Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IDEALISME TAFAQQUH FI> AD-DI>N Maslihan Mohammad Ali dan Khabibi Muhammad Luthfi
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2013): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.722 KB) | DOI: 10.35878/islamicreview.v2i1.28

Abstract

Judul Buku : Madrasah Para Kiai: Refleksi Untuk Satu Abad Perguruan Islam athali’ul Falah Penulis : M. Imam Azis, dkk. Penerbit : Keluarga Mathali’ul Falah Yogyakarta Tahun terbit : I, 2012 Halaman : xvi + 187 halaman Setiap lembaga pendidikan tentu memiliki orientasi keilmuan yang telah dipilih guna mengantarkan peserta didiknya menuju pintu kesuksesan masing-masing. Ada lembaga yang hanya berorientasi dunia kerja (ekonomi). Ada pula lembaga yang hanya melulu hanya mengejar akhirat, dengan sedikit mempertimbangkan dunia. Kedua model lembaga ini cenderung mendikotomikan agama dan dunia. Selain itu, ada suatu lembaga pendidikan yang mencoba memadukan kedua tujuan pembelajaran sebelumnya. Namun, di era serba instan dan pragmatis ini model lembaga yang ketiga ini sudah mulai ditinggal oleh masyarakat. Padahal sebagai umat muslim seharusnya mampu mengintegrasikan antara dunia dan akhirat sebagai tujuan pendidikan. Salah satu lembaga pendidikan Islam yang istiqa>mah memadukan keilmuan yang bersifat agama dan duniawi adalah Mathali’ul Falah (selanjutnya disingkat Mathali’). Lewat buku berjudul “Madrasah Para Kiai; Refleksi Untuk Satu Abad Perguruan Islam Mathali’ul Falah” para alumninya ingin mengenalkan dan membuktikan sisi idealitas keilmuan itu. Sehingga meskipun berada di tengah-tengah perubahan arus lembaga pendidikan yang berorientasi pada dunia kerja, Mathali’ mampu konsistensi dan bersaing. Bahkan dalam kurikulum pendidikan -yang setara dengan MI/SD sampai MA/SMK/SMA-Mathali’ tidak mengikuti Sistem Pendidikan Nasional yang dianggap sementara ahli-pendidikan ‘gagal’ membentuk peserta didik yang berkarakter dan berwawasan moral-agamis.
KRITIK MATN SEBAGAI METODE UTAMA DALAM PENELITIAN KESAHIHAN HADIS NABI Khabibi Muhammad Luthfi
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 4 No 2 (2015): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.727 KB) | DOI: 10.35878/islamicreview.v4i2.102

Abstract

The research method was dominated critiques hadith sanad, so criticism of honor is considered as a complementary method, whereas honor is the substance of the tradition itself, which was initially used as a consideration in determining the quality of the hadith. On this basis, this article tried to put kririk honor as the primary method in the study of hadith. By using the approach of 'ulu> m al- Hadi> s {via the method of literature found that criticism of honor has rules that can scientifically be used as the primary method, or at least parallel to ktirik sanan. In addition, criticism of honor which historically suspended animation, at this time began to be revived. One of the main motivations is some correlation and similarity of the contents of the hadith with the knowledge produced by modern sciences.
Penerapan Metode Eklektik dalam Pelatihan Peningkatan Skor Toafl Guru SMP Islam Al-Hadi Khabibi Muhammad Luthfi; Eva Farhah; Abdul Malik; Arifuddin; Afnan Arummi
Shaut al Arabiyyah Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v10i1.25198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode eklektik untuk meningkatkan skor Toafl guru SMP Islam Al-Hadi Sukoharjo. Ini karena, para guru tersebut merasa hanya menjadi subjek yang memberikan materi-materi bahasa Arab kepada siswa sehingga tidak update terhadap perkembangan mutakhir bahasa Arab, khususnya Toafl. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik edukasional dengan teori metode pembelajaran eklektik dan secara metodologis, menggunakan pendekatan kuantilatif melalui rancangan penelitian tindakan kelas berjumlah dua siklus dengan model Kurt Levin. Sumber datanya diperoleh dari guru SMP Al-Hadi, tutor atau tim peneliti sendiri, dan peristiwa pembelajaran di kelas melalui tes, observasi, wawancara, kuesioner dan FGD yang dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dengan persentase dan deskriptif-kualitatif menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan metode eklektik berhasil meningkatkan Toafl guru dengan baik hingga mencapai rerata skor 507 (63%) dengan rerata kenaikan 18% di skor keseluruhan, 9% di fahm al-masmu’, 24% di tarakib wa asalib, dan 21% di fahm al-maqru’
Kontekstualisasi Filologi dalam Teks-teks Islam Nusantara Khabibi Muhammad Luthfi
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 14 No 1 (2016): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.466 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v14i1.523

Abstract

This paper aims to explore the concepts, methods and significance of philology Islam Nusantara and contextualization in manuscripts from Indonesia. It departs from the problems that the Islamic manuscripts archipelago that has not been widely studied, whereas in it save the value, thought and culture of the past scholars Nusantara which would clarify the concept of Islam Nusantara itself. With the approach of descriptive data-based literature and discourse analysis found that the concepts, methods and significance of philology Islam Nusantara almost the same as philology in general and the only difference being the object of study, in addition to the contextualization as an approach to the study of Islam in Indonesia, particularly related to Islamic manuscripts archipelago could be advised to use The new philology without leaving classical philology. Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi konsep, metode dan signifikansi filologi Islam Nusantara serta kontekstualisasinya dalam pernaskahan Indonesia. Ini berangkat dari persoalan bahwa manuskrip Islam Nusantara yang belum banyak dikaji, padahal di dalamnya menyimpan nilai, pemikiran dan budaya ulama Nusantara masa lampau yang tentunya akan menjernihkan mengenai konsep Islam Nusantara itu sendiri. Dengan pendekatan deksriptif berbasis data pustaka dan analisis wacana ditemukan bahwa konsep, metode dan signifikansi filologi Islam Nusantara hampir sama dengan filologi pada umumnya dan yang membedakan hanya objek kajiannya, selain itu kontektualisasinya sebagai pendekatan studi Islam di Indonesia, terutama terkait manuskrip Islam Nusantara bisa disarankan menggunakan filologi baru tanpa meninggalkan filologi klasik.
Perpaduan Kurikulum Bahasa Arab Salaf-Khalaf Khabibi Muhammad Luthfi; Eva Farhah; Reza Sukma Nugraha; Tri Yanti Nurul Hidayati
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 7 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alfazuna.v7i1.1455

Abstract

Purpose- This article aims to examine the combination of the classical dan modern Arabic curriculum at the Darul Hidayah Islamic Boarding School, Pati. Design/Methodology/Approach- This article uses an educational linguistic approach and qualitative-verification with curriculum organization theory. Data sourced from the field through observation, interviews and documentation, and analyzed using the Spradley method with domain, taxonomy, componential and cultural techniques. Findings- The results of this study are the combination of the Islamic boarding school curriculum in the form of a micro that integrates the curriculum of the classical dan modern Islamic boarding school, without linking it with other educational institutions. The integrated curriculum components are system, organization, objectives, materials, methods, educators dan evaluation. However, there are several sub-components that are not integrated, but only adopted from one of the classical dan modern Islamic boarding school. In addition to micro, in terms of planning dan learning practices, this curriculum blend is also integration-interconnection. Research Limitations/Implications- The field data of this research is only sourced from the Darul Hidayah Islamic boarding school, then the literature is compared with other Islamic boarding school.
Pelatihan Penerjemahan Naskah Fiksi untuk Praktisi Penerbitan Indie dan Pekerja Lepas Reza Sukma Nugraha; Eva Farhah; Arifuddin; Khabibi Muhammad Luthfi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2964

Abstract

Sebagai penerbit berskala kecil dengan tata kelola sederhana, permasalahan yang kerap muncul di penerbit independen (indie) adalah tidak optimalnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang penerjemahan. Berdasarkan masalah tersebut, Grup Riset Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan penerjemahan naskah fiksi di kalangan penerjemah, khususnya pekerja lepas (freelancer). Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Cloud Meeting selama dua pekan dan diikuti oleh 110 orang peserta dari berbagai kota di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemaparan materi, praktik, penugasan, dan evaluasi tugas. Dalam evaluasi, diperoleh hasil bahwa persoalan utama yang dihadapi peserta antara lain pemadanan kata yang tepat dan berterima, khususnya istilah bidang sastra, penyesuaian gaya bahasa sastra, dan pemahaman konteks cerita secara utuh. Dengan demikian, persoalan tersebut perlu diatasi agar penerjemah memiliki kompetensi yang baik sehingga fiksi terjemahan memiliki kualitas kesusastraan yang sama, baik dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran.
EPISTEMOLOGI NAHW TA‘LÎMÎ DALAM PERSEPEKTIF LINGUIS ARAB KONTEMPORER Khabibi Muhammad Luthfi
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v5i2.7959

Abstract

This paper amis to analyze the essence, source, approach and validity of syntax of pedagogical Arabic in the perspective of contemporary linguists. This was based on linguists who hold a classical syntax, saying renewal of pedagogical syntax in the contemporary era is not yet epistemological because it only redefines and implies classical syntax. With the philosophy approach of language education and educational linguistic theory based on library data with discourse analysis, it is found that pedagogical syntax iss Arabic grammar for learning to be proficient in speaking; derived from the Quran, hadith, poetry and syntax of classical schools and modern Arabic writing. The drafting approach is structural-behavioral with prescriptive, relevance, gradation, structural, clarity and simple principles. The methods are naqd, damj, tarjîh al-’arâ’, ziyâdah, tabwîb and ikhtishâr. The validity is pragmatic. On this basis, pedagogical syntax has its own distinct epistemology with classical syntax.
Islam Nusantara: Relasi Islam dan Budaya Lokal Khabibi Muhammad Luthfi
SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/shahih.v1i1.53

Abstract

The objective of this article is to explore the concept of Islam Nusantara (IN) observed from the structural theory of Islam and local culture relation, along with the reason why IN is developed into the concept of the Islamic proselytizing Rahmatan lilalamin by the intellectual Nahdhatul Ulama (NU). It comes from the NU Intellectuals claim that IN is the mediator in the controversy of Islam and local culture relation, moreover in the global scale it is going to be proselytized in the International, whereas the IN is still regarded as an issue and has not fulfilled the knowledge standard yet. Through philosophical approach, socio-anthropolinguistics based on the data in www.nu.or.id and topic analysis as its data analysis, it is found that the intellectual of NU used eight approaches to concept the IN. The IN set that Islam influences Indonesian culture and the INs success and ability to dialogue with Indonesian culture trigger the intellectual NU to promote it to the International.
Translating Al-Hikam Aphorisms: Evaluating Unmarked Topical Themes through Theme-Rheme Structure Analysis Anis, Muhammad Yunus; Arifuddin, Arifuddin; Khabibi Muhammad Luthfi; Reza Sukma Nugraha; Afnan Arummi; Eva Farhah; Tri Yanti Nurul Hidayati
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 6 No. 2 (2024): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v6i2.16091

Abstract

Aphorisms are unique literary works known for their memorability, concision, and ambiguity. They have an information structure divided into theme (known information) and rheme (new information), with the "unmarked topical theme" playing a crucial role. This study examines the impact of translation techniques on these unmarked topical themes and their influence on translation quality, focusing on an unexplored area in Arabic discourse. The research design is descriptive qualitative. Data were collected from the aphoristic text of Al-Hikam in Arabic (L1) and its translations into Indonesian (L2a) and Javanese (L2b). The research problems addressed are: (1) What translation techniques do translators employ when dealing with the "unmarked topical theme" in Al-Hikam's aphoristic text? Do translators favor the source language or the target language? (2) How can the translation of unmarked topical themes in Al-Hikam's aphorisms be assessed in terms of accuracy, readability, and acceptability?. The study finds that translation techniques, including conventional equivalent, compensation, modulation, and reduction, significantly impact the translation quality of unmarked topical themes. The conventional equivalent technique is particularly effective in maintaining the position of the unmarked topical theme from the source language to the target language. This research contributes to developing an Arabic translation model based on Systemic Functional Linguistics (SFL) analysis. It also provides a comparative analysis of the distinctive discourse topic development elements in Arabic, Indonesian, and Javanese texts, highlighting the implications of various translation techniques on the quality of aphoristic translations.
Mitologi Arabisasi Peraturan Bupati (Perbup) Syari’ah di Tasikmalaya dan Implikasinya dalam Sistem Hukum Nasional Qalyubi, Syihabuddin; Hak, Nurul; Luthfi, Khabibi Muhammad
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v51i2.495

Abstract

Abstract: The purpose of this paper is to analyze the reason, form and meaning of arabization regent regulation (perbup) in Tasikmalaya and its implications for the national legal system. This departs from the arabization of Tasikmalaya regency that tends to be unilateral and less concerned about Sundanese writing. Using the approach of political linguistics and the theory of Mythology from Roland Barthes, it shows that Perbup arabization in Tasikmalaya district was underlied by history and sociological majority of Santri with Islam ideology since 19th centuries until now. In addition, the emergence of Arabization is legally inspired by the vision and mission of Tasikmalaya Regency itself as it wants to become an Islamic religious district. The implementation of Perbup arabization uses Pegon Arabic-Sundanese with three forms called the name of the Regional Work Unit, the official manuscript and the monument. Connotatively or mythologically, the Arabization shows that the regent of Tasikmalaya seeks to spread the ideology of Islamic Nusantara or Islamic Santri to Tasikmalaya society specifically and Indonesian people in general. While the implication to the national legal system is the incoherence of the legal system components in Indonesia. Abstrak: Tujuan tulisan ini adalah menganalisis alasan, bentuk dan makna dari arabisasi dalam Peraturan Bupati di kabupaten Tasikmalaya dan implikasinya dalam hukum nasional. Ini berangkat dari adanya arabisasi pada Peraturan Bupati Kabupaten Tasikmalaya yang cenderung sepihak dan kurang peduli tulisan Sunda. Dengan pendekatan politik linguistik dan teori mitologi Roland Barthes, ditemukan bahwa arabisasi dalam Peraturan Bupati di kabupaten Tasikmalaya dilatarbelakangi oleh sejarah dan sosiologis mayoritas kaum santri yang berideologi Islam Nusantara sejak abad ke-19 hingga sekarang. Selain itu munculnya arabisasi ini secara hukum diilhami oleh visi dan misi Kabupaten Tasikmalaya itu sendiri yang ingin menjadi kabupaten religius islami. Adapun implementasi arabisasi Peraturan Bupati tersebut menggunakan Pegon Arab Sunda dengan tiga bentuk yaitu nama satuan kerja perangkat daerah, naskah dinas dan monumen. Secara konotatif atau mitologis arabisasi itu menunjukkan bahwa bupati Tasikmalaya berusaha menyebarkan ideologi Islam Nusantara atau Islam Santri kepada masyarakat Tasikmalaya itu sendiri secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum. Sementara implikasinya terhadap hukum nasional adalah adanya ketidakpaduan antara komponen sistem hukum di Indonesia.