Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi siswa terhadap efektivitas penggunaan media sosial dalam mendukung pendidikan nilai-nilai Pancasila. Mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode survey, penelitian melibatkan 30 siswa dari SMA dan SMK sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket Skala Likert dengan 20 item pertanyaan, dirancang untuk mengukur persepsi siswa terhadap manfaat dan dampak penggunaan media sosial dalam konteks nilai-nilai Pancasila. Hasil analisis data menggunakan uji-r menunjukkan nilai korelasi sebesar -0.374 dengan signifikansi (sig) sebesar 0.716. Meskipun nilai korelasi menunjukkan hubungan negatif antara penggunaan media sosial dan pemahaman nilai-nilai Pancasila, signifikansi yang tinggi menandakan bahwa hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik. Temuan ini memberikan gambaran bahwa meskipun siswa mungkin memiliki pandangan kritis terhadap penggunaan media sosial dalam konteks pendidikan nilai-nilai Pancasila, hubungan tersebut tidak dapat dianggap sebagai faktor signifikan yang memengaruhi presepsi siswa secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang interaksi antara media sosial dan nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa SMA dan SMK. Implikasi temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif yang mengintegrasikan media sosial dalam pendidikan nilai-nilai Pancasila. This research aims to investigate students' perceptions of the effectiveness of using social media in supporting the education of Pancasila values. Adopting a quantitative approach with a survey method, the study involves 30 students from senior high schools (SMA) and vocational schools (SMK) as research subjects. The research instrument utilized a Likert Scale questionnaire with 20 items designed to measure students' perceptions of the benefits and impacts of using social media in the context of Pancasila values. The data analysis results employing the Pearson correlation coefficient (r) revealed a correlation value of -0.374 with a significance level (sig) of 0.716. Although the correlation value indicates a negative relationship between social media usage and the understanding of Pancasila values, the high significance suggests that this relationship is not statistically meaningful. These findings provide an overview that, despite students having critical views on the use of social media in the context of Pancasila values education, this relationship cannot be considered a significant factor influencing students' overall perceptions. This research contributes to our understanding of the interaction between social media and Pancasila values among high school and vocational school students. The implications of these findings can serve as a foundation for the development of more effective learning strategies that integrate social media into Pancasila values education.