Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect Of Health Education On Pregnant Women's Attitudes And Knowledge Towards Congenital Hypothyroid Screening (CHC) At The Clinik Dermawati , Tembung Deli Serdang Suyanti Suwardi; Dian Zuiatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background; Congenital hypothyroidism is an endocrine disorder in newborns that can cause growth and developmental delays if not detected and treated early. This study aims to determine the effect of health education on pregnant women's knowledge and attitudes regarding Congenital Hypothyroidism Screening (CHS) at Dermawati Clinic, Tembung Deli Serdang, in 2025. Methods;This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with a control group. The sample size was 62 pregnant women: 31 with the education treatment and 31 without treatment. The research instrument was a knowledge and attitude questionnaire, and data analysis used a t-test.The results showed that regarding knowledge, before the intervention, the majority of respondents in the control group had poor knowledge (90.3%), and after the intervention, all respondents in the experimental group had good knowledge (100%). Regarding attitude, before the intervention, all respondents in the control group had negative attitudes (100%), while after the intervention, all respondents in the experimental group had positive attitudes (100%). The statistical test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05) for both variables, indicating a significant effect of health education on pregnant women's knowledge and attitudes regarding SHK. Results;The conclusion of this study is that health education delivered in a structured, relevant, and interactive manner can increase knowledge and shape positive attitudes among pregnant women toward SHK implementation. It is recommended that health education be included as a routine part of antenatal care services to support early detection of congenital hypothyroidism in newborns.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH DAN JUS JERUK TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Dian Zuiatna; Nurrahmaton Nurrahmaton; Nabilla Arraudhah
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 1 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i1.5296

Abstract

Anemia in pregnant women is a decrease in hemoglobin levels below 11 gr/dl, first and third trimesters or levels < 10.5 gr/dl in the second trimester. Anemia in pregnant women is closely related to maternal and infant morbidity and mortality, including the risk of miscarriage, prematurity, low birth weight babies. In pregnant women, anemia increases the frequency of complications in pregnancy and childbirth. The risk of maternal death, low birth weight, prematurity and perinatal death rates increases. The aim of this study was to determine the frequency of giving red guava juice and orange juice to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia at PMB Juliani Bandar Khalipah. This research was conducted in June – October 2023. The research design used a Quasy Experiment with one group pretest and posttest. The population in this study was 10 pregnant women with anemia, the sampling technique used purposive sampling, with sampling using inclusion and exclusion criteria, a sample of 6 people was obtained. Data analysis was carried out using the Shapiro-Wilk normality test and then the Wilcoxon test. The results of the study showed that there was an effect of giving red guava juice and orange juice on increasing hemoglobin levels in anemic pregnant women, with a sig (2-tailed) value of 0.034 <0.05. The conclusion in this study was that there was an effect of giving red guava juice and orange juice on increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia. It is hoped that pregnant women can consume red guava juice and orange juice to prevent anemia during pregnancy.
Peningkatan Pelayanan Kesehatan dengan Sosialisasi Peralihan Rekam Medis Manual ke Rekam Medis Elektronik Iman Muhammad; Manisha Manisha; Sri Agustina Meliala; Dian Zuiatna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6944

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi di Indonesia, pelayanan kesehatan pun ikut berkembang dengan digunakannya teknologi sebagai penunjang tindakan medis maupun dalam pelayanan pasien, salah satunya pelayanan pada klinik kesehatan. Pelayanan kesehatan di klinik pratama seringkali masih menggunakan metode manual (kertas) yang rentan terhadap risiko kehilangan dokumen, data tidak terbaca, dan inefisiensi pencarian rekam medis. Permenkes No. 24 Tahun 2022 mewajibkan seluruh faskes, termasuk Klinik Pratama, untuk mengimplementasikan Rekam Medik Elektronik (RME). Maka perlu dilakukan pemberian pemahaman mendalam mengenai pentingnya RME, serta memotivasi staff klinik untuk bertransisi ke sistem digital guna mendukung pelayanan yang aman dan terintegrasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi perubahan dari sistem rekam medis berbasis kertas ke rekam medis elektronik (RME) di Klinik Pratama Yose Husada. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan RI (Permenkes No. 24 Tahun 2022). Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, edukasi, demonstrasi, dan diskusi interaktif untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan mutu pelayanan kesehatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Nilai rata-rata pre-test sebesar 54,75 meningkat 84,75 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai rekam medis elektronik. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta.
Edukasi Breast Care Untuk Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum di PMB Deby Cyntia Sri Rezeki; Suhartini Suhartini; Dian Zuiatna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6830

Abstract

Keadaan payudara yang bengkak menyebabkan payudara menjadi lebih mudah teriritasi dan luka. Ibu tidak akan mengalami kesulitan dalam memberikan ASI bila sejak awal telah mengetahui bagaimana perawatan payudara (breast care) yang tepat dan benar. Ibu yang tidak melakukan perawatan akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti puting susu tenggelam sehingga bayi sulit menghisap, ASI tidak keluar dan berkurangnya produksi ASI. Faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI diantaranya adalah perawatan payudara. Perawatan payudara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan teratur untuk memelihara kesehatan payudara. Perawatan payudara sangat penting bagi para ibu karena merupakan tindakan perawatan yang dilakukan oleh pasien maupun dibantu oleh orang lain biasanya dilakukan mulai dari hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan ibu nifas dalam merawat payudara kemudian melekukan evaluasi pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah penyuluhan. Metode penelitian ini menempatkan ibu nifas bukan sebagai objek yang hanya menerima informasi, melainkan sebagai subjek aktif yang turut terlibat dalam seluruh proses edukasi breast care mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi kegiatan. Tahapan berupa pre-test, dilanjutkan dengan presentasi materi penyuluhan dengan metode ceramah dan praktik perawatan payudara pada alat peraga, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi kemudian diakhiri dengan post-test peserta. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu nifas tentang perawatan payudara setelah dilakukan penyuluhan.
Pengaruh Prenatal Yoga terhadap Pengurangan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Dian Zuiatna; Afrahul Padilah Siregar; Juliana Pulungan; Yuka Oktafirnanda
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 2 (2026): EDISI MEI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i2.6935

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis yang dapat menyebabkan banyak perubahan baik fisik maupun psikologis seorang wanita. Salah satu  perubahan tersebut adalah penambahan berat badan, sehingga tumpuan badan dan gravitasi tubuh berpusat pada lumbal tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan masalah nyeri punggung. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil adalah prenatal yoga. Berdasarkan survei di Klinik Bidan Wanti ditemukan 5 ibu hamil yang mengalami nyeri punggung, diantaranya 3 ibu hamil merasakan nyeri di malam hari dan 2 ibu hamil di siang hari. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil di Klinik Bidan Wanti Medan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Quasy ksperiment menggunakan rancangan One Group Pre and Postest Design. Populasi terdiri dari 20 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 15 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Prenatal yoga dilakukan 4 kali selama 2 minggu. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian dengan uji Paired T-Test dengan P-value 0,000 α 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh prenatal yoga terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil.
Integrated Maternal Health Model for Early Preeclampsia Prevention: A Community Health Center-Based Study in Medan, Indonesia Aida Fitria; Devi Nallappan; Fina Kusuma Wardani; Dian Zuiatna; M.Crystandy
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 3 No. 2 (2026): April: Green Health: Journal of Health Sciences, Nursing and Nutrition
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v3i2.311

Abstract

Preeclampsia remains a major contributor to maternal morbidity and mortality, particularly in developing countries such as Indonesia. Early detection and integrated management at the primary healthcare level are essential to prevent disease progression and improve maternal outcomes. Modifiable risk factors such as maternal obesity, inadequate calcium intake, and poor clinical management contribute significantly to disease progression (WHO, 2021; Zhang et al., 2020). This study aimed to evaluate the effectiveness of an Integrated Maternal Health Model (IMHM) combining risk assessment, nutritional intervention, and clinical management for early prevention and control of preeclampsia in primary healthcare settings. A quasi-experimental cohort study was conducted among 104 pregnant women, consisting of 52 preeclamptic and 52 normotensive participants in community health centers in Medan, Indonesia. Data were collected across four antenatal visits, including blood pressure measurements, proteinuria (dipstick), calcium intake, supplementation adherence, and antihypertensive therapy. Statistical analyses included bivariate and longitudinal tests. The results showed that maternal obesity, history of preeclampsia, and hypertension were significant risk factors. Adequate calcium intake demonstrated a protective effect against preeclampsia (p < 0.05), consistent with recent evidence indicating that calcium supplementation can reduce the risk of preeclampsia by up to 49%. However, calcium supplementation did not significantly influence blood pressure among normotensive pregnant women. Antihypertensive therapy, particularly intensive nifedipine regimens, showed significant differences in blood pressure patterns across visits (p < 0.05). In addition, proteinuria levels significantly decreased over time (p < 0.001), indicating improvement in renal function. In conclusion, the IMHM is effective in improving maternal outcomes through a multi-component approach integrating clinical, nutritional, and monitoring strategies. This model provides a practical and scalable framework for early prevention and management of preeclampsia in primary healthcare settings.
Studi Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pasangan Usia Subur dalam Menggunakan KB Implan Dian Zuiatna; Suyanti Suwardi
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi PSDKU D III Kebidanan Kampus Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol13.iss1.503

Abstract

According to Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 87 of 2014 concerning population development and family development, family planning and family information systems. The family planning (KB) program is a program that seeks to regulate childbearing, spacing and ideal age of birth, manage pregnancy, through the promotion of protection and assistance in accordance with reproductive rights to create a quality family. Many couples of childbearing age still have limited knowledge about implant contraception, including how it works, benefits, side effects, and its safety as a long-term contraceptive method. This results in low interest and trust in the use of implant contraception. The purpose of this study is to determine the factors that influence the decision of fertile couples in using implant contraception. This type of research uses a survey method with a cross-sectional approach, namely where measurements or observations are carried out simultaneously on the independent and dependent variable data. The population is all PUS mothers who use implant contraception in Bandar Khalifah Village, namely 45 people by total sampling. Data analysis uses the chi-square test and multivariate with logistic regression tests. Based on the results of the logistic regression test, this study shows that there is an influence of knowledge on implant contraception in Bandar Khalifah Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency with an Exp (B) value of 103.964. The conclusion of this study is that the variable of knowledge is the most influential factor on the use of contraceptive implants in PUS in Bandar Khalifah Village. Therefore, health workers should provide counseling and promotion to the community, especially in PUS, about contraceptive implants so that the community's knowledge and attitudes become better. The results of this study can be a basis for health workers, especially midwives and family planning officers, in developing more effective and targeted educational, counseling, and approach strategies to increase the use of contraceptive implants.