Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN TERHADAP TENSI DARAH, GULA DARAH, Hb DAN KOLESTEROL KEPADA MASYARAKAT DALAM KEPEDULIAN BESAR MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS BHAKTI ASIH TANGERANG TAHUN 2024 REVIANA, RISKA; MANDAKU, EKBERTH; SARAGIH, AYU MY LESTARI; SICILIA, ASHA GRACE; SYAEFUDIN, ADIN; KURNIAWATI, ANY; SILABAN, MERRI; PARIDA, UPI; HANDAYANI, DWI RETNO; WAHYUDI, HARUN; SUYITNO, EDI; SURYANI, YENI; SOFIAH KS, SOFIAH KS; JUWITA, DESSI; WARDHANI, PRATIWI CAHYA; SARTIKA, IKAH; ASHRI, RIZKI HALLIFAH; SUMARMI, SUMARMI; TANTO, TANTO; NURBAITI, SITI; HADIYANI, SUSAN; SUSANTI, YULIA
Community Service Articles Vol.1 No.2 (Nov 2024)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/comers.v1i2.55

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan selama 1 hari pada masyarakat di Universitas Bhakti Asih Tangerang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI dan HUT Tentara Nasional Indonesia ke-79 bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk screening test dalam mendeteksi dini tensi darah, gula darah, kadar hemoglobin dan kolesterol. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat. Tahapan pelaksanaan diawali dengan melakukan pendaftaran pada daftar hadir peserta lalu dilakukan pengukuran tensi darah, selanjutnya pemeriksaan gula darah, hemoglobin, dan kolesterol dengan menggunakan stik digital. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan seluruh dosen dibawah fakultas ilmu kesehatan dan sains, baik prodi DIII kebidanan, S1 Adminitrasi Rumah Sakit, S1 ilmu keperawatan, dan Profesi Ners. Hasil evaluasi terhadap kegiatan pemeriksanaan kesehatan menunjukkan bahwa masyarakat dapat melakukan deteksi dini dalam mengetahui kondisi tensi darah, gula darah, hemoglobin dan kolesterol setiap individunya.
Pengaruh Digitalisasi Administrasi terhadap Kinerja Unit Rekam Medis di Rumah Saki: Studi pada Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang Suyitno, Edi; Alifa, Aurora; Hadiyani, Susan; Suryani, Yeni
Journal of Technology and System Information Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jtsi.v1i3.5598

Abstract

Seiring deingan perkembangan transformasi teknologi kesehatan yang terus berkembang di Indonesia, penggunaan sistem di Rumah Sakit harus beradaptasi dengan era serba digital misalnya penggunaan Rekam Medis Manual yang berganti menjadi Rekam Medis EIektronik (RME). Digitalisasi merupakan proses peralihan media dokumen yang bersifat manual menjadi dokumen digital yang didalam file berekstensi misalnya pdf atau jpg yang proses peralihan ini dibantu dengan scanning dengan alat scanner. Tujuan dari penelitian ini untuk pengaruh digitalisasi administrasi: studi pada Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif yang disajikan secara deskriptif eksploratif dengan cara melalui wawancara mendalam (In depth Intervieiw) oleh informan. Hasil penelitian ditemukan beberapa masalah yaitu penggunaan Rekam Meidis Elektronik memerlukan kapasitas penyimpanan yang besar, masih terdapat antrian untuk registrasi di loket dan juga server seiring down yang mengakibatkan SIMRS mengalami error dan loading hal ini berdampak juga pada SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).
Transformasi Digital dalam Administrasi Rumah Sakit: Strategi Peningkatan Kualitas Layanan dan Pengambilan Keputusan Manajerial Suyitno, Edi; Febrianti, Rini; Hadiyani, Susan; Suryani, Yeni; Aima, Syahrifah
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v4i1.3975

Abstract

Era transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis di sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan akses layanan. Transformasi digital mencakup adopsi teknologi seperti rekam medis elektronik (Electronic Health Record/EMR), telemedicine, dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat dan layanan yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: Apa saja tantangan dan hambatan dalam implementasi transformasi digital di rumah sakit, khususnya EMR, dan strategi apa yang dapat digunakan untuk mengatasinya? Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka dari berbagai sumber ilmiah, laporan pemerintah, dan studi kasus yang relevan untuk mengidentifikasi faktor kunci, hambatan, serta praktik terbaik transformasi digital di sektor kesehatan. Analisis dilakukan secara kritis terhadap 25 publikasi yang membahas EMR, telemedicine, sistem informasi kesehatan, serta teknologi pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EMR dan teknologi digital lainnya secara signifikan meningkatkan akurasi diagnosis, efisiensi operasional, transparansi layanan, serta perlindungan data pasien. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kurangnya literasi digital tenaga kesehatan, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, isu privasi dan keamanan data, serta regulasi yang belum memadai. Strategi untuk mengatasinya mencakup peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, perencanaan strategis, kolaborasi lintas departemen, interoperabilitas sistem, dan investasi pada infrastruktur digital. Kesimpulannya, transformasi digital di rumah sakit terbukti dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan manajemen, kebijakan yang jelas, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan. Peneliti menyarankan untuk memperkuat regulasi, memperluas literasi digital, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat untuk memastikan transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan.
Hubungan Digitalisasi Sistem Informasi Administrasi Rumah Sakit dengan Kepuasan Pasien di RSU Bhakti Asih Tangerang Suryani, Yeni; Hadiyani, Susan; Ramahdania, Shabira Luna; Alan, Aliyah Soraya; Nabilah Alfatih, Nabilah Alfatih
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.4042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara digitalisasi sistem informasi administrasi rumah sakit dengan kepuasan pasien di RSU Bhakti Asih Tangerang. Digitalisasi dalam sistem administrasi rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan serta mempercepat proses administrasi, yang pada gilirannya berdampak pada pengalaman pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dan melibatkan 36 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi pasien terhadap digitalisasi sistem informasi dan tingkat kepuasan mereka terhadap layanan yang diterima. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden (58,3%) menilai digitalisasi sistem informasi administrasi rumah sakit dalam kategori baik, sementara 41,7% lainnya menilai kurang baik. Berdasarkan uji bivariat menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai p-value sebesar 0,021, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara digitalisasi sistem informasi dan kepuasan pasien. Nilai Odds Ratio (OR) yang dihitung sebesar 3,40 menunjukkan bahwa pasien yang merasakan digitalisasi sistem informasi administrasi yang baik memiliki peluang 3,4 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan dengan mereka yang merasakan sistem administrasi yang kurang baik. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi sistem informasi administrasi rumah sakit berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, penerapan sistem informasi yang lebih baik di rumah sakit berpotensi meningkatkan pengalaman pasien dan tingkat kepuasan mereka terhadap layanan rumah sakit.
Analisis Efektivitas Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam Meningkatkan Efiseinsi Administrasi Pelayanan Kesehatan Hadiyani, Susan; Syawalia Insani, Syawalia Insani; Al Fadillah, Aida Nurzakiah
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.4043

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong rumah sakit untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit sebagai upaya meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan. Di Indonesia, penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mendukung integrasi data, percepatan proses pelayanan, serta pengambilan keputusan berbasis informasi. Namun demikian, efektivitas implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dalam meningkatkan efisiensi administrasi pelayanan kesehatan masih menunjukkan variasi di berbagai rumah sakit. Transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam meningkatkan efisiensi administrasi pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, menggunakan survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada 120 responden, yang terdiri dari tenaga administrasi dan manajemen rumah sakit yang telah menggunakan SIMRS. Variabel independen mencakup kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan, sedangkan variabel dependen adalah efisiensi administrasi, diukur melalui kecepatan proses administrasi, akurasi pencatatan data pasien, efektivitas pengelolaan klaim, dan pengurangan biaya operasional administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek kualitas SIMRS memperoleh penilaian positif dari responden, dengan rata-rata skor 4,08 untuk kualitas sistem, 4,03 untuk kualitas informasi, dan 4,05 untuk kualitas layanan. Analisis regresi linier berganda mengungkapkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi administrasi (B=0,47) (B=0,37) (B=0,25) (p<0,001), dengan R² = 0,564 dan F hitung = 71,148 (Sig. F = 0,000), yang menunjukkan bahwa 56,4% variasi efisiensi administrasi dapat dijelaskan oleh implementasi SIMRS. Kualitas sistem menjadi variabel dominan, diikuti oleh kualitas informasi dan kualitas layanan. Berdasarkan temuan ini, implementasi SIMRS terbukti efektif dalam mempercepat alur kerja administratif, meningkatkan akurasi data, dan mendukung pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pengguna, pemeliharaan sistem, dan pelatihan berkelanjutan untuk memaksimalkan manfaat SIMRS serta meningkatkan kinerja administratif rumah sakit secara keseluruhan.
Studi Perilaku Cuci Tangan Lansia di Kantor Kecamatan Ciledug Kota Tangerang: Kajian Kebijakan Tindak Lanjut Suryani, Yeni; Hadiyani, Susan
Journal of Indonesian Management Vol. 4 No. 2 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jim.v4i2.4039

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku mencuci tangan pada lansia di Kantor Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Sampel yang digunakan diperoleh dengan menerapkan rumus Slovin sehingga jumlahnya mencapai 60 responden lansia. Penelitian ini menganalisis distribusi usia dan jenis kelamin lansia serta perilaku mencuci tangan pada lansia yang berada di dua wisma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 60-74 tahun sebanyak 53 orang (88,3%), sementara lansia berusia 75-90 tahun berjumlah 7 orang (11,7%). Penelitian melibatkan 60 responden yang terbagi sama antara laki-laki dan perempuan, yaitu 30 laki-laki (50%) dari Wisma A dan 30 perempuan (50%) dari Wisma B. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kelompok usia 60-74 tahun mendominasi, yang menandakan bahwa lansia dalam rentang usia ini masih relatif sehat dan aktif. Perilaku mencuci tangan pada lansia menunjukkan bahwa hanya 2 orang (3,3%) yang memiliki tingkah laku cara cuci tangan dengan baik, 22 orang (36,7%) memiliki perilaku cukup baik, dan 36 orang (60%) memiliki tingkah laku cara cuci tangan dengan  cuci tangan kurang baik. Penelitian ini merekomendasikan agar penyuluhan dan edukasi lebih lanjut diberikan kepada lansia untuk meningkatkan perilaku cuci tangan yang tepat, guna mendukung peningkatan kualitas hidup lansia di Kantor Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Gambaran Kualitas Tidur Para Remaja dengan Kecenderungan Game Daring Pada SMK P Babakan Tangerang Nurbaiti, Siti; Utami, Rahayu Tri; Hadiyani, Susan; Isniani, Halimah; Novri
Journal of Indonesian Management Vol. 5 No. 2 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jim.v5i2.4040

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas tidur pada remaja yang memiliki kecenderungan bermain game daring di SMK P Babakan Tangerang. Aktivitas bermain game daring merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan oleh remaja, khususnya pada era digital saat ini yang memudahkan akses melalui perangkat smartphone. Kebiasaan bermain game secara berlebihan, terutama pada malam hari, berpotensi memengaruhi ritme sirkadian, durasi tidur, serta kualitas tidur pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan seluruh siswa kelas XII sejumlah 76 responden melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, serta kuesioner untuk menilai kecenderungan bermain game daring. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,1% remaja memiliki kecenderungan tinggi dalam bermain game daring, sedangkan 76,3% responden mengalami kualitas tidur yang buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecenderungan bermain game daring dan kualitas tidur (p = 0,000), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 9,6. Hal ini menandakan bahwa remaja dengan kecenderungan tinggi bermain game daring memiliki risiko 9,6 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan remaja dengan kecenderungan rendah. Temuan ini menegaskan bahwa intensitas bermain game daring secara berlebihan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan tidur remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mengembangkan program edukasi terkait pola tidur yang sehat serta pengendalian durasi bermain game daring pada remaja.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Para Remaja tentang Bahaya Narkoba di RT/RW Xx/Yy Sudimara Barat Ciledug Tangerang Hadiyani, Susan; Sholeha, Asshiva Zahra; Tiara Permata Sari, Tiara Permata Sari
Journal of Indonesian Management Vol. 4 No. 4 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jim.v4i4.4044

Abstract

Penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai dampak merugikan, baik terhadap kondisi tubuh, kesehatan psikologis, maupun kehidupan sosial seseorang, terutama pada usia remaja.  Kajian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya narkoba di RT 04/RW 13 Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Tangerang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak penggunaannya, dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase tingkat pengetahuan responden, yang dikategorikan menjadi Baik (skor ≥ 76%), Cukup (56%–75%), dan Kurang (≤ 55%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai bahaya narkoba, yaitu sebanyak 18 responden (60%), sementara 8 responden (26,7%) memiliki pengetahuan cukup dan 4 responden (13,3%) tergolong kurang. Adapun mengenai pengetahuan jenis-jenis narkoba, sebagian besar responden berada pada kategori cukup (46,7%), diikuti baik (23,3%) dan kurang (30%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun remaja telah memiliki pemahaman dasar, kemampuan mereka dalam mengenali berbagai jenis narkoba masih terbatas. Dapat dikatakan bahwa tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya narkoba cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan, khususnya terkait jenis-jenis narkoba. Saran penelitian lanjutan adalah memperluas sampel di berbagai wilayah, menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan dan perilaku remaja. Peningkatan edukasi dan penyuluhan di sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat membantu remaja memahami dampak negatif narkoba dan menghindari penyalahgunaannya.  
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Remaja mengenai Kebiasaan Merokok di Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Tangerang Hadiyani, Susan; Tanto
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v1i3.5694

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku merokok di RT 07/RW 03 Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 20 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–21 tahun (70%), berjenis kelamin laki-laki (60%), dan berpendidikan SMA (60%). Tingkat pengetahuan responden terbagi sama antara kategori baik dan tidak baik (masing-masing 50%). Sementara itu, sebagian besar responden memiliki sikap yang baik terhadap perilaku merokok (75%). Namun, perilaku merokok menunjukkan hasil yang seimbang, yaitu 50% responden merokok dan 50% tidak merokok. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar remaja memiliki sikap yang baik, hal tersebut belum sepenuhnya memengaruhi perilaku merokok. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih intensif serta intervensi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku remaja agar menjauhi kebiasaan merokok.