Anisa Noverita
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PENGUATAN EMPATI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Azrina Purba; Dini Puji Anggraini; Ade Evi Fatimah; Anisa Noverita; Haryati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang Bullying serta menumbuhkan empati sebagai Upaya pencegahan perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas V dan VI MIS Al-Khairiyah Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui pemutaran video edukasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan refleksi pengalaman siswa. Media video digunakan untuk membantu siswa memahami bentuk dan dampak Bullying secara konkret dan kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai berbagai bentuk Bullying termasuk Bullying fisik, verbal, dan sosial. Selain itu, terjadi penguatan sikap empati yang ditunjukkan melalui meningkatnya kepekaan siswa terhadap perasaan teman, kehati-hatian dalam bertindak, serta penolakan terhadap perilaku Bullying. Dengan demikian, edukasi berbasis penguatan empati terbukti efektif sebagai strategi preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah dasar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan sosial-emosional siswa
Pelatihan Pembuatan Aplikasi Media Pembelajaran Berbasis Android sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Akuntansi SMK Se Kabupaten Langkat Trysanti Kisria Darsih; Harry Pratama Figna; Muhammad Sadri; Anisa Noverita; Haryana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, khususnya dalam bidang telekomunikasi Smartphone berbasis android sebagai alat komunikasi sangat popular hingga merambah kalangan pelajar. Media pembelajaran berbasis android digunakan agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna sesuai dengan tujuan pendidikan. Namun pemanfaatan smartphone android sebagai media pembelajaran masih sangat minim. Guru hanya menggunakan buku cetak dan lembar kerja siswa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru akuntansi dalam membuat dan menggunakan aplikasi media pembelajaran berbasis android. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan seminar, diskusi, dan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di sekretariat MGMP Akuntansi Langkat yaitu di SMK Negeri 1 Tanjung Kab. Langkat, Provinsi Sumatera Utara dengan sasaran guru-guru akuntansi SMK se Kabupaten Langkat. Evaluasi kegiatan dilakukan selama berlangsungnya kegiatan dan di akhir kegiatan diberikan kuisioner. Solusi yang diupayakan melalui kegiatan PKM ini adalah 1) Melakukan sosialisasi manfaat media pembelajaran berbasis digital pada Kelompok MGMP Akuntansi Langkat; dan 2) Melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis android pada Kelompok MGMP Akuntansi Langkat. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini yaitu menggunakan pendekatan seminar, diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan guru dalam memahami manfaat media pembelajaran berbasis digital pada Kelompok MGMP Akuntansi Langkat. Selain itu adanya peningkatan keterampiln guru akuntansi Kabupaten Langkat dalam membuat aplikasi pembelajaran berbasis digital. Peningkatan pemahaman dan keterampilan guru akuntasi SMK Kabapaten Langkat tersebut diharapkan dapat mengatasi kesulitan dalam penguasaan dan penerapan teknologi digital pada proses pembelajaran. Sehingga siswa-siswi tidak merasa bosan dan semangat belajar siswa meningkat karena guru menggunkan media pembelajaran interaktif yang menarik. Pemanfaatan digitalisasi pada proses pembelajaran mutlak harus guru kuasai untuk menyiapkan anak didik yang siap menghadapi era revolusi industry 4.0 dan society 5.0.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Kegiatan Cinta Lingkungan di SDN 057220 Sawit Hulu Anisa Noverita; Eka Darliana; Try Santi Kisria Darsih; Azrina Purba; Fadila Amanda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini karakter peduli lingkungan menjadi hal yang sangat berharga, karena dengan adanya kepedulian lingkungan akan menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, indah, dan nyaman. Meskipun pada kenyataannya setiap individu hingga saat ini masih sulit untuk mengimplementasikan karakter peduli lingkungan karena rendahnya kesadaran dan minimnya sosialisasi akan pentingnya lingkungan untuk kehidupan. Oleh karena itu penguatan karakter peduli lingkungan, khususnya pada siswa perlu segera ditegakkan agar dapat menjadi suatu kebiasaan yang diterapkan, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi dan praktek langsung. Kegiatan cinta lingkungan ini terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif berupa kepedulian siswa untuk menjaga lingkungan sekolah. Diharapkan dengan kegiatan ini anak anak akan semakin lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya.
MENGAJARKAN ECOLITERACY LEWAT ECOPRINT: MENGHUBUNGKAN KREATIVITAS DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN Azrina Purba; Anisa Noverita; Ade Evi Fatimah; Dini Puji Anggraini; Trysanti Kisria Darsih; Regina Anatasya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan ecoliteracy kepada siswa SD Negeri 056001 Karang Rejo melalui teknik seni ecoprint, yang menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan dedaunan lainnya untuk mencetak pola pada kain atau kertas. Teknik ini dipilih karena selain dapat mengembangkan kreativitas siswa, juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keberagaman hayati. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk workshop yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahap, mulai dari pengumpulan bahan alami, pembuatan karya seni, hingga refleksi mengenai hubungan antara manusia dan alam. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menjaga keberagaman hayati, daur ulang, dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa teknik ecoprint tidak hanya meningkatkan keterampilan seni siswa, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang isu-isu lingkungan. Keberhasilan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis ecoliteracy di sekolah dasar. Penelitian ini juga merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan.
PENGENALAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KULTURAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPS Eka Darliana; Anisa Noverita; Zulham Siregar; Haryati; Unita Sukma Zuliani Nasution; Fadlul Syah Fiqri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan museum sebagai sumber belajar yang potensial dalam pembelajaran sejarah dan budaya bagi mahasiswa, khususnya calon guru di bidang pendidikan IPS dan sejarah. Museum memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran kontekstual yang menghubungkan mahasiswa dengan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, pemanfaatan museum sebagai bahan ajar masih tergolong minim dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memahami fungsi edukatif museum, mengenali koleksi yang relevan dengan kurikulum, serta menyusun rancangan pembelajaran berbasis museum. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, kunjungan langsung ke museum, dan praktik penyusunan media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap fungsi edukatif museum, serta kemampuan mereka dalam mengintegrasikan koleksi museum ke dalam bahan ajar sejarah dan budaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi kultural mahasiswa serta mendorong mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif dan kontekstual dalam memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran lokal.
PENTINGNYA BUDAYA KEWARGANEGARAAN UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI MUDA YANG DEMOKRATIS PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Eka Darliana; Anisa Noverita; Try Santi Kisria Darsih; Karin Pebria
Jurnal Sintaksis Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v4i2.339

Abstract

Kebudayaan kewarganegaraan adalah budaya yang menjadi landasan kewarganegaraan yang isinya tentang sekumpulan gagasan yang bisa direalisasikan secara efektif untuk resepsi kebudayaan yang tujuannya untuk membentuk identitas warga di sini budaya kewarganegaraan sangat penting untuk mengembangkan pendidikan kewarganegaraan. Hal ini dikarenakan untuk membentuk identitas warga khususnya pada generasi milenial di mana identitas yang dimaksud adalah identitasnya sebagai warga negara Indonesia. Melalui pembelajaran PPKn yang sudah mengandung unsur budaya kewarganegaraan tentunya generasi milenial akan mampu untuk berpikir kritis, rasional serta kreatif untuk menelaah beragam isu Kewarganegaraan serta berkontribusi aktif dalam beragam aktivitas bermasyarakat dan bernegara. Bentuk nyata yang dihasilkan dari reaktualisasi budaya kewarganegaraan adalah dengan didirikannya pembelajaran berupa pendidikan anti korupsi. Disamping itu harapannya karakter-karakter generasi muda akan tumbuh dan berkembang dengan positif serta demokratis agar mampu bersaing dengan bangsa lain tanpa melupakan identitas bangsa dengan adanya Unsur perkembangan teknologi di dalamnya.
PENGEMBANGAN MODUL PENGANTAR ANTROPOLOGI DENGAN PENDEKATAN CRITICAL THINKING UNTUK MAHASISWA IPS Eka Darliana; Anisa Noverita; Tri Santy Kisria Darsih; Fania Nabila Nasution
Jurnal Sintaksis Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v5i1.458

Abstract

Pembelajaran yang bersifat monoton harus mulai dihindari karena akan menciptakan proses belajar (bosan, mengantuk, emosi, kaku, menghafal) dan materi pembelajaran tidak tersajikan secara lebih lengkap dan komprehensif dalam menguraikan konsep-konsep antropologi budaya. Atas dasar itulah maka dipandang perlu untuk mengadakan pembaharuan terhadap proses perkuliahan, khususnya pada matakuliah pengantar antropologi guna meningkatkan kualitas proses dan output-nya. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menghasilkan modul pembelajaran pengantar antropologi dengan pendekatan Critical Thinking untuk mahasiswa pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Karena keterbatasan waktu, penelitian ini hanya sampai tahap pengembangan. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa hasil validasi ahli sebesar 85% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil respon dosen praktisi terhadap keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul pembelajaran antropologi budaya dengan pendekatan Critical Thinking sebesar 81% dengan kategori sangat baik dan hasil respon yang diberikan mahasiswa setelah dibelajarkan menggunakan modulpengantar antropologi dengan pendekatan Critical Thinking sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul pengantar antropologi dengan pendekatan Critical Thinking sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada matakuliah pengantar antropologi.
TINGKAT KOMPETENSI ECOLITERACY MAHASISWA PENDIDIKAN IPS STKIP AL MAKSUM Anisa Noverita; Ira Dwipurnama Sari
Jurnal Sintaksis Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v4i2.466

Abstract

Ecoliteracy dapat menuntun manusia hidup selaras dengan alam terlihat dari adanya pola gaya hidup yang dimiliki seseorang dalam mencintai alam semesta sehingga gaya hidup tersebut dapat berkembang menjadi sebuah budaya cinta terhadap alam semesta yang akan mempengaruhi pola hidup masyarakat dunia. Pentingnya penanaman ecoliteracy ini diharapkan agar manusia memiliki rasa peduli tanggung jawab terhadap lingkungan hidupnya terutama lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengetahui tingkat kompetensi ecoliteracy mahasiswa Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, metode penelitian dilakukan secara survei. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes. Responden dalam penelitian ini adalah 80 mahasiswa Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum semester V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61 (76,25%) responden masuk dalam kategori sedang untuk kompetensi ecoliteracy. Selanjutnya 19 (23,75%) responden masuk kategori tinggi dan tidak ada responden yang masuk kategori rendah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kompetensi ecoliteracy mahasiswa Pendidikan IPS STKIP Al Maksum dikatakan baik karena masuk dalam kategori sedang.
PENDEKATAN ETNOGRAFI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGAJARKAN KEBERAGAMAN BUDAYA Eka Darliana; Anisa Noverita; Yusda Novianti; Agung Pratama
Jurnal Sintaksis Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v6i1.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan pendekatan etnografi dalampembelajaran IPS untuk mengajarkan keberagaman budaya kepada para siswa. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganpendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dananalisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnografi efektifdalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya, keterampilanberpikir kritis, dan empati. Siswa lebih terlibat dan menunjukkan minat tinggi dalamkegiatan belajar yang melibatkan observasi dan wawancara budaya. Guru melaporkanbahwa pendekatan ini membantu mereka dalam menyampaikan materi pembelajarandengan lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan para siswa.Meskipun dalam penerapannya terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumberdaya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Pendekatan etnografi memberikanpengalaman belajar yang nyata dan bermakna, membantu membentuk sikap toleransi danpenghargaan terhadap perbedaan budaya. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungandari sekolah, pemerintah, dan komunitas untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkanpotensi pendekatan ini dalam pembelajaran IPS.
PENERAPAN SNAKES AND LADDERS GAME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPEAKING MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Aisah; Elfi Lailan Syamita Lubis; Sakura Alwina; Anisa Noverita; Muhammad Irzaldi
Jurnal Sintaksis Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v6i1.636

Abstract

This research is based on the difficulties of students in learning for elementary school (English for Children) courses. In essence, this class action research aims to improve speaking skills in speaking for elementary school courses by using the snakes and ladders game approach. This research was carried out at the Al Maksum College of elementary school teacher education study program in brade III-C. The instruments used consisted of the test instruments, namely speaking ability test questions and non-tests in the form of the students activity observation sheets. The results of this study show that speaking ability from cycle I to cycle II has increased with an average score of 68.5 in cycle I to 82.0 in cycle II as well as the entire learning process carried out from cycle I to cycle II has also increased. Therefore, it can be concluded that the snakes and ladders game approach can improve students’ speaking skills in the Speaking for Elementary School Course.