Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Prevalensi malposisi pada embrio itik lokal jawa barat yang ditetaskan dengan sudut dan frekuensi pemutaran berbeda Rini Widyastuti; Dani Garnida; Ade Riki Kartana; Andi Hiroyuki
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.887 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.65-66

Abstract

Daya tetas telur itik selama proses penetasan dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah pengaturan sudut dan frekuensi pemutaran pada mesin tetas. Sudut dan frekuensi pemutaran yang tepat akan memberikan suhu yang merata pada permukaan telur sehingga embrio itik dapat berkembang secara sempurna, namun ketidaksesuaian sudut dan frekuensi pemutaran akan mengakibatkan malposisi yang berakibat pada rendahnya daya tetas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek sudut dan frekuensi pemutaran terhadap posisi embrio itik selama minggu terakhir massa inkubasi pada itik lokal jawa barat. Sampel yang digunakan adalah 30 ekor butir telur fertile dari itik lokal yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan berdasarkan pada pengaturan sudut (SP) dan frekuensi pemutaran (FP) per hari. Kelompok T1; SP 45°, FP 8 kali, kelompok T2: SP 45°, FP 24 kali, Kelompok T3: SP 90° dengan FP 8 kali; Kelompok T4: SP 90°, FP 8 kali;kelompok T5: SP 180°, FP 8kali dan kelompok T6 : SP 180° FP 24 kali. Hasil meniunjukan bahwa terjadi malposisi pada kelompok perlakuanT1 dan T2, pesentase malposis tertinggi pada kelompok perlakuan T1 apabila dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya (67,33%). Kejadian malposisi embrio itik dapat dikurangi dengan meningkatkan sudut dan frekuensi pemutaran. Pada T2 malposisi embrio turun menjadi 33,67% dan pada kelompok T3, T4,T5 dan T6 tidak ditemukan kejadian malposisi.  Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi kejadian malposisi dapat diminimalisir dengan meningkatkan sudut dan frekuensi pemutaran selama masa inkubasi dalam mesin tetas embrio.
Penanganan fraktur simfisis os mandibula pada kucing domestik bunting Gustina, Dianita; Adni, Izza Nurul; Iseki, Ernesta Quevara; Muhana, Sulthon Aqil; Baihaqie, Riefky Pradipta; Hiroyuki, Andi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.49-50

Abstract

Kucing domestik bunting ditemukan mengalami kecelakaan dan dibawa ke Rumah Sakit Hewan Cikole di Bandung. Pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh kucing 35,6℃ dan ditemukan adanya pendarahan pada bagian mata, hidung, dan mulut. Hasil pemeriksaan palpasi pada os mandibula dexter dan sinister menunjukkan tulang yang longgar dan palpasi pada bagian abdomen menunjukkan fetus yang masih bergerak. Hasil pemeriksaan radiografi kepala menunjukkan pada posisi dorsoventral terlihat tulang mandibula tepat pada bagian simfisis mandibula dexter dan sinister terpisah oleh tampilan batas yang radiolucent. Diagnosis kucing ini adalah fraktur simfisis os mandibula. Terapi dilakukan dengan tindakan bedah ortopedi melalui pemasangan kawat atau surgical wire untuk penyambungan kedua tulang mandibula dexter dan sinister. Pasca bedah, kucing diberikan antibiotik, antiinflamasi, dan multivitamin dengan pertimbangan khusus terhadap kondisi kebuntingan. Tulang mandibula dexter dan sinister sudah terfiksasi pada hari ke-8 pasca bedah.
Efektifitas terapi antibiotik salep dan tetes mata untuk pengobatan chlamydiosis pada kucing Raisatulhaq, Raida; Hiroyuki, Andi; Lestari, Nurul Aeni Ayu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.53-54

Abstract

Chlamydophila felis merupakan salah satu agen patogen yang paling umum menyebabkan konjungtivitis pada kucing dan biasa disebut sebagai chlamydiosis. Tulisan ini melaporkan efektifitas pengobatan topikal menggunakan anti-biotika berupa salep mata dan tetes mata pada seekor kucing dengan kasus chlamydiosis. Tanda klinis pada kucing berupa konjungtivitis, adanya ocular discharge mucopurulent diikuti dengan nasal discharge. Pengobatan diawali dengan pemberian salep mata hingga kondisi membaik dalam 6 hari dan pengobatan beralih menggunakan tetes mata. Hasil pengobatan menunjukkan bahwa pemberian obat topikal berupa salep memberikan hasil persembuhan yang cukup baik dalam 6 hari, sedangkan obat tetes mata tampak tidak efektif dimana konjungtivitis menjadi semakin parah setelah 3 hari pengobatan. Kucing kemudian ditangani dengan enukleasi dihari ke-9 karena kondisi penyakit memiliki prognosis infausta.