Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Community Economy Improvement Through Digital Tourism Village in Pabean Udik Village, Indramayu Nurfajriah Nurfajriah; Mohammad Rachman Waluyo; Santika Sari; Fajar Rahayu
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v4i2.108-115

Abstract

Poverty is a complex issue encompassing multi dimensions such as economic access, social factors, culture, politics and participation in society. Specifically, rural poverty poses a significant challenge to the advancement of development in rural areas. To address the issue, based on the Indramayu Village Development Acceleration (PPDI MBKM) initiative a community service activity was conducted to improve the local economy through the restoration and the management of land or public facilities, particularly the establishments of parks as potential business ventures for the surrounding communities. The activities aimed at creating opportunities for local vendors and entrepreneurs to sell their products and services around the parks. Hopefully, the efforts open diverse business opportunities and contribute to the overall improvement of the rural economy.
Pelatihan Optimasi Google Bisnisku Antuk UMKM Anggota Komunitas Tangan Diatas (TDA) Jakarta Timur Agar Bisa Bangkit Saat Pandemi COVID-19 Achmad Zuchriadi; Fajar Rahayu; Mohammad Rachman Waluyo; Annastya Bagas Dewantara; Ade Fikri Fauzi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk memberikan pelatihan praktisOptimasi Google Bisnisku bagi pelaku umkm anggota komunitas Tangan Diatas (TDA) Jakarta Timuragar bisa bangkit dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan secara online diikuti25 peserta anggota komunitas TDA Jakarta Timur menggunakan aplikasi video conference zoom.Metode pelatihan ini meliputi penyampaian materi, demo optimasi akun google bisnisku dan diakhiridengan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini para peserta sudah bisa membuat akun google bisniskusendiri dan para peserta sudah bisa melakukan optimasi google bisnisku secara sederhana supaya bisadimanfaatkan untuk usahanya masing-masing.  Kata Kunci: Google bisnisku, Komunitas TDA Jakarta Timur, Optimasi.
Pemberdayaan Masyarakat Pesantren tentang Sel Surya untuk Fasilitas Listrik di Desa Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi Jawa Barat Montreano, Donny; Waluyo, Mohammad Rachman; Rizal, Reda
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.298 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v2i4.16244

Abstract

Pemerintah menargetkan 10.300 desa teraliri listrik pada 2019. Pada 2019, peningkatan rasio elektrifikasi nasional ditargetkan menjadi 97 persen. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meluncurkan Program Indonesia Terang (PIT) dalam rangka memenuhi target peningkatan rasio elektrifikasi nasional dari 85 persen pada tahun 2015 menjadi 97 persen di tahun 2019. PIT juga menjadi bagian dari target pemerintah yang menyediakan akses penerangan bagi masyarakat Indonesia secara merata melalui pembangunan pembangkit 35.000 MW. Dalam rilis pers Kementerian ESDM pada 28 Februari 2016, disebutkan bahwa hingga saat ini, masih ada 12.659 desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), bahkan 2.519 desa diantaranya belum terlistriki sama sekali. Desa-desa ini sebagian besar tersebar di Provinsi Papua dan di kawasan Indonesia Timur lainnya. Populasi penduduk rata-rata sedikit dengan tingkat kepadatan yang rendah, akibatnya membangun jaringan listrik menjadi sangat mahal dan membuat hitung-hitungan ekonomi menjadi rugi. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih khusus kepada masyarakat di desa-desa tertinggal ini supaya mereka dapat segera terlayani listrik, tanpa kebijakan dan aksi yang berpihak, desa-desa tersebut mustahil bisa mengakses listrik sesuai target yang telah dicanangkan.
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah dengan Teknik Komposter dan Pemanfaatan Pekarangan Sekolah untuk Tanaman Sayur Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Waluyo, Mohammad Rachman; Rahayu, Fajar; Mardiyah, Akalily
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.194 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20868

Abstract

Terkait dengan kesehatan masyarakat, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan sebuah gerakan yang memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Namun, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan dasar inilah kami Fakultas Teknik UPNVJ bekerjasama dengan SD Tunas Mandiri bermaksud mengadakan pemberdayaan pemanfaatan pekarangan sekolah untuk tanaman sayur dan buah, menanamkan kesadaran peduli sampah dengan Teknik komposter guna membentuk kesadaran cinta lingkungan. Diharapkan dengan adanya pemberdayaan masyarakat berupa GERMAS, dapat meningkatkan wawasan akan lingkungan bagi siswa, orang tua dan komite SD Tunas Mandiri akan mengerti cara pengelolaan sampah berbasiskan komposter, meningkatkan kemandirian dan perekenomian masyarakat, dan yang paling utama adalah meningkatkan kualitas kesehatan dan kesadaran siswa sejak dini. Target luaran dari program ini berupa produk pengolahan sampah dengan komposter dan pemanfaatan lahan SD Tunas Mandiri untuk dijadikan wahana pemberlajaran untuk anak – anak budidaya di pekarangan sekolah agar bisa dijadikan pembelajaran buat siswa dan bisa dikelola sekolah.Kata Kunci: GERMAS, pekarangan sekolah, sampah, Komposter 
Pelatihan Kreasi Kain Flanel dan Pembuatan E-Commerce untuk Ibu-Ibu PKK Nurul Yaqin Waluyo, Mohammad Rachman; Nurfajriah, Nurfajriah; Rahayu, Fajar
International Journal of Community Service Learning Vol. 5 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.58 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i2.35616

Abstract

Banyaknya waktu kosong serta kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga, mengakibatkan kurangnya produktifitas yang dimiliki oleh ibu-ibu tersebut. Peningkatan produktifitas ibu rumah tangga dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan yang berbahan dasar kain flannel. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menunjang perekonomian keluarga sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni metode ceramah, demontrasi langsung dipraktekkan oleh peserta, serta tanya jawab. Demontrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung mengenai proses pembuatan kreasi produk fungsional yang berbahan baku kain flannel1, peralatan yang diperlukan serta bahan digunakan dalam pembuatan produk dari kain flanel. Target luaran dari program ini berupa produk kerajinan dari flanel berupa gantungan kunci, pernak pernik dan tempat tisu dari kain flanel. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Ibu-ibu sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelatihan, sehingga adanya peningkatan keterampilan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga untuk mengisi waktu kosong dengan cara yang bermanfaat.
HUMAN FACTORS ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM (HFACS) MODEL IN ANALYZING CONSTRUCTION ACCIDENTS Santika Sari; Akhmad Nidhomuz Zaman; Mohammad Rachman Waluyo; Nurfajriah Nurfajriah
Spektrum Industri Vol. 18 No. 2: October 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v18i2.17316

Abstract

Industrialization development, which is being implemented in some areas, is increasing rapidly. There are over one hundred thousand construction companies in Indonesia. Thus, the risk of accidents in the construction field is also likely to increase. Moreover, Indonesia is one of the countries with the highest construction accidents according to ASEAN's accident rate. This will cost a significant loss. The Indonesian construction industry should conduct a more in-depth investigation into the problem so that improvements would significantly decrease the accident rate. This research aims to obtain the first modification of HFACS models to be implemented in the companies. Thus, it is expected that there is a correction to the dominant factor. HFACS model is an accident investigation method based on the human error factor. This research is generally divided into three steps. There are preliminary, data collecting, then conclusion and recommendation. Based on the explanation above, it is obtained that the development of the HFACS model is by adding the level of an external factor, which obtained 1,2% in the construction industry. Through the recommendation based on the result of this research, be expected that construction companies in Indonesia could make continuous improvements to reduce the accident
OPTIMALISASI MATERIAL SHRINKAGE PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KARET MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Waluyo, Mohammad Rachman
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2023: SNTIKI 15
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di industri pengolahan karet kotor menjadi karet bersih. Berdasarkan data perusahaan bulan Januari 2019-Agustus 2022, PT. X mengalami material shrinkage sebanyak 1620 ton dengan perkiraan kerugian finansial sebesar 34,3 milyar rupiah. Sehingga, perbaikan proses bisnis perlu dilakukan guna meminimalisir terjadinya material shrinkage pada PT. X. Hasil pengolahan data FMEA didapatkan 12 faktor kegagalan dengan 2 faktor kegagalan kritis pada aktivitas pembelian raw material (karet kotor) dengan nilai Risk Priority Number 573,75 dan 476, yaitu Tidak akuratnya hasil estimasi kadar raw material (karet kotor) yang dilakukan oleh tim estimasi dan Kegagalan tim pembelian dalam bernegosiasi dengan penjual yang memiliki jumlah persentase nilai Risk Priority Number sebesar 42,3%. Kegagalan kritis ini didapatkan karena nilai Risk Priority Number pada kegagalan tersebut > nilai kritis yang bernilai 206,8 sebagai batas bawah dari kegagalan kritis. Selanjutnya, kegagalan kritis tersebut diolah dengan metode FTA menghasilkan 7 intermediate event dan 8 basic event (root cause). Usulan perbaikan diberikan dengan metode 5W-1H berdasarkan root cause dari penyebab kritis terjadinya material shrinkage pada PT. X. Dari usulan perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah material shrinkage yang terjadi pada PT. X sebesar 42,3% dan dapat menekan kerugian finansial hingga 14,5 milyar rupiah.
DIGITAL STRATEGI TOURISM BRANDING “DESA CUMI” DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS WISATA EDUKASI DI PABEAN UDIK, INDRAMAYU Waluyo, Mohammad Rachman; Henry Binsar Hamonangan Sitorus; Nur Fajriah; Santika Sari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34724

Abstract

Desa Pabean Udik di Kecamatan Indramayu merupakan salah satu desa dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Permasalahan yang dihadapi masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan, budaya konsumtif, dan ketergantungan pada pinjaman informal. Menanggapi kondisi tersebut, program Percepatan Pembangunan Desa Indramayu (PPDI) dilaksanakan dengan pendekatan pengembangan desa wisata edukatif berbasis digital branding. Tujuan program ini adalah untuk memperkuat daya saing wilayah melalui integrasi potensi lokal dengan teknologi komunikasi, serta mendukung pencapaian SDGs poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Kegiatan difokuskan pada penataan kawasan Taman Cumi yang sebelumnya kurang tertata, melalui lima tahapan strategis: sosialisasi, penetapan lokasi, pembuatan desain, pelaksanaan pembangunan fisik instalasi taman hingga sarana edukasi, dan promosi berbasis digital melalui media sosial, YouTube, dan integrasi dengan website desa. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen lintas program studi yang turut mendampingi masyarakat secara langsung. Pendekatan bottom-up diterapkan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengembangan melibatkan inisiatif dan kebutuhan warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan estetika kawasan, partisipasi aktif masyarakat, hingga dimanfaatkannya taman sebagai ruang edukatif oleh lembaga PAUD setempat. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar dengan menjadikan taman sebagai area interaksi sosial dan ekonomi. Kesimpulannya, pendekatan kolaboratif berbasis partisipasi dan teknologi digital terbukti efektif dalam menanggulangi permasalahan struktural dan memberdayakan potensi lokal secara berkelanjutan.
STRATEGIC ANALYSIS FOR MSME BUSINESS MODEL INNOVATION WITH PRODUCT-SERVICE SYSTEM Siti Maria Ulfah; Nanang Alamsyah; Mohammad Rachman Waluyo; Wendy Febrianty Mardhiyah
J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2025): J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia), December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/j-mind.v10i3.25385

Abstract

This study examines a cassava chips MSME in Gunung Sindur to identify the business model innovation gap between pure product orientation and service integration, as well as to formulate a realistic Product–Service System (PSS) configuration to enhance competitiveness. Using a qualitative-case study approach, data were collected through in-depth interviews with the owner, field observations, and structured questionnaires, and then analyzed using a PSS matrix to determine the existing position and potential for service development. The results show that the business is still operating as a pure product, but the owner wants to add services such as delivery, consignment sales, and a mini-marketplace. Among the alternatives evaluated, Product Pooling emerged as the most feasible option because it can add value and expand market reach without requiring significant investment; meanwhile, delivery services and a pay-per-unit scheme are not yet feasible due to limited resources and infrastructure. These findings provide a practical basis for developing PSS strategies for local food MSMEs by emphasizing collaboration among players and enhancing service capabilities.
Perancangan Model Bisnis Usaha Washer Car Wash Tebet Berbasis Product-Service System (PSS) Khansa Zhafira Fitri; Nanang Alamsyah; Mohammad Rachman Waluyo; Wendy Febrianty Mardhiyah
Journal of Optimization System and Ergonomy Implementation Vol 3 No 02 (2025): Journal of Optimization System and Ergonomy Implementation
Publisher : Program Studi Teknik Industri S-1, Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design a business model for Washer Car Wash in Tebet using the Product-Service System (PSS) approach as a strategy to enhance competitiveness in the vehicle wash service industry. A descriptive qualitative method was employed through observations, questionnaires, and interviews with the business representative. The PSS analysis was conducted to identify the current business model (existing), desired development (desire), and the most feasible recommendation (eligible). The findings indicate that the current model operates as a pure service business, with development potential toward product related service and pay per service unit. Based on the quadrant analysis, product pooling emerges as the most feasible development, implemented through the concept of a “One Stop Care Hub” that integrates multiple automotive services within a single location. This recommendation is expected to enhance customer value, operational efficiency, and the competitive positioning of Washer Car Wash.