Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Mata Pelajaran Sosiologi (Pendampingan Bagi Guru Sosiologi di SMA Abata Lombok) Masyhuri; Suud; Muhammad Ilyas; Jepri Utomo; Mila Noviana
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/1nfrvd31

Abstract

Suku sasak memiliki beragam jenis kearifan lokal, baik dalam bentuk awik-awik, tradisi, lembaga soisl, kesenian, maupun produk hasil karya, yang sangat potensial diintegrasikan pada mata Pelajaran soiologi. Integrasi tentunya dapat dilakukan denganĀ  memanfaatkan kearifan lokal suku sasak untuk penguatan materi, metode dan media pembelajaran. Namun demikina, tidak semua guru sosiologi maksimal melakukan hal tersebut, termasuk guru sosiologi di SMA Abata Lombok. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian sangat penting dilakukan dengan tujuan agar guru SosiologiĀ  SMA Abata Lombok dapat mengintegrasikan kearifan lokal suku sasak pada mata Pelajaran soiologi. Metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan, yaitu: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, dan (3) evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian yaitu: (1) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran terkait jenis kearifan lokal suku sasak (2) terkonstrusinya pengetahuan khalayak sasaran terkait relevansi kearifan lokal suku sasak dengan materi sosiologi, (3) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran terkait trategi integrasi kearifan lokal pada mata Pelajaran sosiologi, (4) tersususnnya media pembelajaran sosiologi yang menintegrasikan kearifan lokal suku sasak.
RELASI KUASA SUAMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI DESA SUKARARA KECAMATAN SAKRA BARAT Laila Ramdani; Jepri Utomo; Nursaptini Nursaptini
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 6 (2026): 2026 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i6.968

Abstract

This study aims to analyze the power relations between husbands and wives and the forms of domestic violence that occur in Sukarara Village, West Sakra District, East Lombok Regency. This research is motivated by the persistence of a patriarchal culture that places men as the dominant party in the household, thus creating an unbalanced power relationship and impacting violence against wives. The study used a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research subjects consisted of 8 people and 3 informants. The results show that the power relations between husbands and wives in Sukarara Village are still dominated by owner-property, head-complement, and senior-junior partner relationships. In the owner-property pattern, the wife is positioned as the husband's property so that the husband feels he has full rights to control and regulate her. In the head-complement pattern, the husband is seen as the head of the family who has the main authority, while the wife is only a complement in the household. The senior-junior partner pattern shows a hierarchical relationship that places the husband in a superior position due to economic, age, and cultural factors. These power relations then lead to the emergence of various forms of domestic violence (DV), including physical violence, psychological violence, and sexual violence. Violence occurs due to the legitimacy of patriarchal culture, the subordination of women, gender inequality, and the normalization of male dominance within the house.
Analysis of Decent and Fair Work for Precarious Workers in the Lombok Industrial Area Rakhmat Nur Adhi; Jepri Utomo; Nursaptini Nursaptini; Lalu Muslihul A Akhmadi
Journal of Indonesian Progressive Education Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Early Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63617/jipe.v3i1.171

Abstract

Precarious employment is a critical issue in modern employment, including in the industrial areas of Lombok, West Nusa Tenggara (NTB). These workers, generally contract or outsourced workers, face job instability, low wages, and limited access to social security and health protection. This situation poses serious challenges to the implementation of decent work and fair work principles. This research employed a qualitative approach with a case study method. Informants were purposively selected, consisting of seven workers in the industrial areas of Lombok, including contract workers, outsourced workers, teachers, and company management. Data were collected through in-depth interviews, direct observation of work activities, and documentation in the form of notes, photographs, and recordings. The results show that precarious workers face significant limitations in terms of job stability, adequate wages, health and safety protection, and participation in decision-making. Short-term contract practices, the risk of termination of employment, and minimal union representation exacerbate their vulnerability. Structural factors such as high worker numbers and limited skills weaken their bargaining position. In conclusion, vulnerable workers in Lombok require more inclusive labor regulations, adequate social protection, and collective worker empowerment to create more stable, decent, and equitable working conditions. This research provides empirical insights and information for sustainable industrial development policies.
Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal: Nilai-nilai Sosiologi pada UMKM Kopi Siong Kete dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Adelia Dynda Putri Priambodo; Ira Elia; Andri Jaenul Fikri; Jepri Utomo; Mila Noviana
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4417

Abstract

Sumber belajar yang kontekstual merupakan elemen kunci dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pemberdayaan komunitas melalui UMKM Kopi Siong Kete di Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur; (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosiologi yang terkandung dalam pemberdayaan UMKM Kopi Siong Kete; dan (3) merumuskan rekomendasi pemanfaatan nilai-nilai sosiologi tersebut sebagai sumber belajar pada materi pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal di kelas XII SMA IT Cahaya Bangsa, Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pelaku UMKM aktif, terlibat langsung dalam kepariwisataan, memiliki pengalaman minimal 1 tahun, dan bersedia menjadi informan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berlangsung secara bertahap mulai dari 2012 hingga 2017, melibatkan partisipasi aktif ibu rumah tangga sebagai produsen dan edukator kopi. Nilai-nilai sosiologi yang ditemukan meliputi kerja sama, partisipasi sosial, solidaritas sosial, kearifan lokal, perubahan sosial, pemberdayaan perempuan, keakraban, dan modal sosial. Nilai-nilai tersebut dapat direkomendasikan sebagai sumber belajar sosiologi kelas XII yang dikaitkan dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka.
PKWT dan Kerentanan Pekerja: Studi Kasus Pemutihan Masa Kerja dan Masa Percobaan Pada Pekerja Kontrak di Kawasan Industri Lombok, NTB Rakhmat Nur Adhi; Jepri Utomo; Nursaptini Nursaptini; Lalu Muslihul A. Akhmadi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4429

Abstract

Praktik Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) telah menjadi bagian penting dari dinamika hubungan kerja di industri Indonesia, termasuk di Kawasan Industri Lombok, NTB. Meskipun PKWT memberikan fleksibilitas bagi perusahaan, praktik ini menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja terkait durasi kontrak, masa percobaan, pemagangan, dan pemutihan masa kerja. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kerentanan pekerja kontrak dalam konteks PKWT dan implikasinya terhadap hak-hak pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan tujuh informan yang terdiri dari pekerja PKWT, pekerja outsourcing, akademisi, dan manajemen agensi outsourcing. Pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling untuk memperoleh data yang relevan dan mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di tempat kerja, dan dokumentasi materi tertulis, foto, dan catatan perusahaan. Data sekunder dari BPS, Kementerian Tenaga Kerja, dan artikel akademik juga digunakan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja PKWT sering mengalami perpanjangan kontrak berulang, masa percobaan yang tidak tercatat, praktik pemagangan yang menurunkan hak pekerja, serta pemutihan masa kerja yang membuat pekerja dihitung kembali dari nol. Praktik ini menciptakan kerentanan terhadap kehilangan hak gaji, tunjangan, dan jaminan sosial, serta menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi formal dan implementasi di lapangan. Penelitian ini menekankan perlunya pengawasan ketenagakerjaan yang lebih tegas, transparansi perusahaan, dan kebijakan untuk menjamin kepastian dan perlindungan pekerja kontrak.