Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH ETANOL TERHADAP EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) SEBAGAI DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN Gina Syafitri Nur; Cintiya Septa Hasanah; Alfieta Rohmaful Aeni
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i1.3982

Abstract

Penggunaan deterjen komersial menimbulkan ancaman lingkungan dan publik yang nyata bagi manusia dan ekosistem, karena kandungan surfaktan sintesis di dalamnya. Saponin diketahui dapat digunakan sebagai biosurfaktan untuk deterjen yang lebih ramah lingkungan menggantikan surfaktan sintesis. Salah satu faktor yang mempengaruhi perolehan kadar saponin melalui ekstraksi maserasi, yaitu penggunaan pelarut. Penelitian ini bertujuan menentukan rasio pelarut etanol 96% yang optimal untuk ekstraksi saponin dari daun jeruk nipis guna aplikasi deterjen. Dalam penelitian ini digunakan pelarut etanol 96% dengan variasi simplisia:solven yaitu 1:4, 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12. Kadar saponin didapatkan menggunakan uji Thin Layer Chromatography (TLC) di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah Obat dan Aromatik. Hasil dari pengujian ini tertinggi diperoleh sampel 1:10 dengan 1,79% dan sampel 1:4 sebagai terendah. Selain itu, ekstrak daun jeruk nipis dilakukan berbagai uji diantaranya uji pH, uji tinggi, dan stabilitas busa. Pada sampel 1:6 sampai 1:12 memiliki stabilitas busa 100%. Sampel 1:6 sampai 1:12 memenuhi standar pH SNI 4075-1:2017. Hasil ini menunjukan bahwa saponin dari daun jeruk nipis berpotensi sebagai biosurfaktan dalam formulasi deterjen ramah lingkungan serta mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Transformasi Ekonomi Pesisir Melalui Diversifikasi Olahan Udang: Program Pelatihan dan Pendampingan UMKM Samudra Manik Najmudin Fauji; Bhisma Mahendra; Eri Widianto; Fitri Yuliasari; Hilman Imadul Umam; Alfieta Rohmaful Aeni; Kaisa Zaskia Syakib; Umi Nuraini
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21907

Abstract

Background: Desa Sungaibuntu di Kabupaten Karawang merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi hasil laut cukup tinggi, namun belum memiliki UMKM yang fokus pada pengolahan hasil laut. Kelompok nelayan di daerah ini sebelumnya hanya menjual ikan dan udang dalam bentuk mentah, sehingga kerap mengalami kerugian akibat keterbatasan daya simpan dan fluktuasi harga pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan kapasitas UMKM baru berbasis olahan hasil laut, sebagai upaya diversifikasi usaha dan penguatan ekonomi lokal. Metode: Program dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan teknis, dengan pendekatan ceramah interaktif, demonstrasi langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai peluang diversifikasi usaha berbasis olahan udang, disertai peningkatan keterampilan dalam mengolah satu adonan dasar menjadi beberapa produk seperti sempol udang, pempek udang, udang rambutan, odeng, dan dimsum. Peserta juga menunjukkan minat tinggi untuk mengembangkan usaha secara mandiri, meskipun kualitas dan konsistensi produk masih memerlukan pendampingan lanjutan. Kesimpulan: Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat kapasitas usaha pesisir berbasis produk olahan hasil laut.
Pengolahan Limbah Pickling PT X dengan Metode Netralisasi KOH dan Filtrasi Granular untuk Menurunkan Kadar Fe²⁺: Indonesia Aprivianti, Afif Nur; Perdani, Meka Saima; Aeni, Alfieta Rohmaful
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2026): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol18.iss1.art10

Abstract

Pickling effluent is characterized by highly acidic conditions and elevated Fe²⁺ levels, necessitating a treatment approach capable of achieving substantial metal removal prior to environmental discharge. In this work, neutralization was performed using Potassium Hydroxide (KOH) at concentrations of 20%, 40%, and 60%, accompanied by the addition of Polyacrylamide (PAM) at volumes of 20 mL, 40 mL, and 60 mL as a coagulant–flocculant. Stirring speeds (300, 600, and 900 rpm) and mixing durations (10, 15, and 20 minutes) were varied to determine the optimal conditions for floc formation and Fe²⁺ precipitation. Following the initial neutralization–precipitation stage, samples were subjected to granular filtration using a multi‑layer media system consisting of activated carbon, activated sand, ferrolite greensand, silica sand, and zeolite. The results indicate that the combination of 60% KOH and 60 mL PAM, with a stirring speed of 900 rpm for 20 minutes, yielded the highest Fe²⁺ reduction, decreasing concentrations from 160 g/L to 46.13 g/L. Subsequent granular filtration further reduced Fe²⁺ to undetectable levels based on titration analysis. Additionally, the final effluent pH Fe²⁺ll within the neutral range, meeting applicable environmental quality standards.
The Catalytic Performance of MnSO4-Doped Natural Zeolite in Ethyl Acetate Synthesis Adelia Natasya Regita Nugroho; Teguh Pambudi; Alfieta Rohmaful Aeni; Retno Utami
Helium: Journal of Science and Applied Chemistry Vol. 5 No. 1 (2025): Helium: Journal of Science and Applied Chemistry
Publisher : Study Program of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/helium.v5i1.23

Abstract

Ethyl acetate is a compound that is widely used across various industries. However, its esterification process typically requires a catalyst to improve reaction efficiency. This study focuses on developing a MnSO4-doped natural zeolite catalyst using the impregnation method to enhance its catalytic activity in the esterification of acetic acid and ethanol. The synthesized catalyst was characterized using FTIR, XRD, and SEM-EDS to analyze structural and morphological changes. FTIR characterization revealed the presence of Si-O-Si and Al-O-Si bonds in the 1000 to 1100 cm-1 region, while XRD confirmed that the zeolite with transition metal impregnation shows a decrease in the intensity of the diffraction peak. SEM-EDS analysis demonstrated that the MnSO4-doped natural zeolite exhibited a more uniform morphology, with manganese ions effectively integrated into the surface and pores of the zeolite. Additionally, EDS measurements detected the presence of elements such as Si, O, Al, Na, and Mn, confirming the successful modification of the zeolite to act as a catalyst. Catalytic testing showed that the highest ethyl acetate conversion achieved was 91.27% within 90 minutes, with optimal performance observed at a catalyst mass of 1 g. These findings indicate that modifying zeolite with MnSO4 can significantly enhance catalyst performance in esterification reactions, making it a more efficient and sustainable alternative to conventional catalysts.
Production of HCl Activated Carbon From Rice Husk Waste Chairunnisa Alwardah; Daffa Meifan Kusuma; Bima Bagastama; Dimas Yuda; Aulia Wahyuningtyas; Alfieta Rohmaful Aeni
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v9i2.6102

Abstract

Rice husks are agricultural waste whose utilization is not optimal because the waste is usually only burned. Agricultural waste that is burned will harm the environment. Chemical contents such as cellulose and lignin in rice husks can be used to make active carbon. This research aims to determine the optimum operating conditions for producing carbon, obtain information regarding functional groups and changes in pore surface area on carbon before and after activation, and determine the effect of chemical activator HCl on the carbon produced. Rice husks were carbonized using a furnace at temperatures of 200°C, 250°C, and 300°C for 30, 60, and 120 minutes, followed by chemical activation using HCl for 12, 24, and 36 hours. The research results showed that the carbonization variation of 300°C at 120 minutes was closest to SNI standards: water content of 3.91%, ash content of 14.63%, volatile content of 20.01%, and fixed carbon content of 65.36%. Activation of HCl causes the appearance of carboxylic acids. Chemical activation of HCl for 12 hours resulted in proximate content that was close to the SNI 06-3730-1995 standard and resulted in the husk carbon having a larger pore surface area, namely 141,369 m2/g, compared with the pore surface area of the husk carbon before activation was 118,083 m2/g.
Pengembangan Quality Control Phantom Berbahan Akrilik dan Aluminium Alfieta Rohmaful Aeni; Danang Noeramarullah Yudhistira
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v5i2.43070

Abstract

The high cost of phantoms for Quality Control (QC) in diagnostic imaging remains a challenge for hospitals in non-urban areas. This study developed a simple and affordable phantom using acrylic and aluminum. Ten circular acrylic layers, each 3 mm thick, were stacked and embedded with 15 holes filled with aluminum disks of varying thicknesses (1–15 mm). The phantom was exposed to X-rays at tube voltages of 50 kV, 60 kV, and 70 kV, with 5 ms exposure time and 160 mA current. Gray level analysis using ImageJ showed that 60 kV produced the best image contrast and clear differentiation of aluminum thicknesses. At 50 kV, thicker aluminum (10–15 mm) was hard to distinguish, while at 70 kV, thinner disks (1–5 mm) were less visible. These results indicate that the developed phantom is sensitive to exposure parameter changes and has potential use in educational and basic X-ray imaging system evaluation.
Perlakuan Awal Makroalga Gracilaria Sp Menggunakan Deep Eutectic Solvent Untuk Produksi Glukosa Delima Nainggolan; Cintiya Septa Hasannah; Alfieta Rohmaful Aeni; Yanni Sudiyani; Muryanto Muryanto
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15522530

Abstract

Produksi gula dalam negeri di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Pada tahun 2022, permintaan gula mencapai 6 juta ton, sementara produksi hanya 2,2 juta ton, sehingga terjadi kekurangan sebesar 3,8 juta ton. Kesenjangan ini diperkirakan akan meningkat, dengan proyeksi permintaan mencapai 9,81 juta ton pada tahun 2030. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif untuk meningkatkan produksi glukosa, terutama untuk kebutuhan industri dan energi terbarukan. Penelitian ini mengeksplorasi potensi Gracilaria sp., sejenis makroalga merah, sebagai bahan baku produksi glukosa menggunakan pelarut eutektik dalam (deep eutectic solvent/DES). Proses hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi DES (20%, 30%, 50%, dan 90%) pada suhu 60°C, 80°C, dan 100°C selama 60 menit. Hasil menunjukkan bahwa suhu optimal untuk produksi glukosa adalah 60°C. Konsentrasi DES paling efektif adalah 20%, yang menghasilkan glukosa sebesar 1,36%. Temuan ini menunjukkan bahwa Gracilaria sp. berpotensi menjadi sumber glukosa alternatif melalui metode pengolahan yang ramah lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi berbasis makroalga untuk meningkatkan ketersediaan glukosa nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Pretreatment Makroalga Gracilaria SP (Rhodophyta) Menggunakan (DES) Menjadi Glukosa Secara Enzimatik Putri Nur Padilah; Cintiya Septa Hasanah; Alfieta Rohmaful Aeni; Yanni Sudiyani; Muryanto Muryanto
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15688814

Abstract

Produksi gula nasional di Indonesia mengalami defisit yang signifikan, sehingga memerlukan solusi alternatif guna meningkatkan produksi glukosa. Penelitian ini mengkaji potensi makroalga Gracilaria Sp. Dalam menghasilkan glukosa melalui proses hidrolisis setelah perlakuan awal menggunakan larutan Deep Eutectic Solvent (DES). DES disiapkan menggunakan campuran asam oksalat dan etilena glikol dengan variasi konsentrasi 20%, 30%, 50%, dan 90% pada suhu 60°C, 80°C, dan 100°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan awal pada suhu 80°C dengan konsentrasi DES 50% paling efektif dalam menurunkan kadar lignin dan meningkatkan ketersediaan glukosa. Pada kondisi ini, kadar glukosa tertinggi tercatat sebesar 2.300 % pada suhu 80°C setelah hidrolisis enzimatis selama 72 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa makroalga Gracilaria Sp. dengan perlakuan DES berpotensi menjadi sumber alternatif glukosa yang ramah lingkungan.
Pengaruh Suhu Pada Proses Sintesis Etanol dan Furfural Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menggunakan Deep Eutectic Solvents (DES) Marcela Shakila; Chintya Septa Hasannah; Alfieta Rohmaful Aeni; Muryanto Muryanto
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17305089

Abstract

AbstrakTandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah dengan kandungan lignuselulosa yang tinggi, hal tersebut menghambat kemampuannya untuk diproduksi menjadi bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kandungan lignin pada TKKS melalui proses pretreatment menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES). DES disintesis dari campuran Kolin Klorida, Asam Oksalat, dan Etilen Glikol (CH:OA:EG) sebagai donor dan akseptor ikatan hidrogen. Pretreatment dilakukan selama 180 menit dengan variasi suhu 80, 100, 120, dan 140°C. Analisis lignin menggunakan metode National Renewable Energy Laboratory (NREL), furfural ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan bioetanol menggunakan HPLC. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu 140°C dengan kandungan lignin tersisa 17,79%, glukosa 3,05%, bioetanol 21.896 ppm (2,19%), dan furfural 0,34%. Penurunan lignin ini menunjukkan efektivitas DES dalam memecah struktur lignoselulosa TKKS sehingga meningkatkan ketersediaan gula sederhana untuk produksi bioetanol. Dengan demikian, metode ini berpotensi mendukung pemanfaatan limbah perkebunan sawit menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan. Kata kunci:TKKS, Bioetanol, Furfural, DES, Pretreatment