Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Menegosiasikan Idealisme dan Keberlanjutan dalam Kewirausahaan Sosial: Perspektif Sosiologi Ekonomi dan Kewirausahaan Mildayanti Mildayanti; Damas Gianlugi Alrizqi; Rahmat Hidayat
PENSOS : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol. 4 No. 2 (2026): Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/pensos.v4i2.3733

Abstract

Social entrepreneurship cannot be fully understood through a management and business-strategy lens alone; it also requires a sociological lens to capture the dimensions of social embeddedness, capital, and legitimacy surrounding social entrepreneurial practice. This conceptual article examines how the tension between social idealism and business sustainability is negotiated by social entrepreneurs by combining perspectives from economic sociology particularly social embeddedness and Bourdieu's capital-habitus-field triad with entrepreneurship theory on hybrid organizing and mission drift. Through a narrative literature review of publications from the last five years, this article shows that social entrepreneurs' idealism can be understood as a form of social embeddedness within networks and institutional structures, while business sustainability requires the accumulation of sufficient economic, social, and symbolic capital within the entrepreneurial field. Mission drift, in this framework, is reinterpreted as a process of disembeddedness, whereby the organization becomes detached from its social ties and community values due to the dominance of market logic. The article further connects these findings to the context of MSME-based social entrepreneurship in Indonesia, which is sustained by local social capital such as mutual cooperation (gotong royong) and community networks, and outlines implications for developing sociologically informed social entrepreneurship education in higher education.
Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Syariah: Eksplorasi Nilai, Praktik, dan Tantangan di SMK Negeri 1 Gowa Sudarmi Sudarmi; Hasisa Haruna; Mildayanti Mildayanti; Hasniaty Hasniaty
Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur (BISENTER) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis Digital dan Enterpreneur
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/bisenter.v4i2.367

Abstract

Integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran kewirausahaan semakin penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kompetensi ekonomi, tetapi juga beretika, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi prinsip-prinsip syariah dalam pembelajaran kewirausahaan pada siswa SMK Negeri 1 Gowa, Indonesia. Penelitian berfokus pada tiga aspek utama, yaitu implementasi prinsip syariah dalam pembelajaran kewirausahaan, nilai-nilai Islam yang diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran dan praktik kewirausahaan, serta tantangan dan peluang dalam penerapan pendidikan kewirausahaan berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi dengan melibatkan guru kewirausahaan, siswa, dan pihak sekolah yang relevan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip syariah diimplementasikan melalui integrasi nilai kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, orientasi produk halal, serta menghindari riba, gharar, dan praktik bisnis yang tidak etis. Prinsip-prinsip tersebut diperkenalkan tidak hanya melalui pembelajaran teoritis, tetapi juga melalui praktik kewirausahaan siswa, termasuk pemilihan produk, penetapan harga, promosi, dan hubungan dengan pelanggan. Namun demikian, implementasi tersebut menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan sumber belajar, tingkat pemahaman guru yang beragam mengenai prinsip bisnis Islam, perbedaan tingkat literasi keagamaan dan kewirausahaan siswa, serta pengaruh praktik bisnis digital. Meskipun demikian, kewirausahaan digital, pengembangan bisnis halal, dan proyek kewirausahaan berbasis sekolah memberikan peluang yang signifikan untuk memperkuat pendidikan kewirausahaan berbasis syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip syariah dalam pendidikan kewirausahaan dapat berkontribusi terhadap pembentukan generasi muda yang memiliki tanggung jawab etis dan memperkuat relevansi pendidikan kejuruan dengan perkembangan ekonomi halal.