Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendampingan Duta Bulying Terhadap Pencegahan Bulying Pada Siswa/i di SMKN Kesehatan Sarolangun Widiawati, Susi; Saswati, Nofrida; Marisdayana, Rara
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75dj4t90

Abstract

Remaja usia 12-18 tahun mengalami perkembangan secara fisik dan karakteristik. Perkembangan secara karakteristik berkaitan dengan prilaku anak yang berisiko kearah positif maupun kearah negatif. Perlunya pendekatan pada anak remaja dengan kesejahteraan psikologis dalam menghadapi masa yang penuh gejolak pada usia remaja. Banyak masalah yang dihadapi remaja salah satunya adalah masalah bulliying. Tahun 2023 kejadian bulliying di tingkat Sekolah Menengah Atas/sederajat 10%. Hal ini diharapkan tidak terjadi lagi bulliying, mengingat mereka berada pada umur 16-18 tahun. Salah satu upaya pencegahan bulliying pada anak remaja dengan dibetuknya duta bulliying di Sekolah. Duta Bulliying ini sudah terbentuk di SMKS Kesehatan Sarolangun. Untuk terlaksananya kegiatan Duta Bulliying maka perlunya pendampingan terhadap duta tersebut. Kegiatan pendamping yang dilakukan pada duta bulliying adalah memberikan materi peran dan fungsi duta bulliying, program kerja yang dilakukan, materi bulliying, form pelaporan bullying dan rencana tindak lanjut bulliying. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu dengan menguji pengetahuan duta bulliying dengan pretest, memberikan materi dengan metode ceramah dan postest. Kegiatan ini dilakukan selama 14-16 Oktober 2022. Duta bulliying yang ikut serta sebanyak 20 siswa.  Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan duta bulliying sebesar 85% setelah dilakukan pendampingan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan duta bulliying terhadap pencegahan Bulliying di SMKN Kesehatan Sarolangun. Diharapakan pihak pimpinan sekolah untuk selalu memberdayakan duta bulliying dalam pencegahan bulliying di SMKN Kesehtan Sarolangun.
Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Pabrik Tahu Aprilia, Cheni Arti; Marisdayana, Rara; Suroso, Suroso
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i2.310

Abstract

The success of an enterprise is seen from its productivity. The productivity of the tofu factory in Tangkit Lama Village has decreased. From the work process, it shows that the part that causes work productivity is boiling, this is because during the boiling process using a large fire so that the work environment becomes hot, the hot environment causes fatigue so that it has an impact on work productivity. The purpose of the study was to find out the factors related to work productivity in tofu factory employees in Tangkit Lama Village. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The study sample was 35 tofu factory. The research instruments are questionnaires and WBGT Heat Stress Meter. The data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. From the results of the study, it is known that 37.1% of respondents have poor work productivity, 100% of respondents work in at-risk work environment, 40.0% of respondents experienced moderate work fatigue, 68.6% of respondents had moderate length of service. Bivariate results showed that there was a relationship between fatigue and work productivity (p<0.05) and there was no relationship between length of work and productivity work (p>0,05).
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Covid-19 Di Pasar Rakyat Mery, Mery; Marisdayana, Rara; Listiawaty, Renny
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2023): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v4i1.345

Abstract

COVID-19 is still a pandemic throughout the country. The spread of COVID-19 is influenced by community activities, namely one market that has a high potential for the space of COVID-19, which must be a concern when health practices are implemented. The purpose of this study is to find out what factors influence COVID-19 prevention behavior. This research is quantitative research with a cross-sectional research design. The population in this study were all traders in the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City, totaling 132 people, and sampling was done using purposive sampling. In this study, the analysis was carried out univariately and bivariate by using the Chi-Square test, and the research instrument was a questionnaire. The results showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.000), facilities and infrastructure (p = 0.002), and the behavior of COVID-19 prevention at the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City in 2022, and there was no relationship between social support (p = 0.097) and COVID-19 prevention behavior. This study found that knowledge, attitudes, facilities, and infrastructure are closely related to the behavior of COVID-19 prevention at the Pasir Putih People's Market, South Jambi District, Jambi City.
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Perilaku Ergonomi Pencegahan Low Back Pain Pada Pekerja Industri Tahu Sugiarto, Sugiarto; Parman; Marisdayana, Rara
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 7 No 1 (2025): MAY 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v7i1.5930

Abstract

Pekerja industri tahu memiliki risiko tinggi mengalami low back pain. Hal tersebut dikarenakan proses kerja melibatkan angkatan, pemindahan, dan manipulasi beban yang signifikan, yang dapat menimbulkan tekanan berlebih pada bagian bawah punggung. Postur tubuh yang tidak ergonomis, seperti membungkuk atau mengangkat beban dengan posisi yang salah, sering diperlukan dalam tugas sehari-hari, meningkatkan stres pada otot-otot punggung bawah. Penelitian bertujuan bertujuan menyiapkan kuesioner yang baku dan siap digunakan untuk penelitian tentang pencegahan LBP pada pekerja industri tahu. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja yang ada di Kota Jambi sebanyak 88 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengujian validitas kuesioner silakukan dengan menggunakan teknik Product Moment Pearson sedangkan uji reliabilitas yang digunakan dengan menggunakan teknik Alpha Chronbach. Pengujian validitas instrumen terhadap 16 pertanyaan yang dinyatakan valid dengan nilai korelasi lebih besar dari 0,2072. Sedangkan uji reliabilitas item pertanyaan perilaku pencegahan LBP menunjukkan nilai aplha chronbach >0,60, maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel atau konsisten. Hasil uji coba validitas dan reliabilitas instrumen membuktkan bahwa instrumen perilaku pencegahan LBP mempunyai nilai validitas dan reliabilitas memenuhi untuk digunakan mengukur perilaku pencegahan LBP pada pekerja industri tahu.
Analisis Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekarja Produksi Basah dan Produksi Kering: Analysis of Musculoskeletal Disorders Complaints in Wet Production and Dry Production Workers nopa, entianopa; Marisdayana, Rara; Listiawaty, Renny; Yuliana, Desi
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v14i2.213

Abstract

Keluhan terkait musculoskeletal disorders (MSDS) merupakan salah satu permasalahan yang umum muncul pada pekerja dan dapat mempengaruhi produktivitasnya. Salah satu industri berpotensi besar untuk pekerjanya mengalami penyakit akibat kerja adalah perusahaan karet. Pada aktivitas nya mulai dari pengangkatan dan penurunan karet dilakukan oleh pekerja dengan berat beban tertentu secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko pada pekerjaan yang bagian apa bisa terjadi keluhan musculoskeletal disorders (MSDS). Jenis penelitian ini adalah analitik dan observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data primer. Sampel penelitian terdiri dari 55 pekerja yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Kuesioner Nordic Body Mapping (NBM) yang diisi dengan tanya jawab atau wawancara secara langsung. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapat variable yang berhubungan dengan keluhan MSDS, masa kerja (p-value 0.02) dan variable factor pekerjaan (p-value 0,001). Perlu dilaksanakan sosialisasi dan Pendidikan aktif bagi pekerja tentang cara bekerja dan sikap kerja yang tepat dengan prinsip ergonomis. Complaints related to musculoskeletal disorders (MSDS) are one of the problems that commonly arise among workers and can affect their productivity. One of the industries with great potential for workers to experience occupational diseases is rubber companies. Activities ranging from lifting and lowering rubber are carried out by workers with a certain weight continuously. The aim of this research is to find out risk factors in work where musculoskeletal disorders (MSDS) complaints can occur. This type of research is analytical and observational with a cross sectional research design using primary data. The research sample consisted of 55 workers selected using simple random sampling techniques. The research instrument used the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) questionnaire and the Nordic Body Mapping (NBM) questionnaire which were filled in with questions and answers or direct interviews. Data were analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square test. The research results obtained variables related to MSDS complaints, work mass (p-value 0.02) and work factor variables (p-value 0.001). It is necessary to carry out socialization and active education for workers about how to work and proper work attitudes with ergonomic principles.
Edukasi Postur Kerja Secara Ergonomi untuk Meredakan Keluhan Nyeri Gangguan Muskuloskeletal (MSDS) pada Pekerja Batik Tulis Entianopa, Entianopa; Marisdayana, Rara; Octavia, Dian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17424

Abstract

ABSTRAK Pekerja batik tulis menghadapi tantangan fisik yang signifikan akibat postur kerja yang tidak ergonomis, yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSDs) seperti nyeri pada punggung, leher, dan bahu. Program Edukasi Postur Kerja secara Ergonomi untuk pekerja batik tulis bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pekerja agar mereka dapat menerapkan postur kerja yang benar, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pekerja tentang postur kerja ergonomis. Pelatihan ergonomi yang diberikan terbukti efektif dalam mengurangi prevalensi MSDs di kalangan pekerja batik, dengan penurunan keluhan nyeri yang signifikan setelah penerapan teknik yang diajarkan. Kata Kunci: Ergonomi, Batik Tulis, Pengetahuan, Muskuloskeletal  ABSTRACT Batik workers endure significant physical challenges due to unergonomic working postures, which can cause musculoskeletal disorders (MSDs) such as back, neck and shoulder pain. The Ergonomics Work Posture Education Program for batik workers aims to provide understanding and skills to workers so that they can apply correct work postures, as well as create a safer and more comfortable work environment. The method used in this community service is counseling. The results of the training showed a significant increase in workers' knowledge of ergonomic work postures. The ergonomics training provided was proven to be effective in reducing the prevalence of MSDs among batik workers, with a significant reduction in pain complaints after implementing the techniques taught. Keywords: Ergonomics, Batik, Knowledge, Musculoskeletal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVSI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS JAMBI KECIL Pinandita, Priliyan; Marisdayana, Rara; Yenni, Melda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1576

Abstract

Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, perawat tidak hanya mempunyai pendidikan dan skill yang baik pula, namun harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk menunjang pelayanan yang maksimal. Di Puskesmas Jambi Kecil, perawat pelaksana diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Jambi Kecil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah perawat yang ada di Puskesmas Jambi Kecil sebanyak 34 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah kesioner. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Uji statistik yang digunakana adalah uji chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 64,7% responden memiliki motivasi tinggi, 58,8% pengawasan sudah baik, 52,9% kondisi kerja fisik baik, 64,7% penghargaan baik dan 55,9% tanggung jawab tinggi. Ada hubungan antara pengawasan (p=0,036), kondisi kerja fisik (p=0,006), penghargaan (p=0,008) dan tanggung jawab (p=0,020) dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Jambi Kecil. Diharapkan kepada puskesmas tetap memperhatikan tenaga kerja yang motivasinya kurang namun masih memiliki kesadaran untuk tetap melaksanakan aktivitas kerja dengan maksimal dengan memberikan motivasi yang cukup sehingga hasil kerja yang dicapainya lebih maksimal. Kata Kunci             :   Motivasi Kerja, Pengawasan, Kondisi Kerja Fisik, Penghargaan, Tanggung Jawab