejadian preeklampsia pada ibu hamil
Pengaruh Mutu Layanan Tenaga Kesehatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Puskesmas Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Muhammad Fazar Sidiq Alhayat; Samino; Dina Dwi Nuryani; Dhiny Easter Yanti; Nova Muhani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.632

Abstract

Abstrak Nilai IKM Puskesmas Wanakaya tahun 2021 adalah sebesar 61,55 yang masuk dalam kategori tidak puas. Kepuasan pasien adalah keadaan senang atau bahagia yang dialami pasien selama menggunakan suatu pelayanan kesehatan. Pembentukan kualitas pelayanan kesehatan bergantung pada beberapa faktor, seperti tangible atau bukti langsung, reliability atau kehandalan petugas kesehatan, responsiveness atau daya tanggap petugas kesehatan, assurance atau jaminan tenaga kesehatan, dan empathy atau perhatian petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu layanan tenaga kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 138 pasien rawat jalan yang sudah mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan di Puskesmas Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Teknik analisis yang digunakan adalah Pearson Product Moment dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa ada pengaruh antara mutu layanan tenaga kesehatan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy dengan kepuasan pasien. Hasil uji Regresi Linear Berganda menunjukkan ada pengaruh antara mutu tenaga kesehatan (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles) secara simultan terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Saran yang dapat disampaikan hendaknya dapat mengevaluasi kembali standar waktu pelayanan yang efektif dan efisien, sehingga waktu tunggu pasien dapat lebih singkat Kata kunci: Assurance, Empathy, Reliability, Responsiveness, Tangibles
PENYULUHAN BAHAYA GADGET BAGI KESEHATAN MATA TERHADAP ANAK-ANAK DI SD N 2 LANGKAPURA Nurul Aryastuti; Rohman Daka; Nuke Indrawati; Desy Fatmawaty; Fadilah Amanda Sari; Yolandha Adinda Pratiwi; Nova Muhani; Dina Dwi Nuryani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.586-596

Abstract

Kesehatan mata sangat penting karena pengelihatan tidak dapat digantikan dengan apapun. Di Indonesia prevalensi gangguan kesehatan mata terus mengalami peningkatan sebanyak 1,5% dan tertinggi jika dibandingkan dengan negara di Asia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan  edukasi  tentang  bahaya penggunaan gadget terhadap kesehatan mata pada anak-anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah pre-test, presentasi, diskusi, tanya jawab, dan post-test. Kelompok sasarannya yaitu siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test didapatkan hasil nilai thitung dan ttabelsikap (0,594 2,018) disimpulkan bahwa HO diterima dan Ha ditolak. Sehingga tidak ada perbedaan rata-rata antara sikap pre test dengan post test. Pada nilai t hitung pengetahuan yaitu (3,090 2,018) disimpulkan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengetahuan pre test dengan post test yang artinya ada pengaruh pnyuluhan bahaya gadget bagi anak-anak terhadap kesehatan mata. Pengetahuan merupakan faktor predisposing yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Dengan adanya pengetahuan yang baik, diharapkan ada perubahan perilaku yang positif seperti mampu mengelola waktu ketika bermain gadget dan membatasi durasi penggunaan gadget.