Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : nexus

Eksplorasi Nanokristal Selulosa dari Sumber Ramah Lingkungan untuk Inovasi Berkelanjutan Ayu Syufiatun Br Tarigan; Adelia Yesya Putri Hasibuan
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2025): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v1i1.2358

Abstract

Nanokristal selulosa (NCC) adalah bahan alami yang semakin banyak diteliti karena memiliki kekuatan material yang baik, tahan panas, dan aman bagi lingkungan. Bahan ini berasal dari sumber yang dapat diperbarui, seperti limbah tumbuhan dan biomassa, sehingga dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk berbagai industri. Review artikel ini membahas tentang metode isolasi NCC yang terdiri dari metode kimia, fisik/mekanik, dan biologis. Metode biologis merupakan metode yang paling baik jika dibandingkan dengan metode fisika/kimia karena memiliki keunggulan utama dalam hal keberlanjutan dan ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan limbah beracun. Selain itu, artikel review ini juga membahas potensi nanokristal selulosa dalam berbagai aplikasi, seperti farmasi, tekstil, dan material komposit. Dengan terus berkembangnya inovasi di bidang ini, NCC berpotensi menjadi material yang dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang secara berkelanjutan. Tujuan dari review ini adalah menjadi acuan bagi peneliti untuk dapat mengembangkan aplikasi nanokristal selulosa di berbagai bidang.
Optimasi Pupuk Organik Cair Limbah Pisang dengan EM4 sebagai Bioaktivator untuk Pertumbuhan Kangkung Muhammad Abdi Lubis; Nina Hartati; Edi Kurniawan; Anjar Siti Mashitoh; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Adelia Yesya Putri Hasibuan
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v2i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang dan bonggol pisang sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC) dengan penambahan bioaktivator EM4 serta mengevaluasi kualitas dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu produksi dan karakterisasi POC serta aplikasi pada tanaman. Variasi perlakuan meliputi dosis EM4 (40 ml, 50 ml, dan 60 ml) dan waktu fermentasi (14, 18, dan 22 hari). Parameter yang diamati meliputi uji fisik, pH, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dan bau menyengat sebagai indikasi fermentasi. Nilai pH menurun hingga rata-rata 3,3 dan belum memenuhi standar mutu. Aplikasi POC menunjukkan peningkatan tinggi tanaman kangkung dibandingkan kontrol, meskipun tidak signifikan. Secara umum, POC dari limbah batang dan bonggol pisang berpotensi sebagai pupuk organik alternatif, namun memerlukan optimasi proses fermentasi dan peningkatan kandungan hara.
Produksi Biochar dari Berbagai Sumber Biomassa: Metode, Karakteristik, dan Potensi Pemanfaatan Adelia Yesya Putri Hasibuan; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Erna Juwita; Nina Hartati; Imas Masriah; Pina Budiarti Pratiwi
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v2i1.3304

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan baku biochar merupakan salah satu alternatif yang efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review terhadap produksi biochar dari berbagai sumber biomassa dengan fokus pada jenis bahan baku, metode produksi, kondisi proses, serta karakteristik biochar yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi pencarian literatur dari berbagai basis data ilmiah dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis biomassa dan metode produksi sangat mempengaruhi kualitas biochar. Biomassa lignoselulosa cenderung menghasilkan biochar dengan kandungan karbon dan stabilitas tinggi, sedangkan limbah organik menghasilkan biochar yang kaya unsur hara. Proses pirolisis, khususnya pada suhu 400–600°C, merupakan metode yang paling umum digunakan dan mampu menghasilkan biochar dengan sifat fisikokimia yang baik. Selain itu, peningkatan suhu pirolisis diketahui dapat meningkatkan kandungan karbon, stabilitas termal, serta luas permukaan biochar, meskipun dapat menurunkan yield. Biochar yang dihasilkan memiliki potensi aplikasi sebagai pembenah tanah, adsorben, serta media penyimpanan karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.Dengan demikian, pemilihan bahan baku dan kondisi proses yang tepat menjadi faktor penting dalam optimasi produksi biochar yang berkelanjutan.