Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI PADA KLIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA MEDAN Ance Siallagan; Lindawati Simorangkir; Friska Ginting; Imelda Derang; Yohana Beatry Sitanggang; Indra Hizkia Perangin-Angin; Rusmauli Lumban Gaol; Lenny Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1707-1713

Abstract

Halusinasi masih menjadi masalah utama pada klien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Terapi modalitas diperlukan untuk mendukung farmakoterapi pengobatan skizofrenia. Salah satu terapi aktivitas kelompok yang mampu mengontrol halusinasi klien skizofrenia adalah stimulasi sensori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori pada klien skizofrenia yang mengalami halusinasi di RSJ Prof. M.Ildrem Medan. Kegiatan dilakukan dua kali dengan durasi 60 menit, terdiri dari sesi pembukaan, sesi mengidentifikasi halusinasi dan latihan menghardik, dan sesi evaluasi serta tindak lanjut. Pendampingan diberikan kepada enam klien skizofrenia yang dibagi menjadi tiga kelompok. Stimulasi sensori diberikan dengan permainan bisik kata dan mengidentifikasi suara. Hasil dan kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah sangat baik dimana klien mampu mengidentifikasi stimulus sensori yang diberikan. Klien juga mampu mengidentifikasi halusinasinya dan melakukan cara menghardik halusinasi yang benar. Pelaksanaan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori sebaiknya rutin dilakukan untuk mengontrol halusinasi klien skizofrenia, serta melibatkan anggota keluarga untuk menghindari kejadian relaps atau rawat inap ulang.
DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2023 Syukur J. Gulo; Indra Hizkia P; Magda Siringo-Ringo; , Destaria Zega
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penyakit gagal ginjal kronik merupakan salah satu penyakit yang menyerang struktur atau unit fungsional yang terkecil dari ginjal yang disebut nefron menyebabkan ginjal mengalami penurunan fungsi <60 ml/menit/1,73 m2 secara progresif <3 bulan tanpa disadari. Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk interaksi yang didalamnya terdapat sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga yang sedang sakit serta berfungsi untuk memberi dukungan, pertolongan dan bantuan setiap diperlukan. Dukungan yang diberikan oleh keluarga dapat berupa dukungan secara instrumental, dukungan informasional, dukungan emosiona serta dukungan penilaian. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui bagaimanakah dukungan keluarga pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah desain deskriptif. Populasi dalanm penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, sebanyak 38 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan dukungan instrumental pada kategori baik sebanyak 31 responden (81,6%), dukungan informasional pada kategori baik sebanyak 24 responden (63,2%), dukungan pada kategori emosional sangat baik sebanyak 32 responden (84,2%), dukungan penilaian pada kategori baik sebanyak 34 responden (89,5%) dan dukungan keluarga total pada kategori baik sebanyak 33 responden (86,8%). Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2023 dalam kategori baik. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan baru tentang dukungan keluarga pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, semakin besar dukungan yang diberikan oleh keluarga semakin besar semangat pasien dalam menerima dan menjalani terapi hemodialisa.
PERSEPSI MAHASISWA TINGKAT 3 TENTANG AIRWAY MANAGEMENT DI PRODI D3 KEPERAWATAN STIKES SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2023 Mestiana Br. Karo; Risnauli Pane; Indra Hizkia Perangin-angin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Latar Belakang Persepsi merupakan suatu pandangan, baik positif maupun negatif yang terbentuk dari sikap seseorang atau individu terhadap sesuatu. Airway management hal terpenting dalam penanganan resusitasi dan membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen keadaan darurat, oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan untuk menilai ialah kelancaran jalan nafas, yang meliputi pemeriksaan jalan nafas yang dapat disebabkan oleh benda asing juga saat adanya kejadian tenggelam jalan napas dapat tersumbat oleh cairan dan air sehingga pasokan oksigen dalam tubuh pun terhambat. Tujuan penelitian mengetahui persepsi mahasiswa tingkat 3 tentang airway management di Prodi D3 Keperawatan STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara sebanyak 4 pertanyaan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang persepsi mahasiswa tingkat 3 tentang airway management. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 5 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil penelitian didapatkan: airway management adalah tindakan penanganan masalah sumbatan jalan napas dan henti napas pada pasien sadar dan tidak sadar, pelaksanaan pemberian bantuan jalan napas oleh tenaga medis dan perawat, prioritas pembebasan jalan napas dengan ketepatan dan kecepatan waktu tanggap, keterampilan penilaian jalan napas oleh tenaga medis atau dokter.
Persepsi Perawat tentang Caring Behavior Mestiana Br Karo; Indra Hizkia; Ice Saraguh; Xanadu Sembiring
Jurnal Gawat Darurat Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. caring adalah sikap moral dalam praktik keperawatan. Sifat kepedulian perawat ketika menghadapi orang sakit dan keluarga pasien setiap hari harus menunjukkan bahwa perawat benar benar peduli dengan keadaan. Perawat harus menunjukkan empati dan mampu menempatkan diri anda pada posisi pasien untuk memeberikan perawatan yang berkualitas yang mereka butuhkan. Tujuan ini mengetahui persepsi perawat tentang caring behavior di ruangan santa theresia rumah sakit santa elisabeth medan tahun 2023 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara sebanyak 5 pertanyaan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang persepsi perawat tentang caring behavior. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 5 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil dari penelitian ini ada terdapat tema yang terdiri dari memberikan perhatian secara langsung kepada pasien, sikap peduli yang tinggi dan kemampuan mengerti perasaan orang lain berupa respon afektif dan kognitif perawat kepada pasien, kehadiran secara utuh kepada pasien, memberikan pelayanan seutuhnya kepada pasien, pemberian sentuhan dan meghormati pasien, memberikan dukungan kepada pasien. Diharapkan perawat lebih menambahkan dan meningkatkan persepsinya tentang caring behavior.
GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2023 Indra Hizkia P; Rusmauli Lumban Gaol; Juliana Gokmita
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 3: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan keluarga berperan penting dalam tindakan pencegahan DBD, pengetahuan dapat di gambarkan melalui pola pikir, sikap dan tindakan seseorang, pengetahuan sangat dibutuhkan untuk memberikan sebuah respon yang dapat menunjang bahwa penyakit tersebut harus di waspada. Keluarga dan masyarakat diharapkan mempunyai pengetahuan yang lebih tentang bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue. Demam Berdarah Dengue pada umumnya merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus mamupun gigitan nyamuk, Kasus Demam Berdarah Dengue selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya dikarenakan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah Dengue dan kurangnya rasa ingin tahu tentang penyakit Demam Berdarah Dengue. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan teknik pengambilan sampel random sampling, dimana sampel sebanyak 30 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah 16 pertanyaan. Hasil penelitian pengetahuan keluarga tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue dapat disimpulkan bahwa didapatkan hasil dalam kategori baik sebanyak 20 orang (66,7%), cukup sebanyak 10 orang (33,3%). Pada dasarnya responden dapat memahami apa itu penyakit Demam Berdarah Dengue, responden juga dapat mengetahui bahwa Demam Berdarah Dengue pada umumnya disebabkan oleh gigitan nyamuk, responden juga mengetahui tanda dan gejala dari penyakit Demam Berdarah Dengue. Dapat disimpulkan bahwa responden pada umumnya memiliki tingkat pengetahuan baik. diharapkan bagi responden yang memiki tingkat pengetahuan kurang lebih meningkatkan rasa ingin tahu tentang penyakit Demam Berdarah Dengue Masyarakat juga perlu memahami cara dalam memanfaatkan pengetahuan dalam pencegahan bahaya dari penyakit Demam Berdarah Dengue dan juga lebih mau lagi mempelajari dan ikut dalam penyuluhan
Relationship between family support and quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Santa Elisabeth Hospital Lubis, Ronauli Agustina; Sinurat, Samfriati; Perangin-Angin, Indra Hizkia
Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2023): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v14i01.21733

Abstract

Introduction: The decline in the quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy causes suffering, and the suffering experienced by chemotherapy can be a decrease in the ability to think, remember and concentrate. Generally, breast cancer patients undergoing chemotherapy will experience anxiety and fear of the possibility of death, and in the end, they lose their autonomy, reduce self-esteem, and lose hope, indicating that there is no meaning in life. Therefore, people with breast cancer undergoing chemotherapy need strong companions from the surrounding environment, especially their family support through supportive attitudes, actions, and acceptance, and are always ready to provide help and assistance. Objectives:   To determine the relationship between family support and quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy. Methods:  This study was a non-experimental - a correlational research design with a Cross-Sectional approach. Results: The results of the study conducted by the researcher showed that the presence of family support could improve the patient's quality of life. Conclusions: The quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy is getting more optimal. Researchers hope to improve the quality of life for breast cancer patients undergoing chemotherapy by providing positive support such as sincere care and affection, the motivation that builds the patient's spirit.
Pengaruh Fungsi Perlindungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Novitarum, Lilis; Karo, Mestiana Br.; Perangin-angin, Indra Hizkia
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i2.3151

Abstract

Breast cancer is a non-communicable disease that has the highest prevalence rate of cancer in women. A woman who was diagnosed with breast cancer experienced psychological stress and underwent a long treatment series that even ended in death. The family can provide support, especially in carrying out the function of family protection. The protective function provided can increase the confidence of breast cancer patients in carrying out their treatment therapy. This study aims to analyze the effect of the family's protective function on the quality of life of breast cancer patients. This study uses correlation analysis using a cross-sectional approach with a population of 77 breast cancer communities in the city of Medan. The sampling technique in this study used purposive sampling of 44 respondents. Analysis of research data using the Fisher exact test. The instrument in this study used a family protection instrument and a quality of life instrument (WHO QoL BREF). Based on the results of the Fisher exact test, shows that the family protection function affects the quality of life of breast cancer patients (p-value<0.0001, OR=41.600 and at 95% CI=4.219-410.222). Family support in carrying out family functions, especially protective functions, is very important to improve the quality of life of breast cancer patients.
Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang BHD Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2023 Rusmauli Lumban Gaol; Petronella Purba; Indra Hizkia
Jurnal Anestesi Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Anestesi
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v1i4.707

Abstract

Basic life support Basic life support (BHD) is an action or effort made to prolong life for sufferers whose lives are threatened. This study aims to determine the definition, purpose, indications and management of basic life support at Santa Elisabeth Hospital Medan. This type of research is descriptive with a total population of 250. Sampling is carried out using a purposive technique, with a total of 71 respondents. The results show that the knowledge of nurses at Santa Elisabeth Hospital Medan is in good category, 54 respondents (76.1%), 13 respondents (18.3%) sufficient, and 4 respondents (5.6%) lacking. It can be concluded from the study that the majority of nurses are categorized as "good". The definition of basic life support is categorized as good with the number of respondents 52 or (73.2%), enough 11 respondents (15.5%) and less 8 respondents (11.3%). In this research, basic life support goals can be categorized in the "good" category with 40 respondents (56.3%) being good, 25 respondents (35.2%) sufficient, and 6 respondents (8.5%) lacking. Indications for basic life support are categorized as "good" with a good number of respondents 61 (85.9%) and less than 10 respondents (14.1). management of basic life support can be categorized as "good" with the number of good respondents 48 respondents (67.6%), enough 18 respondents (25.4%) and less 5 (7.0%). Nurses at Santa Elisabeth Medan Hospital have quite good knowledge because there is support from basic life support training or BTCLS.
Peningkatan Self Awareness Wanita Usia Subur dalam Melakukan Sadari di Desa Sei Mencirim Novitarum, Lilis; Tampubolon, Lindawati Farida; Tumangggor, Lili Suryani; Barus, Mardiati Br.; Perangin-angin, Indra Hizkia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2573

Abstract

Kanker payudara di Indonesia berada pada urutan tertinggi seluruh jenis kanker dengan prosentase sebesar 16,6% dan angka kematian mencapai 9,6%. Pemerintah telah memiliki program SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), namun belum mampu menekan angka kanker payudara. Program pemerintah ini perlu didukung dengan menggalakkan edukasi tentang SADARI dengan sasaran Wanita Usia Subur (WUS). Edukasi perlu dilakukan secara terus menerus dan dievaluasi dengan konsisten sangat penting untuk mendeteksi dini tanda dan gejala kanker payudara. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran diri WUS untuk melakukan tindakan SADARI secara rutin. Peserta yang hadir 29 Wanita Usia Subur di Dusun 7 Desa Sei mencirim yang membawa Balita untuk Posyandu. Edukasi berjalan lancar dengan langkah kegiatan, yaitu perijinan, persiapan alat dan sarana, melakukan edukasi, evaluasi hasil edukasi. Peserta antusias dan mengikuti kegiatan sampai akhir. Evaluasi dilakukan dengan menanyakan kesediaan peserta untuk melakukan SADARI secara rutin. 5 peserta menyatakan bahwa mereka akan rutin melakukan SADARI untuk mendeteksi lebih dini tanda dan gejala kanker payudara.
PENDAMPINGAN LAUGHTHER THERAPY PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KECEMASAN DI ASRAMA SANTA AGNES MEDAN Mestiana Br Karo; Rotua Elvina Pakpahan; Amnita Anda Yanti Ginting; Lindawati Simorangkir; Lilis Novitarum; Indra Hizkia Perangin-angin; Samfriati Sinurat
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan perhatian yang diterima selama tinggal di asrama, jauh dari keluarga dan beradaptasi dengan teman baru diasrama dan tempat tinggal menimbulkan kecemasan pada remaja putri khususnya pada masa saat ini. Kecemasan merupakan suatu kondisi yang menimbulkan ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya kenyamanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah pendampingan laughter therapy pada remaja putri yang mengalami kecemasan di asrama santa agnes Medan. Jenis pengabdian kepada masyarakat observasional, demonstrasi dan pendampingan pada peserta berjumlah 63 orang. Pengumpulan data dengan observasi tingkat kecemasan dan memberikan laughther therapy kepada remaja selama 5 hari berturut-turut. Hasil pengabdian kepada masyarakat tingkat kecemasan remaja putri mengalami perubahan yakni dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan 100%