Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Perbedaan Aktivitas Fisik dengan Kualitias Tidur pada Siswa SMP Negri 20 dan SMP Swasta Muhammadiyah di Kecamatan Sawangan Tahun 2022 Diningsih, Yulia; Lestari, Nur Eni
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 3 No. 4 (2024): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v3i3.206

Abstract

Introduction: The quality of sleep in adolescents is greatly influenced by the process of physical and mental development during puberty. Habitual factors such as physical activity are also often associated with sleep quality. Objectives: This study aims to investigate differences in physical activity and sleep quality among groups of adolescents who are considered to have varying exposure to physical activity about their status as students. Method: This research is a descriptive analysis research, so this research uses cross-sectional research. The population in this study was 240 students in grade 8 at SMP Negeri 20 for the 2022-2023 academic year, and at Muhammadiyah Private Middle School for the 2022-2023 academic year as many as 90 students. The sampling technique was purposive sampling, the sample obtained was 48 people. The instrument used was a questionnaire consisting of a sleep quality questionnaire and a physical activity questionnaire. Physical activity was measured using the Activity Questionnaire For Older Children (PAQ-C), while sleep quality was determined using The Pittsburgh Sleep Quality Index. Bivariate analysis using the Spearman Rank test. Result: The results of the study show that the majority of the physical activity in the two groups of subjects above had heavy physical activity. Namely, in State Middle Schools it was 31(64.6%) while in Private Middle Schools it was 29(60.4%). The quality of sleep in both groups of subjects was that the majority of subjects had poor sleep quality. In State Middle School students it was 26(54.2%) and in Private Middle Schools it was 35(72.9%) Meanwhile, the a difference in physical activity and sleep quality in State Middle Schools and Private Middle Schools. Namely, sleep activity was 0.047b, while physical activity was 0.533b. Conclusion: There are differences in sleep quality and physical activity between State Middle Schools and Private Middle Schools.
Edukasi Mengenai Asupan Gizi Seimbang pada Balita dalam Pencegahan Stunting Herliana, Irma; Lestari, Nur Eni; Solehudin, Solehudin; Koto, Yeni; Lannasari, Lannasari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4177

Abstract

Asupan gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Kurang asupan dapat menyebabkan berbagai permasalahan gizi, termasuk stunting. Prevalensi stunting di Indonesia masing cukup tinggi walaupun terjadi penurunan pada tahun 2022. Stunting dapat dicegah melalui beberapa cara, salah satunya adalah memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan kepada orang tua, terutama ibu. Tujuan penulisan artikel yaitu untuk memahami pentingnya pengetahuan mengenai asupan gizi seimbang pada bayi dan balita dalam mencegah stunting. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh dosen profesi ners pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2024 di Madrasah Marga Jaya RT 02 RW 05 Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui 5 langkah, yaitu persiapan, persamaan persepsi dan penyampaian gambaran kegiatan, pengambilan data, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pemberian Pendidikan kesehatan pada ibu memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan ibu. Meningkatkan pengetahuan ibu perlu dilakukan secara rutin melalui berbagai macam metode dan media pembelajaran.
Edukasi Untuk Meningkatkan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ISPA Di RW 05 Kertamaya Bogor Selatan Lannasari, Lannasari; Solehudin, Solehudin; Herliana, Irma; Koto, Yeni; Lestari, Nur Eni
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v2i4.446

Abstract

Public education about ARI is important to reduce the spread of the disease and its impact. Good knowledge about ARI can help the community prevent the spread of this disease and reduce its impact, especially among vulnerable groups such as children. Counseling also encourages better preventive measures and quick and appropriate treatment. Similar educational programs need to be continuously held to improve overall public health. The purpose of this activity is to increase the level of public knowledge about ARI. Community service activities are carried out by professional nurse lecturers who teach community and family nursing courses. Community service together with professional nurse students who are practicing community and family nursing. Community service activities are health counseling. The counseling and simulation were carried out on Saturday, June 13, 2024 at 09.00 - 12.00 WIB in the Madrasah Marga Jaya room, RT 02 RW 05, Kertamaya Village, South Bogor District, Bogor City, West Java. After being given counseling to the community, the level of knowledge of mothers about ARI increased after being given counseling about ARI. This educational activity successfully achieved its goal of increasing the level of knowledge of mothers about ISPA and providing a significant positive impact on the health of children and the community.
Optimalisasi Pendidikan Kesehatan dalam Tatalaksana Skabies untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Lestari, Nur Eni; Safitri, Aisyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12397

Abstract

Skabies pada anak akan menyebabkan berbagai permasalahan yang serius baik fisik maupun psikologis. Salah satu dampak psikologis terjadi yaitu penurunan kualitas hidup. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan optimalisasi pendidikan kesehatan dalam tatalaksana skabies untuk meningkatkan kualitas hidup anak. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini yaitu warga Rukun Tetangga (RT) 003, Rukun Warga (RW) 007, Benteng, Nusawine, Ambon. Metode yang dilakukan terdiri dari lima tahap. Tahap pertama adalah melakukan pengkajian melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada warga di RT 003. Tahap kedua yaitu melakukan tes pengetahuan kepada peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan. Tahap ketiga adalah implementasi pendidikan kesehatan melalui dalam jaringan (daring) menggunakan media zoom dan juga luar jaringan (luring). Tahap keempat adalah melakukan tes pengetahuan kepada peserta setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Tahap terakhir melakukan analisis proses dan hasil tes. Hasil menggambarkan peserta memahami pokok-pokok bahasan yang sudah disampaikan. Hasil survey dengan kuesioner yang sudah disebarkan sebelum pendidikan kesehatan diberikan didapatkan 100% pengetahuan peserta kurang baik, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan pada program pengabdian kepada masyarakat didapatkan 100% pengetahuan baik. Pendidikan kesehatan kepada anak dan orang tua perlu diupayakan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan dalam tatalaksana skabies untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
PENGARUH KOMBINASI MENGUNYAH PERMEN KARET MINT DAN AROMATHERAPI JAHE (GINGER) TERHADAP MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DENGAN ERACS DI RSIA BDT TAHUN 2023 Kurniawati, Irma Eka; Istiani, Hari Ghanesia; Lestari, Nur Eni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea adalah intervensi bedah yang melibatkan sayatan pada dinding perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi. Salah satu dampak adalah dapat menyebabkan Post Operating Nursea and Vomiting (PONV). Pendekatan pengobatan melalui terapi komplementer melibatkan penggunaan kombinasi permen karet mint dan aromaterapi jahe. metode: Menggunakan desain penelitian quasi-eksperimen kuantitatif dengan kerangka one-group pretest-posttest, memanfaatkan sampel acak terkontrol dan metode statistik non-parametrik yang dikenal sebagai Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai signifikansi p < 0,01, yang menunjukkan penerimaan Ha, sehingga menunjukkan efek dari kombinasi mengunyah permen karet mint dan aromaterapi jahe dalam mengurangi mual dan muntah pasca operasi sectio caesarea dengan Eracs. Kesimpulannya, kombinasi mengunyah permen karet mint dan aromaterapi jahe menunjukkan efek yang signifikan. Diusulkan bahwa, sebagai referensi tambahan terhadap standar operational procedure (SOP) untuk rumah sakit, efektivitas kombinasi mengunyah permen karet mint dengan aromaterapi jahe dieksplorasi dalam potensinya untuk mengurangi mual dan muntah pasca operasi section caesarea dengan protokol Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS).
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Teknik Sadari terhadap Pengetahuan dan Sikap Deteksi Dini Kanker Payudara pada Remaja: The Impact of Health Education on Breast Self-Examination (BSE) Technique on Knowledge and Attitudes Regarding Early Breast Cancer Detection Among Adolescents Florentina, Florentina; Yuliza, Emi; Eni Lestari, Nur
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v4i1.324

Abstract

Introduction: Breast cancer is a malignant tumor that affects the glandular tissue, ductal glands, and supporting structures of the breast. Breast Self-Examination (BSE) is an early detection method aimed at increasing women's awareness of their own breast condition, enabling them to recognize early signs and symptoms such as changes in size, texture, and shape. Early detection is crucial for effective treatment, especially when the cancer is found in its initial stages. Objective: This study aims to determine the effect of health education on adolescents’ knowledge and attitudes regarding BSE. Method: This study employed a one-group pretest-posttest design with a sample of 17 adolescents. The research instruments included a standard operating procedure (SOP) and a questionnaire containing questions related to knowledge and attitudes before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: Prior to the health education intervention, the average level of knowledge and attitudes among adolescents regarding BSE was categorized as fairly good, with percentages of 52.9% and 58.8%, respectively. After the intervention, there was a significant increase in knowledge and attitudes, with posttest percentages of 82.4% and 52.2%, respectively. The Wilcoxon test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, indicating that the hypothesis was accepted, as the significance value was less than 0.05. Conclusion: Health education significantly influenced the improvement of adolescents’ knowledge and attitudes regarding BSE. This improvement indicates that health education is effective in raising awareness among adolescents about the importance of early detection of breast cancer through BSE.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Status Gizi Anak dengan Derajat Dehidrasi dan Lama Hari Rawat Anak yang Mengalami Diare Estiko, Linda; Lestari, Nur Eni; Istiani, Hari Ghanesia
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4403

Abstract

Diare pada anak dapat menyebabkan dehidrasi sampai menyebabkan kematian pada anak. Anak yang mengalami diare harus dilakukan hospitalisasi yang tepat sehingga lama hari rawat sesuai. Beberapa faktor yang menjadi risiko hal tersebut yaitu pengetahuan ibu dan status gizi anak. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan status gizi anak dengan derajat dehidrasi dan lama rawat anak yang mengalami diare. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner baku dan lembar observasi. Uji korelasi menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian mendeskripsikan ada hubungan pengetahuan ibu dengan derajat dehidrasi pada anak yang mengalami diare (p<0,000, a=0,05) Tidak ada hubungan status gizi anak dengan derajat dehidrasi anak yang mengalami diare (p=0,079, a=0,05). Ada hubungan pengetahuan ibu dan status gizi anak dengan lama hari rawat anak yang mengalami diare (p<0,000, p<0,000, a=0,05).
Optimization of Education Through Booklets in Improving the Role of Cadres on Local Food Processing for Stunting Children Lestari, Nur Eni; Herliana, Irma; Solehudin, Solehudin; Koto, Yeni; Lannasari, Lannasari
Indonesian Journal of Community Development Vol 4, No 2 (2024): Indonesian Journal of Community Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijcd.v4i2.80197

Abstract

Introduction: Situation analysis obtained in RW 05 Kertamaya Bogor Selatan are that there are 7 health cadres, but only 5 cadres are active. The results of the interview showed that the low role of these cadres was caused by a combination of various factors, ranging from limited knowledge, minimal educational facilities, lack of support, low community involvement, time problems, to low motivation. Objective: Optimizing education through booklets in increasing the role of cadres in processing local food ingredients for stunted children. Method: Problem solving is carried out through several steps. The first stage of preparation consists of initial preparation and planning. The preparation stage is by conducting a needs analysis by reviewing and collecting information through literature studies of related journals, conducting situation analysis through interview reviews, observations, and distributing questionnaires to cadres, and finding partner problems. While the planning stage is determining problem solutions, determining strategies, and planning activities; the second stage of implementation is conducting a knowledge test on participants before education is carried out, implementing the optimization of education through booklets in increasing the role of cadres in processing local food ingredients for stunted children, and conducting a post-test for participants after education. This second stage ends with an analysis of the process and test results. Conclusion: The results of the Community Service showed an increase in the role of cadres in processing local food ingredients for stunted children after community service was carried out, with the majority having a good role of 66.7%. The booklet helps cadres convey information more effectively, increases community understanding, and encourages local food independence.
The Effect of Implementing Medical Play on Anxiety Levels Due to Hospitalization in Preschool Children Andriastuti, Anes; Lestari, Nur Eni; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12860

Abstract

Introduction : Preschool age is susceptible to various diseases, so it is not uncommon to require hospital care and experience hospitalization. One therapy that can help reduce the impact of hospitalization on children is play therapy (medical play).Objective : To analyze the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children in the child care room.Method : This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design . The sampling technique was purposive sampling , with a sample size of 30 respondents. Data analysis was performed using the Marginal Homogeneity test.Results : The results of the study showed that the analysis of the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children obtained a p-value of 0.00 (p 0.05).Conclusion : There is a significant effect of the application of medical play on the level of anxiety in children during hospitalization. The results of this study are expected to be a reference for hospitals, especially in the application of the concept of atraumatic care , by utilizing play therapy as an effective alternative to reduce children's anxiety during treatment.
INKOMPATIBILITAS GOLONGAN DARAH DAN PENYAKIT IBU DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBIN DI RSUD CENGKARENG Mariana, Hilda Eka; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Lestari, Nur Eni
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.83

Abstract

Hiperbilirubin neonatus merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada neonatus  dan dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian neonatal jika tidak ditangani dengan baik . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inkompatibilitas golongan darah dan penyakit ibu dengan kejadian hiperbilirubin neonatus di Ruang Rooming In RSUD Cengkareng pada periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional retrospektif dari data sekunder berupa rekam medis dengan total sampling 230 neonatus sebagai sampel yang diambil dari data rekam medis. Dengan pengambilan data menggunakan ceklis dan di olah data nya menggunakan Chi square, Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara inkompatibilitas golongan darah dengan kejadian hiperbilirubin neonatus (p-value = 0,003), Selain itu, penyakit ibu seperti anemia, preeklamsi, dan diabetes mellitus juga menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubin neonatus (p-value = 0,051). Hasil penelitian ini menggaris bawahi pentingnya deteksi dini dan penanganan faktor risiko pada ibu hamil untuk mengurangi kejadian hiperbilirubin pada neonatus.