Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Almikanika

Rancang Bangun Alat Pemisah Pakan BSF (Black Soldier Fly) Dengan Sistem Vibrating Pratomo, Jatmiko Ega; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8174

Abstract

BSF (Black Soldier Fly) merupakan larva hermetia illucens sebagai pakan hewani peliharaan masyarakat. Dalam proses pembudidayaan BSF tidaklah mudah, akan tetapi memerlukan waktu yang panjang dan rumit. Salah satu prosesnya adalah pemanenan produk dengan memisahkan antara sisa makanan (residu) dengan larva BSF menggunakan ayakan. Dalam dunia industri pemanenan produk ini masih menggunakan ayakan manual. Untuk skala yang lebih besar maka diperlukan mesin dengan efisiensi yang lebih baik dari sistem sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan proses produksi alat yang sesuai dengan requirement. Requirement yang dimaksudkan dalam perancangan adalah menggunakan sistem vibrating serta menerapkan konsep knock down.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin yang dibuat mampu bekerja dengan baik untuk memisahkan antara residu dengan larva menggunakan sieve 1 sebagai pemisah utama antara residu dan larva ukuran mesh 10 mm x 10 mm, sedangkan sieve 2 sebagai pemisah layer 2 untuk residu yang tidak terayak total pada sieve 1 menggunakan ukuran mesh 5 mm x 5 mm. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa alat yang dibuat sudah mampu mengayak larva secara kontinyu, sehingga residu halus dan larva BSF dapat keluar dengan sendirinya.
Analisis Variasi Arus Terhadap Hasil Pengelasan SMAW Pada Frame Alat Uji Torsi Syarifudin, Abdurachman; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13892

Abstract

Pengelasan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dunia industri. Las SMAW  (Shielded Metal Arc Welding) merupakan salah satu jenis pengelasan yang  menggunakan elektroda (busur listrik) sebagai sumber panas untuk pencairan. Untuk elektroda jenis AWS E6013 í˜2,6mm, arus yang digunakan berkisar antara 70 - 90 Ampere pada material baja ASTM A36 . Dengan interval arus tersebut, pengelasan yang dihasilkan akan berbeda - beda. Penentuan  besarnya arus dalam  penyambungan logam menggunakan las busur  mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan  las. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus terhadap sifat mekanis pada sambungan las. Penentuan  besar arus dalam  pengelasan ini mengambil 60A, 70 A,  80A, dan 90A. Hasil uji tarik pengelasan dengan menggunakan arus 90A memiliki nilai tegangan maksimum sebesar 4,7 MPa dengan nilai regangan yang didapat sebesar 3,55 %, dan nilai tegangan luluh sebesar 3,80 MPa. Sedangkan nilai modulus elastistas relatif menurun dibandingkan dengan ketiga nilai diatas yaitu 132,394 MPa. Nilai rata-rata tertinggi uji kekerasan arus 70A memiliki nilai daerah las paling tinggi yaitu 107,6 HRC dan nilai pada titik induk logam sebesar 97,24 HRC. Sedangkan nilai paling terendah dimiliki pada arus 60A sebesar 101,06 HRC. Untuk daerah HAZ baja yang memiliki nilai tertinggi pada arus 90 A sebesar 95,98 HRC.
Rancang Bangun Oven Autoclave Kapasitas 180 Liter Jaelani, Jeri; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13896

Abstract

Oven outoclave merupakan bejana tekan yang diberikan tekanan dengan pemberian panas secara langsung kedalam oven autoclave. Komponen utama memiliki ketebalan plate 4 mm serta beroperasi pada tekanan hingga 2 bar dengan temperature maksimal 200° C. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa kekuatan struktur oven autoclave dengan metode penyelesain persamaan dan simulasi. Setelah dilakukan analisa menggunakan penyelesaian perhitungan dan simulasi, didapatkan hasil persamaaan tegangan untuk material dengan tebal 4 mm. Nilai yield strength dari analisa perhitungan pada tekanan 2 bar menghasilkan tegangan 20,9 MPa, 10 bar sebesar 104,6 MPa, 20 bar sebesar 209,2 MPa dan pada tekanan 30 bar sebesar 313,8 MPa. Sedangkan berdasarkan analisa simulasi, pada tekanan 2 bar menghasilkan tegangan yield strength  sebesar 21 MPa, 10 bar sebesar 103 MPa, 20 bar sebesar 206 MPa, dan di 30 bar sebesar 309 MPa. Untuk penggunaan material plat AISI 1015 dengan ketebalan 4 mm,  tekanan yang bekerja sebesar 2 bar masih aman untuk digunakan. Karena pada tekanan 2 bar menghasilkan yield strength sebesar 20,9 Mpa (analisa perhitungan) dan 21 MPa (analisa simulasi) masih jauh dari nilai maksimal standard yaitu 325 MPa.
Analisis Kekuatan Tali Baja Pada Tower Crane Berkapasitas 300 Kg Mawardi, Sandi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13899

Abstract

Tali baja merupakan komponen utama pada sistem pesawat pengangkat khususnya tower crane. Tali baja memiliki desain serta kekuatan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan dalam penggunaannya. Konstruksi tali baja yang umum digunakan pada tower crane adalah jenis 6x19, yang artinya tali baja memiliki 6 pintalan strands dan pada setiap strands terdapat 19 untai kawat yang memintal. Tali baja yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis 6x19 dengan diameter 10 mm. Berdasarkan BSN SNI 0078:2008, tali baja yang digunakan memiliki spesifikasi tegangan patah (σb) = 6620 kg/cm2, beban patah (Pb) = 180 kg/mm2, dan berat tali = 0,430 kg/m. Analisa tali baja dilakukan dengan variasi pembebanan yang berbeda yaitu 300, 400, dan 500 kg. Analisa ini bertujuan untuk memperoleh kelayakan tali baja yang akan digunakan pada tower crane yang akan dirancang, meliputi nilai tegangan yang terjadi ketika tali diberi beban, diameter tali baja, regangan tali baja yang terjadi selama pemakaian, dan Umur pakai tali baja sebelum tali baja tersebut rusak. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa tali baja aman digunakan pada tower crane.
Retrofit Sistem Kontrol Penggerak Sumbu X, Y, dan Z Pada Mesin CNC Milling DMTG XD-40A Muhammad Dito Julian; Gatot Eka Pranomo; Dwi Yuliaji
ALMIKANIKA Vol 5 No 3 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin CNC (Computer Numercally Controlled) adalah mesin perkakas dengan teknologi perintah komputer dalam melakukan proses pemesinan. Sementara retrofit berarti melakukan modifikasi terhadap suatu peralatan agar memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan penggunaan peralatan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan retrofit sistem kontrol penggerak sumbu X, Y, dan Z pada mesin CNC Milling DMTG XD-40A. Proses retrofit dilakukan dengan cara mengganti sistem kontrol penggerak sumbu pada mesin CNC Milling dengan menggunakan sistem kontrol breakout board (BOB), dan mengaplikasikan software mach3 sebagai interface pengganti CNC controlled dengan menggunakan laptop. Pengujian yang dilakukan meliputi beberapa tahap, yaitu: proses kalibrasi mesin CNC Milling menggunakan software mach3, proses pengujian sumbu X, Y, Z pada mesin CNC Milling, dan melakukan proses pemesinan. Hasil retrofit sistem kontrol penggerak sumbu dengan menggunakan (BOB) jenis NVCM Controller Card pada mesin CNC berhasil dilakukan. Hasil pengujian sumbu pada mesin CNC berhasil dilakukan dengan metode absolut, dimana titik awal adalah nol, dan setelah diberi jarak pergerakan pada sumbu kembali ke titik awal dengan akurasi skala 0,01mm dengan menggunakan dial indicator. Kinerja mesin CNC Milling menggunakan material benda kerja Alloy Steel dan pisau frais endmill face cutting depth max 6mm, didapatkan hasil nilai kecepatan putaran spindel sebesar 1114,6 rpm dan hasil nilai laju pemakanan sebesar 111,46 mm/menit. Mesin CNC Milling dapat berfungsi kembali dengan baik dengan pengaplikasian software mach3 sebagai interface pengganti CNC Controlled. Kata kunci : mesin CNC milling; retrofit; sistem kontrol; software mach3; sumbu XYZ.
Perancangan Prototype Konstruksi Pipa Industri Mengacu Pada ASME Code B 31.3 Nur Aziz; Roy Waluyo; Dwi Yuliaji
ALMIKANIKA Vol 5 No 3 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASME Code on Piping, B31 merupakan kode standar untuk sistem perpipaan yang banyak ditemukan di pabrik petrokimia, kilang minyak, pabrik kimia, pharmaceutical, tekstil, kertas, semi-konduktor, pabrik pemrosesan bahan makanan dan lainnya. Faktor utama diperlukannya standard atau code adalah terkait manajemen keamanan dan keselamatan jiwa manusia yang mengoperasikan mesin atau pabrik tersebut. Sehingga diperlukan perancangan yang menjaminan keamanan untuk konstruksinya. Dalam penelitian ini, perancangan dilakukan dengan meninjau diameter pipa yang digunakan, ketebalan pipa komersial, menganalisa tegangan pipa apakah masih dalam keadaan aman dengan menggunakan Software Caesar II 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh perancangan sistem pipa industri dengan standart Code ASME B31.3 dan memperoleh besaran tegangan yang terjadi akibat beban sustained dengan tekanan 40,61 Psi (pada saat beroperasi). Hasil dari kalkulasi dengan nilai tebal minimum dinding masing-masing pipa yang mendekati tebal dinding minimum pipa schedule 5, dan nilai tegangan tertinggi pada pipa 1 inch sebesar 1589,01 Psi dan untuk tegangan pada pipa 1 1/4 inch sebesar 835,86 Psi. Kesimpulan dari data yang didapatkan pada analisa sistem perpipaan, dengan pipa schedule 5 masih dalam tahap aman untuk menahan tekanan operasi 40,61 Psi. Kata kunci : ASME code B31.3; CAESAR II; perancangan; schedule pipa; tegangan pipa; tumpuan.