Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA DAN BEBAN KERJA MENTAL PADA PEKERJA MINI MARKET DI KECAMATAN ALAM BARAJO TAHUN 2022 Ica Ramadhanty; Rara Marisdayana; Renny Listiawaty
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 9: Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i9.2467

Abstract

Kelelahan adalah monotonnya pekerjaan, intensitas dan lamanya kerja mental dan fisik yang tidak sejalan dengan kehendak tenaga kerja yang bersangkutan. Beban kerja (workload) dapat didefenisikan sebagai suatu perbedaan antara kapasitas atau kemampuan pekerja dengan tuntutan pekerjaan yang dihadapi. Adanya mini market modern dan mini market tradisional yang berkembang membuat adanya perbedaan setiap tingkat kelelahan dan beban kerja mental. Berdasarkan hasil wawancara pada 3 orang mini market modern dan tradisional terdapat kelelahan saat bekerja dan beban kerja mental yang tinggi dimana mempunyai tuntutan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan beban kerja mental dan tingkat kelelahan kerja pada pekerja mini market di kecamatan alam barajo kota jambi tahun 2022.Penelitian ini merupakan desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 orang, penelitian dilakukan di kecamatan alam barajo kota jambi pada 21-30 juli tahun 2022. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji independent sampel T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 80% responden mengalami kelelahan tingkat tinggi dan 65,9% responden mengalami kelelahan tingkat sedang dan beban kerja mental sebesar 50,% kategori rendah dan 43,2% kategori tinggi. Hasil uji T Independent menunjukan bahwa ada perbedaan antara tingkat kelelahan p=0,008 dan beban kerja mental p=0,002 pada pekerja mini market tradisional dan modern di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Disarankan bagi pekerja agar meminimalisir tenaga yang harus digunakan agar tubuh tidak mengalami kelelahan. melakukan kerja sama antar sesama pekerja dengan baik . Dan lebih memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM STBM PILAR PERTAMA STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI DESA AMPELU KABUPATEN BATANGHARI Mrs Entianopa; Rara Marisdayana; Lili Andriani; Vera Hendriani
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.765 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Ampelu merupakan salah satu desa yang telah melaksanakan program STBM. Masalah yang dihadapimasyarakat yaitu penyediaan air bersih dan sanitasi. Sebagian masyarakat masih menggunakan jamban cemplung yang berada di pinggir sungai Batang Hari dan Buang Air Besar Sembarangan. Pelaksanaanprogram sudah berjalan satu tahun namun berdasarkan data Dinas Kesehatan pada tahun 2014-2016 belummengalami peningkatan pencapaian program STBM Stop BABS.Tujuan penelitian adalah untukmenganalisis pelaksanaa program STBM pilar pertama stop BABS. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif bersifat deskriptif  mendapatkan informasi secara akurat dan mendalam dari 9 sumber yangdianggap kompeten dengan menggunakan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasisehingga dapat diperoleh informasi tentang pelaksanaan program STBM. Penelitian ini dilakuan di Desa Ampelu. Hasil penelitian ini menunjukan pada pelaksanaan program STBM di Desa Ampelu terdapatbeberapa faktor yang menghambat pelaksanaan program STBM Pilar pertama Stop BABS. Faktor tersebutyaitu buruknya akses jalan menuju desa, letak geografis, tingkat pendapatan masyarakat, tingkat pendidikan, pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang buang air besar sembarangan. Pelaksanaan Program SanitasiTotal Berbasis Masyarakat di Desa Ampelu, wilayah kerja Puskesmas Muara Tembesi sudah berjalan namunbelum optimal. Masih banyak kekurangan seperti misalnya tenaga kesehatan yang berkompeten dibidangnya,sarana serta prasarana. Kata Kunci : Pelaksanaan Program STBM, Stop BABS ABSTRACTAmpelu village is one of the villages where STBM (Community-Based Total Sanitation Program) programhas been implemented. The problem faced by the community is the provision of clean water and sanitation,some people still use  toilets on the edge of the river Batang Hari and defecate indiscriminately. Although the program has been implemented for one year, based on data from the Department of Health in 2014 -2016,the achievement of STBM Stop BABS program has not been increased. This research is a descriptivequalitative research by obtaining accurate and in-depth information from 9 key informants by using in-depthinterviews, document review in regards to the implementation of STBM program. This research wasconducted in Ampelu Village. The results of this study indicate that there are several factors that impede theimplementation of the first STBM Pillar Stop BABS program in Ampelu village. The factor is poor roadaccess to the village, its human resources, geographical location, the level of community income, the level of knowledge and behavioral education the community about defecate and in the river.The implementation of the STBM Program in Ampelu Village, within the catchement area of Muara Tembesi Health Center has been implemented but not yet optimal, there are still many deficiencies such as Health Manpower, Facili tiesand Infrastructure, so that there are still many people who defecate in rivers and do not have latrines. Keywords: Implementation of STBM Program, Stop BABS
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN SUBJEKTIF CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA SAPU JALAN KOTA JAMBI Rahma Pradani; Entianopa Entianopa; Rara Marisdayana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 11: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i11.2562

Abstract

Penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan subjektif Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada pekerja sapu jalan Kota Jambi.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Teknik pengambilan data dilakukan secara bertahap dengan menggunakan cara analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian analisa uji bivarat dapat dilihat bahwa hasil uji statistik Chi Square diperoleh p- value = 0,048 (p < 0,05) artinya ada hubungan aktivitas kerja dengan carpal tunnel syndrome, Dan hubungan masa kerja dengan carpal tunnel syndrome berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh p-value = 0,038 (p < 0,05) .
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BEBAN KERJA MENTALPADA GURU SEKOLAH DASARDI KELURAHAN BAJUBANG Atika Atika; Rara Marisdayana; Cici Wuni
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 11: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i11.2563

Abstract

Physiologically, mental activity is seen as a type of light work so that the caloric requirement for mental activity is also lower. Even though morally and responsibly, mental activity is heavier than physical activity because it involves brain work (white-collar) rather than muscle work (blue-collar). This research is a quantitative research with a descriptive research design with a cross-sectional research type. The factors studied were work atmosphere, psychological work environment, and psychological factors. The population in this study was all elementary school teachers in the Bajubang sub-district, totaling 61 people. The research sample was 58 people. Data collection in this study was carried out using a questionnaire. Data were analyzed by means of univariate and bivariate with chi-square. The results showed that there was a significant relationship between the work atmosphere p-value (0.023), the psychological work environment p-value (0.030), the psychological factors p-value (0.027) and the mental workload of elementary school teachers in the Bajubang Village in 2021. There is a significant relationship between work atmosphere, work environment and psychological factors on mental workload for elementary school teachers in the Bajubang Subdistrict in 2021. It is recommended that teachers be more creative in creating a good working atmosphere such as ensuring the lighting of the work space, or decorating the work space so that it looks more colorful, make special events with colleagues and create a lively atmosphere while teaching so it doesn't cause boredom while working.
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Covid-19 Di Pasar Rakyat Mery Mery; Rara Marisdayana; Renny Listiawaty
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 4 No 1 (2023): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v4i1.345

Abstract

COVID-19 is still a pandemic throughout the country. The spread of COVID-19 is influenced by community activities, namely one market that has a high potential for the space of COVID-19, which must be a concern when health practices are implemented. The purpose of this study is to find out what factors influence COVID-19 prevention behavior. This research is quantitative research with a cross-sectional research design. The population in this study were all traders in the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City, totaling 132 people, and sampling was done using purposive sampling. In this study, the analysis was carried out univariately and bivariate by using the Chi-Square test, and the research instrument was a questionnaire. The results showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.000), facilities and infrastructure (p = 0.002), and the behavior of COVID-19 prevention at the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City in 2022, and there was no relationship between social support (p = 0.097) and COVID-19 prevention behavior. This study found that knowledge, attitudes, facilities, and infrastructure are closely related to the behavior of COVID-19 prevention at the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City.
Upaya pencegahan dan penularan penyakit tuberculosis di Puskesmas Kebun Kopi Entianopa - Entianopa; Suroso Suroso; Rara Marisdayana; Eti Kurniawati
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v5i1.753

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis. Berdasarkan laporan resmi WHO, menyebutkan bahwa pada tahun 2014 terdapat 9,6 juta orang di dunia sakit karena tuberkulosis dan sebanyak 1,2 juta orang diantaranya meninggal karena tuberkulosis. Metode kegiatan pengabdian ini terdiri dari, Focus Group Discussion, Peningkatan pengetahuan penderita TB tentang pengobatan TB, Pembuatan media informasi peningkatan pengetahuan penderita TB. Selanjutnya dilaksanakan penyuluhan/sosialisasi dengan menggunakan video dan penjelasan dari narasumber. Materi yang diberikan adalah tentang penyebab penyakit TB paru, gejala penyakit TB, cara penularan penyakit TB, faktor risiko penyakit TB, deteksi dini penyakit TB, tindakan yang harus dilakukan ketika mendapatkan suspect TB dan pencegahan penyakit TB, juga sikap dan perilaku yang harus dilakukan dalam mencegah penularan TB paru, serta sikap dan perilaku dalam upaya pengobatan TB paru. Para Pengawas Minum Obat (PMO) agar bisa mengupayakan kepada penderita TB untuk teratur meminum obat yang telah diberikan oleh Puskesmas, sehingga pasien TB bisa kembali sembuh dan tidak terjadi penularan TB.
Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Pabrik Tahu Cheni Arti Aprilia; Rara Marisdayana; Suroso Suroso
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 3 No 2 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i2.310

Abstract

The success of an enterprise is seen from its productivity. The productivity of the tofu factory in Tangkit Lama Village has decreased. From the work process, it shows that the part that causes work productivity is boiling, this is because during the boiling process using a large fire so that the work environment becomes hot, the hot environment causes fatigue so that it has an impact on work productivity. The purpose of the study was to find out the factors related to work productivity in tofu factory employees in Tangkit Lama Village. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The study sample was 35 tofu factory. The research instruments are questionnaires and WBGT Heat Stress Meter. The data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. From the results of the study, it is known that 37.1% of respondents have poor work productivity, 100% of respondents work in at-risk work environment, 40.0% of respondents experienced moderate work fatigue, 68.6% of respondents had moderate length of service. Bivariate results showed that there was a relationship between fatigue and work productivity (p<0.05) and there was no relationship between length of work and productivity work (p>0,05).
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Covid-19 Di Pasar Rakyat Mery Mery; Rara Marisdayana; Renny Listiawaty
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 4 No 1 (2023): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v4i1.345

Abstract

COVID-19 is still a pandemic throughout the country. The spread of COVID-19 is influenced by community activities, namely one market that has a high potential for the space of COVID-19, which must be a concern when health practices are implemented. The purpose of this study is to find out what factors influence COVID-19 prevention behavior. This research is quantitative research with a cross-sectional research design. The population in this study were all traders in the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City, totaling 132 people, and sampling was done using purposive sampling. In this study, the analysis was carried out univariately and bivariate by using the Chi-Square test, and the research instrument was a questionnaire. The results showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.000), facilities and infrastructure (p = 0.002), and the behavior of COVID-19 prevention at the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City in 2022, and there was no relationship between social support (p = 0.097) and COVID-19 prevention behavior. This study found that knowledge, attitudes, facilities, and infrastructure are closely related to the behavior of COVID-19 prevention at the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Konjungtivitis pada Pekerja Bengkel Las di Kecamatan Kotabaru Jambi Tahun 2021 Putra, Fichry Irsal; Marisdayana, Rara; Wuni, Cici
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9153

Abstract

Pengelasan merupakan suatu cara untuk menyambung benda padat dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Sinar infra merah dipancarkan oleh benda pijar. Radiasi oleh sinar tersebut kepada mata dapat menyebabkan katarak pada lensa mata. Agar tidak terjadi kerusakan pada mata, sangat penting dilakukan upaya preventif seperti misalnya memakai kaca mata kobalt biru bagi mereka yang bekerja menghadapi penyinaran sinar infra merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kongjungtivitis padapekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru Jambi. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh tenaga kerja di bengkel las Kecamatan Kota Baru Jambi yang berjumlah 48 orang. Sampel secara total sampling yaitu seluruh tenaga kerja di bengkel lasKecamatan Kota Baru Jambi yang berjumlah 48 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-17Maret 2021. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian secara univariat menunjukkan sebagian besar (81,3%) responden dengan lama paparan berisiko, (52,1%) responden masa kerja baru, (54,2%) responden menggunakan APD, dan (58,3%) responden ada keluhan kongjungtivitis. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara lama paparan dengan p-value = 0,005, masa kerja dengan p-value = 0,017 dan penggunaan APDdengan p-value = 0,031 terhadap keluhan kongjungtivitis pada pekerja bengkel las. Diharapkan para pekerja bengkel las untuk tidak terlalu lama terpapar oleh cahayadari pengelasan serta selalu patuh dan disiplin dalam menggunakan alat pelindungdiri (APD) yang benar dan tepat serta proses kerja yang benar sesuai SOP seperti penggunaan goggles dan welding helmets pada saat bekerja di bengkel las karena terbukti dapat mengurangi keluhan konjungtifitis pada pekerja.
Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Air Minum Rumah Tangga di Kota Jambi Marisdayana, Rara
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 2 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i2.8108

Abstract

Kebutuhan air minum dibanyak negara di dunia tidak sama satu sama lain. Negara maju, air yang dibutuhkan adalah lebih kurang 500 liter seorang tiap hari (lt/or/hr) sedangkan di Indonesia (kota besar) sebanyak 200-400 lt/or/hr dan di daerah pedesaan hanya 60 lt/or/hr. Faktor yang mempengaruhi kualitas air minum antara lain : sumber air minum, tempat penyimpanan, cara pengolahan dan pengetahuan. Kualitas air minum juga dapat dipengaruhi oleh faktor pengawasan dari instansi yang terkait guna menetapkan persyaratan air minum yang memenuhi syarat untuk dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara sumber air minum, tempat penyimpanan air minum, cara pengolahan air minum dan pengetahuan responden dengan kualitas air minum rumah tangga di Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Jambi sedangkan sampel berjumlah 60 Kartu Keluarga (KK) yang ditetapkan berdasarkan kuota secara proporsi antara jumlah penduduk dengan jumlah sampel provinsi per kabupaten/kota. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan untuk kualitas air minum menggunakan pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air minum (p-value = 0,007) dan tempat penyimpanan air minum (p-value = 0,023) dengan kualitas air minum rumah tangga di Kota Jambi tahun 2012. Dan pada variabel cara pengolahan (p-value = 0,542) dan pengetahuan (p-value = 0, 140) diketahui bahwa tidak ada hubungan antara variabel cara pengolahan dan pengetahuan dengan kualitas air minum rumah tangga di Kota Jambi.