Hasibuan, Sulham Efendi
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN AKADEMIK MAHASISWA DI UIN SYAHADA Sakdiyah, Halimah; Afrila, Reza; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9134

Abstract

Academic discipline is an important aspect in the success of students' studies in higher education, which includes attendance at lectures, timely submission of assignments, administrative compliance, and understanding of academic ethics. Academic Advisors (PA) have a strategic role in helping students adjust to these academic demands. This study aims to analyze the role of PA in improving the academic discipline of students at the State Islamic University (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada). The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of two PA lecturers, ten students, and two academic staff. The results show that PA carries out five main functions, namely: (1) consultative, through guidance in preparing KRS (Study Plan Plan), selecting courses, and solving academic problems; (2) motivational, in the form of encouragement to increase learning enthusiasm and discipline awareness; (3) monitoring, through monitoring student attendance, grades, and study progress; (4) preventive, by providing direction and early warnings to prevent the emergence of academic problems; and (5) evaluative, through reviewing study results and academic planning each semester. These roles have been proven to help improve student discipline in aspects such as attendance, assignment submission, academic administration, and understanding of academic ethics. However, the implementation of academic advisor guidance still faces several obstacles, such as limited meeting frequency, a high advisor-to-student ratio, and low awareness among some students. This research confirms the crucial role of advisors in fostering student academic discipline, although improvements to the system and guidance intensity are needed to optimize results. ABSTRAK Kedisiplinan akademik merupakan aspek penting dalam keberhasilan studi mahasiswa di perguruan tinggi, yang mencakup kehadiran dalam perkuliahan, ketepatan pengumpulan tugas, kepatuhan administratif, serta pemahaman terhadap etika akademik. Dosen Pembimbing Akademik (PA) memiliki peran strategis dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PA dalam meningkatkan kedisiplinan akademik mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari dua dosen PA, sepuluh mahasiswa, dan dua staf bagian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PA menjalankan lima fungsi utama, yaitu: (1) konsultatif, melalui bimbingan dalam penyusunan KRS, pemilihan mata kuliah, dan penyelesaian masalah akademik; (2) motivatif, berupa dorongan untuk meningkatkan semangat belajar serta kesadaran disiplin; (3) monitoring, melalui pemantauan presensi, nilai, dan perkembangan studi mahasiswa; (4) preventif, dengan memberikan arahan dan peringatan dini untuk mencegah munculnya masalah akademik; dan (5) evaluatif, melalui peninjauan hasil studi dan perencanaan akademik setiap semester. Peran-peran tersebut terbukti membantu meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam aspek kehadiran, pengumpulan tugas, ketertiban administrasi akademik, dan pemahaman etika akademik. Namun, pelaksanaan bimbingan PA masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan intensitas pertemuan, rasio PA–mahasiswa yang tinggi, dan rendahnya kesadaran sebagian mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa peran PA sangat penting dalam membentuk kedisiplinan akademik mahasiswa, meskipun diperlukan perbaikan sistem dan intensitas bimbingan agar hasilnya lebih optimal.
TALAK DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: KAJIAN DEFINISI, HUKUM, SYARAT, DAN HIKMAHNYA Abawiyah, Abawiyah; Reza, Anisa; Lubis, Jazilah Hanun; Amanda, Yulia; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9136

Abstract

This study examines the concept of talaq in marriage from the perspective of Islamic law, focusing on its definition, legal basis, conditions, types, and underlying wisdom. Talaq is understood as a last resort permitted by Sharia when the marital relationship can no longer be maintained harmoniously. The research employs a literature review method by analyzing classical fiqh texts, scholarly fatwas, and relevant contemporary academic journals. The findings indicate that talaq is legally permissible (mubah), but its implementation is restricted by specific requirements, such as being carried out by a sane and conscious husband, without coercion, and in accordance with Islamic legal procedures. Talaq has several forms, including raj’i, ba’in, sunnah, bid’i, and kinayah, each of which carries different legal consequences. In addition to serving as a conflict resolution mechanism, talaq contains wisdom in the form of justice, protection for the oppressed party, and moral lessons for spouses. With proper understanding, talaq is expected to be practiced wisely, fairly, and in a manner that preserves family welfare and social order. Abstrak Penelitian ini mengkaji konsep talak dalam pernikahan menurut perspektif hukum Islam dengan menekankan pada aspek definisi, dasar hukum, syarat, macam-macam, serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Talak dipahami sebagai jalan terakhir yang dibenarkan syariat apabila hubungan suami istri tidak lagi dapat dipertahankan secara harmonis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah kitab fiqh klasik, fatwa ulama, serta jurnal ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa talak memiliki hukum mubah, namun pelaksanaannya dibatasi oleh syarat tertentu, seperti dilakukan oleh suami yang berakal, sadar, tanpa paksaan, dan sesuai dengan prosedur syariat. Talak juga memiliki beberapa bentuk, antara lain talak raj’i, talak ba’in, talak sunnah, talak bid’i, dan talak kinayah, yang masing-masing memiliki konsekuensi hukum berbeda. Selain sebagai mekanisme penyelesaian konflik, talak mengandung hikmah berupa keadilan, perlindungan bagi pihak yang terzalimi, serta pembelajaran moral bagi pasangan. Dengan pemahaman yang tepat, talak diharapkan dapat dilaksanakan secara bijaksana, adil, dan tetap menjaga kemaslahatan keluarga serta ketertiban sosial.
PENDIDIKAN PRANIKAH DALAM PERSPEKTIF FIKIH MUNAKAHAT SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Pasaribu, Nur Khadijah; Halima, Siti; Tanjung, Ramadhani Safitri; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9140

Abstract

Marriage in Islamic teachings is a sacred covenant (mitsaqan ghalizha) with the noble aim of establishing a family characterized by tranquility (sakinah), affection (mawaddah), and mercy (rahmah). In modern society, many married couples face various household problems due to a lack of understanding of the principles, rights, and obligations prescribed by Islamic law. This situation highlights the significance of premarital education as an essential preparation that provides knowledge, spiritual reinforcement, and emotional readiness for prospective spouses. This study seeks to elaborate on the concept of premarital education from the perspective of fiqh al-munakahat and to analyze its implementation in contemporary life. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, using literature review from both classical and modern fiqh sources. The findings indicate that premarital education in fiqh al-munakahat not only focuses on the legality of the marriage contract but also emphasizes moral development, responsibility, and awareness of each partner’s role within the household. Therefore, the application of premarital education based on the principles of fiqh al-munakahat plays a vital role in shaping harmonious, ethical Muslim families grounded in Islamic values and oriented toward the realization of a sakinah family. ABSTRAK Pernikahan dalam ajaran Islam merupakan sebuah perjanjian agung (mitsaqan ghalizha) yang memiliki tujuan luhur untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam realitas masyarakat modern, banyak pasangan suami istri mengalami berbagai persoalan rumah tangga karena minimnya pemahaman terhadap prinsip dan kewajiban yang diatur dalam syariat Islam. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pelaksanaan pendidikan pranikah sebagai sarana pembekalan ilmu, pemantapan spiritual, serta kesiapan emosional bagi calon pasangan. Penelitian ini berupaya menguraikan konsep pendidikan pranikah dari perspektif fikih munakahat dan mengkaji penerapannya dalam konteks kehidupan masa kini. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode deskriptif analitis melalui telaah literatur terhadap kitab-kitab fikih klasik maupun modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan pranikah menurut fikih munakahat tidak sebatas membahas aspek hukum akad nikah, tetapi juga menekankan pembentukan akhlak, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap peran masing-masing dalam rumah tangga. Dengan demikian, penerapan pendidikan pranikah berdasarkan nilai-nilai fikih munakahat berperan penting dalam membentuk generasi keluarga muslim yang harmonis, berakhlak, serta berlandaskan prinsip-prinsip Islam menuju terwujudnya keluarga sakinah.
KONSEP MUHARRAMAT DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM: KATEGORISASI, DASAR HUKUM, DAN RELEVANSINYA DI ERA KONTEMPORER Apriani, Apriani; Hasbi, Nur Dzakiyyah Putri; Harahap, Nur Amina; Maisarah, Maisarah; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9155

Abstract

This study aims to examine the concept of muharramat in Islamic family law by emphasizing its categorization, legal foundations, and relevance in the contemporary era. Muharramat refers to Islamic legal provisions that regulate marriage prohibitions toward certain women in order to preserve honor, lineage purity, and family harmony. This research employs a qualitative approach with a library research method, in which data are obtained from the Qur’an, the Prophet’s Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Indonesian legal regulations. Data collection is conducted through documentation, while data analysis uses content analysis by reducing, classifying, interpreting, and synthesizing data based on the research focus. The findings indicate that muharramat is divided into two main categories: mahram mu’abbad (permanent prohibition) and mahram mu’aqqat (temporary prohibition), which are based on lineage, marriage, and breastfeeding relationships. These provisions have strong theological foundations and high social relevance, particularly in maintaining genetic health, preventing family conflict, and building a harmonious family order in accordance with Islamic principles and national law. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep muharramat dalam hukum keluarga Islam dengan menekankan pada aspek kategorisasi, dasar hukum, dan relevansinya di era kontemporer. Muharramat merupakan ketentuan syariat yang mengatur larangan pernikahan terhadap perempuan tertentu guna menjaga kehormatan, kemurnian nasab, serta keharmonisan hubungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis Nabi SAW, kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan cara mereduksi, mengelompokkan, menafsirkan, dan mensintesis data berdasarkan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa muharramat terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu mahram mu’abbad sebagai larangan permanen dan mahram mu’aqqat sebagai larangan sementara, yang didasarkan pada hubungan nasab, pernikahan, dan persusuan. Ketentuan ini memiliki landasan teologis yang kuat serta relevansi sosial yang tinggi dalam menjaga kesehatan genetik, mencegah konflik keluarga, dan membangun tatanan keluarga yang harmonis sesuai prinsip syariah dan hukum nasional.
PROBLEMATIKA DAN INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Syahnira Wan Aisyah; Tanjung, Anisah Fitri; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9271

Abstract

Islamic education learning in higher education plays an important role in shaping students who are not only academically competent but also possess moral and spiritual integrity. However, in practice, Islamic education learning still faces various challenges, particularly related to the predominance of conventional teaching methods and the suboptimal use of learning media. This study aims to analyze the challenges and innovations in Islamic education learning at UIN Syahada Padangsidimpuan. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were students participating in Islamic education learning, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Islamic education learning is still dominated by lecture-based methods and the use of learning technology has not been implemented consistently, resulting in low student participation. However, the implementation of learning innovations, such as discussion methods, group presentations, and the use of technology-based learning media, was found to enhance student engagement and participation. ABSTRAK Pembelajaran pendidikan Islam di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual. Namun, dalam praktiknya pembelajaran pendidikan Islam masih menghadapi berbagai problematika, terutama berkaitan dengan metode pembelajaran yang cenderung konvensional dan pemanfaatan media pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika serta inovasi pembelajaran pendidikan Islam di UIN Syahada Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti pembelajaran pendidikan Islam dan dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan Islam masih didominasi metode ceramah dan pemanfaatan teknologi pembelajaran belum dilakukan secara konsisten, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi mahasiswa. Namun demikian, penerapan inovasi pembelajaran berupa diskusi, presentasi kelompok, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
PERAN MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK MAHASISWA UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN Siregar, Riska Adinda Putri; Harahap, Uci Wardiana; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9302

Abstract

This study aims to analyze the role of the Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) course in fostering students’ moral character at Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University of Padangsidimpuan. Moral development has become an important issue in higher education along with the increasing moral and social challenges faced by students. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design to explore students’ subjective experiences related to the internalization of moral values through PAI learning. Data were collected through in-depth interviews with 15 students from the Islamic Religious Education study program who had completed the PAI course. Data analysis was conducted using thematic analysis, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the PAI course plays a significant role in shaping students’ moral character, particularly in instilling values such as honesty, responsibility, discipline, tolerance, and academic ethics. Students perceive PAI as a moral and spiritual guideline that helps direct their behavior in academic and social life. Factors influencing the effectiveness of moral development include lecturer quality, learning methods, campus environment, and students’ motivation. Therefore, PAI makes an important contribution to holistic student character development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak mahasiswa di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Pembinaan akhlak menjadi isu penting dalam pendidikan tinggi seiring dengan meningkatnya tantangan moral dan sosial di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa terkait internalisasi nilai-nilai akhlak melalui pembelajaran PAI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang telah menempuh mata kuliah PAI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah PAI berperan signifikan dalam membentuk akhlak mahasiswa, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, serta etika akademik. Mahasiswa memaknai PAI sebagai pedoman moral dan spiritual yang membantu mengarahkan perilaku dalam kehidupan akademik dan sosial. Faktor yang mempengaruhi efektivitas pembinaan akhlak meliputi kualitas dosen, metode pembelajaran, lingkungan kampus, serta motivasi mahasiswa. Dengan demikian, PAI memiliki kontribusi penting dalam pembinaan karakter mahasiswa secara holistik.
ISLAMISASI DI INDONESIA: SEJARAH, POLA PENYEBARAN, DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SKI Panjaitan, Awaliyah Putri; Gultom, Nur Jelita; Hasibuan, Sulham Efendi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9389

Abstract

The arrival of Islam in Indonesia represents a historical process that significantly influenced the social, cultural, political, and educational development of the archipelago. Islamization did not occur instantly but developed gradually through peaceful interactions, particularly via trade, da‘wah, education, and cultural acculturation between Muslim migrants and local communities. This article aims to examine the history of Islam’s arrival in Indonesia by analyzing several prevailing theories, including the Arab, Gujarati, Persian, and Chinese theories, as well as the patterns of Islamic dissemination in the region. This study employs a library research method by analyzing historical books, scholarly journal articles, and other relevant documents. The findings indicate that Islam spread in Indonesia gradually and adaptively through the roles of traders, scholars, and Islamic preachers who emphasized cultural approaches and accommodation of local traditions. This process not only facilitated the acceptance of Islam but also shaped a distinctive form of Indonesian Islam characterized by moderation and tolerance. These findings are highly relevant to the teaching of Islamic Cultural History (SKI), particularly in fostering students’ understanding of cultural diversity, tolerance, and contextual historical awareness. ABSTRAK Masuknya Islam ke Indonesia merupakan proses historis yang berpengaruh besar terhadap pembentukan sosial, budaya, politik, dan pendidikan masyarakat Nusantara. Proses islamisasi tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui interaksi yang panjang dan damai, terutama melalui jalur perdagangan, dakwah, pendidikan, serta akulturasi budaya antara pendatang Muslim dan masyarakat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah masuknya Islam ke Indonesia dengan menelaah berbagai teori yang berkembang, seperti teori Arab, Gujarat, Persia, dan Cina, serta mengkaji pola penyebaran Islam di Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menganalisis buku-buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dan adaptif melalui peran pedagang, ulama, dan wali yang mengedepankan pendekatan kultural terhadap tradisi lokal. Proses ini tidak hanya mempercepat penerimaan Islam, tetapi juga membentuk corak Islam Nusantara yang moderat dan toleran. Temuan penelitian ini memiliki relevansi penting dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya dalam menanamkan nilai toleransi, akulturasi budaya, dan pemahaman historis yang kontekstual kepada peserta didik.