Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Pemberian Kompres Air Hangat Dan Sponge Bath Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pasien Anak Gastroenteritis Zahroh, Roihatul; Khasanah, Ni’matul
JURNAL NERS LENTERA Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v5i1.1568

Abstract

Gastroenteritis (GE)/diare adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan berbagai enteropatogen, termasuk bacteri, virus, dan protozoa. Salah satu tanda dan gejala dari Gastroenteritis (GE) pada anak adalah peningkatan suhu tubuh. Salah satu cara menurunkan suhu tubuh adalah dengan kompres air hangat atau sponge bath. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas pemberian kompres air hangat dan sponge bath terhadap perubahan suhu tubuh anak dengan Gastroenteritis di RS Muhammadiyah Gresik. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien anak usia toddler dengan penyakit GE yang mengalami demam sebanyak 50 orang dan jumlah Sampel adalah 20 orang, dengan tehnik purposive sampling. Variabel independen penelitian adalah kompres air hangat dan sponge bath sedangkan variabel dependennya adalah perubahan suhu tubuh. Penelitian ini menggunakan instrument lembar observasi. Observasi sampel dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan kompres air hangat dan sponge bath. Selanjutnya data diolah dan dianalisis menggunakan uji t2 sampel bebas, untuk perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan tindakan dengan þ=< 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan suhu tubuh pada anak sebelum dan sesudah tindakan. Pada kompres air hangat þ=0,000, sponge bath þ=0,005. Pemberian sponge bath dalam menurunkan suhu tubuh lebih efektif dari pada kompres air hangat. Untuk itu anak yang mengalami demam dapat diberikan sponge bath untuk penatalaksanaan demam secara awal
PENGARUH SLOW DEEP BREATHING TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA ( Effect Of Slow Deep Breathing To Decrease Rate Leather Patients Pre Operations Sectio Caesarea ) Zahroh, Roihatul; Maslahatul, Dewi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v5i2.1793

Abstract

Introduction: Anxiety is an unpleasant and unjustified fear that is often accompanied by physiological symptoms. Slow deep breathing is a conscious action to regulate deep and slow breathing that can have a relaxing effect. Doing slow deep breathing is one type of nonfarmakologis therapy that serves to relax and decrease the level of anxiety. The purpose of this study was to analyze the effect of slow deep breathing on decreasing the anxiety level of patients with preoperative sectiocaesarea.Slow deep breathing techniques done with draw breath slowly, in maximum, next hold the breath for 3 seconds then exhaled slowly (over 10 x permenit). Methods: This research uses One Group Pre test-Post test design. Samples taken as many as 46 respondents by using Purposive Sampling. The independent variables are slow deep breathing and the dependent variable decreases the anxiety level of the patients with preoperative sectiocaesarea. Results: This research data is taken by using observation and interview.The result of Wilcoxon signed rank test statistic in getting the result of decrease of anxiety level (ρ = 0,000) means that there is influence of slow deep breathing to decrease of anxiety level of patient pre operation sectiocaesarea. Discussion: Provision of slow deep breathing is needed for decreased anxiety. Slow deep breathing in addition to decreasing anxiety can also cause immediate psychological effects that can help give a relaxed feeling, relieve tension and relax.
Penerapan Early Warning Score (Ews) System Dengan Respon Time Pada Kondisi Kegawatan di Rawat Inap RS Grha Husada Zahroh, Roihatul; Mariyani, Lilik Mariyani
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i2.2700

Abstract

Early warning score (EWS) system adalah sebuah sistem skoring fisiologis (tanda-tanda vital) yang umunya digunakan diunit medikal bedah sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan yang disertai dengan algoritme tindakan beradasarkan hasil skoring dari pengkajian pasien serta lebih berfokus kepada mendeteksi kegawatan sebelum hal tersebut terjadi. Respon time pelayanan dapat dihitung dengan hitungan menit dan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah dan kualitas tenaga maupun komponen-komponen lain yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan penerapan early warning scoring system dengan respon time pada kondisi kegawatan di rawat inap rumah sakit Grha Husada. Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Populasi perawat diruang rawat inap RS Grha Husada sebanyak 24 responden. Sampel secara total sampling. Variabel independen adalah early warning scoring system. Variabel dependen adalah respon time pada kondisi kegawatan. Analisa data yang digunakan adalah uji statistik korelasi Chi Squares nilai kemaknaan α < 0,05. Pengumpulan data dengan observasi pada lembar early warning scoring system dan lembar catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan penerapan early warning scoring system dengan respon time pada kondisi kegawatan. Perawat diharapkan menerapkan early warning scoring system dengan tepat sehingga memberikan respon time pada kondisi kegawatan dengan tepat dan meningkatkan mutu pelayanan.
KINERJA PERAWAT DALAM PEMASANGAN AV FISTULA DENGAN KEPUASAN KLIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS Zahroh, Roihatul; Muhibbuddin, Muhibbuddin
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.6

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan meningkatnya permintaan pelayanan kesehatan yang berkualitas dankepuasan klien terhadap kinerja perawat yang bertujuan agar perawat mampu bertindakprofesional dengan didukung oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap membuatkepuasan klien lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankinerja perawat dalam penyisipan AV fistula dengan kepuasan klien yang menjalanihemodialisis di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional untuk mengetahui hubunganantara variabel independen dan dependen, populasi responden adalah klien di UnitHemodialis yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 70 responden diperoleh dengan teknikPurposive Sampling, variabel dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dalampemasangan AV fistula sebagai variabel independen dan kepuasan klien menjalanihemodialisis sebagai variabel dependen, pengumpulan data menggunakan kuesioner yangdibagikan kepada responden, hasil dari pengumpulan data dianalisis dengan Uji SpearmanRho dengan tingkat kemaknaan ρ (0.05).Dari analisis uji Spearman Rho didapatkan ρ = 0,004 dengan koefisien korelasi 0,343.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kinerja perawatdalam penyisipan AV fistula dengan kepuasan klien mengalami hemodialisis.Berdasarkan data di atas bahwa kinerja yang baik akan mampu memberikan pelayananparipurna, dengan harapan kinerja perawat lebih ditingkatkan demi psikologi kepuasan danfisik klien.Kata kunci : Kinerja Perawat, Kepuasan, AV FistulaABSTRACTAlong with the increasing of demand of service of health which with quality andsatisfaction of client cause nurse performance is more optimal, for the purpose nurse isclaimed to act professional with supported by is knowledge, skill and attitude makingsatisfaction of client is more maximal. These research aim to know the relation of nurseperformance in insertion of AV fistula with satisfaction of clien experiencinghaemodialysis in Unit Hemodialisa Gresik Hospital.This research used cross sectional design for knowing relation between variableindependent and dependent, responder population was client in Unit Hemodialisamatching criteria inclusion was 70 respondents which obtained by the way of purposivesample, variable which checked was nurse performance in insertion of AV fistula asindependent variable and satisfaction of client experiencing haemodialysis as variabledependent, data collecting apply questionnaire to respondents, result from the datacollecting here in after analyzed with Test Sperarmans rho with level of meaning ρ (0.05).From test analysis Spearmans Rho in getting meaning ρ=0.004 with correlationcoefficient of 0.343. So concluded that was lower relationship which significant betweennurses performance in insertion of AV fistula with satisfaction of clients experiencinghaemodialysis.Based on data above that good performance will be able to give plenary service, onthe chance of nurse performance was more improved for the shake of satisfaction clientpsychology and also physical.Keywords : Nurse Performance, Satisfaction, AV Fistula
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SEKS PRANIKAH MENCEGAH PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH Zahroh, Roihatul; Indrawati, Desinta Luluk
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.7

Abstract

ABSTRAK Remaja adalah masa transisi emosional dan sosial yang terjadi sekitar 2 tahun setelah pubertas. Cinta dan seks adalah masalah terbesar bagi remaja. Seks bebas, hamil muda, pernikahan di masa muda, penyakit seksual menular adalah efek negatif dari hubungan cinta di masa muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terhadap perilaku pencegahan seks SMA Siswa Sekolah.Penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan satu kelompok pra test - post test. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 30 responden. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen adalah pencegahan perilaku seks bebas (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi ρ ≤ 0,05.Hasil uji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada siswa SMA (pengetahuan ρ = 0,000, sikap ρ = 0,000, tindakan ρ = 0,005).Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks bebas terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada siswa di salah satu SMA di Menganti. Semua lembaga terutama Kepala Sekolah, guru-guru yang mengajar SMA, harus memberikan pendidikan kesehatan seks bagi siswa mereka untuk mencegah seks bebas dan memiliki hidup yang lebih baik. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Free Sex Pencegahan Perilaku (Pengetahuan, Sikap, Tindakan), Mahasiswa SMA. ABSTRACT Youth is time that teenagers experience emotional and social transition which is only happened about 2 years after puberty. Love and sex are biggest problems for teenagers where ever in this world. Free sex, pregnant in youth, marriage in youth, sexual disease infectious was the negative effect from love affair in youth. The aim of this research is to know the influence of health education about free sex to wards free sex prevention behaviour on Senior High School Students.This research uses pra experimental with one group pre test – post tes design. Sample was taken in purposive sampling as much as 30 respondents. The independent variable is health education and the dependent variable is free sex prevention behaviour (knowledge, attitude, and action). The instrument that used is quetionaire. And the data analize uses Wilcoxon Signed Rank Test with foult grade significancy ρ ≤ 0.05.With Wilcoxon Signed Rank Test, shows the result from the influence of health education about free sex prevention behaviour on Senior High School Students (knowledge ρ = 0.000, attitude ρ = 0.000, action ρ = 0.005).The conclution of this research was that there were influences of health education about free sex to wards free sex prevention behaviour to students in one of others Senior High School in Menganti. To all institution especially to Head Master, teachers who teach in Senior High School in Menganti, ought to give health and sex education for their students in order to prevent free sex and have better live. Keywords: Health Education, Free Sex Prevention Behaviour (Knowledge, Attitude, Action), Senior High School Students.
PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN HYDROPHOBIC DRESSING TANPA SALEP MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA INFEKSI Suyanto, Suyanto; Zahroh, Roihatul; Gustomi, Mono Pratiko
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i2.10

Abstract

ABSTRAK Perawatan luka adalah penggantian sel yang rusak atau mati dengan sel baru. Teknik perawatan luka dengan menggunakan teknik hidrofobik atau tenik perawatan yang mempertahankan area luka tetap lembab. Prinsip membersihkan luka adalah menghilangkan nanah, bakteri, dan jamur saat mengganti perban. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perawatan luka dengan menggunakan teknik hidrofobik tanpa salep terhadap kecepatan penyembuhan luka infeksi.Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen. Populasi adalah semua klien luka infeksi pada Dahlia, bangsal bedah RSUD Ibnu Sina Gresik. Sampel terdiri dari 19 responden dengan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel independen adalah perawatan luka menggunakan teknik hidrofobik tanpa salep, dan variabel tergantung adalah kecepatan penyembuhan luka infeksi. Pengumpulan data dengan observasi mulai hari kedua sampai hari ke-14 satu kali setiap dua hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan menggunakan teknik dressing hidrofobik tanpa salep terhadap percepatan penyembuhan luka infeksi. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat standart r <0,05. Hasil dari uji statistik adalah: dressing hidrofobik: 0,001, tidak ada exudat: 0,001, tidak ada rasa sakit 0,000, ada tanda-tanda merah: 0,000, dan tidak ada edema: 0,000.Hasil penelitian ini bisa sebagai panduan perawatan luka dengan menggunakan dressing hidrofobik tanpa salep untuk luka infeksi, sehingga membantu mempercepat penyembuhan luka Kata kunci: Perawatan Luka, Dressing hidrofobik, Penyembuhan Luka, Infeksi. ABSTRACT Wound care is replacement of death or broken cells by strength cells and traumatic organs. Wound care technic using hydrophobic dressing no ointment is a care technic ointment less with maintain humidity wound area. In principle, that material can cleaning removed wound, pus, debris, bacterial, fungus when dressing replacement. The purpose of this research is knowing effect of wound care using Hydrophobic Dressing no ointment to wound velocity.This research design is pre-experiment. The population is all of client wound infection at Dahlia, surgery ward of RSUD Ibnu Sina Gresik. And sample consist of 19 respondent with purpose sampling technic as inclusion criteria. Independent variable is wound care using hydrophobic dressing no ointment, and dependent’s one is infection wound care. Data collection take with observation starting second to 14th day every once in two day.The research result shows that there is an effect wound care significant using hydrophobic dressing no ointment to period of, degree of healing and infection signs. Data analyzed using wilcoxon rank test statistic with standart level r <0,05. From result number with healing sign are: joint wound care side: 0.001, no exudat: 0.001, no pain 0.000, no red sign: 0.000, no oedema: 0.000.At this research could be as a wound care manual using hydrophobic dressing no ointment to wound infection, so that help wound healing velocity Keywords : Wound Care, Hydrophobic Dressing, Wound Healing, Infection.
TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN (BENSON) TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA GLAUKOMA Ainurrohman, Ainurrohman; Gustomi, Mono Pratiko; Zahroh, Roihatul
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.20

Abstract

ABSTRAK Glaukoma adalah penyakit yang memberikan gejala klinis dalam bentuk tekanan bola mata yang meninggi, kerusakan saraf mata sehingga lapang pandang menyempit. Penanganan nyeri pada pasien glaukoma masih belum seperti yang diharapkan, sehingga perlu alternatif lain dalam penanganan nyeri yaitu teknik pernafasan relaksasi (Benson). Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh teknik pernafasan relaksasi (Benson) terhadap intensitas nyeri pasien glaukoma.Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Pra Eksperimen pre-post test. Sampel diambil menggunakan purposive sampling pada pasien glaukoma sebanyak 19 responden. Penelitian ini menggunakan teknik pernafasan relaksasi (Benson) sebagai variabel independen dan intensitas nyeri pasien glaukoma sebagai variabel dependen.Hasil tes Wilcoxon Signed Rank Test, level signifikan α<0,05, p= 0,000. Ada teknik pengaruh pernafasan berelaksasi (Benson) terhadap intensitas nyeri pada pasien glaukoma.Teknik pernafasan relaksasi (Benson) terhadap intensitas nyeri pada pasien glaukoma menunjukkan hasil yang signifikan, teknik pernafasan relaksasi (Benson) dapat digunakan sebagai protap di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain untuk mengatasi nyeri pada pasien glaukoma. Kata kunci: Teknik pernafasan relaksasi (Benson), nyeri Intensitas, pasien Glaukoma. ABSTRACT             Glaucoma is a disease giving clinical sign in the form high of eyeball pressure, chasm of papil of optic nerve by defect is spacious of sight. Handling of pain in glaucoma patients still not yet as expected, so that need the other alternative in handling pain that is technique of relaxes exhalation (Benson). This objectives research to explain the influence of relaxes exhalation techniques (Benson) to intensity of pain glaucoma patients.            To execute this research use method  of pre and post test by purposive sampling in glaucoma patients counted 19 respondents. This research use the technique of relaxes exhalation (Benson) as independent variable and intensity of pain glaucoma patients as dependent variable.            From result test the Wilcoxon Signed Rank Test, significant lecel α < 0.05, sig.(2 tailed)= 0.000. There is influence technique of relaxes exhalation (Benson) to intensity of pain in glaucoma patients.            Even treatment of technique of relaxes exhalation (Benson) to intensity of pain in glaucoma patients, there is a significant result, should be able to used as protap at hospital or Puskesmas in physic overcome the pain in glaucoma patients. Keywords: Technique of Relaxes Exhalation (Benson), Intensity pain, Glaucoma patients.
BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN STRES PADA PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL Zahroh, Roihatul; Suhartoyo, Suhartoyo
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.24

Abstract

ABSTRAK Layanan perawatan yang berkualitas ditentukan oleh rasio antara total pasien dan perawat yang sesuai. Sumber daya manusia sedikit pada setiap bagian, akan mempengaruhi beban kerja dan lingkungan kerja perawat. Stres yang dirasakan perawat dalam bekerja, menyebabkan perubahan baik secara fisik, psikologis dan perilaku perawat terhadap kinerja perawat dalam memberikan asuhan perawatan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan lingkungan kerja perawat dengan stres perawat yang bekerja di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ibnu Sina Gresik.Desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 20 sampel yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan korelasi spearman rank  disajikan dalam bentuk tabulasi silang dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05.Hasil uji statistik beban kerja menunjukkan ρ= 0,001, dan lingkungan kerja menunjukkan ρ= 0,011. Hal ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara beban kerja dan lingkungan kerja dengan tingkat stres perawat di bedah operasi instalasi.Peningkatkan kualitas pelayanan dalam mengelola pasien diharapkan sesuai dengan standard praktek asuhan keperawatan yang telah ditetapkan. Penelitian yang lebih banyak tentang faktor penyebab stres perawat dalam bekerja akan meningkatkan kinerja perawat. Kata kunci: Beban Kerja, Lingkungan Kerja, dan Stres. ABSTRACT Service to qualified care over and above at determinative by outgrows it ratio among totals patient but gets becuase among work load and nurse work envoronment. Since it can trigger nurse stress step-up that working, with crescent in height stress causes to arise it good phenomenas physically, psychological and behavioral nurse which on eventually gets ascendant on nurse performance in give upbringing to care to patient. This research intent to know relationship among work load and nurse work environment with nurse stress that work at surgical operation installation Ibnu Sina Gresik General Hospital.Cross-sectional design was used in this study, involving 20 samples who were taken using purposive sampling. Data were collected using questionnaire. Data were processed and analyzed by means of cross-tabulation with Spearmant rho correlation. Coeffisien correlation with level of error of α ≤ 0,05.Results releaved that work load had ρ = 0,001, and work environment had ρ = 0,011. This indicated significant correlation between work load and work environment with stress nurse’s degree at surgical operation instalation.To increase quality of service in managing patient is expected according to standart of nursing care practice which has been specified. It is expected marks sense more research, since is still a lot of factor causativing to increase it working nurse stress at one particular installation at hospital so this research result gets better.Keywords : Work Load, Work Environment and Stress.
NYERI DENGAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR Zahroh, Roihatul; Lukitaningsih, Sri
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.25

Abstract

ABSTRAKNyeri pada tulang sebagai akibat terputusnya kontinuitas jaringan tulang dapatdiperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan sehinggaberpengaruh terhadap kebutuhan istirahat tidur pasien.Desain penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi 23 respondendab besar sampel 20 responden. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rankdengan tingkat signifikan p 0,05 untuk mengetahui adanya hubungan nyeri dengankebutuhan istirahat tidur pada pasien fraktur femur.Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hasil terdapat hubungan yang sangat kuatantara nyeri dengan kebutuhan istirahat tidur p = 0.00 yang berarti H1 diterima sehinggaada hubungan nyeri dengan kebutuhan istirahat tidur pada pasien fraktur femur.Kesimpulan H1 diterima sehingga ada hubungan nyeri dengan kebutuhan istirahat tidurpada pasien fraktur femur.Kata kunci : Nyeri Tulang, Kebutuhan Istirahat Tidur, Fraktur Femur.ABSTRACTPain in bone as broken effect of continuities of bone network and earn the heavy alsowith the existence of excitement from abundant environment so that influence therequirements take a rest the patient sleep.Design researched use the cross sectional design with the population 23 people,sample 20 responders. Using statistical test spearman rank with the level ofsignificant p 0,05. To know there was correlation of among pain in bone with therequirement takes a rest sleep.After conducted by testing, statistic found a very strong relation, between pain in bonewith the requirement takes a rest sleep p=0.00 mean the H1 accepted so that there arerelations of pain in bone with the requirement takes a rest sleep. With the result of aboveexpected can become the yardstick of quality nurse especially in studying patient.Conclusion H1 accepted by there are relations of pain with requirement take a rest thesleep to fracture femur patients.Keywords : Pain in Bone, Requirement Take A Rest The Sleep, Fracture FemurPatients.
PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGENDALIAN GLUKOSA DARAH (Diabetes Self Management Education (DSME) toward Knowledge-Attitude and Control Blood Glucose) Zahroh, Roihatul; Azkiyawati, Mumun
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i2.42

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengelolaan tepat dan disiplin guna mencegah komplikasi yang terjadi baik di rumah sakit maupun di rumah. Salah satu aspek yang memegang peranan penting dan efektif dalam pengelolaan diabetes melitus adalah pemberian edukasi dalam bentuk Diabetes Self Management Education (DSME) yang merupakan strategi perawatan mandiri untuk mengoptimalkan kontrol metabolik, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kwalitas hidup bagi penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap pengetahuan, sikap, pengendalian glukosa darah  pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre experimental Design One Group Pre Post Test Design. Populasi yang diteliti 34 responden di Ruang Dewasa Umum RS Muhammadiyah Gresik. Teknik sampling menggunakan purposive sampling didapatkan 31 sampel penelitian. Instrumen yang digunakan SAP Diabetes Self Management Education (DSME), lembar kuesioner DSME dan pemeriksaan GDA. Analisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dan Mc.Nemar Test dengan kemaknaan α < 0,05.Hasil penelitian didapatkan pengetahuan cukup 55% meningkat menjadi pengetahuan baik 81%. Peningkatan sikap dari sikap positif 26% meningkat menjadi 68%. Peningkatan pengendalian kadar glukosa darah dari buruk 58% menjadi pengendalian kadar glukosa sedang 64%. Hasil analisis statistik didapatkan nilai ρ=0,000 berarti ada pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education terhadap pengetahuan, sikap, dan pengendalian glukosa darah  pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Perawat dapat menjadikan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai bentuk intervensi edukasi mandiri dan protap discharge planning pada pasien DM di Rumah Sakit. Kata Kunci: Diabetes Self Management Education, Pengetahuan, Sikap, Pengendalian glukosa darah. ABSTRACT One aspect that plays an important and effective in the management of diabetes mellitus is the provision of education in the form of Diabetes Self-Management Education (DSME) which is a self-care strategies to optimize metabolic control, prevent complications, and improve quality of life for the sufferer. The research design used in this study was Preexperimental Design One Group Pre Post Test Design. Purposive sampling obtained 31 samples of research. Instruments used form of SAP, sheet questionnaire based Diabetes Self Management Education (DSME) and Random Blood Glucose. Analysis using statistical tests Wilxocon Signed Rank Test and Mc Nemar test. The results showed there was an increase in sufficient knowledge 55% to the knowledge of good 81%. Improved attitude of positive attitude 26% increased to 68%. Increase in the control of blood glucose levels of bad 58% to moderate control glucose levels were 64%. Statistical analysis of the results obtained value of ρ=0.000 means that there is an influence of diabetes self management education (DSME) toward knowledge and attitude in the control of blood glucose levels. Existence of this study are expected in the nurse can make Diabetes Self Management Education (DSME) as a form of self-education intervention and discharge planning as a standard procedure in diabetes patients at the Hospital.  Keywords: Diabetes Self Management Education, Knowledge, Attitude, and Control blood glucose levels.