Claim Missing Document
Check
Articles

Manajeman Pelaksanaan Dan Evaluasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) Diantika Partiwi; Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Pradana
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.433 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.59

Abstract

Sanitasi yang buruk terkait dengan penularan penyakit, memperburuk kejadian stunting dan berkontribusi pada penyebaran resistensi antimikroba. mengurangi kesejahteraan manusia, pembangunan sosial dan ekonomi.. STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemantauan dan evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Stop Buang Air Besar di Kabupaten Way Kanan Tahun 2022. Jenis penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam. Informan adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga, dan Sanitarian Puskesmas sedangkan analisis hasil dengan menggunakan content analysis/analisis isi. Hasil penelitian mendapatkan Penyelenggara Pemantauan dan Evaluasi STBM Pilar 1 pada indikator masukan/input, Kegiatan/aktivities, Hasil capaian/outcome pemantauan dan evaluasi Pilar 1 mayoritas indikator telah dilaksanakan. Indikator yang belum dilaksanakan adalah indikator Kegiatan/aktivities untuk sub indikator kegiatan studi banding. Analisis terhadap Permasalahan yang ditemui dalam STBM Pilar 1 adalah permasalahan perilaku, sarana dan prasarana (kendala tidak tersedianya alat sedot tinja sesuai dengan ketentuan program jamban layak dan jamban aman). Analisis terhadap pengembangan kapasitas Program STBM tingkat Kabupaten adalah hampir seluruh indikator pengembangan kapasitas telah dilakukan, hanya pada sub indikator Upaya peningkatan lingkungan yang kondusif belum dilakukannya implementasi komunikasi perubahan perilaku, serta masih minimnya Upaya kerjasama sinergi dengan SKPD lain (baru melakukan bekerjasama dengan dinas PU Melalui study Environmental Health Risk Assessment /EHRA). Sedangakn pada sub indikator Upaya peningkatan penyediaan sanitasi yang belum dilakukan adalah pembentukan jaringan antara pengusaha sanitasi dengan masyarakat yang dipicu terkait pemasaran. Analisis terhadap pengembangan kapasitas Program STBM tingkat Puskesmas adalah hampir seluruh indikator telah dilaknakan hanya pada pembentukan dan pengembangan pembinaan asosiasi pelaku dan produsen pasar sanitasi belum dilaksanakan, belum dibentuk jaringan antara pengusaha sanitasi dengan masyarakat yang dipicu, untuk meningkatkan kemampuan tukang untuk menjual jasa dan produk yang dihasilkan
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) Evi Mefriyanti; Wayan Aryawati; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i8.9892

Abstract

Background: Non-communicable diseases are also known as chronic diseases, they are not transmitted from person to person. Based on data from the Tulang Bawang Regency, it is known that there are 16 Public Health Centers, with the highest achievement at the Kartaharja Health Center at 85.6 percent and the lowest at the Panaragan Health Center at 16.7 percent for the Margakencana Health Center at 17.5 percent and the Daya Murni Health Center at 18.9 percent.Purpose: To find out the factors related to the utilization of Integrated Healthcare Services for Non-Communicable Diseases.Method: Quantitative with a cross-sectional approach, the research will be conducted in the Working Area of the Margakencana Health Center in West Tulang Bawang Regency which will be held in June 2021. The population in this study is the community in the Work Area of the Margakencana Health Center in West Tulang Bawang Regency who suffer from hypertension and diabetes mellitus as many as 1274 Soul, with a sample of 265 people by purposive sampling. Collecting data using questionnaires, data analysis using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate.Results: There is no relationship between education (p-value = 0.375) and access to health (p-value = 0.254). There is a relationship between perception (p-value = 0.002), occupation (p-value = 0.000), the role of health workers (p-value = 0.001), and family support (p-value = 0.013).Conclusion: There is a significant relationship among variables perception, occupation, the role of health workers, and, family support.Suggestion: It is hoped that health workers will be able to change Integrated Healthcare Services for Non-Communicable Diseases operational hours from 8 am to 8 pm so that people can carry out examinations not only at one time.Keywords: Utilization; Integrated Healthcare Services for Non-Communicable Diseases; Public Health CenterPendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) dikenal juga sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang.Berdasarkan data dari Kabupaten Tulang Bawang diketahui bahwa terdapat 16 Puskesmas, dengan pencapaian keaktifan tertinggi di Puskesmas Kartaharja sebesar 85,6 persen dan terendah di Puskesmas Panaragan sebesar 16,7 persen untuk Puskesmas Margakencana sebesar 17,5 persen dan Puskesmas Daya Murni sebesar 18.9 persen.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Margakencana Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2021.Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Margakencana Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dilaksanakan pada bulan Juni  2021. Populasi pada penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Margakencana Kabupaten Tulang Bawang Barat yang mengalami sakit hipertensi dan diabetes mellitus sebanyak 1274 Jiwa, dengan sampel sebanyak 265 orang secara purposive sampling.Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data secara univariat, bivariat (chi square) serta multivariat.Hasil: Tidak ada hubungan pendidikan (p-value = 0,375) dan akses kesehatan (p-value = 0,254). Ada hubungan Persepsi (p-value = 0,002), pekerjaan (p-value = 0,000), peran petugas kesehatan (p-value = 0,001), dukungan keluarga (p-value = 0, 013).Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi, pekerjaan, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga.Saran: Diharapkanbagi tenaga kesehatan untuk dapat mengubah jam operational posbindu dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam sehingga masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tidak hanya dalam satu waktu
Evaluasi program promosi kesehatan rumah sakit pada masa pandemi Dewi Astuti; Dina Dwi Nuryani; Nurul Aryastuti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah saki
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.131

Abstract

Pendahuluan: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Collaborating Centre for Health Promotion in Health and Health Care, menekankan agar rumah sakit melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Sejak masa pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia termasuk di Indonesia, semua pihak termasuk pemberi pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru guna memutuskan rantai penularan. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap pelaksanaan promosi kesehatan di Rumah sakit. Tujuan: Evaluasi Program PKRS Pada Masa Pandemi  RSUD dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021. Metode:  Desain penelitian yang merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 1 orang informan kunci, dan 4 orang informan pendukung (2 orang Tim PKRS, 2 orang pasien/keluarga pasien). Pengumpulan data menggunakan Triangulasi dengan metode wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu Deskripsi, Reduksi Data, Seleksi, Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan. Hasil : Didapatkan tersedianya standar penyelenggaraan PKRS standar 1 regulasi dan standar 2-6 terdapat pada program kerja tahunan PKRS RSUD dr H Abdul Moeloek. Untuk input penyelenggaraan program PKRS secara keseluruhan sudah sangat baik dimana direksi dan seluruh jajaran mempunyai komitmen yang baik yang tercermin dalam rencana operasional dan SK Dirut mengenai penetapan PKRS serta pembagian tugas unit koordinator dan sarana dna prasarana yang 85% sudah sesuai standar permenkes. Simpulan: Untuk proses penyelenggaraan program PKRS secara keseluruhan proses program PKRS sudah berjalan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku dimana tersedianya lealfet , banner, TV slide yang masih dalam kondisi baik dan layak yang terdapat pada ruang tunggu dan lobi rumah sakit dan aplikasi digital EdikaWA. Untuk output pada hasil penelitian semua bagian rumah skait merupakan promosi kesehatan dengan jumlah yang dilakukan penkes melalui wa yang terkirim sebanyak 670 orang (22,7%), sedangkan yang tidak menerima pesan sebanyak 9.090 orang (77,3%) dan dikatakan belum sesuai target. Dengan saran diharapkan untuk tim PKRS membuat rencana kerja triwulanan untuk memudahkan evaluasi dalam jangka pendek dan berkolaborasi dengan pendaftaran dalam pencantuman nomor yang aktif dan menyediakan handsanitizer untuk diarea parkir rumah sakit.
Evaluasi pelayanan posbindu penyakit tidak menular pada masa pandemi covid-19 Nova Muhani; Opsi Okta Handayani; Dina Dwi Handayani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah saki
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.136

Abstract

Pendahuluan: Transisi epidemiologi penyebab kematian di dunia 71% disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dan 22% oleh penyakit menular. Dari jumlah tersebut, hampir tiga perempat (72,3%) berasal dari penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Tujuan: evaluasiPosbindu Penyakit Tidak Menular Pelayanan(PTM) pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo. Metode: Jenis evaluasi penelitian kualitatif dengan model context, input, process, product (CIPP). Instrumen menggunakan pedoman wawancara. Analisis data dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil: Hasil evaluasi masukan dari Posbindu Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro tahun 2021 terdiri dari upaya sosialisasi yang dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait zona penyebaran covid-19, dengan exit dan RT RW sesegera mungkin memberikan pembahasan tentang tempat dan jadwal pelaksanaan posbindu serta pelaksanaan protokol kesehatan. Simpulan: hasil pelaksanaan protokol kesehatan telah dilakukan walaupun tindakan sterilisasi tempat dan peralatan secara berkala tidak timbul dari hasil wawancara dan observasi di lapangan. Jumlah kunjungan yang sebagian besar menyatakan terjadi penurunan jumlah kunjungan, target target yang tidak tercapai terutama untuk target remaja dan bapak-bapak.
Penyuluhan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Perdana; Audrey Adelita; Delima Selviyani Putri; Dinda Rachma Syarifah; Rossy Meliyana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.227

Abstract

Background: Clean and healthy living is something that people should implement in their daily lives. So health promotion efforts to the community are very important to prevent disease. One of the PHBS programs that can be carried out is Washing Your Hands with Soap. The focus of hand washing in the education sector is elementary school children, because children are an important component as carriers of change. Purpose: To provide education regarding Hand Washing with Soap (CTPS) behavior at Public Elementary School 3 Keteguhan, East Teluk Betung District, Bandar Lampung City so that students' knowledge increases. Method: Using lecture and question and answer methods. Results: Students focused on listening and actively asked questions about Hand washing Behavior with Soap (CTPS) material. Conclusion: The activity consisted of 2 activities, namely education about Hand Washing Behavior with Soap (CTPS) attended by 65 students and a question and answer session. Keywords: Hand Wash; Knowledge;  Student Pendahuluan: Hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Maka upaya promosi kesehatan kepada masyarakat sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit. Salah satu program PHBS yang dapat dilakukan adalah Cuci Tangan Pakai Sabun. Fokus cuci tangan di bidang pendidikan adalah anak – anak sekolah dasar, karena anak – anak merupakan komponen penting sebagai pembawa perubahan. Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 3 Keteguhan, KecamatanTelukBetungTimur, Kota Bandar Lampung agar pengetahuan siswa meningkat. Metode: Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil: Siswa fokus mendengarkan dan aktif bertanya mengenai materi Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Simpulan: Kegiatan terdiri dari 2 aktifitas yaitu edukasi tentang Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dihadiri sebanyak 65 siswa dan dilakukan sesi tanya jawab.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi Ica Berliana; Torry Duet Irianto; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i5.12031

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease which is one of the main causes of premature death in the world and the main cause of complications from other diseases such as heart attacks, strokes, kidney failure and blindness. The number of hypertension sufferers in the world continues to increase every year.Purpose: To analyze the factors associated with the incidence of hypertension at the outpatient ward of Pertamina Bintang Amin Hospital in 2022.Method: This type of research is quantitative research with a cross sectional research design. The study population was all outpatient hypertension patients at Pertamina Bintang Amin Hospital. The sample for this research consisted of 178 respondents. Research instrument with questionnaire. Data analysis used for univariate analysis of frequency distribution, bivariate analysis using the chi square test and multivariate analysis using multiple logistic regression.Results: This study found that univariate analysis of stage I hypertension variables was 55.1%, less physical activity was 51.7%, less consumption of fruit and vegetables was 62.4%, consumption of salty food <1 time/day was 57.9%, nutritional status ideal 58.4%, non-smokers 65.7% and bivariate p-value analysis of physical activity variables (0.000), fruit and vegetable consumption (0.000), salty food consumption (0.000), obesity (0.000), smoking (0.003). and in the multivariate analysis, the most dominant influencing factor was the physical activity variable with an exp (B) value of 9.086.Conclusion: There is a relationship between the variables physical activity, fruit and vegetable consumption, salty food consumption, nutritional status and smoking with the incidence of hypertension with a p-value < α (0.05). Physical activity is the dominant variable that influences the incidence of hypertension with a value (p-value: 0.000) and an OR value of 9.086.Suggestion: When controlling hypertension, pay attention to and avoid factors that can cause high levels of hypertension, where the most dominant factor is physical activity. So it can reduce the risk of developing further stages of hypertension. It is recommended to do sufficient physical activity, namely if vigorous activity is ≥3 days/week and MET ≥1500 or if moderate activity is ≥150 minutes for ≥5 days/week.Keywords: Hypertension; Obesity; Physical Activity; Salty Foods; Smoking Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini didunia dan penyebab utama komplikasi penyakit lainnya seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal,dan kebutaan. Jumlah penderita hipertensi didunia terus meningkat setiap tahunnya.Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di ruang rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tahun 2022. Sampel penelitian ini berjumlah 178 responden. Instrumen penelitian dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan untuk analisa univariat distribusi frekuensi, analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisa multivariate menggunakan regressi logistic ganda.Hasil: Penelitian ini didapatkan analisa univariat variabel hipertensi stadium I 55,1%, aktivitas fisik kurang 51,7%, konsumsi buah dan sayur yang kurang 62,4%, konsumsi makanan asin <1 kali/hari 57,9%, status gizi ideal 58,4%, bukan perokok 65,7% dan analisa bivariat p-value variabel aktivits fisik (0,000), konsumsi buah dan sayur (0,000), konsumsi makanan asin (0,000), obesitas (0,000), merokok (0,003). dan analisa multivariat faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah variabel aktivitas fisik dengan nilai exp (B) 9,086.Simpulan: Terdapat hubungan pada variable aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, konsumsi makanan asin, status gizi dan merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai p-value < α (0,05). Aktivitas fisik merupakan variable dominan yang mempengaruhi kejadian hipertensi dengan nilai (p-value: 0,000) dan dengan nilai OR 9,086.Saran: Dalam pengendalian hipertensi untuk dapat memperhatikan dan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan tingginya tingkat stadium hipertensi, dimana faktor yang paling dominan yaitu aktivitas fisik. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya hipertensi stadium lebih lanjut. Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik cukup yaitu jika aktivitas berat ≥3 hari/minggu dan MET ≥1500 atau jika aktivitas sedang ≥150 menit selama ≥5 hari/minggu. 
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 Eggy Lasmawati; Devita Febriani Putri; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i4.11190

Abstract

Background: Diabetes melitus (DM) is the seventh cause of death in the world. About 90 percent of DM cases are experienced by almost every country and most are classified as type 2 DM. Indonesia ranks seventh with diabetes with a population of 10.7 million. In Lampung Province, Bandar Lampung City is the second highest city for type 2 DM cases after Metro City. Prevalence of type 2 DM at Pertamina Bintang Amin Hospital reach 0.9 percent in 2019, 5.1 percent in 2020 and 6.8 percent in 2020 andoccupying the top 3 positions in outpatient wards. Risk factors Family history of DM, knowledge, nutritional status, physical activity, smoking and fruit and vegetable consumption are closely related to the incidence of type 2 DM.Purpose: To determine the factors associated with the incidence of type 2 DM in patients with internal medicine polyclinic at Pertamina Bintang Amin Hospital.Method:This type of research is a quantitative study with a cross sectional approach.The population in this study were all patients at the internal medicine clinic at Pertamina Bintang Amin Hospital. The sampling technique used ispurposive sampling.Results:The results showed that there was a significant relationship between family history of DM (p-value 0.000), knowledge (p-value 0.000), nutritional status (p-value 0.000), physical activity (p-value 0.000), and the incidence of type 2 DM. There is no significant relationship between fruit and vegetable consumption (p-value 0.186) and smoking (p-value 0.219). The variable with the most dominant influence was family history of DM with OR 21.393, followed by obesity with OR 16.3 on the incidence of type 2 DM at Pertamina Bintang Amin Hospital.Suggestion: It is recommended for people who have a family history of diabetes sufferers to check their blood sugar levels in order to prevent the occurrence of type 2 DM as early as possible.Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Factors; RelationshipsPendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab kematian  ketujuh di dunia. Sekitar 90 persen kasus DM hampir dialami oleh setiap negara dan kebanyakan tergolong DM tipe 2. Indonesia  menempati  urutan  ketujuh penderita diabetes dengan jumlah mencapai   10,7   juta   penduduk. Pada provinsi lampung, Kota Bandar Lampung merupakan kota tertinggi kedua kasus DM tipe 2 setelah Kota Metro. Prevalensi DM tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin mencapai 0,9 persen tahun 2019, 5,1 persen tahun 2020 dan 6,8 persen tahun 2020 dan  menduduki posisi 3 teratas di ruang rawat jalan. Faktor  risiko Riwayat keluarga DM, pengetahuan, status gizi, aktivitas fisik, merokok dan Konsumsi buah dan sayur erat kaitannya dengan kejadian DM tipe 2.Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 pada pasien poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.Hasil: Didapatkan hubungan yang bermakna antara riwayat DM Pada keluarga (p-value 0,000), pengetahuan (p-value 0,000), Status Gizi (p-value 0,000), aktivitas fisik (p-value 0,000), dengan kejadian DM tipe 2. Tidak ada hubungan yang bermakna antara Konsumsi Buah dan Sayur (p-value 0,186) dan merokok (p-value 0,219). Variabel yang paling dominan pengaruhnya adalah riwayat DM pada keluarga dengan OR 21,393 disusul oleh obesitas dengan OR 16,3 terhadap kejadian DM tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.Saran: Disarankan bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes hendaknya memeriksakan kadar gula darahnya agar dapat melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap kejadian DM tipe 2.
Konseling Informasi Dan Edukasi Dapatkan Gunakan Simpan Dan Buang (DAGUSIBU) Obat Dengan Benar Di Kelurahan Keteguhan Martianus Perangin Angin; Dina Dwi Nuryani; Rendiko Agung Candra Pratama; Mia Anggraeni; Rasikha Khairunnisa Roni; Rekha Yulia Agustin; Renny Aristina
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.7834

Abstract

Memberikan Edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Agar masyarakat menjadi tau, mau dan mampu mengaplikasikannya dengan baik
Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Preterm di RSUD Jenderal A. Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Elsa Rizki Lilian Nofita Sari; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17654

Abstract

  Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi Persalinan preterm memberikan beberapa dampak yang cukup signifikan terhadap mortalitas, morbiditas neonatal, perkembangan anak, dan kematian ibu. Berdasarkan WHO 2021 Indonesia menempati urutan ke-5 dengan persalinan preterm terbanyak yaitu sekitar 657.700 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi persalinan preterm. Jenis penlitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal A. Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 321 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 64 dan kelompok kontrol sebanyak 128. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Pada hasil uji univariat didapatkan usia ibu yang berisiko sebanyak 15(23,4%), paritas ibu yang berisiko sebanyak 38(59,4%), jarak kehamilan yang berisiko sebanyak 45(70,3%), riwayat abortus berisiko sebanyak 12(18,8%), mengalami KPD berisiko sebanyak 23(35,9%), gemeli yang berisiko sebanyak 9(14,1%), dan tingkat pendidikan dasar sebanyak 20(31,3%) tingkat pendidikan menengah-tinggi sebanyak 44(68,8%). Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan preterm yaitu paritas p-value 0,003, jarak kehamilan ibu p-value 0,002, riwayat abortus p-value 0,011, KPD p-value 0,001, gemeli p-value 0,0001, dan tingkat pendidikan p-value 0,0001. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap persalinan preterm yaitu gemeli (OR 18,009). Ibu dengan kehamilan gemeli harus dirujuk untuk persalinan di rumah sakit guna menurunkan resiko terjadinya persalinan preterm.  
Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Farah Ulya Suryadana; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani; Nova Muhani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17659

Abstract

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi faktor risiko. Berdasarkan profil kemenkes 2021, sebanyak 1.077 kasus hipertensi dalam kehamilan dan terdapat 28% kejadian preeklampsia dalam kehamilan di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 270 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 52 dan kelompok kontrol sebanyak 103. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistic. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian preeklampsia yaitu usia ibu p-value 0,017, bb ibu hamil <0,001, riwayat penggunaan kontrasepsi p-value 0,002, paritas p-value 0,004, gravida p-value 0,025, hipertensi p-value 0,001, kehamilan berisiko p-value 0,016. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap preeklampsia yaitu riwayat pengunaan kontrasepsi (OR 12,373), Kemudian disusul oleh paritas (OR 9,118), Hipertensi (OR 5,787), Usia Ibu (OR 4,312), Kehamilan (OR 3,498), BB Ibu (OR 1,828). Saran: Untuk dapat melakukan penyuluhan di posyandu atau puskesmas atau instansi kesehatan lainnya kepada ibu dan masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode jangka panjang guna untuk menghindari terjadi nya kejadian preeklampsia pada ibu hamil
Co-Authors Ade Maria Ulfa Agung Aji Perdana Agung Aji Pradana Agus Kelana Benni Kurniawan Angga Bayu Santoso Ani Oktasari Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Audrey Adelita Bambang Dwijo Prihatno Bella Tania Putri Christin Angelina Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Citra Wahyu Citra Dedy Heriyanto Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Derius Ixroni Dessy Elviyanti Desy Fatmawaty Desy Fatmawaty Devi Oktarina Devi Oktarina Dewi Astuti Dhiny Easter Yanti Diantika Partiwi Dias Dumaika Dinda Rachma Syarifah Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eggy Lasmawati Eka Indriyani Eka Kartika Eka Yuliana Eliza Eliza Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Endang Setiawati Endang Setiawati Enro Sujito Erita Meylani Erna Listyaningsih Evi Mefriyanti Fadilah Amanda Sari Farah Ulya Suryadana Febri Anindita Suralaga Febriani Putri, Devita Fitri Eka Sari Siregar Fitri Yanti Fitroh Cahyaningtyas Galih Bimantara Govindha Putri Hermawan, Dessy Ica Berliana Ijlal Maajid Imam Ahmad Indah Budiarti Juwita Lestari Khoidar Amirus Kurnia Ramayudha Lolita Sary Lolita Sary Luci Andriani Lusi Anggraini Maharani Kartini Maria Ulfa, Ade Martianus Perangin Angin Mei Ahyanti Meisya Rahma Syifa Meri Oktaviani Mia Anggraeni Muhammad Fazar Sidiq Alhayat Muhammad Putra Pratama Muhammad Putra Pratama Natalina Natalina Natalina Natalina Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Novela Endang Utami Noviansyah Noviansyah Novita Novita Nuke Indrawati Nurhalina Sari Nurul Aryasturi Oktarina, Devi Opsi Okta Handayani Prayudhy Yushananta Prima Dian Furqoni Prince Syahtri Rachmat Hidayat Rasikha Khairunnisa Roni Rekha Yulia Agustin Rendiko Agung Candra Pratama Renny Aristina Restina Sapta Risa Riska Depari Robby Dewan Tanjung Rohman Daka Rohman Daka Rohman Daka Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rossy Meliyana Saffanah Saffanah Samino Samino Samino Samino Samino Samino SARIYANTO, IWAN Shaharuddin Shaharuddin Silfy Adelia Siti Khomsatun Susilawati Susilawati Suwito Suwito Syafik Arisandi Torry Duet Irianto Ummi Romayati Vera Yulyani Vivi Yolandha Wayan Aryawati Wayan Aryawati Yetti Angraini Yolandha Adinda Pratiwi Yuliati Amperaningsih Yulyani, Vera