Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Karakteristikifat Kelistrikan Larutan Elektrolit dari Sari Buah Lemon dan Sari Buah Nanas untuk Aplikasi Biobaterai Syahwa, Syahwa Az Zahra Safitri; Alfieta Rohmaful Aeni; Fitri Yuliasari
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/cra4rb09

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi larutan sari buah nanas (Ananas comosus) dan lemon (Citrus limon) sebagai sumber energi listrik alternatif ramah lingkungan untuk aplikasi biobaterai. Biobaterai merupakan sumber energi terbarukan yang menghasilkan listrik melalui perpindahan elektron pada media elektrolit yang dihubungkan dengan dua elektroda, yaitu anoda dan katoda. Pada penelitian ini digunakan elektroda tembaga (Cu) sebagai katoda dan seng (Zn) sebagai anoda, dengan larutan elektrolit berupa sari buah nanas dan lemon dalam variasi volume 200, 300, dan 400 mL. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan volume larutan berbanding lurus dengan kenaikan tegangan, arus, dan daya. Penelitian juga dilakukan dengan variasi perbandingan komposisi campuran nanas:lemon (0%:100%, 25%:75%, 50%:50%, 75%:25%, dan 100%:0%) pada volume total 400 mL. Komposisi 25% nanas dan 75% lemon menghasilkan performa yang lebih baik, yaitu tegangan maksimum 3,99 V, arus 1,56 mA, dan daya 6,22 mW. Uji beban menggunakan lampu LED merah selama 1 jam serta pengamatan performa elektrolit selama 21 hari menunjukkan penurunan kinerja seiring waktu akibat penurunan konduktivitas, pembentukan endapan, dan berkurangnya gradien potensial. Meskipun demikian, biobaterai tetap mampu menyalakan LED hingga hari ke-21. Hasil ini membuktikan bahwa sari buah nanas dan lemon berpotensi sebagai elektrolit biobaterai ramah lingkungan, yang dapat menjadi sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan untuk aplikasi berdaya rendah. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan dan terjangkau, teknologi ini memiliki implikasi besar dalam pengembangan sistem energi terbarukan, terutama untuk aplikasi elektronik kecil dan perangkat yang membutuhkan daya rendah.
Karakteristik ZnO Nanorod Berstruktur Seperti Landak Sebagai Fotoanoda Pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Yuliasari, Fitri; Aeni, Alfieta Rohmaful; Wahyuningtyas, Aulia; Umam, Hilman Imadul; Perdani, Meka Saima; Pambudi, Teguh; Hidayat, Rahmat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v8i1.49327

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat sel surya jenis Dye-sensitized solar cell  (DSSC) dengan memanfaatkan ZnO nanorod (ZnO-NR) berstruktur seperti landak sebagai lapisan fotoanoda. Fotoanoda ZnO-NR dibuat dari lapisan penumbuh (seed layer) ZnO nanopartikel (ZnO-NP) diatas substrat ITO menggunakan metode hidrotermal dengan variasi perbandingan konsentrasi larutan penumbuh (growth solution) hexamethylenetetramine (HMTA):Zn(NO3)2·6H2O adalah 0,1 : 0,1 M dan 0,25 : 0,05 M. Morfologi ZnO nanorod dipelajari melalui karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) yang menunjukan bahwa penambahan ZnO-NP pada lapisan penumbuh akan menghasilkan ZnO-NR berstruktur seperti landak. Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa ZnO-NR menghasilkan pola puncak difraksi yang sesuai dengan bidang ZnO dan berbentuk hexagonal wurzite. Hasil pengukuran Spektroskopi UV-Vis menunjukkan penyerapan dye oleh ZnO-NR pada rentang UV hingga cahaya tampak. Pada penelitian ini pembuatan DSSC difabrikasi dengan struktur ITO/ZnO-NR/D358-dye/mosalyte/Platina/FTO. Parameter-parameter DSSC kemudian dipelajari melalui pengukuran arus-tegangan (I-V) sementara itu rekombinasi muatan yang terjadi, dipelajari melalui karakterisasi Intensity Modulated Photovoltage Spectroscopy (IMVS). Efisiensi yang dihasilkan mencapai 1,65% dari fotoanoda ZnO-NR dengan konsentrasi larutan penumbuh 0,25:0,05 M yang menghasilkan diameter ZnO-NR berukuran lebih kecil sehingga berpotensi meningkatkan penyerapan dye dan memberikan performa DSSC yang lebih baik.
ANALISIS KANDUNGAN SAPONIN DALAM EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) UNTUK POTENSI BIOSURFAKTAN Hayunanda, Vania; Hasannah, Cintya Septa; Aeni, Alfieta Rohmaful
Jurnal Ilmiah Giga Vol. 28 No. 1 (2025): Volume 28 Edisi 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v28i1.4093

Abstract

Limbah domestik, terutama yang berasal dari penggunaan deterjen sintetis, merupakan penyebab pencemaran lingkungan yang sangat serius karena mengandung bahan kimia yang sulit terurai dan berpotensi merusak ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan saponin dalam ekstrak daun Annona muricata L dan mengevaluasi potensinya sebagai biosurfaktan dalam aplikasi deterjen ramah lingkungan. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan variasi rasio sampel : solven (1:4, 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12) menggunakan etanol 96%. Analisis kandungan saponin dilakukan menggunakan Thin Layer Chromatography (TLC), sementara karakterisasi biosurfaktan diuji melalui tinggi busa, kestabilan busa, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan saponin tertinggi diperoleh pada rasio 1:10 dengan kadar 2,79%. Uji tinggi busa menunjukkan variasi yang tidak konsisten, dengan nilai tertinggi pada rasio 1:6 dan 1:12 sebesar 44 mm. Kestabilan busa tertinggi diperoleh pada rasio 1:4 sebesar 4,2%. Seluruh sampel memiliki pH dalam rentang 5,95 –6,79, yang memenuhi standar SNI 4075-1:2017 untuk deterjen cair (pH 5 – 10). Berdasarkan hasil ini, ekstrak daun sirsak memiliki potensi sebagai biosurfaktan alami untuk formulasi deterjen ramah lingkungan.
Pengembangan Quality Control Phantom Berbahan Akrilik dan Aluminium Aeni, Alfieta Rohmaful; Yudhistira, Danang Noeramarullah
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v5i2.43070

Abstract

The high cost of phantoms for Quality Control (QC) in diagnostic imaging remains a challenge for hospitals in non-urban areas. This study developed a simple and affordable phantom using acrylic and aluminum. Ten circular acrylic layers, each 3 mm thick, were stacked and embedded with 15 holes filled with aluminum disks of varying thicknesses (1–15 mm). The phantom was exposed to X-rays at tube voltages of 50 kV, 60 kV, and 70 kV, with 5 ms exposure time and 160 mA current. Gray level analysis using ImageJ showed that 60 kV produced the best image contrast and clear differentiation of aluminum thicknesses. At 50 kV, thicker aluminum (10–15 mm) was hard to distinguish, while at 70 kV, thinner disks (1–5 mm) were less visible. These results indicate that the developed phantom is sensitive to exposure parameter changes and has potential use in educational and basic X-ray imaging system evaluation.
PENGARUH VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KATALIS TERHADAP KARAKTERISTIK SIFAT FISIK BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Fadhillah, Ghina Nurul; Rosidah, Cicih; Aeni, Alfieta Rohmaful; Yuliasari, Fitri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24108

Abstract

Berkurangnya cadangan minyak bumi dan masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh pembuangan minyak jelantah menjadi latar belakang perlunya pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Biodiesel menjadi salah satu opsi yang menjanjikan karena bersifat terbarukan, mudah terdegradasi secara hayati, dan memiliki sifat fisik yang serupa dengan solar. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu dan konsentrasi katalis natrium metoksida terhadap sifat fisik biodiesel berbasis minyak jelantah, serta mengidentifikasi gugus fungsi yang terbentuk menggunakan analisis FTIR. Proses pembuatan biodiesel dilakukan dengan metode transesterifikasi menggunakan variasi suhu 40°C, 50°C, dan 60°C, serta konsentrasi katalis 1%, 1,5%, dan 2%. Parameter yang diuji meliputi yield, densitas, dan viskositas sesuai acuan SNI, disertai karakterisasi gugus fungsi dengan FTIR. Hasil menunjukkan kondisi optimal diperoleh pada suhu 50°C dan konsentrasi katalis 1,5%, dengan yield 48%, densitas 1022 kg/m³, dan viskositas 3,8 cSt. Spektrum FTIR menampilkan serapan khas gugus ester (C=O) pada sekitar 1700 cm⁻¹ dan gugus metil (C-H) pada sekitar 2900 cm⁻¹, menandakan reaksi transesterifikasi berlangsung baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu dan konsentrasi katalis untuk memaksimalkan kualitas biodiesel, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan limbah minyak jelantah yang mencemari lingkungan.
The Catalytic Performance of MnSO4-Doped Natural Zeolite in Ethyl Acetate Synthesis Nugroho, Adelia Natasya Regita; Pambudi, Teguh; Alfieta Rohmaful Aeni; Retno Utami
Helium: Journal of Science and Applied Chemistry Vol. 5 No. 1 (2025): Helium: Journal of Science and Applied Chemistry
Publisher : Study Program of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/helium.v5i1.23

Abstract

Ethyl acetate is a compound that is widely used across various industries. However, its esterification process typically requires a catalyst to improve reaction efficiency. This study focuses on developing a MnSO4-doped natural zeolite catalyst using the impregnation method to enhance its catalytic activity in the esterification of acetic acid and ethanol. The synthesized catalyst was characterized using FTIR, XRD, and SEM-EDS to analyze structural and morphological changes. FTIR characterization revealed the presence of Si-O-Si and Al-O-Si bonds in the 1000 to 1100 cm-1 region, while XRD confirmed that the zeolite with transition metal impregnation shows a decrease in the intensity of the diffraction peak. SEM-EDS analysis demonstrated that the MnSO4-doped natural zeolite exhibited a more uniform morphology, with manganese ions effectively integrated into the surface and pores of the zeolite. Additionally, EDS measurements detected the presence of elements such as Si, O, Al, Na, and Mn, confirming the successful modification of the zeolite to act as a catalyst. Catalytic testing showed that the highest ethyl acetate conversion achieved was 91.27% within 90 minutes, with optimal performance observed at a catalyst mass of 1 g. These findings indicate that modifying zeolite with MnSO4 can significantly enhance catalyst performance in esterification reactions, making it a more efficient and sustainable alternative to conventional catalysts.
PENGARUH ETANOL TERHADAP EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) SEBAGAI DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN Gina Syafitri Nur; Cintiya Septa Hasanah; Alfieta Rohmaful Aeni
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i1.3982

Abstract

Penggunaan deterjen komersial menimbulkan ancaman lingkungan dan publik yang nyata bagi manusia dan ekosistem, karena kandungan surfaktan sintesis di dalamnya. Saponin diketahui dapat digunakan sebagai biosurfaktan untuk deterjen yang lebih ramah lingkungan menggantikan surfaktan sintesis. Salah satu faktor yang mempengaruhi perolehan kadar saponin melalui ekstraksi maserasi, yaitu penggunaan pelarut. Penelitian ini bertujuan menentukan rasio pelarut etanol 96% yang optimal untuk ekstraksi saponin dari daun jeruk nipis guna aplikasi deterjen. Dalam penelitian ini digunakan pelarut etanol 96% dengan variasi simplisia:solven yaitu 1:4, 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12. Kadar saponin didapatkan menggunakan uji Thin Layer Chromatography (TLC) di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah Obat dan Aromatik. Hasil dari pengujian ini tertinggi diperoleh sampel 1:10 dengan 1,79% dan sampel 1:4 sebagai terendah. Selain itu, ekstrak daun jeruk nipis dilakukan berbagai uji diantaranya uji pH, uji tinggi, dan stabilitas busa. Pada sampel 1:6 sampai 1:12 memiliki stabilitas busa 100%. Sampel 1:6 sampai 1:12 memenuhi standar pH SNI 4075-1:2017. Hasil ini menunjukan bahwa saponin dari daun jeruk nipis berpotensi sebagai biosurfaktan dalam formulasi deterjen ramah lingkungan serta mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.