Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : REKA RUANG

Analisa Penggunaan Lahan Tahun 2013 Sampai Tahun 2023 di Kabupaten Seruyan Eko Dedy Kurniawan; Singgih Hartanto; Theresia Susi; Herwin Sutrisno
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v7i1.4964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk tujuan mengetahui pola perubahan lahan di Kabupaten Seruyan dari tahun 2013 sampai 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi pola perubahan penggunaan lahan menggunakan data penggunaan lahan Kabupaten Seruyan tahun 2013 dan 2023 dengan klasifikasi sebanyak 15 jenis penggunaan lahan sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tutupan lahan Kabupaten Seruyan selama 10 tahun banyak mengalami perubahan. Jenis penggunaan lahan yang mengalami penurunan adalah hutan rawa sekunder dengan nilai persentase sebesar 20% dan lahan terbuka sebesar 1%, sedangkan penggunaan lahan yang mengalami peningkatan yaitu kebun campur, lahan terbangun, perkebunan, semak belukar, dan semak belukar rawa.
Analisa Penggunaan Lahan Tahun 2013 Sampai Tahun 2023 di Kabupaten Seruyan Eko Dedy Kurniawan; Singgih Hartanto; Theresia Susi; Herwin Sutrisno
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v7i1.4964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk tujuan mengetahui pola perubahan lahan di Kabupaten Seruyan dari tahun 2013 sampai 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi pola perubahan penggunaan lahan menggunakan data penggunaan lahan Kabupaten Seruyan tahun 2013 dan 2023 dengan klasifikasi sebanyak 15 jenis penggunaan lahan sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tutupan lahan Kabupaten Seruyan selama 10 tahun banyak mengalami perubahan. Jenis penggunaan lahan yang mengalami penurunan adalah hutan rawa sekunder dengan nilai persentase sebesar 20% dan lahan terbuka sebesar 1%, sedangkan penggunaan lahan yang mengalami peningkatan yaitu kebun campur, lahan terbangun, perkebunan, semak belukar, dan semak belukar rawa.
ANALISIS FAKTOR KEBERTAHANAN BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: KELURAHAN PENDAHARA, KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING, KABUPATEN KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH) Fortona, Nicky; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Perkasa, Petrisly
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebertahanan masyarakat dalam bermukim di kawasan rawan banjir, dengan studi kasus di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Meskipun wilayah ini mengalami banjir rutin dengan genangan hingga 1,5 meter, masyarakat tetap memilih untuk tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kuantitatif melalui uji chi-square terhadap 77 kepala keluarga dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan, usia, dan lama tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk tetap bermukim. Sebaliknya, faktor ekonomi seperti pekerjaan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor kesiapsiagaan, terutama pelatihan dan bantuan pemerintah, serta kondisi fisik bangunan, khususnya penggunaan material kayu yang mudah diperbaiki, turut memengaruhi keputusan masyarakat. Temuan ini mengungkap bahwa keputusan untuk bertahan lebih banyak didorong oleh keterikatan sosial, pengalaman lokal, dan kesiapsiagaan, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan mitigasi bencana perlu mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya lokal, selain perbaikan fisik infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi mitigasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di wilayah pedalaman yang rawan bencana.