Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : paradigma agribisnis

FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Bobby Rachmat Saefudin; Elly Rasmikayati; Dina Dwirayani; Fitri Awaliyah; AD Rachmah AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Efisisensi Pemasaran Komoditas Mangga Gedong Gincu Di Kabupaten Cirebon Fitri Awaliyah; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3543

Abstract

Mangga gedong gincu merupakan komoditas unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, menganalisis margin pemasaran, profit marjin farmer’s share dan efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran mangga gedong gincu yang terjadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling, teknik pengambilan data menggunakan metide wawancara dan focus group discussion . Metode analisis data menggunakan analisis saluran pemasaran, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 saluran pemasaran pada pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon yang melibatkan beberapa lembaga pemasaran antara lain petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, pedagang luar pulau, pedagang retail modern dan eksportir. Marjin pemasaran dan profit marjin terbesar terjadi pada eksportir. Persentse farmer’s share tertinggi berada pada saluran pemasaran yang memlalui kios pengecer dan pasar luar pulau. Efisiensi pemasaran terjadi pada semua saluran, namun hasil analisis menunjukkan saluran pemasaran melalui kios pengecer dan pasar luar pulau mempunyai nilai paling efisien di banding saluran retail modern dan ekspor. Kata- kata Kunci : Efisiensi, pemasaran, mangga, gedong gincu, Cirebon.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Premium Segmen Hotel Restoran dan Katering (Kasus di Dekakebon) Imelia Putri; Fitri Awaliyah; Muhamad Numan Adinasa
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.10320

Abstract

Dekakebon merupakan produsen sayuran premium yang menghadapi tantangan dalam memanfaatkan peluang pasar yang besar, namun Dekakebon masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen, ditambah dengan tingginya tingkat persaingan dari para kompetitor. Selain itu, penetapan harga yang ditetapkan oleh Dekakebon untuk sayuran premium cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga sayuran premium di pasar sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis gambaran konsumen Dekakebon (2) Mengetahui pengaruh bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) di Dekakebon. Populasi dalam penelitian ini yaitu 30 orang yang merupakan konsumen Dekakebon pada segmen pasar Horeka, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran konsumen Dekakebon responden berasal dari segmen restoran (86,7%), seperti restoran cepat saji, rumah makan, dan café, yang membutuhkan bahan baku segar dan berkualitas tinggi. Hasil penelitian juga menujukkan bahwa secara parsial variabel produk, tempat dan promosi yang dilakukan oleh Dekakebon selama ini dalam usahanya sangat berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan keputusan pembelian sayuran premium oleh Horeka. Bauran pemasan yang dijalankan oleh Dekakebon mempunyai pengaruh simultan terhadap keputusan pembelian. Dengan tingkat nilai koefisien determinasi adalah 0,770 artinya besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menyatakan bahwa variabel produk, harga, tempat dan promosi mampu menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 77%.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Produk Cokelat Dodol Khas Garut Dengan Pendekatan Analisis Konjoin Dini Gania Arrahmi; Fitri Awaliyah; Wahid Erawan
Paradigma Agribisnis Vol 9 No 1 (2026): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v9i1.12429

Abstract

Produk cokelat dodol khas Garut, khususnya Chocodot dan Dol-Choc, menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga diperlukan pemahaman mengenai atribut produk yang paling disukai konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap atribut produk cokelat dodol khas Garut menggunakan pendekatan Analisis Konjoin. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Garut pada bulan Maret–Juni 2026 dengan melibatkan 50 responden yang pernah membeli atau mengonsumsi produk Chocodot dan Dol-Choc. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan systematic random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Analisis Konjoin dengan bantuan SPSS. Atribut yang dianalisis meliputi merek, jenis cokelat, varian rasa, desain kemasan, dan harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen adalah desain kemasan (27,717%), diikuti varian rasa (25,128%), jenis cokelat (23,025%), harga (13,081%), dan merek (11,049%). Kombinasi atribut yang paling disukai konsumen adalah produk Dol-Choc dengan jenis dark chocolate, varian premium flavour (matcha, salted caramel, dan hazelnut), kemasan paper box, serta harga lebih dari Rp20.000 per 50 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain kemasan dan varian rasa menjadi faktor utama yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap produk cokelat dodol khas Garut.