Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelaksanaan Triage Dan Respon Time Oleh Perawat Di IGD Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan 2024 Indra Hizkia P; Rusmauli Lumban Gaol; Yesika P Situmorang
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5248

Abstract

Triage merupakan suatu keterampilan yang harus kuasai oleh perawat IGD dan menjadi pembeda dengan perawat profesional lainnya. Pemikiran yang kritis dan keterampilan seorang pemegang gerbang terdepan merupakan hal terdepan pada memberi keputusan klinis terutama pada pengkajian awal. Sistem Triage yang digunakan adalah adaptasi dari sistem Triage bencana, yang mengelompokkan pasien menjadi empat kategori dengan kode warna. Respon time merupakan kecepatan pelayanan pasien yang dihitung mulai dari kedatangan pasien hingga waktu perawatan. Keterlambatan dalam menangani pasien gawat darurat dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian, Waktu respons dapat dihitung dalam hitungan menit dan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jumlah karyawan dan faktor pendukung lainnya, Semakin cepat perawat merespons pasien, semakin baik kualitas pelayanannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Triage dan Respontime oleh perawat di IGD Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan 2024. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 pasien. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memperoleh Hasil dari Pelaksanaan Triage dengan 80 responden pada kategori 7-13 Sesuai Standart sebanyak 80 responden (100.0%). Responden pada kategori <5 Sesuai Standart sebanyak 75 responden (93.7%) dan kategori >5 Tidak sesuai standart 5 responden (6.3%). Diharapkan dengan pelaksanaan Triage dan Respontime Peneliti dapat berbagi pengalaman terkait bagaimana pelaksaan Triage dan Respontime oleh Perawat IGD Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan 2024.
EXAMINATION OF CHOLESTEROL LEVELS AND EDUCATION ON HYPERTENSION RISK CONTROL IN ELDERLY IN TANJUNG ANOM VILLAGE, DELI SERDANG DISTRICT YEAR 2022 Perangin-angin, Indra Hizkia; Lumban Gaol, Rusmauli; Gulo, Syukur Julianto; Siringo ringo, Magda; Sinaga, Amando; Tondang, Gryttha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi sistolik diatas 140 mmHg dan distolik 90 mmHg atau lebih secara normalnya 120/80 mmHg. Dapat menyebabkan Komplikasinya pada otak berupa stroke, kerusakan jaringan otak dan serangan iskemk. perdarahan retina, gangguan penglihatan dan kebutaan juga dapat terjadi serangan jantung dan arterosklerosis arteri. ketika dinding dalam arteri rusak, timbunan lemak akan kolesterol lama kelamaan dinding akan menjadi berparuk dan kolesterol menunpuk disana sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah arteri. Munculnya aneurisme: adanya pengelembungn pada arti akibat dari pembuluh darah yang tidak elastic lagi, sering terjadi pada arteri otak atau aorta bagian bawah. jika terjadi kebocoran atau pecah sangat fatal akibatnya: sakit kepala yang sangat hebat bahkan kematian pada jantung, kegagalan nafas dan bahkan kehilangan nyawa. Tujuan perlu dilakukan program untuk pencegahan resiko hipertensi pada lansia yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan penting kontrol pemeriksaan kolesterol secara teratur dan dapat meningkatakan pengetahuan untuk menurunkan prevalensi hipertensi. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan umur harapan hidup pada lansia sebanyak 250 orang dan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, peserta lansia sangat antusias dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat dalam mencegah penyakit hipertensi pada lansia.
Gambaran Pola Konsumsi Zat Besi Resiko Anemia Pada Remaja Di Smasanto Petrus Medan Tahun 2024 Simamora, Sulastri; Siringo-ringo, Magda; Perangin-angin, Indra Hizkia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15800

Abstract

Anemia pada remaja merupakan masalah yang terjadi karena pola konsumsi yang kurang seimbang atau tidak mencukupi kebutuhan gizi, hemoglobin membutuhkan zat besi serta gizi cukup dalam tubuh, zat besi yang berasal dari makanan nabati memiliki tingkat penyerapan yang rendah dibandingkan dengan besi yang berasal dari makanan hewani. penelitian ini untuk mengidentifikasi pola konsumsi zat besi resiko anemia, penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan di SMA (Sekolah Menengah Atas) Santo Petrus Medan pada bulan mei 2024, dengan melibatkan 30 siswa/siswi, menggunakan teknik simple random sampling, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini pada pola konsumsi zat besi menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire) dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan esasy touch GCHb. penelitian ini menunjukkan berdasarkan pemeriksaan hemoglobin yang mengalami anemia sebanyak 6 responden (20,0%), dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 24 responden (80,0%), hasil penelitian pola konsumsi zat besi heme, non heme, pendukung penyerapan zat besi dan penghambat peyerapan zat besi menunjukkan pada kategori kurang 14 responden (46,79%), cukup 11 responden (36,7%), lebih 5 responden (16,7%). Pendidikan gizi menjadi suatu upaya mencegah anemia pada masa remaja supaya memberikan pengetahuan mengenai kebutuhan energi serta nutrisi secara khusus, kandungan zat besi sangant penting, serta keuntungan dengan menjelajahi peradapan serta pola konsumsi yang lebih sehat. diharapkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi zat besi dengan mengimbangi asupan makanan hewani dan nabati yang kaya zat besi menyertakan lebih banyak sayuran hijau, buah-buahan dan sumber zat besi lainnya dalam pola konsumsi sehari-hati dapat membantu mengurangi resiko anemia.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Cara Pencegahan Penyakit ISPA Pada Anak Di Klinik Romana Tanjung Anom Tahun 2024 Perangin-angin, Indra Hizkia; Vina Yolanda Sari Sigalingging; Dewi Febri Andriani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16303

Abstract

Pengetahuan merupakan apa yang diketahui seseorang menurut pengalaman yang dimilikinya. Ibu yang berpengatahuan baik seringkali mempunyai perilaku yang lebih baik. Sikap merupakan kondisi ketika saraf dan psikologis berasal dari kesiapan seseorang, yang disusun berdasarkan pengalaman yang memberi pengaruh dinamik pada seseorang dalam merespons pada seluruh objek maupun suasana disekitarnya. Sikap yang dimiliki seseorang akan berefek pada perilaku dalam hal kesehatannya. Komponen terpenting dalam menanamkan kebiasaan yang baik untuk kesehatan anak yaitu sikap dan pengetahuan ibu mengenai gangguan maupun pengendalian ISPA. Pengetahuan dan sikap yang akan dilakukan oleh seseorang menjadi salah satu faktor yang akan memudahkan individu atau masyarakat dalam bertindak terutama dalam pencegahan ISPA. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya ISPA yaitu memberikan imunisasi lengkap pada anak, menghindari asap, debu dan bahan lain yang mengganggu pernapasan, keadaan rumah harus mendapatkan udara bersih dan sinar matahari yang cukup serta memiliki lubang angin dan jendela, menjaga keadaan gizi agar tetap baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang cara pencegahan penyakit ISPA pada anak di Klinik Romana Tanjung Anom Tahun 2024. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan memakai metode purposive sampling sebanyak 109 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu tentang cara pencegahan ISPA menunjukkan 96,3% memiliki pengetahuan baik dan domain sikap pencegahan ISPA menunjukkan 95,4% memiliki sikap positif. Diharapkan ibu sebagai responden agar lebih memiliki keinginan untuk melakukan tindakan pencegahan ISPA.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PADA PASIEN HEMODIALISA DI RIMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2024 Rusmauli; Indra Hizkia; Veronica G L Siregar
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i3.2191

Abstract

Background: Hemodialysis (HD) is a kidney replacement therapy that is carried out by flowing blood into an artificial kidney tube (dialyser) which aims to eliminate the remnants of protein metabolism and correct electrolyte balance disorders between the blood compartment and the dialysate compartment through a semipermeable membrane. Hemodialysis is done 2 or 3 times a week for 3-5 hours. The satisfaction of patients undergoing hemodialysis therapy can be created with good service by hospital staff. The achievement of satisfaction in patients undergoing hemodialysis therapy can be assessed based on 5 dimensions in service, namely Service Quality, namely: tangible or tangible, reliability or reliability, responsiveness or responsiveness, assurance or assurance and certainty as well as empathy or care. Objective: To find out an overview of the level of satisfaction in hemodialysis patients. Methods: This study uses a quantitative method where data collection is carried out by questionnaire, with 15 questions. The sampling technique in this study uses total sampling, which uses all existing respondents to be used as informants in data collection, namely 68 respondents. Result: The results of the study showed that the level of satisfaction in tangible hemodialysis patients is satisfied with 39 respondents (57.4%), reliability is satisfied with 40 respondents (58.8%), responsiveness is satisfied with 32 respondents (47.1%), assurance is satisfied with 40 respondents (58.8%), and empathy was satisfied with 50 respondents (73.5%). Conclusions: This shows the level of satisfaction in hemodialysis patients with satisfied results with the services provided. Suggestion: It is hoped that patients can achieve the level of satisfaction according to the desired expectations provided by nurses for services during hemodialysis.
Effectiveness of Educational Interventions on Student Knowledge of First Aid for Sports Injuries Perangin-angin, Indra Hizkia; Tumanggor, Lili Suryani; Tondang, Gryttha
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i2.4254

Abstract

Background: This study evaluated the effectiveness of structured educational interventions in improving students’ knowledge of first aid for sports-related injuries. Adolescent injuries remain a significant school-based health concern, often exacerbated by knowledge gaps. This study addressed a gap in the literature by testing a multi-session intervention using a controlled experimental design to provide empirical evidence on its impact. Methods: A quasi-experimental pre-test–post-test control group design was conducted at SMA RK Deli Murni Diski, Medan, Indonesia, over three months (October–December 2024). Seventy students participated (36 intervention, 34 control). Data were collected using a validated 25-item questionnaire (Cronbach’s α = 0.87) administered before and after the intervention. Ethical approval and informed consent were obtained. Results: The intervention group’s mean score rose significantly from 13.62 ± 2.10 to 24.29 ± 2.39 (p < 0.001), while the control group’s increase from 13.71 ± 2.57 to 16.38 ± 3.33 was not significant. The percentage of students with “good” knowledge increased from 8.3% to 86.1% in the intervention group. The effect size was large (Cohen’s d = 4.80), supporting the intervention’s impact on knowledge retention. Conclusion: Structured school-based first aid education significantly enhances students’ readiness to manage sports injuries. Integrating such training into school curricula can promote youth health literacy and emergency preparedness. Future studies should assess long-term skill retention and behavioral outcomes.