Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Almikanika

ANALISA SISTEM RODA GIGI DIFERENSIAL PENGGERAK RODA BELAKANG KENDARAAN MOBIL LISTRIK (IKSA) Pambudi, Tri Agung; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 1 No 1 (2019): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i1.2009

Abstract

Differential gears are one of the round transmission systems on cars, where the electric motor is the main activator of the electric car that has been integrated with the differential gear so the rotation of the electric motor is directly transmitted to the rear activator differential gear. In this study, an electric motor uses a 2200 W DC 60 v brushless motor, BLDC, motor, BM1424HQF-14A motor type. The maximum torque in the final gear is 600 Nm. This study focused on calculating the ratio of differential gears, tangential forces that occur on gears, calculation of gear torque. From the results and discussion on the calculation of the maximum torque in the final gear of 600 Nm, the maximum torque results in the pinion gear are obtained. When the pinion gear speed is at 1 rpm, the torque force generated is as large as it can be stated that the gears are safe to use with a motor power of 2.2 kW.
PROSES PEMBUAATAN SUSPENSI SADEL SEPEDA MMENGGUNAKAN MATERIAL PEGAS DAUN AISI 4140 Hermawan, Egi; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 2 No 1 (2020): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i1.2057

Abstract

Penelitian ini mempelajari karakteristik suspensi sadel sepeda jalan baja karbon rendah. Analisis sifat tekuk baja, nilai kekerasan, dan struktur mikro dengan menghadirkan proses annealing pada suhu 800oC. Berdasarkan hasil penelitian, pegas daun tanpa proses annealing diagonal 50 mm mengalami patah ketika pegas bengkok, pada gaya 546,28 kgf. Pada saat pegas daun tanpa proses annealing pegas daun rentan terhadap fraktur karena terdapat fase ferit dan fase perlite di mana pada sifat ini lebih banyak ferit terbentuk, bahan semakin lunak dan liat. Pengujian pegas daun yang telah dipasang di sadel sepeda jalan dengan diameter lekukan 50 mm dan diberi beban 75 kg mengalami defleksi dan menyebabkan tidak kembali ke posisi awal dibandingkan dengan pegas daun diameter lekukan 70 mm dan diberi beban 75 kg di mana diameter lekukan adalah 70 mm ketika diberi beban pegas dari lekukan 70 mm kembali ke posisi awal ketika pegas diberi beban.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK MATERIAL POLIMER "PPLO” BERDASARKAN FRAKSI BERAT TERHADAP VARIASI CUACA Budiyanto, Nur Rochman; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik material polimer Plastic Bag and Oil terhadap pengaruh variasi paparan kondisi cuaca dengan fraksi berat sebagai perbandingan komposisi. Tahap pertama pembuatan spesimen dengan fraksi berat masing masing spesimen 50%,60%,70%,80% dan 90% dengan kategori spesimen High Density Polyethylen Hitam, High Density Polyethylen Putih, PP (Polypropylene) dan Campuran dengan komposisi pendukungnya yaitu limbah minyak pelumas. Selanjutnya dilakukannya peleburan dengan temperature pada ruang bakar ≥250°C dan dilakukannya penuangan pada cetakan spesimen dari bahan besi dan alumunium. Tahap berikutnya dilakukan uji Weathering dan uji kekerasan metode Brinell. Pengujian Weathering mengacu pada ASTM D1435 Standard Practice for Outdoor Weathering of Plastics dan pengujian kekerasan metode Brinell. Hasil penelitian didapat terjadi perubahan warna pada spesimen dan penurunan berat spesimen hanya 1% setelah mengalami paparan cuaca dengan rata -rata RH tertinggi sebesar 82,20% dan saat penyinaran matahari kelembapan udara terendah adalah 61,90% RH selama 15 hari. Nilai kekerasan spesimen setelah uji weathering, spesimen 1 memperoleh nilai kekerasan tertinggi yaitu fraksi 90%:10% sebesar 10,5%, pada spesimen 2 nilai kekerasan tertinggi yaitu fraksi 70%:30% sebesar 14,4,%, selanjutnya spesimen 3 memperoleh nilai tertinggi pada fraksi 70%:30% sebesar 9,1% dan spesimen 4 mendapatkan nilai tertinggi pada fraksi 70% : 30% sebesar 7,9%. Hasil pengujian menunjukkan pengaruh pada karakteristik spesimen terhadap bentuk fisik maupun hasil dari nilai kekerasan spesimen.Kata kunci :  Fraksi Berat, Hardness Brinell, High Density Polyethylene, Polypropylene (PP), Temperature, Weathering.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PROSES PIROLISIS SAMPAH PLASTIK Supanto, Supanto; Fardiansyah, Ahmad Adit; Al-Kindi, Hablinur; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i2.5822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panas yang dihasilkan tungku reaktor. Dapat mengetahui hasil beberapa perlakuan jenis plastik performa yang lebih baik dari minyak yang dihasilkan. Menganalisis performa kondensor proses pirolisis.  Mengetahui energi yang terjadi dalam kondensor tipe shell and tube. Analisis laju perpindahan panas pada reaktor serta mencari nilai heatloss pada reaktor.
Analisa Poros Engkol dan Batang Penghubung Pada Alat Peraga Kompresor Torak Latif, Abdul; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5823

Abstract

"ANALISA POROS ENGKOL DAN BATANG PENGHUBUNG PADA ALAT PERAGAPRAKTIKUM KOMPRESOR TORAK" adalah Penelitian yang dilakukan dengan analisa kinematika dan gaya statis pada poros engkol dan batang penghubung (displacemen, kecepatan, dan percepatan) dengan menggunakan variasi pulley 3 inch, 4 inch, dan 5 inch. Dari hasil perhitungan secara analitik berdasarkan sudut 0o, 300, 600, 900, 1200, ..............., 3600 dengan variasi pulley pada motor menggunakan diameter 3 inch (700 RPM), 4 inch (933,333), dan 5 inch (1166,67 RPM) dapat dsimpulkan bahwa nilai displacement yang terkecil dengan nilai 0 m pada sudut 00 dan 3600, kemudian displacement yang terbesar terjadi pada sudut 1500 untuk masing – masing pulley dengan nilai 0,03985691 m. Hasil perhitungan secara analitik yang terbesar terjadi pada pulley 5 inch dengan nilai sudut kecepatan sebesar 2,5641672 m/s terjadi pada sudut 900 , dan nilai kecepatan yang terkecil sebesar -2,5641672 m/s terjadi pada sudut 900 dan 2700. Kemudian untuk nilai percepatan terjadi pada pulley dengan diameter 5 inch dengan nilai sudut percepatan sebesar 2,89051575 m/s terjadi pada sudut 2700. Berdasarkan dari data perhitungan secara analitik diatas dapat disimpulkan semakin tinggi putaran poros engkol maka kecepatan dan percepatan sudut akan semakin tinggi juga dan akan mengakibatkan batang penghubung mengalami deformasi dan efek fleksibilitas dan menimbulkan ketidakstabilan, dan ketika tekanan pada permukaan piston semakin besar, akan menimbulkan gaya yang lebih besar pada connecting rod dan mengakibatkan nilai torsi semakin tinggi.Kata Kunci: Analisa kinematis, Percepatan, Kecepatan, Analisa Poros Engkol dan Batang hubung.
ANALISA KEBUTUHAN KONSUMSI ELEKTRODA PADA PROSES MANUFAKTUR PRESSURE VESSEL HORIZONTAL Rahmat Maulana Putra, Dwi Dian; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 4 No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i2.6888

Abstract

Las menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyambungan besi dengan cara membakar. Pengelasan adalah proses metalurgi sambungan logam pada keadaan melting. Tujuan dari alat penelitian ini adalah untuk mengetahui Jumlah elektroda yang dibutuhkan oleh bejana tekan (pressure vessel horizontal), pada penelitian ini metode las yang digunakan adalah las SMAW dengan elektroda bertipe E308L-16 yang memiliki kandungan kimia Cr 18% , Ni 8 % Serta memiliki panjang 300 mm dan diameter 2,5mm, Selain itu keunggulan dari kawat las ini adalah menghasilkan sedikit percikan api, kerak/ slag yang mudah di bersihkan dan memiliki daya tahan yang bagus pada kondisi korosi. Hal ini membuat elektroda dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan. Untuk elektroda tipe ini besar arus listrik yang digunakan berkisar antara 50 Ampere sampai dengan 80 Ampere, Material yang digunakan untuk membuat bejana tekan pada penelitian ini adalah stainless steel Tipe 304L, jenis variasi dengan rendah karbon tambahan, bagian dari tipe 304L dengan kandungan karbon maksimum 0,03% yang menghilangkan presipitasi karbida akibat pengelasan. Pada penelitian ini jumlah berat elektroda yang didapat adalah 1,17 kg, untuk jumlah perbatang elektroda yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah 37,4 batang elektroda berjenis E308L-16
RANCANGAN DAN KONTRUKSI WATER-JACKET COOLER PADA ALAT EKSPERIMEN USSA-FTS01 Pitanova, Thasyah; Juarsa, Mulya; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i2.7051

Abstract

ABSTRAK Water Jacket Cooler merupakan komponen dari alat uji untai simulasi sirkulasi alam. Memiliki fungsi sebagai penyerap panas pada pipa untai. Desain dan rancang bangun water jacket cooler telah dilakukan dengan menggunakan prinsip tabung bejana tekan. Spesifikasi material menggunakan mild steel ASTM A36, volume bejana 4 liter, jumlah aliran 3 phase. Pengujian dilakukan dengan memberikan udara bertekanan ke dalam tabung WJC USSA-FTS01 dengan variasi 0,5 bar sampai dengan 5 bar kemudian hasilnya dicatat. Tegangan aktual material , tegangan longitudinal , tegangan tangensial , tegangan longitudinal akibat tekanan hidrostatik , tegangan tangensial akibat tekanan hidrostatik . Hasil analisa sambungan baut, tegangan tarik material baut ,  tegangan tarik aktual baut . Hasil analisa sambungan las, tegangan tarik kawat las E6013 , tegangan aktual logam las . Hasil analisa struktur bejana tekan, sambungan baut dan pengelasan telah memenuhi persyaratan, yaitu tegangan-tegangan yang terjadi tidak melebihi tegangan ijin material. Kata kunci :  Bejana tekan; Sirkulasi alam; tegangan material; untai simulasi; water jacket cooler   ABSTRACT Water Jacket Cooler is a component of the natural circulation simulation strand test equipment. Has a function as a heat absorber on the strand pipe. The design and design of the water jacket cooler has been carried out using the principle of the pressure vessel tube. Material specifications using ASTM A36 mild steel, 4 liter vessel volume, 3 phase flow rate. The test is carried out by applying compressed air into the USSA-FTS01 WJC tube with a variation of 0.5 bar to 5 bar then the results are recorded. Actual stress of material 6.5 í— 105 N⁄m2, longitudinal voltage 8.7 í— 105 N⁄m2, tangential voltage 1.7 í— 105 N⁄m2, longitudinal stress due to hydrostatic pressure 1.1 í— 106 N⁄m2, tangential stress due to hydrostatic pressure 2.2 í— 106 N⁄m2. The results of the bolt connection analysis, the tensile stress of the bolt material 8 í— 108 N⁄m2, the actual tensile stress of the bolt 8.4 í— 107 N⁄m2. The results of the welding connection analysis, the tensile stress of the welding wire E6013 414 í— 106 N⁄m2, the actual stress of the weld metal 5,3 í— 103 N⁄m2. The results of the analysis of the structure of the pressure vessel, bolt connection and welding have met the requirements, namely the stresses that occur do not exceed the material permit stress. Keywords : Natural circulation; Material; Pressure vessels; Stress; Strand simulation; water jacket cooler
RANCANG BANGUN DESAIN TUTUP PADA OVEN AUTOCLAVE Setiawan, Firman; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8069

Abstract

Salah satu komponen yang terpenting untuk merancang oven autoclave adalah komponen tutup. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi pengujian terhadap komponen tutup serta pengunci tutup oven autoclave dengan menggunakan metoda FEM (Finite Element methode). Hasil pengujian yang telah dilakukan dengan metode FEM menggunakan software autodesk inventor. Dari analisa pengujian simulasi terhadap tutup oven autoclave dengan variasi tekanan 1-10 bar diperoleh bahwa nilai tutup hanya dapat menahan tekanan sehingga 7 bar dengan nilai tegangan yang dihasilkan sebesar 287 MPa dengan defleksi 0,082 cm dan safety factor 1,131. Adapun untuk pengunci tutup oven autoclave menunjukkan bahwa pengunci tutup hanya mampu menahan sampai tekanan 3 bar dengan nilai tegangan yang didapat sebesar 280 MPa, nilai defleksi 0,011 cm serta safety factor nya sebesar 1,160.
Perancangan Konstruksi Tabung Sistem Pressure Swing Adsorption (PSA) Oksigen Konsentrator Syawaludin, Adrian; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8141

Abstract

Tabung Pressure Swing Adsorption (PSA) merupakan struktur utama yang mendukung kerja sistem PSA. Tabung ini berfungsi sebagai wadah zeolite untuk melakukan proses penyerapan udara bebas menjadi oksigen murni dengan diberi tekanan dari dalam. Agar tidak terjadi kebocoran, maka desain serta material yang dipilih harus tahan terhadap tekanan dan juga kebocoran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui detail desain dari sistem PSA. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan produk terhadap pengaruh tekanan, serta mengetahui tingkat kebocoran akibat pengaruh tekanan pada tabung PSA. Perancangan konstruksi dari tabung PSA dilakukan dengan desain menggunakan prinsip bejana tekan serta material menggunakan stainless steel 304. Tabung PSA yang dirancang memiliki spesifikasi tegangan izin material 8,4 í— 107 N/m2, volume tabung 1,3 liter, tebal tabung 0,003 m, serta tekanan perencanaan 4í—105 N/m2. Hasil analisa menunjukkan bahwa tebal tabung shell 2,6í—10-4 m dan flat head 1,1í—10-3 m. Tekanan maksimum tabung hasil analisa sebesar 4,3í—106 N/m2. Tegangan longitudinal 2,7í—106 N/m2, tegangan tangensial 5,5í—106 N/m2, tegangan hidrostatik 5,2í—105 N/m2, tegangan longitudinal akibat tekanan hidrostatik 3,5í—106 N/m2, dan tegangan tangensial akibat tekanan hidrostatik 7,1í—106 N/m2. Hasil analisa sambungan las menunjukkan tegangan izin kawat las 9,8í—107 N/m2 dan tegangan sambungan las 7,1í—103 N/m2. Hasil analisa pada sambungan ulir mencatat tegangan izin material ulir 8,4í—107 N/m2, tegangan aksial pada badan ulir 6í—105 N/m2, tegangan bending pada akar ulir 3,3í—106 N/m2, dan tegangan geser melintang pada pusat akar ulir 1,6í—106 N/m2. Dari hasil analisa struktur desain tabung PSA menunjukkan bahwa sambungan las serta sambungan ulir telah memenuhi persyaratan. Hal ini dikarenakan tegangan hasil analisa tidak melebihi tegangan izin material.Kata kunci :  analisa; bejana tekan; material; pressure swing adsorption; tabung PSA; tegangan
SISTEM KONTROL PNEUMMATIC PADA OKSIGEN KONSENTRATOR Aprina, Adam; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8154

Abstract

Sistem pneumatic telah banyak diaplikasikan terutama untuk tujuan otomasi pada industri makanan, minuman, farmasi, migas, otomotif, dan industri. Salah satunya dengan pembuatan alat bantu untuk daur ulang oksigen dalam bidang kesehatan. Untuk menanggulangi kehabisan oksigen maka muncul gagasan untuk membuat oksigen konsentrator. Oksigen konsentrator merupakan alat yang dapat menghasilkan oksigen dengan penerapan sistem Pressure Swing Adsorption (PSA). Dalam penelitian ini, kebutuhan kompresor untuk proses produksi oksigen ditentukan yaitu pada debit QS= 0,86 â„“/s dan daya sebesar Ns = 0,6 kW. Dua tabung zeolit bekerja secara bergantian yang diatur waktunya oleh program PLC dengan program P 3.2 untuk selonoid valve selama 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 detik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil konsentrasi oksigen yang maksimal pada tekanan kerja 4-5 bar. Dari hasil pengujian, konsentrasi oksigen yang maksimal diperoleh ketika selonoid valve diatur dalam waktu 60 detik dengan konsentrasi 48,0% dan flowrate 5 Liter/menit. Dengan hasil konsentrasi yang diperoleh, alat ini masih belum menunjukkan performa maksimal untuk dapat digunakan di rumah sakit.