pemberian beasiswa merupakan salah satu bentuk dukungan finansial yang diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan agar dapat mengakses pendidikan tinggi secara berkualitas. Namun, dalam proses seleksi penerima beasiswa, seringkali terjadi kendala seperti subjektivitas penilaian, lamanya proses seleksi, dan kurang tepatnya sasaran penerima beasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma K-Means Clustering dalam menentukan calon penerima beasiswa secara lebih objektif, efisien, dan akurat. Metode K-Means digunakan untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kriteria seperti IPK, penghasilan orang tua, dan jumlah tanggungan keluarga. Data mahasiswa digunakan sebagai input dalam proses clustering, yang kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu layak, dipertimbangkan, dan tidak layak menerima beasiswa. Metode K-Means digunakan untuk mengelompokkan data mahasiswa berdasarkan kedekatan nilai-nilai tersebut terhadap centroid awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat mengelompokkan 461 mahasiswa ke dalam tiga cluster dengan akurasi sebesar 86.8%. Data yang digunakan adalah data mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Selain itu, sistem ini diharapkan juga mampu memberikan kemudahan dalam proses pengelolaan data dan pengambilan keputusan untuk pemberian beasiswa secara lebih objektif dan efisien. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses seleksi calon penerima beasiswa dapat dilakukan secara lebih sistematis dan transparan. Dari penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu memberikan pengelompokan yang lebih sistematis dan membantu panitia dalam pengambilan keputusan pemberian beasiswa secara lebih cepat dan transparan. Dengan demikian, implementasi algoritma K-Means dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi proses seleksi penerima beasiswa