Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 AMBON PADA MATERI IRISAN KERUCUT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA Lekitoo, John; Moma, La; Ngilawajan, Darma Andreas
JUPITEK : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2018): JUPITEK : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jupitekvol1iss1pp41-46

Abstract

Theaims of this study is to improve the learning outcomes of grade XI students of SMA Negeri4 Ambon in cone slice material using a cooperative learning model through CAI (Computer Assisted Instruction) learning media  assisted by geogebrasoftware. Students divided into small groups (3 groups) with each groups consist of 5-6 students who have varied abilities. The results showed that by using the cooperative learning model throughlearning media CAI (Computer Assisted Instruction)assisted by geogebrasoftware, there was an increase in the learning outcomes of grade XI MIA students at SMA Negeri 4 Ambon
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) KONTEKS ETNOMATEMATIKA PULAU-PULAU KECIL PERBATASAN (MALUKU BARAT DAYA) Lekitoo, John Nandito
Sora Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2023): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/sora.4.2.72-80

Abstract

Data dari Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kemampuan literasi matematika siswa Indonesia yang berada pada peringkat ke 38 dengan skor 379 dari 41 Negara atau peringkat 4 dari bawah. Jika dibandingkan hasil PISA pada tahun 2015 maka kemampuan literasi matematika siswa Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2018. Di sisi lain kenyataan terkait pembangunan yang tidak merata di daerah-daerah yang dikategorikan sebagai daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) memperkelam kondisi pembelajaran matematika yang semestinya dapat mengembangkan kemampuan literasi matematika siswa yang seharusnya pembelajaran matematika di daerah tersebut semestinya berorientasi pada budaya-budaya lokal pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan realistic mathematics education (RME) konteks etnomatematika pulau-pulau kecil perbatasan (maluku barat daya). Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D dengan sampel uji coba adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lemola. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar uji keterbacaan, lembar observasi, angket respons, dan soal tes awal dan akhir. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui keefektifan perangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dikembangkan valid, praktis, dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 71%.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA LUTUR PADA MATERI LINGKARAN Lekitoo, John Nandito; Sugiarto, Sigit; Dahoklory, Andy S. K.; Dadiara, Yuliyanti; Malwewan, Amelia
Sora Journal of Mathematics Education Vol 5 No 2 (2024): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/sora.5.2.110-118

Abstract

Pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan kemampuan berpikir kritis generasi muda, terutama melalui mata pelajaran matematika. Namun, abstraksi konsep matematika seringkali menjadi tantangan bagi siswa, khususnya pada materi lingkaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis etnomatematika Lutur pada materi lingkaran untuk siswa kelas VII SMP, dengan menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Dalam konteks ini, budaya Lutur, yang kaya akan unsur matematika, digunakan sebagai medium untuk meningkatkan relevansi pembelajaran dan melestarikan budaya lokal. Penelitian dilakukan hingga tahap pengembangan, melibatkan lima validator dua dosen pendidikan matematika dan tiga guru matematika SMP serta sembilan siswa dari berbagai tingkat kemampuan matematika untuk menguji validitas dan kepraktisan bahan ajar. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat layak dengan persentase rata-rata sebesar 96,2%. Kepraktisan bahan ajar berdasarkan respons siswa mencapai 88,9%, yang juga masuk dalam kategori praktis. Bahan ajar ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep lingkaran secara kontekstual melalui pendekatan etnomatematika, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya Lutur di tengah arus globalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi budaya dalam pengembangan bahan ajar sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada siswa. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi implementasi bahan ajar dalam skala yang lebih luas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BERBASIS ETNOMATEMATIKA PULAU-PULAU KECIL PERBATASAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Taihuttu, Sisilia Marcelina; Madubun, Fenty Madelin; Lekitoo, John Nandito; Joltuwu, Inry; Tutupahar, Asnat
Sora Journal of Mathematics Education Vol 5 No 2 (2024): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/sora.5.2.119-125

Abstract

Pendidikan matematika di daerah terpencil dan 3T, seperti Kabupaten Maluku Barat Daya, menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP PGRI Klis, yang dibagi menjadi kelas eksperimen (VIIA) menggunakan RME berbasis etnomatematika dan kelas kontrol (VIIB) menggunakan metode konvensional. Hasil pretest menunjukkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah sebesar 46,43 untuk kelas kontrol dan 47,62 untuk kelas eksperimen, dengan uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05). Setelah perlakuan, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dengan rata-rata nilai 80,65 dibandingkan 59,37 pada kelas kontrol (p < 0,05). Analisis kategori menunjukkan 3 siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai kategori "sangat baik," sedangkan tidak ada siswa pada kategori tersebut di kelas kontrol. Hasil uji effect size sebesar 0,75 menunjukkan pengaruh moderat. Penelitian ini menunjukkan bahwa RME berbasis etnomatematika, yang mengintegrasikan budaya lokal seperti lutur batu dan kain tenun, efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan pembelajaran matematika kontekstual di wilayah 3T, khususnya daerah perbatasan seperti Kabupaten Maluku Barat Daya.
Pengaruh kecemasan matematika siswa kelas VIII SMP wilayah pulau-pulau kecil perbatasan terhadap kemampuan literasi matematika Lekitoo, John; Inuhan, Michael; Moma, La; Zacharias, Rensa; Joosthensz, Dian L.
Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/primatika.v14i1.5062

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah kecemasan matematika siswa SMP di daerah pulau-pulau kecil perbatasan berpengaruh terhadap kemampuan literasi matematika menurut versi PISA. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto tipe regresi linier sederhana dimana kecemasan matematika bertindak sebagai variabel bebas (X) dan kemampuan literasi matematika sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Tiakur Kab. Maluku Barat Daya dengan sampel adalah siswa kelas VIIID berjumlah 26 siswa yang dipilih secara acak dengan melakukan pengundian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket kecemasan matematika dan soal literasi matematika PISA level 1-3. Teknik analisis data menggunakan statistik inferensial berupa uji prasyarat normalitas dan linieritas serta uji hipotesis berupa analisis model regresi linier sederhana, uji signifikansi persamaan regresi, dan analisis kekuatan pengaruh dengan R2. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh negatif kecemasan matematika terhadap kemampuan literasi matematika siswa dengan model regresi linier sederhananya adalah Y=-0.962+0.722X dan R2=0.204 yang berarti 20,4% kemampuan literasi matematika siswa dipengaruhi oleh kecemasan matematika siswa itu sendiri sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kecemasan matematika mempengaruhi literasi matematika siswa di pulau-pulau kecil, membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mendukung dan pelatihan guru.
TREN PENELITIAN BERPIKIR KOMPUTASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: ANALISIS BIBLIOMETRIK Inuhan, Michael; Lekitoo, John Nandito; Romsery, Adelia; Wariaka, Fransiska; Tetiwar, Alberthina
TRANSFORMASI Vol 9 No 1 (2025): TRANSFORMASI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v9i1.5523

Abstract

This study aims to analyze the global trend of computational thinking research in mathematics learning through a bibliometric approach. The analysis was conducted on 536 documents retrieved from the Scopus database during the period 2007–2024 using the PRISMA method and analyzed through RStudio and VOSviewer software. The results show an average increase in publication trends of 31.04% each year, with the largest contribution coming from Vanderbilt University and the dominance of publications by authors from the United States. The most prolific source is the ACM International Conference Proceeding Series with influential authors include Gautam Biswas and Shuchi Grover. Keyword mapping revealed six main thematic clusters, focusing on computational thinking integration, digital tools, and its relationship with mathematics and STEM education. Five emerging keywords were identified—systematic review, GeoGebra, CT-Tools, mathematics lesson, and ChatGPT—signaling new directions for future research.
Mentoring Development of AI-assisted Ethnoscience-Based Students Worksheet for Independent Learning: Pendampingan Pengembangan LKPD Berbasis Etnosains Berbantuan AI Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar Rumtutuly, Fransheine; Kurniati MA, Ratnah; Lekitoo, John Nandito; Lestari, Lestari; Dolewikou, Rina; Dolaitery, Demianus Adrian; Kwuwulay, Hermina; Sairtory, Difia; Miru, Juandi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/9ms01r04

Abstract

The mentoring program for the development of AI-assisted ethnoscience-based LKPD at SD Negeri Tiakur aims to enhance teachers' skills in designing LKPD that are relevant to the local culture. This training is motivated by the low utilization of technology in learning in border areas such as the Maluku Barat Daya Regency, as well as the insufficient integration of local culture in the learning process. The methods employed include socialization, training, evaluation, and program sustainability. The evaluation results show an 81% improvement in teachers' skills based on the N-gain test. This program has produced attractive, interactive, and contextual LKPD, blending local cultural elements such as traditional dances, weaving, and the koli tree with modern scientific concepts. The use of technology tools such as Canva and Quizizz has made it easier for teachers to design and evaluate LKPD. This program not only improves the effectiveness of learning but also promotes the preservation of local wisdom and supports the achievement of inclusive, high-quality, and contextual education.
PENGENALAN LITERASI MATEMATIKA PISA MELALUI KOMPETISI LITERASI MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA PULAU-PULAU KECIL PERBATASAN Sugiarto, Sigit; Lekitoo, John Nandito; Dahoklory, Andy Sunder Keer; Rupilele, Karolina; Koupun, Edeleta
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 2 (2025): Periode Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i2.6132

Abstract

The low mathematical literacy skills of junior high school students in Indonesia, especially those living in the Small Border Islands, require serious attention from various stakeholders. Improving students’ mathematical literacy is a shared responsibility that can begin with introducing the form of PISA mathematical literacy questions to junior high school students. One effort to achieve this is through an ethnomathematics-based mathematical literacy competition. This competition aims to provide knowledge and understanding of PISA mathematical literacy to students in the Small Border Islands, particularly on Moa Island. The activity was carried out as a form of community service by lecturers and students, consisting of four stages: initial observation, socialization, implementation, and evaluation. The participants of this competition were students from seven junior high schools on Moa Island, with a total of 57 participants. The increase in participants’ knowledge regarding PISA mathematical literacy question forms was measured using a questionnaire. The results showed an improvement in participants’ understanding before and after participating in the competition. However, test data also indicated that the mathematical literacy skills of students on Moa Island remain relatively low. Therefore, sustainable programs are needed to improve the mathematical literacy skills of students in the Small Border Islands, including Moa Island.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF KAIN TENUN MOA SEBAGAI BAHAN AJAR Madubun, Fenty Madelin; Inuhan, Michael; Lekitoo, John Nandito; MA, Ratnah Kurniati; Boanara, Arche Febry; Dadiara, Yuliyanti; Malwewa, Amelia Adaleda
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada motif kain tenun dari Desa Werwaru, Pulau Moa dan mengintegrasikan hasil eksplorasi tersebut dalam pembelajaran matematika. Desa Werwaru dipilih sebagai lokasi penelitian karena masyarakatnya masih mempertahankan tradisi menenun yang diwariskan secara turun-temurun. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif yang diperoleh melalui observasi terhadap pola dan struktur kain tenun, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang berkaitan dengan etnomatematika. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi  data,  penyajian  data,  dan penarikan  kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa motif kain tenun di Desa Werwaru, Pulau Moa mengandung berbagai bentuk geometri, antara lain segitiga, persegi, persegi panjang, jajargenjang, dan layang-layang, yang tersusun dalam pola berulang dan teratur. Bentuk-bentuk geometri tersebut dapat dijadikan konteks pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada materi pengenalan bangun datar, kesimetrian, dan pola. Temuan ini juga menegaskan bahwa pengintegrasian nilai budaya lokal dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan etnomatematika dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, menjadikan pembelajaran lebih konkret, kontekstual, dan bermakna.
Developing ethnomathematics-based digital quizzes with gamification on the blooket platform Kurniati MA, Ratnah; Inuhan, Michael; Lekitoo, John Nandito; Madubun, Fenty Madelin; Bonara, Arche Febry; Reiwuty, Jafrandi Jonsen; Sawo, Novania
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v11i2.27280

Abstract

This study describes the development of an ethnomathematics-based digital quiz combined with a cultural context that was developed by applying the 4D methods of instruction (Define, Design, Develop, Disseminate). Focusing on the concept of number patterns, the quiz integrates local cultural elements from 3T regions such as weaving motifs, ceremonial structures, and traditional rituals to enhance relevance and engagement. The quiz items were designed to suit the Blooket platform, emphasizing short narratives, age-appropriate cognitive levels, and engaging gamification features that promote active learning. Validation results confirmed that the quiz items were content-valid, instructionally effective, and practical for classroom use. Limited trials demonstrated that the media significantly increased student motivation and engagement, particularly when mathematical concepts were presented through culturally familiar formats. Feedback from teachers and students indicated that the quiz holds promise as an inclusive and adaptive formative assessment tool, responsive to the realities of education in remote areas. The study recommends expanding the media to include a broader range of mathematical topics and cultural representations from across Indonesia. Integration with complementary learning resources such as thematic modules or game-based activity sheets, may further enhance its function as both an evaluation tool and a medium for independent, enjoyable learning. To ensure successful implementation, targeted teacher training in gamification strategies is essential, especially in schools with limited digital access.