Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Promosi dan Penjualan Produk Kopi Lokal Karang Sidemen, Lombok Tengah Nur Afni; Elya Antariksana Bachmida; Baiq Rien Handayani; Yuhendra AP; Hary Kurniawan; Amuddin Amuddin; Sukmawaty Sukmawaty; Ince Siti Wardatullatifah S; Isnaini Puspitasari; Hanifah Ayu; Fakhrul Irfan Khalil; Fuad Sauqi Isnain; Murad, Murad; Joko Sumarsono; Satrijo Saloko; Reza Kusuma Nurrohman; Diah Ajeng Setiawati; Rahmat Sabani; Wayan Sweca Yasa; Firman Fajar Perdana; M.Azhar Mustafid; Mi’raj Fuadi; Tri Isti Rahayu; Neyla Vista Maramy; Wiwin Apriyanditra; Zulfiana Jayanti; Saparudin Saparudin
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i1.7880

Abstract

Local coffee micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Karang Sidemen Village, Central Lombok Regency, have significant development potential; however, they still face challenges related to marketing practices and limited value addition. Conventional marketing systems restrict market reach and reduce product competitiveness. In the context of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, digital marketing offers a strategic opportunity for MSMEs to enhance product promotion and sales performance. This community service program aimed to strengthen the capacity of local coffee MSMEs through the implementation of social media–based digital marketing strategies. A participatory approach was employed, actively involving MSME actors and students through stages of problem identification, program planning, training and hands-on digital marketing practices, and evaluation. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding and skills in utilizing social media as a promotional tool, as reflected by the initiative to develop and publish promotional video content for local coffee products, including the flagship Versilia coffee variant. The use of visual content and storytelling facilitated the practical adoption of digital marketing strategies. Overall, this program contributed to shifting marketing behavior from conventional to digital approaches and strengthening the sustainable competitiveness of local coffee MSMEs.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI BRIKET BIOMASSA: BRIKET BIOMASSA Ansar Ansar; Sukmawaty; Ince Siti Wardatullatifah S; Hanifah Ayu
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 8 No. 3 (2026): DedikasiMU September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v8i3.12517

Abstract

Desa Karang Sidemen merupakan salah satu wilayah penghasil kopi di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, yang menghasilkan limbah kulit kopi dari aktivitas pengolahan kopi. Limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknologi sederhana pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket kepada kelompok KUPS Cempaka Empat di Dusun Persil, Desa Karang Sidemen. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan transfer teknologi melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Tahapan pembuatan briket meliputi pengeringan bahan baku, penyangraian, penggilingan dan pengayakan, pencampuran dengan perekat tepung tapioka, pemadatan dan pencetakan, serta pengeringan akhir. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dan menghasilkan produk briket kulit kopi yang telah dicetak dan dikemas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah kulit kopi dapat diolah menggunakan teknologi dan peralatan yang relatif sederhana menjadi produk berbentuk briket. Kegiatan juga memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif. Pengembangan selanjutnya diperlukan melalui standardisasi proses, pengujian karakteristik mutu, analisis ekonomi, penyempurnaan kemasan, dan pengembangan pemasaran produk.