Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sosialisasi Sosialisasi Balita Dan Dapur Sehat Di Kelurahan Kanigoro Kusumawati, Desi; Afifah, Sofia Nur; Salsabila, Sintiya Oktavia; Widyawati, Emma; Rohmania, Elly; Primiani, Cicilia Novi
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting merupakan permasalahan kesehatan global yang mempunyai dampak negatif yang cukup signifikan terhadap suatu negara. Pemberdayaan masyarakat melalui peran kader posyandu dan ibu mertua sangat diperlukan dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi surat kabar sehat dan dapur sehat tentang stunting serta pemberian gizi seimbang yang tepat pada anak usia dini. Melalui program sosialisasi, bayi sehat akan membuka kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting dan pemberian makanan gizi seimbang pada anak. Salah satu untuk menurunkan angka stunting adalah dengan penerapan DASHAT (Dapur Sehat) dengan pemberian makanan sehat dan bergizi, sosialisasi kepada ibu muda dan keluarga yang memiliki anak dibawah usia dua tahun. (baduta). Metode: Kota Madiun menempati angka prevalensi stunting sebesar 12,4%, jauh di bawah target nasional sebesar 14%. Di wilayah Kanigoro RW 01 Kartoharjo masih tersedia data berita stunting. Diharapkan masyarakat mampu memberikan tekanan dan edukasi kepada ibu-ibu muda di Lembah Kanigoro. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program yang kami laksanakan mampu memberikan hasil positif terbukti dari kuesioner pasca sosialisasi berita sehat dan dapur sehat melawan stunting (DAHSAT) terakumulasi dengan persentase sebesar 98,46%. Hal ini menunjukkan bahwa program pelayanan publik di Kecamatan Kanigoro berjalan dengan baik dalam menekan peningkatan angka prevalensi stunting. Kesimpulannya masyarakat yang mendapatkan edukasi stunting dan gizi yang baik pada balita sebagai upaya pencegahan stunting dengan program sosialisasi berita sehat dan demo dapur sehat dapat meningkatkan pengetahuan 100% kader posyandu dan ibu-ibu dengan berita
Pengaruh Kegiatan Makan Bersama Terhadap Kemampuan Bantu Diri Anak Usia 4-5 Tahun di Cendekia Kids School Madiun Rukma Setianingrum; Sofia Nur Afifah; Hermawati Dwi Susari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui perkembangan kemampuan bantu diri anak pada kegiatan makan bersama di Cendekia Kids School Madiun. Kegiatan makan bersama adalah salah satu kegiatan pembelajaran AUD memberikan kesempatan kepada anak agar beristirahat dan melepaskan rasa haus dan lapar. Serta kegiatan makan bersama sebagai media mengembangan aspek psikis dan pengembangan aspek sosial emosional. Kegiatan layanan makan pendidikan anak usia dini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pokok anak sehingga mampu belajar dengan baik. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Observasi dilakukan pada anak kelompok A di Cendekia Kids School Madiun. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang dilakukan langsung ketika kegiatan makan bersama, wawancara kepada guru, dan studi dokumen yang dari penilaian guru kelas A Cendekia Kids School Madiun. Indikator yang terdapat pada kegiatan makan bersama yaitu indikator Self- feeding : use of utensils, sub indikator adalah menggunakan sendok dengan baik sedikit tumpah,  memasukan ujung sendok ke mulut,  memasukkan sendok dalam mulut tanpa diputar, mengisi dengan menekan ujung sendok kedalam makanan, memegang sendok dengan jari, mengisi sendok dengan menekan dan memutar, memegang sendok dengan jari untuk makan, menggarpu menggunakan jari, Indikator Serving and preparing food sub indikator yaitu membuka snack, melayani diri sendiri, menuang minuman dari teko atau botol, menggunakan serbet, mengatur meja tanpa bantuan.Hasil penelitian kemampuan bantu diri dalam kegiatan makan bersama rata – rata 31 dan 38 kategori mampu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anak  melalui kegiatan PMT yang distimulasi selama 2 minggu sekali dilakukan kegiatan makan bersama agar kemampuan bantu diri anak dapat tercapai dengan stimulasi secara berulang – ulang.
Keterlibatan orang tua dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di TK Katolik Santo Bavo Madiun Emiliana Wardjanti Wiyandari; Dian Ratnantingtya Afifah; Sofia Nur Afifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui keterlibatan orang tua dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di TK Katolik Santo Bavo Madiun. Subjek penelitian ini adalah orang tua dan siswa usia 4-6 tahun yang berjumlah 6 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat mempunyai rata rata baik tiga indikator pnelitian dapat dilakukan oleh anak yaitu pembiasaan mencuci tangan dengan sabun, makan makanan sehat dan menjaga kesehatan. Temuan dilapangan menunjukkan bahwa orang tua telah menbiasakan  anak  untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Anak telah terbiasa melakukan mencuci tangan dengan sabun, makan makann bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterlibatan orang tua sangat diperlukan untuk mencapai pembentukan pola hidup bersih dan sehat pada anak di TK Katolik Santo Bavo Madiun.
Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia di Lembaga PAUD Aisyah Ajeng Jayanty; Alisa Alfina; Sofia Nur Afifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD berkualitas ditunjukkan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia pada lembaga pendidikan perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat menjaga mutu pendidikan. Peningkatan dilakukan dengan adanya manajemen pengembangan sumber daya manusia. Manajemen pengembangan sumber daya manusia memiliki peranan penting untuk peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan pentingnya manajemen pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas di lembaga PAUD. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah guru dan kepala sekolah di dua lembaga PAUD. Sumber data sekunder adalah dokumen yang mendukung data penelitian. Penelitian ini dilakukan di dua lembaga PAUD, yaitu TK Desa Nglambangan 01 dan TK Desa Nglambangan 02 . Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat beberapa pendidik di lembaga PAUD sekitar yang belum dapat memenuhi kualifikasi dan kompetensi seorang pendidik. Guru yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan akan mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar karena kurangnya ilmu dalam mengajar. Selain itu kompetensi pada guru juga harus dikembangkan guna meningkatkan kualitas para pendidik. Hal ini dikarenakan kualitas pendidikan guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi dan minimnya pelatihanpelatihan yang diikuti guru untuk meningkatkan kompetensinya. Sehingga lembaga PAUD memerlukan manajemen pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pendidik dan kualitas lembaga.
Manajemen Paguyuban Wali Murid PAUD di Cendekia Kids School Madiun Ghemma Ika Aninda Yulia; Sofia Nur Afifah; Alisa Alfina
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan orang tua menjadi salah salah penentu dalam keberhasilan program di PAUD. Guru sebagai pendidik menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan orang tua untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang anak sehingga dapat mengembangkan potensi anak dengan lebih. Keterlibatan orang tua siswa merupakan salah satu wadah untuk menjalin kerjasama antara orang tua dan sekolah di PAUD, untuk itu penting manajemen paguyuban  wali murid agar tujuan paguyuban wali murid siswa bisa terapai sesuai harapan. Untuk itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai manajemen paguyuban wali murid PAUD. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder, sumber data primer yaitu kepala sekolah dan sumber data sekunder literatur dan dokumen mendukung penelitian. Penelitian ini dilakukan di Cendekia Kids School (CKS) Madiun. Hasil penelitian ditemukan bahwa hubungan antara guru dan orang tua terjalin harmonis. Pada saat akan mengadakan kegiatan yang melibatkan orang tua para guru dan orang tua kompak melakukan perenanaan untuk mendukung keberhasilan kegiatannya dan mengevaluasi setelah kegiatan. Sebagian besar orang tua terutama pengurus paguyuban wali murid aktif mengikuti setiap pertemuan rutin dengan guru dan antusias setiap kali terlibat dalam kegiatan. Memberi kritikan dan saran kepada guru. Manajemen paguyuban di Cendekia Kids School sudah berjalan dengan baik dimana antara guru dan orang tua secara rutin berkomunikasi mengenai proses pembelajaran baik secara langsung maupun tidak. Guru dan orang tua juga aktif secara komunikasi melakukan musyawarah,menampung ide-ide setiap akan ada kegiatan. Membagi peran dalam kegiatan sehingga semua dapat berperan aktif
Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Media Gambar Berseri pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Cendekia Kids School Madiun Krisdewanti Krisdewanti; Fida Chasanatun; Sofia Nur Afifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini di lembaga Cendekia Kids School Madiun. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengikuti desain model Kemmis dan MC Taggart. Di dalam penelitian ini terdapat dua siklus dimana masing-masing siklus mencakup 4 tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Waktu pelaksanaan penelitian selama 5 bulan yaitu Maret sampai dengan Juli 2024, sementara itu data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelompok B (usia 5-6 tahun) dengan jumlah 15 siswa. Hasil observasi terhadap permasalahan di lembaga tersebut berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri siswa yang masih rendah, sikap sosial dan emosional yang kurang stabil, berbicara dalam tempo yang cepat, pembelajarannya lebih menekankan pada aspek fisik motorik seperti menggambar dan menempel.
Kesiapan orang tua dalam pendampingan belajar AUD di rumah Eni Arfa Hawa; Hermawati Dwi Susari; Sofia Nur Afifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan orang tua dalam pendampingan belajar anak usia dini (AUD ) di rumah. Metode yang digunakan library research. Data-data dikumpulkan dan diperoleh dari buku-buku, artikel -artikel pada jurnal, dan berita.Hasil penelitian menunjukkan kesiapan orang tua dalam melakukan pendampingan belajar AUD di rumah dilakukan dengan menyediakan fasilitas belajar anak, mengawasi kegiatan belajar anak di rumah, mengawasi penggunaan waktu belajar anak, membantu proses anak dalam kegiatan belajar dan menolong anak dalam mengatasi kesulitan belajar di rumah.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mwronce Dengan Batang Daun Pepaya Pada Anak Usia 3-4 Tahun Di KBIT INSAN MADANI Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Iis Winarsih; Hermawati D. Susari; Sofia Nur Afifah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang melibatkan otot-otot kecil atau halus yang menunjukkan pada hal, keadaan dan kegiatan yang melibatkan otot-otot dan gerakan yang membutuhkan koordinasi yang cermat, yaitu antara mata dan tangan. Meronce merupakan salah satuu kegiatan motorik halus pada tahap pramembaca. ketika anak sedang meronce anak belajar sedang membedakan, hal ini dapat melatih anak dalam membedakan huruf karena dengan meronce membutuhkan koordinasi mata dan tangan secara cermat.Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengupayakan adanya peningkatan kemampuan motorik halus menggunakan aktivitas meronce dengan pelepah daun pepaya pada KBIT Insan Madani Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian dilakukan pada anak kelompok bermain IT Kecamatan geger Kabupaten Madiun.. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan metode triangulasi dengan mengumpulkan data melalui hasil observasi guru dan anak, hasil wawancara guru dan anak, dan dokumentasi aktivitas guru dan anak. Hasil analisis data menunjukkan hasil yang signifikan dengan bukti bahwa anak sudah tidak kesulitan lagi ketika mengikuti pembelajaran meronce. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan secara signifikan dalam hasil belajar kemampuan motorik halus pada pembelajaran fisik motorik menggunakan akativitas meronce.Kata kunci: Motorik Halus, Meronce, Batang daun Pepaya
Management to Create Child-Friendly Schools in Early Childhood Islamic Education Institutions Alfina, Alisa; Afifah, Sofia Nur; Anwar, Rosyida Nurul; Ramadhani, Nur Vita Sari Eka; Putri, Renita Luthfiani
PG-PAUD Trunojoyo Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v11i2.26524

Abstract

Child-friendly schools are very important because they provide a safe and supportive environment for children's development. Currently, child-friendly schools are being promoted in all educational institutions in Madiun Regency. The government has issued a decree. regarding child-friendly schools in Early Childhood Education institutions that meet the requirements and are able to realize Child-Friendly Schools. TK IT Nur Al Izhar is one of the Islamic-based PAUD institutions that has been appointed as a Child-Friendly School by the local government. This study aims to determine the management in realizing child-friendly schools in Islamic-Based PAUD. The research method is a qualitative approach. Data collection through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation, and withdrawal. The results of the study found that PAUD institutions have not fully implemented child-friendly schools, especially the lack of teacher training related to children's rights and the lack of socialization of child-friendly schools to parents. Some obstacles in realizing Child-Friendly Schools, namely the mindset of Child-Friendly Schools that have not been fully understood by all teachers and non-teaching staff, parents of students who do not understand Child-Friendly Schools. Child-friendly school management as part of an effort to consistently provide comfortable, safe education for children.
Penerapan Token Ekonomi untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun di Lembaga PAUD Anista, Dewi Zhintia Noor; Anwar, Rosyida Nurul; Afifah, Sofia Nur
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i2.65

Abstract

The research objective was to determine the application of economic tokens in increasing children's independence in kindergarten in Kwadungan District. This research was conducted in Kindergartens located in Kwadungan District, including DW Karangsono 1 Kindergarten, DW Karangsono 2 Kindergarten, DW Karangsono 3 Kindergarten, Dharma Wanita Mojomanis Kindergarten, Dharma Wanita Banget Kindergarten, Dharma Wanita Budug Kindergarten with a total sample of 60 students, with 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. The research method used in this research is to use observational data collection and documentation to observe the behaviour of research subjects directly. The results of this study are that the initial factor for child independence comes from the parents or the house first. Then, after the child is in school, the teacher as an educator is also tasked with increasing the child's independence. Based on the data processing results through SPSS with the Paired Sample T-Test, the significance value was 0.000 <0.05. Therefore, it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected. That is, there are differences in economic tokens to increase independence in children aged 5-6 years in the experimental class including Karangsono 1 PKK Kindergarten, Karangsono 2 PKK Kindergarten, Karangsono 3 PKK Kindergarten, and the control class includes Dharma Wanita Mojomanis Kindergarten, Dharma Wanita Banget Kindergarten, Kindergarten Dharma Wanita Budug. This situation proves that children treated with economic tokens experience increased independence.