Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERIAN REBUSAN DAUN KERSEN MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Influence Of The Cherry Decoction Leaves Decrease In Blood Glucose Levels) Zahroh, Roihatul; Musriana, Musriana
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.206

Abstract

ABSTRAK Daun Kersen banyak memiliki manfaat untuk kesehatan, antara lain untuk mencegah pertumbuhan tumor, menjaga fungsi otot jantung, dan mengatasi Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar glukosa darah.Penelitian menggunakan metode pre eksperimental dengan rancangan One Group Pre test-Post test design. Pemilihan sampel menggunakan metode Purposive Sampling.Besar sampel adalah 12 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah  pemberian rebusan daun kersen, variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan kadar gula darah. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan saat observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, analisa data menggunakan uji paired t-test dengan level signifikan  <0,05.Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata kadar gula darah sesudah dilakukan intervensi menurun sebesar 305.58 menjadi 178.33. Adanya pengaruh pemberian rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah (p  = 0,000).Daun kersen mengandung saponin dan flavonoid yang dapat menghambat penyerapan gula darah dari usus, sehingga karbohidrat tidak banyak diserap oleh usus. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat dijadikan obat herbal  untuk penderita DM. Kata kunci : Daun kersen, Glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACT             Cherry (Muntingia Calabura) have  many benefit for health among others to tumor growth,  function of the heart muscle, and controls diabetes.  Research on benefits the cherry as a diabetes drugs still needed research more deeply. The aim of  this research was to analyzed the influence of  the cherry decoction leaves as a decrease in blood glucose levels.             Research used methods pre experimental to one group pre test-post test design. The selection of the sample used purposive sampling method. With the sample size  was 12 people. The independent variable in this research was the giving of cherry. The dependent variable in this study was the decrease in blood glucose levels. Data collection at the time the research was conducted observation before and after intervention. The data analysed using paired t-test with significance level of  < 0,05.            The results state that the average blood sugar levels after intervention decreased by 305.58 to 178.33 0,000 which means cherry  stew can decrease respondens blood glucose levels. precence influence of  the cherry which are potential as a decrease in blood glucose levels (p = 0,000).            Cherry leaves contain saponins and flavonoid can inhibit blood sugar absorption from the intestines, so that carbohidrate are not absorbed by the gut. Cherry leaf decoction is proven to reduce blood sugar levels and can be used as herbal medicine for people with DM. Keywords : Cherry, Blood Glucose and Diabetes Mellitus type 2DOI : 10.5281/zenodo.1405486
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Zahroh, Roihatul; Giyartini, Giyartini
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.641

Abstract

Peningkatan Interdialytic Weight Gain (IWG) umumnya terjadi pada pasien hemodialisisyang tidak dapat menahan asupan cairan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pembatasan cairan antara lain pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh ketiga faktor tersebut di Ruang Hemodialisa  RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.  Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, di dalam penelitian ini variabel independent adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga, sedangkan variabel dependent adalah kepatuhan pembatasan asupan cairan. Besar sampel 52 orang dengan menggunakan purposive sampling. Analisa data dengan spearman’s rho.Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan (ᵖ = 0,032,  ѓ = 0,298), ada pengaruh yang signifikan antara sikap dengan pembatasan cairan (ᵖ = 0.000 , ѓ = 0,591), ada pengaruh dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan  (ᵖ =  0,008,         ѓ = 0,364).  Faktor yang paling dominan mempengaruhi kepatuhan pembatasan cairan adalah faktor sikap.Pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dapat mempengaruhi pasien dalam kepatuhan pembatasan asupan cairan. Motivasi serta keyakinan pasien untuk berperilaku positif dalam mentaati program pembatasan asupan cairan perlu ditingkatkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis.Kata kunci :  Pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan kepatuhan pembatasan asupan cairan.Increase in interdialytic of his body weight (iwg) generally occurs in patients hemodialisis which cannot hold fluid intake. The factors that affects the public compliance with regulations to limit the number of a fluid aimed among other things at the highest level of  knowledge, the attitude and family encouragement.The purpose of this study to identify the influence of third factors the Hemodialysa Room  RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Research used the method of descriptive analytic with cross sectional approach. The data collected by using questionnaire and observation sheets, in the independent variable in this study is the knowledge, the attitude and the family encouragement, while the dependent variable was fluid intake restriction compliance. A large sample of 52 people by used purposive sampling. Analysed of data with spearman rho.The resulted of the study these chareges in the future that there has been recent an influence that in welfare between this knowledge with the public compliance with regulations to limit the number of fluid intake  (ᵖ = 0,032, ѓ = 0,298) , there an effect which is significant between the measures and the behaviour by limitation a fluid           (ᵖ = 0.000, ѓ = 0,591), there an effect family encouragement with the public compliance with regulations to limit the number of a fluid (ᵖ = 0,008, ѓ = 0,364 ). The most dominant factor influencing fluid restriction compliance is the attitude factor.The level of knowledge of, the attitudes and family encouragement can be influence the patient in the public compliance with regulations to limit the number of fluid intake. Motivation of the creation was as well as a belief that it is a patient to behave positive in restriction the against entering the holy place fluid intake needless in is an effort to increase so that it can be to improve quality of  life patients who underwent hemodialysis.Key word: knowledge, attitude, family encouragement, and compliance fluid intake restrictions.DOI: 10.5281/zenodo.1405377
LAMA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS Zahroh, Roihatul; Widyani, Bovi Amalia
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.825

Abstract

Hemodialisis adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Dampak yang dialami pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis adalah penurunan perfusi serebral dan penurunan kecepatan aliran darah sehingga terjadi penurunan metabolisme oksigen ke otak, edema serebral, dan penurunan tekanan darah intraserebral yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gangguan kognitif dan demensia telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian pada pasien penyakit ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis.Penelitian ini adalah penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2019 dengan sampel sebanyak 26 orang yang diambil dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini melakukan wawancara dan kuesioner Mini Mental State Examination(MMSE). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman’s rho.Hasil penelitian ini diketahui bahwa hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis didapatkan p = 0,311 yang berarti tidak ada korelasi antara kedua variabel yang diuji.Diharapkan rumah sakit dapat mengadakan edukasi atau diskusi dengan berbagai metode atau media terutama tentang pengetahuan yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis untuk mempertahankan atau meminimalkan gangguan fungsi kognitif pasien hemodialisis.Kata kunci: lama terapi hemodialisis, fungsi kognitifKata kunci: lama terapi hemodialisis, fungsi kognitifDOI: 10.5281/zenodo.3549133
EFEKTIVITAS SENAM DISMENORRHEA DAN SENAM AEROBIC LOW IMPACT TERHADAP NYERI HAID (DISMENORRHEA) PADA REMAJA AWAL Zahroh, Roihatul; Istiroha, Istiroha; Larasati, Natasya Nadhita
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1040

Abstract

Dampak nyeri dismenore pada remaja akan menimbulkan kecemasan berlebih sehingga mempengaruhi terjadinya penurunan kecakapan dan keterampilan remaja yang akan sangat mempengaruhi terhadap penurunan aktivitas dan prestasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efektivitas senam dismenore dan senam aerobic low impact terhadap nyeri haid (dismenorrhea) pada remaja awal.Penelitian ini menggunakan design Pra Eksprimental dengan pendekatan Pre Post Test Two Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja awal yang mengalami dismenore yang berjumlah 26 siswi. Responden dibagi menjadi dua kelompok, 12 responden diberikan senam dismenore dan 12 responden diberikan senam aerobic low impact.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian lembar observasi skala nyeri Bourbanis, SOP senam dismenore dan SOP senam aerobic low impact. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon dan Man-Whitney. Variabel independen adalah senam aerobic low impact dan senam dismenore dan variabel dependen adalah nyeri haid (dismenorrhea).Hasil analisis dengan Wilcoxon signed test dengan nilai standar <0,05, didapatkan nilai senam dismenore p = 0,014  nilai senam aerobic low impact p = 0,005 artinya senam aerobic low impact lebih efektif daripada senam dismenore. Sedangkan hasil uji statistic Mann-whiney didapatkan p = 0,190  artinya tidak ada perbedaan tingkat nyeri setelah dilakukan intervensi antara kelompok senam dismenore dan senam aerobic low impact.Senam aerobic low impact lebih efektif daripada senam dismenore karena memiliki ritme gerakan relatif pelan sehingga responden lebih mudah menirukan. Disarankan penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan nyeri dismenore.Kata kunci : Dismenore, senam dismenore, senam aerobic low impact.DOI: 10.5281/zenodo.4724277
PEMBERIAN SLOW SROKE BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I Zahroh, Roihatul; Rema, Elizabeth Zue
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1325

Abstract

Nyeri saat persalinan merupakan proses yang fisiologis. Sebagian besar wanita merasa khawatir dengan nyeri yang akan dialami saat persalinan.Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan pemberian slow sroke back masage. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian slow sroke back masage terhadap penurunan intensitas nyeri kala 1 ibu bersalin. Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimental (one group pre-post test design). Populasi pada penelitian ini adalah 21 ibu bersalin fisiologis di VK bersalin RS Muhammadiyah Gresik dengan besar sampel sebanyak 20 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen yaitu slow sroke back masagge sedangkan variabel dependen yaitu penurunan intensitas nyeri persalinan kala I. Instrumen penelitian ini menggunakan SOP Slow Sroke Back Massage dan lembarobservasi skala nyeri Bourbanis untuk mengukur intensitas nyeri. Hasil penelitian menunjukkan nyeri sangat berat sebanyak 12 orang (60%) sebelum diberikan intervensi dan nyeri sedang sebanyak 15 0rang (75%)  sesudah diberikan intervensi. Analisis data uji menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Testdengan nilai signifikan (2-tailed) = 0,000 yang berarti Slow Sroke Back Masagge dapat menurunkan rasa nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin fisiologis. Pemberian slow sroke back masagge sebagai alternatif terapi non farmakologi yang dapat menurunkan nyeri persalinan kala 1 pada ibu bersalin fisiologis. DOI: 10.5281/zenodo.5225856
PENGARUH PEMBERIAN SAYUR GAMBAS (LUFFA ACUTANGULAR) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Zahroh, Roihatul; Hariyanto, Yenny; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1625

Abstract

Diabetes Melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya dengan kadar gula darah melebihi dari 200 mg/dl. Penatalaksanaan diabetes mellitus selain dengan farmakologi, modifikasi gaya hidup, dapat juga dengan terapi komplementer yaitu memanfaatkan sayur gambas. Sayuran gambas mengandung zat aktif  dapat menurunkan kadar glukosa darah karena memiliki kandungan curcubitacin yang termasuk ke dalam golongan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian sayur gambas (Luffa Acutangular) terhadap  penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Pembantu Mojosarirejo Gresik. Desain penelitian ini menggunakan one grup pre post test design. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 19 responden yang diintervensi menggunakan pemberian sayur gambas dilakukan selama 14 hari diberikan 1 kali perhari sebanyak 100 gram.  Variabel independen yaitu pemberian Sayur Gambas.  Variabel dependen yaitu Diabetes Melitus tipe 2.  Data penelitian ini diambil menggunakan alat glukotest dan lembar observasi. Hasil uji statistik Uji paired t-tes didapatkan nilai (2-tailed) = 0.000 dengan standar <0,05 maka H1 diterima artinya ada pengaruh pemberian sayur gambas terhadap Diabetes Melitus tipe 2.  Nilai mean sebelum diberikan sayur gambas adalah 217,21 dan mean sesudah diberikan sayur gambas adalah 149,89. Pemberian sayur gambas menurunkan kadar gula darah sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
DURATION OF HEMODIALYSIS THERAPY CORRELATES WITH COGNITIVE FUNCTION OF CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS Zahroh, Roihatul; Istiroha, Istiroha; Basri, Ahmad Hasan; Abd Kadir, Khairul Azmi
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 3, Issue 1, 2025
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/syn.v3i1.121

Abstract

Background. When the kidneys are unable to eliminate waste and fluid from the body, hemodialysis is a treatment that is employed. Hemodialysis patients with kidney failure experience a reduction in cerebral perfusion and blood flow velocity, which leads to a cerebral edema, a decrease in intracerebral blood pressure, and a change in the brain's oxygen metabolism, all of which impair cognitive function. Numerous investigations on people with chronic renal disease have extensively documented cognitive impairments and dementia. This study purpose to determine cognitive function related to the duration of hemodialysis in chronic kidney disease patients. Research Methods. This cross-sectional, correlative analytical investigation was carried out in January 2024 using a sample of around 26 participants who satisfied the inclusion requirements using complete sampling methodologies. Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaires were used in this investigation. The Spearman's rho statistical test was used to assess the collected data. Findings. There was no relationship between the two factors examined in patients with chronic renal disease, the length of hemodialysis treatment, and the cognitive function (p = 0.311). Conclusion. Hospital would be able to maintain or reduce cognitive impairment in hemodialysis patients by offering education or conversation using a variety of techniques or media, particularly with relation to understanding about chronic kidney disease patients.
Optimasi Suhu dan Lama Perendaman terhadap Kadar Klorin pada Kertas Rokok Menggunakan Metode Iodometri: Optimization of Temperature and Soaking Time on Chlorine Levels in Cigarette Paper Using the Iodometric Method Yazid, Edy Agustian; Yaqin, Nur; Zahroh, Roihatul; Salsabila, Dava Isabel
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2430

Abstract

Chlorine is a chemical, produced and used throughout the world. Chlorine is usually used as a disinfectant and paper bleach. Cigarette paper is made from materials that are bleached using chlorine. Chlorine is toxic, especially when inhaled, potentially causing eye, skin, respiratory tract irritation and lung damage. The chlorine solubility factor is influenced by temperature and soaking time. This research aims to determine the optimum temperature and soaking time for chlorine levels in filtered cigarette paper (RF) and non-filtered cigarettes (RNF). The research was carried out experimentally with quantitative analysis techniques using the iodometric method. The parameters observed were chlorine levels with temperature variations of 25°C, 50°C, 75°C, 100°C and soaking times of 10 minutes, 15 minutes, 20 minutes, 25 minutes. The research results showed that the highest chlorine levels in RF and RNF paper were 19.26 ppm and 17.88 ppm respectively. The research results concluded that the highest chlorine levels were obtained in RF and RNF paper using the same optimum temperature and soaking time, namely 75°C for 20 minutes. Keywords:          chlorine, iodometry, temperature, soaking time, cigarettes   Abstrak Klorin merupakan bahan kimia, diproduksi dan digunakan di seluruh dunia. Klorin biasanya digunakan sebagai desinfektan dan pemutih kertas. Kertas rokok dibuat dari bahan yang diputihkan menggunakan klorin. Klorin bersifat toksik terutama bila terhisap, berpotensi menyebabkan iritasi mata, kulit, saluran pernafasan dan kerusakan paru-paru. Faktor kelarutan klorin dipengaruhi oleh suhu dan waktu perendaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui suhu dan waktu perendaman  optimum terhadap kadar klorin pada kertas rokok filter (RF) dan rokok non filter (RNF). Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan teknik analisis secara kuantitatif menggunakan metode iodometri. Parameter yang diamati  adalah kadar klorin dengan variasi suhu 25°C, 50°C, 75°C, 100°C  dan waktu perendaman 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit. Hasil penelitian didapatkan kadar klorin tertinggi pada kertas RF dan RNF berturut-turut 19,26 ppm dan 17,88 ppm. Hasil penelitian disimpulkan kadar klorin tertinggi didapatkan pada kertas RF  dan RNF menggunakan suhu dan waktu perendaman optimum yang sama, yaitu suhu 75°C selama 20 menit. Kata Kunci:         klorin, iodometri, suhu, waktu perendaman, rokok
PENYULUHAN HERBAL KOMPLEMENTER ANTIHIPERTENSI KEPADA LANSIA DI WILAYAH DESA CERME KIDUL, KABUPATEN GRESIK Istiroha, Istiroha; Basri, Ahmad Hasan; Zahroh, Roihatul; Rahimah, Syan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita hipertensi secara umum tidak mengetahui bahwa terapi komplementer dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan pengabdian masyaraakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama kelompok lansia tentang tanaman herbal komplementer yang dapat digunakan sebagai obat non farmakologis anti hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Juli 2024 di Posyandu Lansia Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, kabupaten Gresik. Pada hari pertama tim pelaksana melakukan persiapan dan pada hari ke dua tim pelaksana melakukan penyuluhan tentang konsep penyakit hipertensi, herbal komplementer antihipertensi, dan demonstrasi pembuatan jus herbal komplementer. Sebelum penyuluhan tim membagikan kuisioner pretest dan setelah penyuluhan tim membagiakn kuisioner posttetst sebagai evaluasi hasil penyuluhan. Penyuluhan ini diikuti oleh 20 lansia yang mempunyai riwayat hipertensi. Hasil pegabdian kepada masyarakat menunjukkan pengetahuan lansia sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar pada kategori kurang (65,0%) dan setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori cukup (50,0%) dan baik (40,0%). Pemberian penyuluhan tentang herbal komplementer antihipertensi kepada lansia terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan obat herbal antihipertensi. Diharapkan Puskesmas dapat membuat program penyuluhan dan pemanfaatan tanaman herbal antihipertensi sebagai tanaman obat keluarga yang dimiliki oleh setiap keluarga sehingga penderita hipertensi dapat menggunakan tanaman tersebut dengan mudah dan murah.
OVERVIEW OF OPTIMIZING PATIENT SAFETY THROUGH THE IMPLEMENTATION OF DRUG CENTRALIZATION AT IBNU SINA GRESIK HOSPITAL Gustomi, Mono Pratiko; Zahroh, Roihatul; Arizta NC, Lilyana
TOPLAMA Vol. 2 No. 3 (2025): TOPLAMA
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/tla.v2i3.421

Abstract

This study aims to explain the overview of patient safety optimization target three through the application of drug centralization.  the research used was quantitative with a descriptive approach. The sample used was a total sampling with 16 nurses in the Cempaka room. Data was collected on patient safety target three and drug centralization through interviews, observations, and questionnairesThis study showed that most of the respondents were quite good in optimizing patient safety target three (87.5%), but in the implementation of drug centralization, the results were not good, there were 8 (50%) nurses who still did not provide the format of each type of drug when given to patients and nurses often forgot to ask for signatures after administering drugs to patients. the implementation of patient safety target three through the implementation of drug centralization is still not optimal, there are some that have not been fully implemented. Therefore. Additional motivation is needed for all nurses to consistently centralize drugs per the Standard Operating Procedures (SOP) to improve Patient Safety.