Claim Missing Document
Check
Articles

KADAR ALKOHOL PADA MINUMAN TUAK DESA SANDA KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN BALI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI GAS I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini; Desak Putu Risky Vidika A.; I Made Dwi Hendrayana
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v5i1.837

Abstract

Alkohol adalah cairan transparan yang dapat diperoleh dari fermentasi karbohidrat dan ragi, muda menguap, dapat bercampur dengan air, eter atau kloroform.Salah satu minuman beralkohol adalah minuman yang yang pembuatannya masih tradisional adalah tuak. Tuak mengandung alkohol dengan kadar 4%. Konsumsi alkohol memiliki dampak besar dan kompleks pada penyakit kardiovaskular.Alkohol dapat merusak susunan saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan atau alkoholisme. Pada kadar yang tinggi melebihi 55% etanol dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian.Oleh karena itu perlu dikembangkan metode analisis kandungan alkohol yang sederhana dan selektif serta tidak memerlukan biaya yang mahal saat pengujian serta tidak memerlukan waktu yang lama dalam mendapatkan hasilnya.Dalam penelitian ini dipilih metode kromatografi gas karena dengan metode ini proses analisis dilakukan cepat biasanya dalam hitungan menit, lebih efisien, resolusinya tinggi, sensitif, dapat mendeteksi dalam ukuran ppm (part per million) bahkan ppb (part perbillion). Uji lain yang menunjuang penelitian ini adalah uji kadarkeasaman dan uji organoleptik. Hasil dari kadar etanol pada minuman tuak aren adalah sebagai berikut 4,839%; 5,076%; 5,233%; 5,173%; 4,971%; 4,954% dan 4,927%.Sedangkan untuk nilai pH pada tuak yang berhubungan dengan kadar keasaman diperoleh nilai pH rata-rata sebesar 4. Sedangkan dari hasil uji organoleptik, tuak aren yang paling disukai baik dari segi rasa, warna, dan aroma adalah tuak aren dengan waktu penyimpanan pada hari pertama.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA WIJAYA KUSUMA (Epiphyllum oxypetalum) Ni Putu Rahayu Artini; I Wayan Tanjung Aryasa
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i2.864

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan uji screening fitokimia fraksi antioksidan dari bunga wijaya kusuma (Epiphyllum oxypetalum). Ekstraksi metabolitnya dilakukan secara maserasi menggunakan metanol sehingga dihasilkan 45,2579 gram ekstrak kental metanol. Ekstrak kental metanol ini memiliki persen peredaman DPPH sebesar 66,42% pada menit ke-5 dan 70% pada menit ke-60. Partisi dilakukan menggunakan petroleum eter, etilasetat, dan lapisan air hingga diperoleh ekstrak petroleum eter yang memiliki persen peredaman paling besar, yaitu 60% pada menit ke-5 dan 155,1% pada menit ke-60. Senyawa yang terkandung dalam ekstrak petroleum eter bunga wijaya kusuma (Epiphyllum oxypetalum) adalah alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Senyawa metabolit tersebut dapat menghaemolisis darah, sehingga bersifat toksik dan memiliki bioaktivitas sebagai antifeedant.
UJI NILAI GIZI DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA LOLOH TANAMAN CEMCEM (Spondias Pinnata (L.F) Kurz.) DAERAH DESA BEBALANG, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI, BALI I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini; Putu Gede Ayu Erika Juliari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.609 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10345

Abstract

Masyarakat Bali tentunya sudah tidak asing lagi dengan minuman penuh khasiat yang bernama Loloh Cemcem. Minuman khas desa terbersih di Bali, yakni Penglipuran, Bangli ini merupakan minuman sejenis jamu yang kini sudah tersohor di seluruh wilayah luar Bangli. Daun cemcem adalah tanaman herbal yang diolah sebagai bahan baku untuk membuat loloh cemcem. Mulai dari memetik daun cemcem, mencuci, kemudian dimasukan ke dalam mesin penggilingan selanjutnya disaring untuk mendapatkan sarinya. Loloh cemcem memiliki rasa asam, manis, asin dan sedikit pahit. Rasa asam dari loloh cemcem didapat dari komposisi tamarin alias buah asam. Kemudian rasa manis dan asin didapat dari komposisi gula juga garam. Sedangkan rasa pahit didapat dari daun cemcem. Dari latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian untuk melihat nilai gizi dan kapasitas antioksidan dar loloh cemcem.  Untuk melakukan penelitian ini dialakukan dengan beberapa metode analisis untuk penentuan kadar protein mengggunakan metode Kjeldahl, penentuan kadar karbohidrat menggunakan metode anthrone, penentuan kadar lemak menggunakan metode titrasi, penentuan vitamin C menggunkan metode spektrofotometri UV-Vis dan menentukan kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari pengujian didapatkan hasil loloh cemecem 1 dan loloh cemcem 2 untuk kadar protein sebesar 0,7631% dan  0,7647%, untuk kadar karbohidrat  sebesar 4,2779% dan 3,1700%, untuk kadar lemak sebesar 0,0087% dan 0,0017%, kadar vitamin C sebesar  26,7932 mg/100 g dan 27,0748 mg/100 g, dan kapasitas antioksidan sebesar 23,50 mg/L GAEAC dan 25,38 mg/L GAEAC.
Green Synthesis of Silver Nanoparticles using Kayu tulak Leaf (Schefflera Elliptica Harms) Infusion as a Bio-reductant and Its Antibacterial Activity I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 6 (2022): Volume 25 Issue 6 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.25.6.212-217

Abstract

Metal nanoparticles and exploration of green synthesis can be applied to lung tissue therapy, cancer, and even vaccines. Additionally, due to the rise in microbial resistance or the demand for novel antibiotics, the use of NPs as an antibacterial agent has expanded. Meanwhile, using methods to produce metal nanoparticles based on the abundance of biodiversity as a green-reducing agent will be safer. In the present study, Kayu tulak leaves extract served as the green-reducing agent. The synthesized silver nanoparticles were characterized using a UV-Vis spectrophotometer, PSA (Particle Size Analyzer), and TEM (Transmission Electron Microscope). The results showed that the silver nanoparticles synthesized using Kayu tulak leaf extract at concentrations of AgNO3 1 and 2 mM had absorbance peaks at 436.5 nm and 467 nm, respectively. The average particle size distributions of the two silver nanoparticles were 88.2 and 16.9 nm, respectively. The characterization of silver nanoparticles using TEM obtained a mixture of spherical, hexagonal, and triangular shapes. The silver nanoparticles synthesized using Kayu tulak as a bio-reductant exhibited antibacterial activity. At AgNO3 solutions of 1 and 2 mM, silver nanoparticles showed antibacterial activity against Escherichia coli with inhibition zone diameters of 6.39 ± 0.30 mm and 8.28 ± 0.19 mm (moderate inhibition), while against Staphylococcus aureus were 4.30 ± 0.24 mm (weak inhibition) and 6.39 ± 0.27 mm (moderate inhibition).
PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN BODY MASS INDEX (BMI) DAN KADAR GLUKOSA DARAH DI SMA NEGERI BALI MANDARA Ni Putu Rahayu Artini; Desak Putu Risky Vidika; Ayu Saka Laksmita; I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Widayanti; Yulidia Iriani L.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2828-2833

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami masalah gizi double burden, yaitu underweight dan overweight. Masalah gizi dapat meningkatkan risiko penyakit rendah BMI seperti malnutrisi, hipoglikemia dan hipotensi. Sedangkan penyakit yang dapat disebabkan karena tingginya BMI dapat berupa obesitas, hiperglikemia, hiperkolesterol, hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan gratis pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Bali Internasional dengan sasaran pada siswa, staf dan guru di SMA Negeri Bali Mandara. Pemeriksaan ini menggunakan metode point of care testing (POCT). Hasil pemeriksaan kesehatan siswa SMA Negeri Bali Mandara yang memiliki BMI < 18,5 dengan persentase 13,34%, BMI 18,5-24,9 sebanyak 80% kategori ideal, 6,66% memiliki BMI berlebih. Sedangkan untuk staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara 1 orang memiliki kriteria BMI kurang ideal dengan persentase 2,38%,  BMI ideal dengan persentase 45,23%,  BMI berlebih dengan persentase 40,47% dan BMI kriteria obesitas dengan persentase 11,92%. Berdasarkan parameter kadar glukosa darah, semua siswa SMA Negeri Bali Mandara memiliki kadar glukosa normal. Sedangkan kadar glukosa staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara hanya 4,77% yang memiliki kadar glukosa tinggi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemeriksaan BMI dan glukosa darah dapat digunakan untuk pengecekan status kesehatan.
Antibakteri Cuka Apel Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Secara In Vitro I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 5, No 2 (2022): The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v5i2.14103

Abstract

Vinegar has the chemical name acetic acid derived from the Latin word acetum, acetic acid, ethanoic acid, or vinegar is an organic acid chemical compound that is the most important carboxylic acid in commerce, industry, and laboratories known as a sour taster. and aroma in food. But keep in mind that vinegar can work as a disinfectant. One type of vinegar that we know is apple cider vinegar. Based on the background that has been stated above, the problem formulated in this study is how apple cider vinegar inhibits the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The analysis of this research is in the form of a quasi-experimental, namely by comparing the inhibitory power of apple cider vinegar and control on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria and post-test only control group design. Based on the results of the research that has been carried out, the results show that the diameter of the inhibition zone formed on Escherichia coli bacteria for foreign apple cider vinegar, Indonesian apple cider vinegar, and local apple cider vinegar is 12.33 ± 0.12 mm, 2.21 ± 0.12 mm and 7.42 ± 0.09 mm. While the diameter of the inhibition zone formed on Staphylococcus aureus bacteria for foreign apple cider vinegar, Indonesian apple cider vinegar, and local apple cider vinegar was 14.56 ± 0.46 mm, 0.00 ± 0.00 mm, and 10.36 ± 0.27 mm. So it can be concluded that apple cider vinegar has antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria.
UJI PENDAHULUAN KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR DI BANJAR TANGGAHAN TENGAH, DESA SUSUT KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI I Wayan Tanjung Aryasa; Desak Putu Risky; Ni Putu Linda Juli Artaningsih
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.294 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis, fisika dan kimiawi air dari Sumber Mata Air Di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kualitas mikrobiologis yang diuji berupa cemaran bakteri coliform dan coliform fecal (Escherichia coli). Kualitas fisika yang diuji antara lain zat padat terlarut, suhu, kekeruhan, kesadahan, warna, rasa, dan bau. Kualitas kimiawi yang diuji antara lain nilai pH, TDS, Nitrat, Nitrat, Besi, Klorida, Arsen, Amoniak, Sulfat, Total Kromium, Kadmum, Selenium, Aluminium, Seng, Tembaga dan mangan. Parameter fisik dan pH diukur di lokasi pengambilan sampel, sedangkan parameter lainnya diuji di laboratorium Analitik Universitas Udayana Bali. Parameter mikrobiologis diuji dengan metode MPN (Most Probable Number). Nitrit, Nitrat, Amoniak, kekeruhan dan Sulfat diuji dengan menggunakan metode spektrofotometri. Kesadahan dan Klorida diuji dengan metode titrimetri. Sedangakan untuk penentuan kandungan logam (As, Cr, Cd, Se, Al, Fe, Mn, Zn dan Cu) diuji dengan metode Plasma Emission Spektroskopi. Hasil uji menunjukkan bahwa Sumber Mata Air Di Br. Tanggahan Tengah, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dari tidak memenuhi standar baku mutu air minum dari segi mikrobiologis, tetapi memenuhi standar baku mutu air minum dalam parameter fisika dan kimiawi sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang peryaratan kualitas air minum. selain (kekeruhan, Cr, Cd dan Se) karena nilainya diatas baku mutu. Secara umum air dari Sumber Mata Air Di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli termasuk dalam air golongan B. Kata kunci: mata air Tanggahan, kualitas air, baku mutu
KANDUNGAN ORGANOPHOSPORESESTER INSECTISIDE PADA SAMPEL DARAH PETUGAS FOGGING DI KOTA DENPASAR DAN KABUPATEN BADUNG, BALI Ni Putu Rahayu Artini; I Wayan Tanjung Aryasa
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.114 KB)

Abstract

Fogging merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan hama. Jenis hama yang dapat dikendalikan dengan fogging antara lain nyamuk, tikus, jamur, gulma, semut, dan lainnya. Pelaksanan pengendalian hama dilakukan oleh petugas pest control dengan metode fogging, blower, misting, dan steam dengan frekuensi antara satu sampai tiga kali dalam sehari. Oleh karena itu perlu dianalisis adanya residu yang termetabolisme di dalam darah petugas fogging dan pemeriksaan hati berupa SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase), SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase), dan kholinesterase. Pada penelitian ini jenis senyawa toksik yang terdeteksi pada asap fogging pest control dengan alat GC-MS adalah naphthalene, ylazulene, L-phospine, chlordimeform, loganin aglicone, cadalene, dan phenanthrena sedangkan jenis senyawa toksik yang terpapar dalam darah petugas fogging adalah phenol, cyclotrisiloxane, dan arsane. Hasil analisis empat responden petugas fogging memiliki kadar SGPT melebihi normal, yaitu 44±0,30 U/L; 49±0,00 U/L; 85±0,00 U/L; dan 89±0,00U/L. Dan dua orang memiliki kadar SGOT melebihi normal, yaitu 43±0,00 U/L dan 53±0,21 U/L, hanya satu responden yang memiliki kadar kholinesterase rendah, yaitu 4,4±0,00 kU/L. Kata kunci : asap fogging, Kholinesterase, SGPT, SGOT, dan GC-MS
PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL TOTAL di PSTW WANA SERAYA DENPASAR Yulidia Iriani; Ni Putu Rahayu Artini; Risky Vidika A; Ayu Saka Laksmita; I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Widayanti; Ni Made Sri Dwijastuti; Ni Putu Senshi Septiasari; I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi; Ni Putu Widiantari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.964-973

Abstract

Permasalahan yang dialami para lanjut usia yang ditampung di PSTW Wana Seraya semakin hari semakin kompleks diantaranya mengenai kesehatan dengan berbagai macam keluhan seperti rheumatik, sakit kepala, dan gatal-gatal. Menyikapi hal tersebut Prodi TLM Universitas Bali Internasional Denpasar mengadakan kegiatan pengabdian masayarakat di panti tersebut dengan melakukan pemeriksaan kimia darah dengan sasaran para lansia dan petugas panti yang bertugas. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat dan kolesterol total para lansia dan petugas yang berada di PSTW Wana Seraya. Bahan yang dipergunakan serum diperiksa menggunakan alat semiotomatis Chemistry Analyzer Mindray tipe BA 88A. Metode pemeriksaan asam urat adalah Uricase/Enzymatic sedangkan CHOD PAP untuk kolesterol total. Hasil pemeriksaan dari 36 sampel didapatkan kadar asam urat dengan nilai terendah 2,0 mg/dL, nilai tertinggi 10,7 mg/dL sadangkan kadar kolesterol total minimum 144 mg/dL dan kadar maksimum 354,0 mg/dL Simpulan yang didapat pemeriksaan asam urat para lansia dan petugas PSTW Wana Seraya kadar tertinggi terjadi pada kelompok umur  56-65 tahun 10,7mg/d diikuti kelompok umur 76-85 tahun 9,6 mg/dL dengan jenis kelamin perempuan masing masing satu orang, sedangkan pada laki-laki terjadi pada kelompok umur 66-75 tahun sebanyak satu orang dengan kadar 8,6 mg/dL Kadar kolesterol tertinggi pada kelompok umur 76-85 tahun 354mg/dL dan kelompok umur 46-55 tahun 347 mg/dL masing –masing satu orang dengan jenis kelamin perempuan. Pada jenis kelamin laki laki satu orang dengan kadar kolesterol total tinggi  terjadi pada kelompok umur 66-85 tahun dengan kadar sebesar 222 mg/dL.
Voltammetric Determination of Paracetamol with Carbon Paste Electrode Modified with Molecularly Imprinted Electropolymer I Wayan Tanjung Aryasa; Indra Noviandri
Molekul Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2022.17.1.5595

Abstract

Paracetamol is a commom analgesic and antipyretic drug which used for reliefing fever and head ache. The determination of paracetamol dose in pharmaceuticals is very important, becauce an overdose can cause fulminating hepatic necrosis and other toxic effects. Therefore, it is necessary to measure the dose of paracetamol for the patient with precision to avoid harm. Many analytical methodologies have been proposed for determination of paracetamol dose. One of the methods was developed in the past two decades. Generally, electroanalytical approach especially voltammetry method is particularly design for determination of paracetamol dose especially in modifying electrode. This study aims to modified carbon paste electrode with molecularly imprinted polymer (MIP). Significant advantages of using MIP are the superior stability, low cost and ease of preparation. The poly (3-aminiophenol) film was prepared by cyclic voltammetry method and 3-aminophenol monomer in supporting electrolyte (HClO4) with and whitout presence of paracetamol molecule. The effect of paracetamol was seen at cyclic voltammogram was founded, where oxidation peak potential of poly (3-aminophenol) shifted to more cathodic potentials from 0.948 to 0.780 V, in presence of paracetamol. The Ipa showed a good linear relationship with concentration in the range 0.01–0.1 mM, and the detection limit was 4,63 μM.