Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan antara kualitas tidur dengan kesejahteraan psikologis pada keluarga dengan lansia Saputri, Dea Sefi; Amelia, Vivi Leona; Riyaningrum, Wahyu; Angelia, Nunik
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.556

Abstract

Background: The aging process in older adults results in physiological decline, increasing their dependence on family support. In addition to physiological decline, older adults often experience cognitive impairment, including dementia, a chronic or progressive syndrome that causes cognitive decline, affecting memory, thinking, orientation, comprehension, calculation, learning capacity, language, and judgment. One impact that families can experience when caring for older adults with a high care burden is a decline in the caregiver's sleep quality. Purpose: To determine the relationship between sleep quality and psychological well-being in families with older adults. Method: This quantitative study used a cross-sectional approach. The population was 19,934 families with older adults in Cilongok District. The sample size was calculated using the Slovin formula with a 5% margin of error (0.05), and a purposive sampling technique resulted in a sample of 392 respondents. The measurement instruments used were the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), the Ryff Psychological Well-Being Scale (RPWB), and the Mini-Mental State Examination (MMSE). Data were analyzed using the Spearman test. Results: Dementia data showed the mean age of elderly care recipients was 71.90 years with a standard deviation of ±6.91. The majority of elderly patients suffered from hypertension and moderate dementia. Analysis revealed marital status (p=0.038), sources of health information (p=<0.001), elderly health problems (p<0.001), subjective sleep quality dimensions (p=0.003), sleep latency (p=0.014), and total PSQI score (0.025). Conclusion: Sleep quality is positively correlated with psychological well-being. The better the sleep quality, the higher the psychological well-being score. Suggestion: Future researchers can combine data collection through questionnaires and in-depth interviews to further explore psychological well-being and sleep quality in elderly patients.    Keywords: Caregivers; Elderly; Psychological Well-Being; Sleep Quality.    Pendahuluan: Proses penuaan pada lansia mengakibatkan penurunan fisiologis yang meningkatkan ketergantungan lansia pada keluarga untuk membantunya. Selain penurunan fisiologis, fungsi kognitif juga sering dialami oleh lansia yaitu demensia, salah satu sindrom bersifat kronis atau progresif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif, sehingga memengaruhi memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa dan penilaian. Salah satu dampak yang dapat dirasakan keluarga ketika merawat lansia dengan kondisi beban perawatan yang tinggi adalah dapat menurunkan tingkat kualitas tidur caregiver. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kesejahteraan psikologis pada keluarga dengan lansia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan lansia di Kecamatan Cilongok yang berjumlah 19,934 jiwa. Sampel dihitung dengan rumus Slovin dengan margin of error 5% (0.05) dan dengan teknik purposive sampling mendapatkan sampel sebanyak 392 responden. Instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWB), dan Mini Mental State Exam (MMSE). Selanjutnya data dianalisis menggunakan Uji Spearman. Hasil: Data demensia menunjukkan usia rata-rata lansia yang dirawat adalah 71.90 tahun dengan standar deviasi ±6.91. Sebagian besar gangguan kesehatan yang dimiliki lansia adalah hipertensi dan mengalami tingkat demensia dalam kategori sedang. Hasil analisis didapatkan status perkawinan (p=0.038), sumber informasi kesehatan (p=<0.001), gangguan kesehatan lansia (p<0.001), dimensi kualitas tidur subjektif (p=0.003), latensi tidur (p=0.014), dan total skor PSQI (0.025). Simpulan: Kualitas tidur berkorelasi positif terhadap kesejahteraan psikologi. Semakin baik kualitas tidur yang dimiliki, akan semakin tinggi nilai kesejahteraan psikologis seseorang. Saran: Peneliti selanjutnya dapat mengombinasikan pengambilan data melalui kuesioner dan wawancara mendalam untuk memungkinkan menggali lebih dalam kondisi kesejahteraan psikologis dan kualitas tidur pada lansia.   Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis; Kualitas Tidur; Lansia; Pengasuh.
Pengaruh Leaflet “Bugar di Usia Senja” Terhadap Tingkat Kemandirian Lansia di Desa Bojongsari Suryani, Wiwit; Riyaningrum, Wahyu
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1168

Abstract

Proses menua dapat menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, mental, sosial, ekonomi dan psikologis terutama pada lansia. Kemandirian pada lansia sangat penting untuk merawat dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leaflet “Bugar di Usia Senja” terhadap tingkat kemandirian pada lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy eksperiment dengan desain one group pre-post test. Sampel sebanyak 54 responden yang diperoleh dengan perhitungan Slovin, dan teknik penarikan sampel puposive sampling yaitu lansia yang tercatat dalam buku catatan posyandu Desa Bojongsari dan masih dapat membaca. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner berkaitan dengan data demografi, dan lembar observasi Indeks Barthel (Activities of Daily Living/ ADL). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariant dan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Sign Rank pada data Pre-Post Test menunjukkan hasil p value 0,000 (p<0,05). Edukasi senam lansia dengan menggunakan leaflet ‘’Bugar di Usia Senja’’ berpengaruh terhadap tingkat kemandirian pada lansia di Desa Bojongsari.
Hubungan Tingkat Activity Daily Living dengan Tingkat Depresi pada Pasien Stroke di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto Diyan Pangestu, Uti; Riyaningrum, Wahyu
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 5 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i5.4315

Abstract

Stroke is the largest cause of disability worldwide and is second to heart disease. Problems often faced by stroke patients include the inability to perform activity daily living (ADL) due to decreased motor function. This inability causes many stroke patients to experience depression. Knowing the relationship between the level of activity daily living with the level of depression in stroke patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. This study is an observational quantitative study, with a cross sectional approach. The sample used in the study was stroke patients who did inpatient Adenium Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto Hospital as many as 48 respondents who were taken using nonprobability sampling technique. Data collection was done using a questionnaire, then processed and analyzed using Fisher's Exact Test. The average age of respondents is 56-65 years or the late elderly category, the gender of most respondents was female (58.3%). The education level of most respondents is elementary education (43.8), while the most dominant disease history is respondents who have a history of disease (60.4%). The ADL level of stroke patients in the Adenium room of Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Hospital was mostly in the severe category (52.1%). The level of depression in stroke patients in the Adenium room of Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Hospital mostly had depression in the mild category (45.8%). There is a relationship between the level of ADL with depression in stroke patients in the Adenium room of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital.
EFEKTIVITAS KEGIATAN MERONCE DENGAN MEDIA MANIK-MANIK DAN MEDIA ORIGAMI UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PERTIWI SOKARAJA KULON Yustiyani, Winda; Riyaningrum, Wahyu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10472254

Abstract

Perkembangan motorik halus adalah gerakan yang dilakukan menggunakan otot kecil yang membutuhkan kecermatan dan koordinasi tangan dan mata. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini adalah kegiatan meronce dan kegiatan origami. Tujuan penelirian untuk mengetahui efektifitas kegiatan meronce dengan media manik-manik dan media origami untuk perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Pertiwi Sokaraja Kulon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif quasi experimental design menggunakan pendekatan with pretest posttest kontrol grup desain. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah 34 responden. Analisis data menggunakan uji willcoxon. Hasil perkembangan motorik halus kelompok meronce sebelum dilakukan perlakuan (88,2%) katagori sesuai, setelah diberikan perlakuan naik menjadi (94,1%) katagori sesuai. Sedangkan perkembangan kelompok origami sebelum diberikan perlakuan (82,4%) katagori sesuai, setelah dilakukan perlakuan naik menjadi (88,2%) katagori sesuai. Efektifitas kegiatan meronce dan origami p-value 0,508 dengan rata-rata meronce 2,71 dan origami 2,47. Dari nilai rata-rata kegiatan meronce lebih efektif untuk perkembangan motorik halus anak. Ada perbedaan dan efektivitas kegiatan meronce dan origami untuk perkembangan motorik halus anak. kegiatan meronce dengan media manik-manik lebih efektif dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di TK Pertiwi Sokaraja Kulon.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang Bullying Kamal, Fitri Amelia; Estria, Suci Ratna; Etlidawati, Etlidawati; Riyaningrum, Wahyu
Jurnal Gema Keperawatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v18i2.4717

Abstract

Bullying remains a serious problem in elementary schools and has a negative impact on students’ psychological health as well as their social relationships. Low levels of knowledge and response toward this behavior contribute to its high incidence. This study targeted fifth- and sixth-grade students at MI Muhammadiyah Dukuhturi, Bumiayu, Brebes, because at this age social interactions become increasingly complex, heightening the risk of both perpetrating and experiencing bullying. Effective prevention requires engaging and easily understood education, one of which is health education delivered through animated video that conveys information interactively. This research employed a quantitative pre-experimental design with a one group pretest–posttest approach. The entire population of 40 students was included as the sample using a total sampling technique because the population size was relatively small and the researchers aimed to obtain a comprehensive picture without inaccuracy from selecting only part of the respondents. The research instrument consisted of a knowledge and attitude questionnaire, while the intervention was carried out by screening an educational animated video of approximately four minutes’ duration, presented once in a scheduled session during a single learning activity. Data analyzed with a paired t-test showed an increase in mean knowledge scores from 29.65 to 35.62 and in attitude scores from 57,97 to 89,05, both with p = 0,0001 (p 0,05). These findings confirm that health education using animated video is effective in improving students’ knowledge and fostering positive attitudes toward bullying, making it a suitable and interactive educational method for bullying prevention in elementary schools. In line with these findings, the purpose of this study was to determine the effect of health education using animated video media on students’ knowledge and attitudes about bullying at MI Muhammadiyah Dukuhturi, Bumiayu.
McKenzie Exercise untuk Mengatasi Nyeri Punggung pada Pekerja Batik Tulis Fitriana, Nurul Fatwati; Fiastiningrum, Prit; Andodo, Candra; Ramdani, Meida Laily; Riyaningrum, Wahyu; Nandia , Jumiati Riskiyani Dwi; Isnaini, Nur; Estria, Suci Ratna; Purwo A, Reni
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21376

Abstract

Pendahuluan: Komunitas pekerja batik Pringmas di desa Papringan sering mengalami nyeri punggung akibat aktivitas kerja berulang dalam waktu lama, seperti membatik, menjemur kain, memberi cap yang dilakukan dengan posisi tubuh kurang ergonomis. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kenyamanan kerja kerja dan produktivitas pekerja batik. Penerapan latihan fisik sederhana berupa peregangan dan gerakan ringan seperti McKenzie Excercises menjadi upaya praktis yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan nyeri punggung pada pekerja batik. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan McKenzie Exercise  untuk mengurangi nyeri punggung. Metode: Edukasi, simulasi, dan pembagian leaflet serta buku harian skala nyeri kepada mitra. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta ditandai dengan mampu menjawab urutan gerakan-gerakan McKenzie Excercise dan memperagakan gerakan tersebut. Selain itu, skala nyeri menurun dari skala 4 menjadi 2 pada saat 2 minggu setelah pengabdian. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan gerakan McKenzie Excercise.
Deteksi Dini Peningkatan Kadar Asam Urat dan Edukasi Pola Makan Pada Warga Aisyiyah Kebasen Riyaningrum, Wahyu; Azizah, Atika Nur; Annisa, Rully
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Asam urat adalah senyawa pemecah purin dalam tubuh yang memiliki fungsi mengatur pertumbuhan sel dan menyediakan energi. Asam urat akan dikeluarkan melalui urin apabila penumpukan asam urat terjadi. Asam urat berlebih terakumulasi dan membentuk kristal tajam seperti jarum di persendian dan jaringan sekitarnya, hal ini bisa menyebabkan sensasi nyeri, peradangan, dan pembengkakan pada sendi. Pola makan yang tidak sehat berkaitan dengan kandungan asam urat dalam darah. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat dan pengetahuan pola makan pada warga Aisyiyah Kebasen. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan pada 30 responden dan menggunakan desain observasional analitik. Hasil: Karakteristik responden sebagian besar berusia Muda Tua (61-74 tahun) 12 responden (40%), tingkat pendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 15 responden (50%), kadar asam urat ≥6 mg/dL sebanyak 15 responden (50%) dan tingkat pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan dalam kategori baik sejumlah 24 responden (80%). Kesimpulan: Pengetahuan tentang kadar asam urat dalam darah meningkat setelah edukasi pada partisipan. Sebagian partisipan memiliki kadar asam urat di atas nilai normal dengan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Kata kunci: asam urat, aisyiyah, deteksi dini, edukasi, pola makan ________________________________________________________________________________ Background: Uric acid is a metabolic byproduct of purine breakdown in the body, playing a role in cell growth regulation and energy provision. Under normal conditions, uric acid is excreted through urine; however, excessive accumulation may occur. Elevated uric acid levels can lead to the formation of sharp, needle-like crystals in the joints and surrounding tissues, resulting in pain, inflammation, and swelling. Unhealthy dietary patterns are associated with increased uric acid levels in the blood. Objective: This community service program aimed to assess the profile of uric acid levels and dietary knowledge among members of the Aisyiyah community in Kebasen. Method: This community-based program involved 30 respondents and employed a descriptive-analytic design. Result: The majority of respondents were aged 61–74 years (12 respondents; 40%). In terms of educational level, 15 respondents (50%) had attained higher education. Elevated uric acid levels (≥6 mg/dL) were observed in 15 respondents (50%). Following the educational intervention, 24 respondents (80%) demonstrated a good level of knowledge. Conclusion: Participants’ knowledge regarding blood uric acid levels improved after the educational intervention. A proportion of participants had uric acid levels above the normal range, although the majority demonstrated good knowledge levels. Keywords: uric acid, Aisyiyah, early detection, education, dietary pattern
Indonesian Title: Hubungan Kualitas Tidur, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara i English Title: The Relationship Between Sleep Quality, Physical Activity, And Stres Levels With The Incidence Of Hypertension In The Working Area Of The Purwokerto Utara I Public Health Center Hendrawan, Yogi; Laely Ramdani, Meida; Isnaini, Nur; Riyaningrum, Wahyu
Jumantik Vol 12 No 2 (2025): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v12i2.8445

Abstract

Lansia lebih mungkin menderita hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Namun, dewasa muda baru saja mulai menderita kondisi degeneratif ini. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi maupun yang tidak dapat dimodifikasi berkontribusi terhadap perkembangan hipertensi pada populasi usia kerja. Kualitas tidur, olahraga, asupan garam, konsumsi alkohol, dan stres merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi hipertensi serta menganalisis hubungan durasi, intensitas (kualitas), dan frekuensi tidur dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia kerja di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan pendekatan korelasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.. Nilai p untuk tingkat stres adalah 0,156, yang lebih besar dari α = 0,05, sedangkan nilai p untuk uji Chi-Square adalah 0,041 dan 0,037, yang lebih kecil dari α = 0,05. Prevalensi hipertensi pada penduduk usia kerja di wilayah layanan Puskesmas Purwokerto Utara I berkorelasi dengan tingkat aktivitas fisik dan kualitas tidur. Penduduk usia kerja di wilayah layanan Puskesmas Purwokerto Utara I tidak menunjukkan korelasi antara tingkat stres dan prevalensi hipertensi.