Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Evaluation of a Micro CT scan system based on digital image correlation profile Alfieta Rohmaful Aeni; Gede Bayu Suparta
International Journal of Health Science and Technology Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.272 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v3i2.2265

Abstract

The centre of rotation position is a factor that needs to be controlled to avoid artefact in CT scan. A method to evaluate the performance of CT system is needed. The method is developed using x-ray micro-CT system and evaluated based on Digital Image Correlation (DIC). The method of this research is experiment.  The multiple radiographs are obtained from scanning object by simulation and experiment. The results show that the ideal DIC profile value of radiograph image from simulation is a constant straight line for every size variation of the object. However, from the experiment, the result show deviation toward –y for every size variation of the object that indicate the shift of COR position in micro-CT system. The result also similar using centre of mass profile value as comparison. 
PELATIHAN PEMBUATAN HANDSANITIZER BERFORMULASI WHO SERTA EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SDN SUKATANI III KARAWANG Teguh Pambudi; Hilman Imadul Umam; Meka Saima Perdani; Aulia Wahyuningtyas; Alfieta Rohmaful Aeni; Fitri Yuliasari
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.109-114

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer serta sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa-siswi khususnya kelas empat sampai kelas enam SDN Sukatani III Kab. Karawang. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui dua sesi yaitu pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur dilaksanakan melalui metode penyampaian materi aktif dan interaktif melalui ceramah dan demonstrasi mengenai sosialisasi PHBS dan pengarahan cara mencuci tangan yang baik serta demonstrasi pembuatan handsanitizer yang dilakukan oleh pemateri. Selanjutnya pelatihan partisipatif dilaksanakan dengan melakukan praktek langsung pembuatan handsanitizer sesuai dengan prosedur pembuatan handsanitizer yang dikeluarkan oleh WHO. Kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer dan sosialisasi PHBS menjadi salah satu upaya dalam menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan sosialisasi PHBS di lingkungan sekolah ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS yang dapat diterapkan di lingkungan rumah dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar di masa adaptasi pasca pandemi Covid-19. Pada kegiatan praktek langsung pembuatan handsanitizer para peserta mampu meningkatkan keterampilan sains, meningkatkan wawasan peserta mengenai profesi sainstis, serta mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai alat dan bahan kimia. Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini supaya terus dilakukan evaluasi berkala terkait PHBS di lingkungan SDN Sukatani III Kab. Karawang. Untuk mengoptimalkan hasil sosialisasi maka perlu didukung dengan berbagai media seperti poster PHBS yang ditempel di lingkungan sekolah.
Pencegahan Dampak Negatif Paparan Pestisida dari Aktivitas Pertanian Melalui Kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Rahmat, Natasya Shafira Putri; Umam, Hilman Imadul; Mahendra, Bhisma; Widianto, Eri; Yuliasari, Fitri; Aeni, Alfieta Rohmaful; Nuraini, Umi; Fauji, Najmudin; Sobur, Susilawati; Wilda, Saniatun; Hasanah, Putri Nur
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5280

Abstract

Desa Telukambulu di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, memiliki luas wilayah lahan pertanian sawah sebesar 84%, hal ini menjadi tantangan para petani dalam pengelolaan pestisida. Penggunaan pestisida yang tinggi akan memberikan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa 41,7% petani di Desa Telukambulu tergolong dalam kelompok lanjut usia. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman para petani tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penggunaan pestisida. Edukasi K3 serta sosialisasi menggunakan media promosi kesehatan dilakukan untuk mencegah dampak negatif paparan pestisida. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada saat pretest, pemahaman responden terkait penggunaan pestisida hanya mencapai 36%. Namun, setelah dilakukan sosialisasi, terjadi peningkatan signifikan,dengan rata-rata nilai postest mencapai lebih dari 90%. Peningkatan tersebut mencerminkan pemahaman petani yang lebih memperhatikan aspek K3 dalam penggunaan pestisida. Perubahan ini diharapkan dapat menjadikan para petani sebagai agen perubahan yang berperan dalam pengelolaan pestisida yang berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan. Pada akhirnya hal ini akan membentuk masyarakat yang lebih peka terhadap dampak pestisida, mendukung praktik pertanian yang lebih aman, serta mengurangi risiko bagi kesehatan.
Production of HCl Activated Carbon From Rice Husk Waste Alwardah, Chairunnisa; Kusuma, Daffa Meifan; Bagastama, Bima; Yuda, Dimas; Wahyuningtyas, Aulia; Aeni, Alfieta Rohmaful
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v9i2.6102

Abstract

Rice husks are agricultural waste whose utilization is not optimal because the waste is usually only burned. Agricultural waste that is burned will harm the environment. Chemical contents such as cellulose and lignin in rice husks can be used to make active carbon. This research aims to determine the optimum operating conditions for producing carbon, obtain information regarding functional groups and changes in pore surface area on carbon before and after activation, and determine the effect of chemical activator HCl on the carbon produced. Rice husks were carbonized using a furnace at temperatures of 200°C, 250°C, and 300°C for 30, 60, and 120 minutes, followed by chemical activation using HCl for 12, 24, and 36 hours. The research results showed that the carbonization variation of 300°C at 120 minutes was closest to SNI standards: water content of 3.91%, ash content of 14.63%, volatile content of 20.01%, and fixed carbon content of 65.36%. Activation of HCl causes the appearance of carboxylic acids. Chemical activation of HCl for 12 hours resulted in proximate content that was close to the SNI 06-3730-1995 standard and resulted in the husk carbon having a larger pore surface area, namely 141,369 m2/g, compared with the pore surface area of the husk carbon before activation was 118,083 m2/g.
Perlakuan Awal Makroalga Gracilaria Sp Menggunakan Deep Eutectic Solvent Untuk Produksi Glukosa Nainggolan, Delima; Hasannah, Cintiya Septa; Aeni, Alfieta Rohmaful; Sudiyani, Yanni; Muryanto, Muryanto
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15522530

Abstract

Produksi gula dalam negeri di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Pada tahun 2022, permintaan gula mencapai 6 juta ton, sementara produksi hanya 2,2 juta ton, sehingga terjadi kekurangan sebesar 3,8 juta ton. Kesenjangan ini diperkirakan akan meningkat, dengan proyeksi permintaan mencapai 9,81 juta ton pada tahun 2030. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif untuk meningkatkan produksi glukosa, terutama untuk kebutuhan industri dan energi terbarukan. Penelitian ini mengeksplorasi potensi Gracilaria sp., sejenis makroalga merah, sebagai bahan baku produksi glukosa menggunakan pelarut eutektik dalam (deep eutectic solvent/DES). Proses hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi DES (20%, 30%, 50%, dan 90%) pada suhu 60°C, 80°C, dan 100°C selama 60 menit. Hasil menunjukkan bahwa suhu optimal untuk produksi glukosa adalah 60°C. Konsentrasi DES paling efektif adalah 20%, yang menghasilkan glukosa sebesar 1,36%. Temuan ini menunjukkan bahwa Gracilaria sp. berpotensi menjadi sumber glukosa alternatif melalui metode pengolahan yang ramah lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi berbasis makroalga untuk meningkatkan ketersediaan glukosa nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Pretreatment Makroalga Gracilaria SP (Rhodophyta) Menggunakan (DES) Menjadi Glukosa Secara Enzimatik Padilah, Putri Nur; Hasanah, Cintiya Septa; Aeni, Alfieta Rohmaful; Sudiyani, Yanni; Muryanto, Muryanto
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15688814

Abstract

Produksi gula nasional di Indonesia mengalami defisit yang signifikan, sehingga memerlukan solusi alternatif guna meningkatkan produksi glukosa. Penelitian ini mengkaji potensi makroalga Gracilaria Sp. Dalam menghasilkan glukosa melalui proses hidrolisis setelah perlakuan awal menggunakan larutan Deep Eutectic Solvent (DES). DES disiapkan menggunakan campuran asam oksalat dan etilena glikol dengan variasi konsentrasi 20%, 30%, 50%, dan 90% pada suhu 60°C, 80°C, dan 100°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan awal pada suhu 80°C dengan konsentrasi DES 50% paling efektif dalam menurunkan kadar lignin dan meningkatkan ketersediaan glukosa. Pada kondisi ini, kadar glukosa tertinggi tercatat sebesar 2.300 % pada suhu 80°C setelah hidrolisis enzimatis selama 72 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa makroalga Gracilaria Sp. dengan perlakuan DES berpotensi menjadi sumber alternatif glukosa yang ramah lingkungan.
Bioplastics from Avocado Seed Starch : Effects of Chitosan and PVA on Mechanical Properties, Water Resistance, and Biodegradability Wahyudi, Mohamad Nur; Hartanti, Adelia; Sari, Dessy Agustina; Hakim, Muhammad Fahmi; Aeni, Alfieta Rohmaful
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v10i1.1641

Abstract

A sustainable alternative to traditional petroleum-based plastics, bioplastics produced from avocado seed starch can help alleviate some of the environmental challenges presented by plastic waste. However, these products still need to improve their mechanical properties and water resistance for industrial use. The purpose of this study is to find out how changes in the amounts of chitosan and polyvinyl alcohol (PVA) affect the mechanical strength, water resistance, and biodegradability of bioplastics made from avocado seed starch. The solution-casting method prepared starch-based bioplastics using chitosan (2.5–4.5 g), PVA (2.5–5%) as filler, and glycerol as a plasticizer. This study found that adding more chitosan increased the tensile strength, reaching a maximum value of 30.696±0.106 N/mm2 in the SNI 7188.7:2016, which was higher than the tensile strength value of the N3 sample. The samples N1 and M1 demonstrated the highest elongation at break of 35.700±4.776% and the lowest water uptake of 5.167%, indicating a 94.833% water resistance. The plastics underwent complete biodegradation under soil conditions after 60 days. This led to valuable results, confirming that avocado seed starch-based bioplastics, as engineering materials for food packaging, have enormous potential for application in the industry. This research needs to increase the water resistance or scale it up for industrial production
Characterization of Biodegradable Avocado Seed Starch Films Reinforced with Chitosan and Plasticized with Glycerol Hartanti, Adelia; Nur Wahyudi, Mohamad; Fahmi Hakim, Muhammad; Rohmaful Aeni, Alfieta; Agustina Sari, Dessy
Al-Kimia Vol 13 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Researchers have developed biodegradable bioplastics from renewably sourced natural materials in response to the environmental consequences of synthetic plastics. This study looks at how different amounts of glycerol and chitosan affect the properties of bioplastics made from avocado seed starch. This study evaluated the mechanical, hydrophilic, and degradation properties in terms of tensile strength, elongation at break, thickness, water absorption, and structural stability over time. The results showed that an increase in glycerol content improved flexibility and elongation but impaired tensile strength and water resistance. On the other hand, the increase of chitosan concentration contributes to a significant enhancement of tensile strength, water resistance, and stability. The mixture A3 (1 ml glycerol, 4.5 g chitosan) was thought to have good mechanical stiffness (16.560 ± 3.661 MPa) and water resistance. On the other hand, B1 (2 ml and 2.5 g) had better elasticity (elongation: 32.299 ± 8.910%). Upon performing degradation analysis, B-series samples exhibited a high hydrophilicity, which caused faster breakdown as opposed to A-series samples. Avocado seed starch plasticized by a combination of chitosan and glycerol shows promise as an environmentally friendly plastic, and this study shows a way toward fine-tuning both mechanical and hydrophilic properties to produce biodegradable bioplastics
Pengaruh Suhu Pada Proses Sintesis Etanol dan Furfural Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menggunakan Deep Eutectic Solvents (DES) Shakila, Marcela; Hasannah, Chintya Septa; Aeni, Alfieta Rohmaful; Muryanto, Muryanto
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17305089

Abstract

AbstrakTandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah dengan kandungan lignuselulosa yang tinggi, hal tersebut menghambat kemampuannya untuk diproduksi menjadi bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kandungan lignin pada TKKS melalui proses pretreatment menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES). DES disintesis dari campuran Kolin Klorida, Asam Oksalat, dan Etilen Glikol (CH:OA:EG) sebagai donor dan akseptor ikatan hidrogen. Pretreatment dilakukan selama 180 menit dengan variasi suhu 80, 100, 120, dan 140°C. Analisis lignin menggunakan metode National Renewable Energy Laboratory (NREL), furfural ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan bioetanol menggunakan HPLC. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu 140°C dengan kandungan lignin tersisa 17,79%, glukosa 3,05%, bioetanol 21.896 ppm (2,19%), dan furfural 0,34%. Penurunan lignin ini menunjukkan efektivitas DES dalam memecah struktur lignoselulosa TKKS sehingga meningkatkan ketersediaan gula sederhana untuk produksi bioetanol. Dengan demikian, metode ini berpotensi mendukung pemanfaatan limbah perkebunan sawit menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan. Kata kunci:TKKS, Bioetanol, Furfural, DES, Pretreatment
Pengaruh Variasi Waktu Transesterifikasi dan Konsentrasi Katalis terhadap Karakteristik Sifat Fisik Biodiesel Berbahan Minyak Jelantah Rosidah, Cicih; Nurul Fadhillah, Ghina; Rohmaful Aeni, Alfieta; Yuliasari, Fitri; Pangni Fahriani, Vera
Jurnal Teknik Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a promising alternative fuel, biodiesel is expected  to grow in the future, aligning As part of global initiatives to lessen dependence on fossil fuels. This study focuses on using used cooking oil from frying chicken As a feedstock for biodiesel production through transesterification. The aim is to explore the effects of varying transesterification times and catalyst concentrations on the physical properties of the biodiesel produced, including density, viscosity, and yield. The method involves testing at different time intervals of 30, 40, and 50 minutes, with catalyst concentrations of 1%, 1.5%, and 2% to determine optimal conditions. Additionally, Fourier Transform Infrared (FTIR) tests were conducted to identify functional groups in the compounds.Results indicate that the highest biodiesel yield was achieved after 30 minutes of transesterification with a 1% catalyst concentration. The best viscosity was noted at 40 minutes with a 2% catalyst, while the optimal density was recorded at 30 minutes with a 2% catalyst.