Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : International Journal of Community Service Learning

Pemberdayaan Masyarakat Pesantren tentang Sel Surya untuk Fasilitas Listrik di Desa Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi Jawa Barat Montreano, Donny; Waluyo, Mohammad Rachman; Rizal, Reda
International Journal of Community Service Learning Vol 2, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.298 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.16244

Abstract

Pemerintah menargetkan 10.300 desa teraliri listrik pada 2019. Pada 2019, peningkatan rasio elektrifikasi nasional ditargetkan menjadi 97 persen. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meluncurkan Program Indonesia Terang (PIT) dalam rangka memenuhi target peningkatan rasio elektrifikasi nasional dari 85 persen pada tahun 2015 menjadi 97 persen di tahun 2019. PIT juga menjadi bagian dari target pemerintah yang menyediakan akses penerangan bagi masyarakat Indonesia secara merata melalui pembangunan pembangkit 35.000 MW. Dalam rilis pers Kementerian ESDM pada 28 Februari 2016, disebutkan bahwa hingga saat ini, masih ada 12.659 desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), bahkan 2.519 desa diantaranya belum terlistriki sama sekali. Desa-desa ini sebagian besar tersebar di Provinsi Papua dan di kawasan Indonesia Timur lainnya. Populasi penduduk rata-rata sedikit dengan tingkat kepadatan yang rendah, akibatnya membangun jaringan listrik menjadi sangat mahal dan membuat hitung-hitungan ekonomi menjadi rugi. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih khusus kepada masyarakat di desa-desa tertinggal ini supaya mereka dapat segera terlayani listrik, tanpa kebijakan dan aksi yang berpihak, desa-desa tersebut mustahil bisa mengakses listrik sesuai target yang telah dicanangkan.
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah dengan Teknik Komposter dan Pemanfaatan Pekarangan Sekolah untuk Tanaman Sayur Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Waluyo, Mohammad Rachman; Rahayu, Fajar; Mardiyah, Akalily
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.194 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20868

Abstract

Terkait dengan kesehatan masyarakat, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan sebuah gerakan yang memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Namun, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan dasar inilah kami Fakultas Teknik UPNVJ bekerjasama dengan SD Tunas Mandiri bermaksud mengadakan pemberdayaan pemanfaatan pekarangan sekolah untuk tanaman sayur dan buah, menanamkan kesadaran peduli sampah dengan Teknik komposter guna membentuk kesadaran cinta lingkungan. Diharapkan dengan adanya pemberdayaan masyarakat berupa GERMAS, dapat meningkatkan wawasan akan lingkungan bagi siswa, orang tua dan komite SD Tunas Mandiri akan mengerti cara pengelolaan sampah berbasiskan komposter, meningkatkan kemandirian dan perekenomian masyarakat, dan yang paling utama adalah meningkatkan kualitas kesehatan dan kesadaran siswa sejak dini. Target luaran dari program ini berupa produk pengolahan sampah dengan komposter dan pemanfaatan lahan SD Tunas Mandiri untuk dijadikan wahana pemberlajaran untuk anak – anak budidaya di pekarangan sekolah agar bisa dijadikan pembelajaran buat siswa dan bisa dikelola sekolah.Kata Kunci: GERMAS, pekarangan sekolah, sampah, Komposter 
Pelatihan Kreasi Kain Flanel dan Pembuatan E-Commerce untuk Ibu-Ibu PKK Nurul Yaqin Waluyo, Mohammad Rachman; Nurfajriah, Nurfajriah; Rahayu, Fajar
International Journal of Community Service Learning Vol 5, No 2 (2021): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i2.35616

Abstract

Banyaknya waktu kosong serta kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga, mengakibatkan kurangnya produktifitas yang dimiliki oleh ibu-ibu tersebut. Peningkatan produktifitas ibu rumah tangga dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan yang berbahan dasar kain flannel. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menunjang perekonomian keluarga sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni metode ceramah, demontrasi langsung dipraktekkan oleh peserta, serta tanya jawab. Demontrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung mengenai proses pembuatan kreasi produk fungsional yang berbahan baku kain flannel1, peralatan yang diperlukan serta bahan digunakan dalam pembuatan produk dari kain flanel. Target luaran dari program ini berupa produk kerajinan dari flanel berupa gantungan kunci, pernak pernik dan tempat tisu dari kain flanel. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Ibu-ibu sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelatihan, sehingga adanya peningkatan keterampilan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga untuk mengisi waktu kosong dengan cara yang bermanfaat.
Pemberdayaan Masyarakat Pesantren tentang Sel Surya untuk Fasilitas Listrik di Desa Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi Jawa Barat Montreano, Donny; Waluyo, Mohammad Rachman; Rizal, Reda
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.298 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.16244

Abstract

Pemerintah menargetkan 10.300 desa teraliri listrik pada 2019. Pada 2019, peningkatan rasio elektrifikasi nasional ditargetkan menjadi 97 persen. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meluncurkan Program Indonesia Terang (PIT) dalam rangka memenuhi target peningkatan rasio elektrifikasi nasional dari 85 persen pada tahun 2015 menjadi 97 persen di tahun 2019. PIT juga menjadi bagian dari target pemerintah yang menyediakan akses penerangan bagi masyarakat Indonesia secara merata melalui pembangunan pembangkit 35.000 MW. Dalam rilis pers Kementerian ESDM pada 28 Februari 2016, disebutkan bahwa hingga saat ini, masih ada 12.659 desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), bahkan 2.519 desa diantaranya belum terlistriki sama sekali. Desa-desa ini sebagian besar tersebar di Provinsi Papua dan di kawasan Indonesia Timur lainnya. Populasi penduduk rata-rata sedikit dengan tingkat kepadatan yang rendah, akibatnya membangun jaringan listrik menjadi sangat mahal dan membuat hitung-hitungan ekonomi menjadi rugi. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih khusus kepada masyarakat di desa-desa tertinggal ini supaya mereka dapat segera terlayani listrik, tanpa kebijakan dan aksi yang berpihak, desa-desa tersebut mustahil bisa mengakses listrik sesuai target yang telah dicanangkan.
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah dengan Teknik Komposter dan Pemanfaatan Pekarangan Sekolah untuk Tanaman Sayur Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Waluyo, Mohammad Rachman; Rahayu, Fajar; Mardiyah, Akalily
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.194 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20868

Abstract

Terkait dengan kesehatan masyarakat, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan sebuah gerakan yang memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Namun, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan dasar inilah kami Fakultas Teknik UPNVJ bekerjasama dengan SD Tunas Mandiri bermaksud mengadakan pemberdayaan pemanfaatan pekarangan sekolah untuk tanaman sayur dan buah, menanamkan kesadaran peduli sampah dengan Teknik komposter guna membentuk kesadaran cinta lingkungan. Diharapkan dengan adanya pemberdayaan masyarakat berupa GERMAS, dapat meningkatkan wawasan akan lingkungan bagi siswa, orang tua dan komite SD Tunas Mandiri akan mengerti cara pengelolaan sampah berbasiskan komposter, meningkatkan kemandirian dan perekenomian masyarakat, dan yang paling utama adalah meningkatkan kualitas kesehatan dan kesadaran siswa sejak dini. Target luaran dari program ini berupa produk pengolahan sampah dengan komposter dan pemanfaatan lahan SD Tunas Mandiri untuk dijadikan wahana pemberlajaran untuk anak – anak budidaya di pekarangan sekolah agar bisa dijadikan pembelajaran buat siswa dan bisa dikelola sekolah.Kata Kunci: GERMAS, pekarangan sekolah, sampah, Komposter 
Pelatihan Kreasi Kain Flanel dan Pembuatan E-Commerce untuk Ibu-Ibu PKK Nurul Yaqin Waluyo, Mohammad Rachman; Nurfajriah, Nurfajriah; Rahayu, Fajar
International Journal of Community Service Learning Vol. 5 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.58 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i2.35616

Abstract

Banyaknya waktu kosong serta kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga, mengakibatkan kurangnya produktifitas yang dimiliki oleh ibu-ibu tersebut. Peningkatan produktifitas ibu rumah tangga dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan yang berbahan dasar kain flannel. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menunjang perekonomian keluarga sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni metode ceramah, demontrasi langsung dipraktekkan oleh peserta, serta tanya jawab. Demontrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung mengenai proses pembuatan kreasi produk fungsional yang berbahan baku kain flannel1, peralatan yang diperlukan serta bahan digunakan dalam pembuatan produk dari kain flanel. Target luaran dari program ini berupa produk kerajinan dari flanel berupa gantungan kunci, pernak pernik dan tempat tisu dari kain flanel. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Ibu-ibu sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelatihan, sehingga adanya peningkatan keterampilan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga untuk mengisi waktu kosong dengan cara yang bermanfaat.