Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

EDUKASI TENTANG UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PASAR SUKARAMAI KECAMATAN MEDAN AREA TAHUN 2020 Siregar, Rinco; Gulo, Adventy Riang Bevy; Efrina Sinurat, Lasma Rina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SarsCoV-2. Virus corona adalah jenis zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Memburuknya wabah virus Corona mengharuskan pemerintah mengambil sikap dan tindakan untuk menerapkan social distancing (menjaga jarak), menggunkan masker dan mencuci tangan dengan sabun guna menghadapi pandemi COVID-19. Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun merupakan beberapa upaya pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19. Solusi Permasalahan dalam pengabdian ini melaksanakan sosialisasi pencegahan virus corona yang tepat dan efektif sekaligus pembagian masker pada masyarakat di Pasar Sukaramai Kecamatan Medan Area dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hal ini dilakukan dengan media leaflet dan membagikan masker kain. Luaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat baik pedagang maupun pembeli di Pasar Sukaramai Kecamatan Medan Area mampu memahami dan menjelaskan kembali definisi COVID-19, penyebab COVID-19, tanda dan gejala COVID-19, upaya pencegahan COVID-19 yang tepat dan efektif dan cara menggunakan masker yang tepat.
MASYARAKAT MANDIRI TANGGAP DIARE PADA ANAK DI KELURAHAN GAHARU MEDAN TIMUR Martina, Siska Evi; Siregar, Rinco; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai Negara termasuk Indonesia.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan diare secara mandiri. Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa promosi kesehatan dengan ceramah dan diskusi interaktif serta demonstrasi penagnanan diare pada anak secara mandiri. Hasil: Sebagian besar masyarakat antusias dan berperan aktif dalam kegaitan pengabdian masayrakat ini. Sebanyak 95 % masyarakat menjadi lebih paham dan mampu melakukan penanganan diare pada anak secara mandiri. Kesimpulan: Pemantauan status kesehatan anak terkait kajadia diare sangat perlu dilakukan secara berkala dan masayrakt yang sudah mampu menanganai anak saat ada diare dan melakukan pencegahan komplikasi juga dapat berbagi ilmu bagi masyarakat lain yang tidak mengetahui. Keluarahan gaharu menjadi masayrakat yang mandiri dalam mencegah dan menangani diare pada anak.
PENATALAKSANAAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Marbun, Agnes Silvina; Siregar, Rinco; Martina, Siska Evi; Safitri, Salma; Ziliwu, Bakhtiar Agus; Simanjuntak, Juliana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) yang biasa juga disebut dengan penyakit kencing manis dan merupakan penyakit tidak menular, hal ini terjadi oleh karena peningkatan kadar gula dalam darah. Prevalensi angka kejadian DM setiap tahunnya di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan penderita DM yang belum memahami cara mempertahankan dan menjaga kesehatannya, sehingga diperlukan penanganan secara klinis dengan prosedur yang tepat untuk mengurangi risiko multi faktorial hiperglikemia. Dalam hal ini untuk mendukung manajemen diri pasien dalam mempertahakan status kesehatannya dengan cara menerapkan metode Diabetes Self Management Education (DSME). Proses ini dimana penderita DM diberikan pengetahuan tentang pelaksanaan cara yang tepat dalam melakuakn perawatan secara mandiri sehingga dapat mempertahankan kontrol gula darah, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh 25 orang peserta. Pemberian edukasi DSME sangat diterima oleh masyarakat dibuktikan dengan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan serta mampu menjelaskan semua yang berhubungan dengan DSME.
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH PADA LANSIA YANG MENDERITA DM TIPE 2 DI PUSKESMAS DARUSSALAM Sijabat, Flora; Siregar, Rinco; Sitanggang, Tiromsi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan kelainan metabolisme karbohidrat, di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. Buah naga merah memiliki kandungan menghambat penyerapan glukosa di GLUT 2 dan menyebabkan transporter mayor glukosa pada usus menurun sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam darah turun dan dapat mencegah terjadinya diabetes mellitus.Tujuan penngabdian masyarakay ini untuk mengetahui pengaruh jus buah naga merah terhadap kadar glukosa darah pada lansia DM tipe 2 di puskesmas Darussalam medan Petisah kota Medan, pada 22 orang lansia . Hasilnya didapatkan rata-rata kadar gula dalam darah lansia tipe II sebelum diberikan Jus buah naga merah adalah 142.23 mg per dl dengan niai SD 1.779 dan kadar gula darah terendah 125 mg per dl dan tertinggi 155 mg per dl. Dan rata-rata gula dalam darah lansia DM tipe dua Setelah diberikan Jus buah naga merah adalah 136.32 mg per dl dengan nilai SD 1.874 dan kadar gula darah terendah 120 mg per dl dan tertinggi 150 mg per dl. Terdapat perbedaan yang signifikan kadar gula dalam darah pada lansia DM tipe dua DI Puskesmas Darussalam Kota Medan. Di peroleh dengan nilai P = 0.000 (alpha lebih kecil dari 0.05). terjadi penurunan kadar gula dalam darah pada lansia DM tipe dua. Kesimpulan :pemberian Jus buah naga merah dapat menurunkan kadar gula dalam darah pada lansia DM tipe dua. Kesimpulan : pemberian Jus buah naga merah dapat menurunkan kadar gula dalam darah lansia DM tipe dua di Puskesmas Darussalam Medan.
Pengaruh Edukasi Dengan Metode Whatsapp Terhadap Pengetahuan Lansia Sijabat, Flora; Siregar, Rinco; Sitanggang, Antonij
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whatsapp merupakan salah satu metode edukasi yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan sikap tentang pengelolaan diet mulai dari jadwal makan, jenis makanan, jumlah makanan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Kurangnya pengetahuan, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang tidak patuh terhadap diet diabetes mellitus. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui pengetahuan lansia penderita DM Tipe II melalui edukasi dengan metode whatsapp. Metode pengabdian masyarakat ini dengan memberikan edukasi melalui whatsaaps pada lansia yang mengalami diabetes mellitus tipe 2 berjumlah 22 orang. Hasil penelitian bahwa pengetahuan sebelum intervensi adalah 11.95 dan pengetahuan sesudah treatment sebesar 18.18. Menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan lansia melalui pendidikan kesehatan menggunakan metode whatsapp tentang pengelolaan diet DM tipe 2 pada lansia di Puskesmas Kute Panang Aceh Tengah. Peneliti menyimpulkan sangatlah efektif edukasi kesehatan dengan metode whatsapp kepada responden yang menderita DM tipe II. Disarankan kepada manajemen Puskesmas agar memberikan pendidikan kesehatan tentang pengelolaan diet diabetes mellitus tipe 2 pada penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode whatsapp.
Pengaruh Self-Efficacy Intervention Program (Seeip) Terhadap Self-Efficacy Dalam Manajemen Diri Lansia Sijabat, Flora; Siregar, Rinco; Sitanggang, Tiromsi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes disebut The Silent Killer karena hampir sepertiga orang dengan diabetes tidak mengetahui mereka menderita Diabetes Mellitus. Penatalaksanaan DM tipe 2 adalah selama hidupnya pasien harus mampu melakukan manajemen penyakitnya sendiri. Self-efficacy Intervention Program (SEEIP) memberikan motivasi sehingga membantu meningkatkan efikasi diri, pengetahuan dan perubahan perilaku. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui “Pengaruh Self-Efficacy Enhancing Intervention Program (SEEIP) Terhadap Self-Efficacy Dalam Manajemen Diri Pada Lansia Penderita DM Tipe II Di Puskesmas Tahun 2022”. Desain Pengabdian masyarakat ini dengan Pre-Eksperiment With Only one Group Pretest – Postest Design. Responden dalam pengabdian masyarakat ini berjumlah 22 lansia. Hasil yang diperoleh rata-rata Self-efficacy lansia sebelum diberikan SEEIP adalah 39,00 dengan standard devisiasi 15.455 dan sesudah diberikan SEEIP adalah 90.23 dengan standart devisiasi 7.571 yang artinya ada peningkatan setelah diberikan SEEIP. Seluruh Lansia penderita DM di Puskesmas Juli I disarankan untuk mengikuti program SEEIP untuk meningkatkan self-efficacy.
Bermain Puzzle Dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Lansia Sijabat, Flora; Rinco Siregar; Sri Dearmaita Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia merupakan keadaan dimana seseorang mengalami penurunan daya ingat dan daya piker. Dampak yang terjadi jika tidak ditangani yaitu terjadi perubahan prilaku pada lansia seperti daya ingat menurun, melupakan dirinya sendiri, ada kecendrunganpenurunan merawat diri, memusuhi orang-orang disekitarnya. Terapi puzzle adalah suatu gambar yang dibagi menjadi potongan-potongan gambar yang bertujuan untuk mengasah daya pikir, melatih kesabaran dan membiasakan kemampuan berbagi Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah utuk mengetahui daya ingat lansia yang mengalami dimensia. Bermain puzzle dengan lansia yang mengalmi dimensia sebanyak 9 orang dan dilakukan selama 1 minggu lamanya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE dan SOP bermain Puzzle, Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah bahwa lansia mengalami peningkatan daya ingat. Disarankan agar kegiatan bermain puzzle dapat diterapkan secara berkesinambungan pada lansia yang mengalami Dimensia.
Terapi Aktivitas Kelompok (Tak) Pada Lansia Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Di Yayasan Taman Bodhi Asri Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Rinco Siregar; Elfrida Amazihono
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia. Demensia adalah suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan/memori sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari. Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas diguanakan sebagai terapi dan kelompok diguanakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat lansia melatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif. Setelah dilakukannya Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Tebak Gambar dan oper bola diharapakan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia, kemampuan motorik, kognitif, dan bahasa yang lebih kompleks.
DETEKSI DINI STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA DURIN TONGGAL, PANCUR BATU, SUMATERA UTARA Martina, Siska Evi; Siregar, Rinco
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak balita akibat kurang gizi kronis sehingga anak terlibat lebih pendek dari pertumbuhan usianya. Hal tersebut akan berdampak pada perkembangan anak, maka pemantauan pertumbuhan dan perkembang balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui hambatan pertumbuhan (growth faltering) sejak dini. Salah satu desa yang sulit dijangkau membuat masyarakat kurang informasi tentang stunting dan tidak menyadari situasi pertumbuhan dan permbangan anak mereka. Tujuan: kegiatan ini untuk mendeteksi secara dini stunting pada anak usia dibawah lima tahun (Balita) di Desa Durin Tunggal dan memberikan informasi penting tentang stunting. Metode kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran tinggi Badan dan Berat Badan yang dikonversi dengan nila Z sesuai acuan kementrian kesehatan Republik Indonesia dan juga diberikan pendidikan kesehatan tentang stunting atau mayarakat mengenal dengan sebutan kerdil. Hasil: Sebanyak 18 ibu dengan anak balita mengikuti kegiatan dengan aktif dan 22 balita dilakukan deteksi stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan mayoritas masyarakat tidak memahami tentang stunting dan 54,5 % balita laki-laki yang diukur tinggi badan dan berat badan. Mayoritas balita yang dideteksi usia 4-5 tahun (63,6%) dan 2-3 tahun sebanyak 36,4%. Hasil pengukuran menunjukan 86,4 % balita tidak mengalami stunting namun ditemukan 13,6 % balita stunting. Kesimpulan: Maka hal ini perlu menjadi perhatian khusus supaya ibu-ibu bisa menyadari pertumbuhan anaknya dan memberikan asupan nutrisi yang baik untuk mencegah stunting.