p-Index From 2021 - 2026
2.553
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Fadilla Saputri
Universitas Negeri Padang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Stigmatisasi Perilaku Menyimpang Seksual LGBT di Kota Padang Laras Andira; Mela Yuliana; Kiki Amalia Citra; Muhammad Rif'an; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan masyarakat disekitar Jalan Patenggangan dan Jalan Srigunting tentang stigma LGBT, artikel ini juga dapat mengurangi stigma dan diskriminasi yang sering muncul akibat kurangnya pemahaman nilai dan norma. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena mengungkap dampak stigma terhadap kesehatan mental, hak asasi, serta kesetaraan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku masyarakat terhadap pelaku LGBT. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sumpling. Jumlah informan penelitian ini 4 orang dengan kriteria informan yaitu pihak penjaga kost pelaku LGBT, tetangga pelaku LGBT, dan masyarakat umum. Dokumentasi dilakukan dengan teknik memotret sesuai dengan izin informan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggapan Masyarakat terhadap pelaku LGBT dianggap menyimpang, stigmatisasi terhadap pelaku LGBT di Kota Padang masih menjadi isu yang sangat sensitif dan komplek. Di satu sisi masyarakat yang kental dengan ajaran moral, etika, dan agama cendrung menolak perilaku seksual yang dianggap menyimpang. Peran media sosial juga sangat signifikan dalam membentuk persepsi masyarakat tentang LGBT. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi platform yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu LGBT, namun di sisi lain, paparan konten yang tidak tepat dapat memperburuk stigmatisasi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan di media sosial akurat dan membangun pemahaman yang positif.
Zero Tawuran: Membangun Generasi Muda Kota Padang Bebas Kekerasan Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Shilva Putri Mahendra; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.83

Abstract

Tawuran adalah perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau kelompok masyarakat, khususnya antar pelajar atau geng sekolah di lingkungan perkotaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelaksanaan Zero Tawuran untuk mencegah tawuran yang terjadi pada anak muda kota Padang. Penelitian ini berfokus pada program "Zero Tawuran" yang diinisiasi oleh Polda Sumatera Barat, bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang bebas dari kekerasan melalui pendekatan preventif dan edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Polsek Padang Utara, Jalan Khatib, Lubuk Begalung, Jembatan Andalas, dan Jalan Bypass. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 6 orang yang terdiri dari 2 orang POLRI, 2 orang masyarakat sekitar dan 2 orang pelaku tawuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dari zero tawuran sudah dilakukan dengan baik dengan dijalankan program tersebut dan di bantu oleh peran orang tua dan Masyarakat sekitar. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti faktor individu dan upaya penanggulangan tawuran tersebut, penelitian ini lebih spesifik dalam membahas program zero tawuran secara mendalam.
Peran Tradisi Tabuik dalam Pelestarian Sejarah dan Identitas Budaya Masyarakat Pariaman Septrian Ramadhani; Sabrina Asyifa U Nabila; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi tabuik di Pariaman dan pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat Tradisi Tabuik di Pariaman Sumatra Barat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati pelestraian sejarah dan identitas budaya masyarakat Tradisi di Pariaman. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian ini 5 informan, dengan krateria informan ketua Tabuik dan para pemuda-pemuda masyarakat Pariaman. Studi dokumentasi dilakukan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara tabuik ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Ini dapat dilihat baik dari segi budaya, ekonomi, pendidikan maupun sejarah. Kontribusi ini dapat terlihat dalam upaya tradisi tabuik dapat menciptakan, memperluas dan memperdalam dampak tradisi Tabuik terhadap masyarakat. Temuan ini menunjukan bahwa kontribusi para pemuda sangat penting pada masyarakat Pariaman, keterlibatan mereka tidak hanya sebagai pelaku proses tetapi juga mencakup peran aktif dalam mempertahankan kebudayaan sendiri.
Persepsi Masyarakat Minangkabau terhadap Perayaan Cap Go Meh sebagai Akulturasi Budaya di Kota Padang Elsa Putri Hardyanti; Elvira Gustia; Khairah Fadlah Nasifa; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Minang terhadap perayaan Cap Go Meh sebagai akulturasi budaya di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Kota Padang, perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Minang, menciptakan akulturasi budaya yang unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika perayaan Cap Go Meh. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Jumlah infoman penelitian ini berjumlah 8 orang dengan kriteria informan penelitian meliputi pengurus divisi budaya Klenteng See Hien kiong, nelayan, dan masyarakat setempat. Studi dokumentasi dilakukan untuk memotret fenomena yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya di Kota Padang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan meunjukkan bahwa konsep Cap Go Meh dalam Akulturasi di Kota Padang; Partisipasi dan Peran Masyarakat Minang dalam perayaan Cap Go Meh; Persepsi dan Aspirasi Masyarakat Terhadap Unsur-Unsur Budaya yang Saling Berbaur; Manfaat dan Promosi Budaya yang Dirasakan Warga Kampung Pondok.
Tradisi Pacu Jalur Terhadap Perekonomian dan Pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi Daffaa Febryan; Muhammad Yahya; Farhan Alhi Linadri; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Desy Mardhiah
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tradisi Pacu Jalur terhadap perkembangan perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi. Tradisi Pacu Jalur tidak hanya merupakan warisan budaya yang dilestarikan secara turun-temurun, tetapi juga telah berkembang menjadi event pariwisata tahunan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Pada tahun 2023, festival ini berhasil menarik lebih dari 1,7 juta pengunjung dengan perputaran ekonomi mencapai Rp90 miliar. Kegiatan ini turut mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM, okupansi hotel, serta menciptakan lapangan kerja sementara bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan informan terdiri dari masyarakat dan atlet yang terlibat langsung dalam kegiatan Pacu Jalur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pacu Jalur memiliki tiga peran utama: a) tradisi Pacu Jalur berperan penting sebagai warisan budaya daerah; b) tradisi ini berkontribusi signifikan terhadap pengembangan pariwisata; dan c) memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.  
Makna Tradisi Uang Japuik di Padang Pariaman Intan Wulan Dari; Larasta Agustina; Priskila Natasia Br. Saragih; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi sosial, dan dinamika adaptasi tradisi uang jemput (uang japuik) dalam pernikahan adat masyarakat Pariaman, Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena tradisi uang jemput memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan kekerabatan di tengah perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati prosesi pernikahan adat dan interaksi sosial yang terjadi selama pelaksanaan tradisi uang jemput. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah informan penelitian sebanyak tujuh orang. Kriteria informan penelitian meliputi tokoh adat, keluarga yang pernah melaksanakan pernikahan adat, serta anggota masyarakat yang memahami tradisi uang jemput. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang jemput bukan sekadar ritual ekonomi, melainkan juga simbol penghormatan, komitmen sosial, dan penguatan solidaritas antar-kaum. Nilai uang jemput sangat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi dan keluarga, serta mengalami adaptasi sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman baru tentang tradisi uang jemput di tengah perubahan sosial, serta membedakan secara tegas antara uang jemput dan uang hilang.
Culture Shock pada Mahasiswa Aceh Perantau Padang Atiqah Mufidah; Nur Aisyah; Alycia Safana Milanda; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock yang dialami oleh mahasiswa Aceh perantau di Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk di kaji karena fenomena culture shock merupakan tantangan nyata yang dihadapi mahasiswa perantau dalam proses penyesuaian diri di lingkungan baru yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Adapun kriteria informan berupa mahasiswa Aceh perantau Sumatera Barat. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung terhadap apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock pada mahasiswa perantau Aceh di padang Sumatera Barat. Wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai alasan terjadinya culture shock dan faktor penyebabnya. Dokumentasi juga dilakukan dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto, video, laporan kegiatan, dan data lain yang mendukung. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat hal utama penyebab terjadinya culture shock diantaranya pertama, perbedaan bahasa. Kedua, cara berpakaian bagi perempuan. Ketiga, perbedaan makanan. Keempat, tradisi dan adat istiadat.
Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh Solok Selatan Adellia Mutiara Putri; Aulia Nabila Sarweni; Tasya Afridani; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh, Solok Selatan. Yang merupakan salah satu kekayaan budaya Minangkabau mempunyai nilai sejarah, sosial, dan juga filosofis yang sangat mendalam. Tradisi ini tidak hanya menampilkan Rumah Gadang sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan adat yang mencerminkan sistem sosial matrilineal dan kekerabatan suku Minangkabau. Dengan menggunakan Metode pendeketan Kualitatif Deskriptif Interpretatif. Penelitian ini menggali makna simbolik dan fungsi sosial budaya Rumah Gadang dalam kehidupan masyarakat Setempat. Data di kumpulkan melalui Observasi Partisipatif, Wawancara mendalam, dan studi Dokumentasi di kawasan Seribu Rumah Gadang, Jorong Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Seribu Rumah Gadang memiliki peran sentral dalam menjaga identitas budaya dan sistem sosial Minangkabau, sekaligus juga menjadi media pelestarian budaya melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Meskipun harus menghadapi tantangan modernisasi, upaya konservasi dan edukasi menjadi kunci keberlanjutan tradisi ini agar tetap relevan dan dapat di wariskan kepada generasi selanjutnya atau mendatang. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang menjadi fondasi kuat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Ngamen di Bawah Senja: Dinamika Sosial dan Ekonomi Anak Jalanan di Taplau Padang Mitzy Metaria Situmorang; Monatio siregar Mona; Niken ayu Pratiwi; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis  dinamika sosial dan ekonomi anak jalanan yang mengamen di kawasan Taplau, Kota Padang. Fenomena anak-anak pengamen ini merupakan refleksi dari permasalahan sosial yang kompleks, terutama terkait kemiskinan keluarga, kondisi keluarga yang tidak harmonis, dan pengaruh lingkungan sosial serta budaya setempat. Aktivitas mengamen menjadi strategi utama bertahan hidup bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan minimnya akses pendidikan formal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika sosial dan ekonomi anak jalanan di Taplau Padang. Teknik pemilihan informan peneliti menggunakan Purposive sampling. Jumlah informan 4 orang dengan kriteria informan informan peneliti meliputi 2 orang warga setempat, pedagang dan pengujung. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengamen di Taplau Padang sebagai srategi bertahan hidup dari tekanan ekonomi keluarga, disharmoni rumah tangga, dan pengaruh lingkungan sosial. Aktivitas ini membentuk jaringan sosial di anatar anak-anak jalanan serta menciptaka  interaksi yang beragam dengan masyarakat dan wisatawan bervariasi dari empati hingga kekhawatiran. Upaya pemerintaah masih bersifat penertiban sementara dan belum menyerah akar permasalahan, sehingga anak-anak pengamen kerap kembali ke jalanan.
Co-Authors Adellia Mutiara Putri Adinda Putri Forendra Afsi Lailatul Salsabil Akbar Aprialcan Aldya Andhika Adlan Alfitri Julia Sandra Alifa Yurika Ananda Alya Karlina Alycia Safana Milanda Anggi Putra Anggita Mutia Sari Angri Maiwiza Anisa Afdila Atiqah Mufidah Aulia Agustina Wardianti Aulia Nabila Sarweni Avisenna Jemika Ayu Mustika Putri Bella Irwani Bunga Dinda Permata Carina Rianto Daffaa Febryan Delmira Syafrini Dian Aulia Purnama Dila Aulia Dimas Lindu Zydio Pangestu Elsa Putri Hardyanti Elsa Rahayu Elvira Gustia Farhan Alhi Linadri Fathia Elkhaira Fitri Yanti Hamila Yatursi Hana Thalia Puspita Hanafi Saputra Hanna Alifia Handi Harsellya Humayrrah Havizah Permata. S Ikhwan Ikhwan Intan Amanda Wulandari Intan Wulan Dari Irene Putri Jihan Afifah Khaira Nisa Khairah Fadlah Nasifa Khoirin Yelnisa Kiki Amalia Citra Laras Andira Larasta Agustina Leza Tania Putri M. Arkhan Rodhiah Mardhiah, Desy Marsya Fitri Sazali Mela Yuliana Mitzy Metaria Situmorang Monatio siregar Mona Muhammad Rif'an Muhammad Yahya Muliati Sukma Nailatul Husna Natasya Permata Guselsa Nelly Simbolon Niken ayu Pratiwi Nora Susilawati Nur Aisyah Pani Padillah Paulus Eden Fernando Nehe Priskila Natasia Br. Saragih Rahmadheni Rahmat Maulana Kurniawan Raisa Rasyidy Rani Kartika Rara Amanda Ratna Juwita Refni Junita Sari Reno Fernandes Roni Ramadani Rosidah Rosidah Sabrina Asyifa U Nabila Sandro J.O Tampubolon Selvia Putri Darni Septrian Ramadhani Shilva Putri Mahendra Shinta Rahmadhani Sukma Puspita Sawitri Syiva Rezki Tasya Afridani Tasya Martasari Vivi Lidiani